
Kini Nana sedang di kantin Nana memesan beberapa makanan untuk menjadi cemilan nya , ada sosis bakar , Pisang keju ,serta kentang dan segelas es susu, Nana merasa malas membawa cemilannya naik Ke atas walaupun bisa saja dia meminta mba kantin untuk mengantarkan nya ke ruangan Cakra. Namun tak di lakukan nya.
Baru saja Nana ingin menikmati cemilan siangnya , Nana tiba-tiba di ganggu dengan ke datangan dua wanita, siapa lagi kalau bukan Sonya dan Manda.
" Hey, ****** ini tak pergi-pergi juga " ucap Sonya dengan kesal.
Merasa lawan bicara tak menjawab Sonya pun semakin kesal. Tiba-tiba saja di menyenggol es susu yang ada di meja dan mengakibatkan es susunya tumpah dan jatuh mengenai pakaian Nana.
Dengan kesal Nana pun membanting garpu di tangannya kelantai dengan keras. Perhatian pegawai yang ada di sana pun teralihkan ke Nana dan Sonya walaupun tidak banyak Karna mereka disana tidak sedang di jam istirahat.
Nana pun bangkit dan berdiri dari tempat duduknya.
" Kau.....
Sementara di dalam ruangannya Cakra merasa resah karna Nana tak kunjung balik.
" Tio....." Panggil nya
" Iya bos ada apa " ucap Tio mendatangi Cakra
"Kenapa Nana lama sekali?" Tanya Cakra
" Saya tidak tau bos, mungkin nona Nana makan di sana " kata Tio.
" Kita susul dia " ajak cakra
Mereka pun menyusul Nana ke kantin para karyawan.
"Kau ... Sudah ku bilang jangan menggangguku" ujar Nana masih Santai.
" Kami hanya memberi pelajaran kecil untuk ****** seperti mu" kata Manda
" Apa masalah mu ?" Kata Nana.
" Masalah nya kau terlalu PD ingin mendekati bos Cakra" ucap Sonya sambil mendorong Nana .
Untung saja Nana hanya sedikit terhuyung kebelakang namun tak terjatuh kelantai.
" Hanya itu ?" Tanya Nana.
" Serta kau membuat ku merasa malu di hadapan bos Cakra " ucapnya lagi.
Nana yang sedari tadi sudah kesal karena es susunya tumpah di tambah tadi dia hampir jatuh di dorong Sonya, kini ke sabarannya sudah menipis.
Nana pun menarik tangan Sonya. Dan menatap Sonya dengan tajam.
" Jauhkan tangan mu dari temanku!!!! " teriak Manda
Kemudian Nana membanting Sonya ke lantai dengan kerasnya sampai Manda pun ternganga di buatnya.
" Akhhhhh ..." Rintih Sonya kesakitan.
" Son kau tak apa ?" Ucap Manda sedikit khawatir melihat Sonya .
" Badanku sakit semua" kata Sonya.
" Sudah ku bilang kan jangan menganggu ku kalian merusak hari baikku" kata Nana.
" Kau..." Manda merasa geram dengan Nana tangan nya pun terulur ingin menarik rambut Nana.
PLAKKKKK
Nana yang gesit memberi Manda sebuah tamparan keras di pipinya, sampai bercap 5 jari .
" Aaauuhhh , ****** sialan" umpat Manda memegangi pipinya yang terasa panas.
" Hah Kalian mengotori baju yang cantik" kata Nana
Tanpa mereka ketahui kejadian itu sudah di pantau oleh Cakra dan Tio yang sudah sampai dari tadi di kantin.
Cakra yang melihat kejadian itu merasa geram , melihat Sonya mendorong Nana. Dan dia ingin menghampiri Meraka , namun langkah nya di tahan Tio.
" Tunggu bos nona Nana terlihat menikmati permainan mereka, biarkan saja dulu bos " kata Tio yang memahami situasi dan Nana pun di sana terlihat tenang walaupun dengan aura menyeramkan.
Cakra pun mengikuti saran Tio . Tapi saat Manda ingin menjambak rambut Nana dia pun sudah tak tahan lagi.
" Kau tak apa sayang ? Tanya cakra menghampiri Nana.
" Kaka lihat baju ku " adu Nana.
" Nanti kita beli mengganti nya" ujar Cakra.
" Tentu " jawab Nana tersenyum.
" Dan Kalian!!!" Ujar Cakra keras dan menatap tajam ke arah mereka berdua. Seketika semua yang ada di kantin merasa ngeri melihat Cakra yang marah.
"Bosss... Dia membanting saja bos " keluh Sonya.
" Dia menampar saya bos " ujar Manda
" Cih Karna kau sangat menggangguku" tunjuk Nana Pada Mereka.
" Berani nya kalian mengganggu wanitaku , sudah bosan hidup !!" Gertak Cakra dengan keras.
Rupanya mereka salah mencari lawan epribadih.
Yang Manda dan Sonya kira Cakra akan membela mereka rupanya hanya halusinasi mereka saja.
" Tio urus pemecatan mereka berdua dan beritahukan pada perusahaan lain agar tidak menerima mereka bekerja di mana pun" ucap Cakra memberi perintah.
" Baik bos " ucap Tio mengangguk setuju.
" kau harus ganti baju sayang" kata Cakra membawa Nana meninggalkan kantin.
Sedangkan Tio mengurus pemecatan Meraka.
" Baik sekarang pergi ke ruang HRD dan ambil pesangon kalian!! " Ujar Tio
" Ja jangan pecat kami pak... Maafkan kami" ucap mereka
" Maafkan kami.... "
Tio pun berjalan ke arah Cakra tanpa menghiraukan mereka.
Kini Manda dan Sonya sudah keluar dari perusahaan Cakra .
Mereka terlihat frustasi ya akibat dari perbuatan mereka sendiri, mencari masalah dengan orang yang bahkan tidak Mereka kenal. Bahkan kini mereka kemungkinan akan sulit mencari pekerjaan di kantor Karna sudah di masukkan daftar hitam.
" Hah ****** sialan" umpat Sonya.
" Aku akan membalas perlakuan ini " tutur Sonya.
" Terus kita mau cari kerja di mana lagi" kata Manda frustasi.
" Aku juga bingung!" Ujar Sonya
•
Kini Nana sedang duduk dalam ruangan Cakra menunggu Tio membawa kan pakaian untuk mengganti bajunya yang basah.
Tok
Tok
" Masuk " kata Cakra
Tio pun masuk dan menyerahkan sebuah paper bag yang sudah bisa Nana tebak apa isinya.
" Ini sayang Nana ganti saja di sana ada sebuah kamar " tunjuk cakra pada sebuah pintu. Nana pun mengikuti nya dan membuka ya di dalam lengkap ada kasur lemari sangat nyaman untuk istirahat.
Tak lama Nana pun keluar dengan pakaian barunya.
" Ka cak Nana pengen ngemil" keluh Nana.
" Bukannya udah ?" Tanya Cakra.
" Tapi kan tadi ada pengganggu Nana belum puas ngemil nya" ujar Nana.
" Oke biar Tio saja yang belikan Nana Disni aja teminin kaka " kata Cakra.
" Okeh" ujar Nana
Cakra pun memanggil Tio dan menyuruh nya membelikan beberapa cemilan untuk Nana.
Tio datang dengan tangan penuh kantong keresek yang berisi cemilan mulai dari yang basah sampai makanan ringan pun ada .
" Ka Tio pengen bikin Nana gendut !" Ujar Nana saat melihat makanan yang di bawa Tio.
" Gak papa gendut sayang nanti makin semok" sahut Cakra
" Ih ka cak mesum !!! Nana bilangin bunda Nanti" ujar Nana.
" Jangan dong nanti Kaka di jewer bunda lagi sayang" kata Cakra memohon.
Nana sangat puas dengan cemilan nya sampai dia pun mengantuk akibat kebanyakan ngemil.
" Kaka kapan pulang ?" Tanya Nana.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:04
" Bentar lagi ya sayang tanda tangani berkas dulu " bujuk Cakra.
" Iya ka" jawab Nana
Merasa lama menunggu Cakra , Nana pun akhirnya tertidur di sofa panjang.
" Akhirnya selesai, ayo pulang sayang" ujar Cakra namun tak ada sahutan dari Nana ternyata setelah di lihatnya Nana sedang tertidur.
" Maaf ya sayang pasti bosan nungguin aku kerja " ujar Cakra merasa bersalah.
Cakra pun mengendong Nana membawa keluar ruangan.
" Tio pulang " ajak Cakra
" Sekarang bos?" Tanya Tio yang biasanya sering menemani bosnya lembut.
" Iya kamu setir kan mobil kitan antar Nana pulang" ujar cakra.
" Baik bos " jawab tio.
Mereka pun berjalan keluar kantor, sepanjang perjalanan Cakra yang sedang menggendong Nana tak luput dari penglihatan para karyawan.