
Obrolan mereka terus berlanjut sesekali di selingi candaan dari Mahen sedangkan Nana hanya sesekali menimpali nya dan tersenyum.
" By " sapa Gabriel.
" Iya " jawab Anya tanpa menoleh Karna sudah tau dari Suaranya.
" Pacar Lo ?" Tanya Mahen
" Iya kenapa" jawab Anya
" Keren juga Lo bisa pacaran sama salah satu most wanted" kata Mahen
" Iya dong" jawab Anya bangga
" Jay sama Damian gak k sini?" Tanya Sinta.
" Tuh" tunjuk Gabriel ke meja pojok di ujung ada jar ,Damian serta dua sejoli Natan dan Cecil.
" Ulat keket nempel terossss" kata Sinta.
" Damian sama Jay gak di ajak kesini sekalian by?" Tanya Anya
" Malas jalan katanya " jawab Gabriel .
"Minggir sono" suruh Gabriel pada Fira.
" Terusir Mulu gue gaeess" ujar Fira kesal baru saja di di usir Mahen yang ingin duduk di samping Nana sekarang dia kembali di usir Gabriel yang ingin duduk di samping Anya. Nasib para jomblo. Sedangkan Sinta hanya terkekeh melihat kemalangan Fira.
"Lo yang anak baru itu kan?" Tanya Gabriel memandang Mahen
" Iya, gue Mahendra Siregar panggil mahen" jawab Mahen memperkenalkan dirinya.
" Gue Gabriel Carlson panggil Gabriel" kata Gabriel
" Gue tau " jawab Mahen
" Mahen lumayan tampan juga by" ujar Gabriel.
"Gak tampan kamu" jawab Anya.
" Cih tampan doang gak ada gunanya kalo bisanya cuma nyakitin" ujar Sinta.
" Nyindir siapa Lo?" Tanya Gabriel
" Teman Lo lah siapa lagi" jawab Sinta.
" Ya elah lagi bahas Mahen juga" ujar Gabriel.
" Dia mah salah satu fackboy the next playboy" tunjuk Fira pada Mahen
" Sialan Lo udah gue bilang gue good boy " bantah Mahen
" CK, good boy apaan suka tebar pesona kesana kemari" decak Fira
" Sirik Lo!" Gas Mahen
" Ngapain jadi ngegas si Lo pada entar jadi suka Lo" ejek Sinta
" Gak" jawab Fira dan Mahen kompak.
"ih jawabnya aja barengan kata orang sih bisa jodoh" ujar Sinta lagi.
" Gak mungkin gue suka sama ni Mak lampir gua mau cuma suka sama Naya " ujar Mahen mengelus lembut rambut Nana.
" Yakan Nay" ujar Mahen sedangkan Nana hanya diam menikmati ramennya.
Di sisi lain tepatnya di pojok meja yang di tempati Natan .
Jay Dan Damian sibuk menyenggol lengan Natan agar melihat ke arah Nana.
" Kalian pada kenapa sih" ujar Natan kesal .
" Tuh lihat Nana dekat banget sama murid baru"
" Lihat tuh dia ngelus rambut Nana dan Nana diam aja"
" Kayanya Nana udah move on deh dari Lo Nat"
Bisik-bisik mereka berdua memanasi Natan .
" Kalian kenapa sih jangan ganggu Natan makan dong" kesal Cecil.
Natan melihat pemandangan di depannya dengan menatap Nana dingin tanpa kata-kata dia beranjak dari kursinya keluar dari kantin. Meninggalkan Cecil , Jay dan Damian.
" Nat mau kemana" ujar Cecil
" Woyy !! Natan makan Lo belum habis ini" teriak Jay
' ini semua gara-gara kalian " kesal Cecil.
Teriakan mereka berdua mengundang perhatian para pengunjung kantin, termasuk Nana dkk.
"Emang gue peduli" batin Nana.
" Apa bener Naya udah move on "
" Apa dia gak bisa balik lagi sama gue" Jujur gue masih mengharapkan sama dia, walaupun hati gue masih sama Cecil tapi gue nyaman sama dia" sesel Natan
" Bangsat tuh murid baru bikin gue panas aja" gumam Natan sepanjang koridor.
Balik lagi ke kantin Nana dkk menatap heran Natan yang pergi dengan raut wajah kesalnya.
" Si Natan kenapa tuh?" Tanya Sinta
" Anda kepo tanya sendiri" jawab Fira dengan tawanya
" Ish " decak Sinta kesal.
"Natan pasti cemburu tuh melihat ke dekatan Naya sama Mahen " ujar Gabriel
" Kata siapa Lo ?" Tanya Fira.
" CK gue cowok di lihat aja gue udah ngerti ya kan hen! " Kata Gabriel
" Apa benar Natan cemburu?" Batin Nana
" Aisss gak mungkin " bantah Nana sendiri
•
Tak terasa 8 jam sudah mereka belajar akhirnya bell panjang tanda pelajaran berakhir pun berbunyi.
" Nay gak balik bareng gue ?" Ajak Mahen
" Tapi gue bawa mobil sendiri " Jawab Nana.
" Gimana kalo besok aja gue jemput " kata Mahen lagi. Setelah cukup berpikir Nana pun mengiyakan ajakan dari Mahen untuk menjemput nya besok pagi.
" Nih masukkin nomor telepon Lo biar nanti gue bisa hubungin " kata Mahen . Nana pun mengambil telpon Mahen dan memasukkan no telpon nya.
" Oke thanks" ucap Mahen Senang, akhirnya setelah beberapa kali di tolak Mahen pun memiliki no Nana, baru no nya juga belum lagi orang bisa kesurupan kali Mahen saking senangnya.
" Gue duluan " ujar Nana keluar kelas menuju parkiran.
Masih di koridor sekolah, Nana asik berjalan dengan hp di tangannya. Tanpa sadar.
Dukkk!!!
" Awwwwwww.. " rintih Nana yang terduduk akibat menabrak sesuatu di depannya.
" Nay Lo gak papa?" Tanya nya. Nana pun mendongak ke atas Karna kenal dengan suara nya.
" Sialan gue malah nabrak Natan!!" Batinnya kesal sendiri.
" Nay! Halo" ujar Natan yang melihat Nana melamun.
" Eh , gak papa" jawab nana langsung berdiri. Dan berlari menjauhi Natan
" Segitunya Lo sama gue Nay bahkan Lo menghindari gue" batin Natan.
Dapat Nana lihat dari jauh Cecil menghampiri Natan dan langsung bergelayut di lengan Natan .
" Jangan sampai gue tergoda dengan sikap manisnya gue gak mau lagi sakit hati seperti kemarin , gue gak bodoh buta Karna cinta kalau dia cuma bikin sakit ya buang kelaut " batin Nana.
Kini Nana sudah sampai di rumah merebahkan dirinya di kasur .
" Jujur saja aku belum bisa lupain Natan" Kata Nana bicara sendiri.
" Di dunia ini tidak ada yang benar-benar menjadi milikku bahkan udah yang ku hirup ku hembuskan lagi" gumam nya.
Ting..
Dering pesan masuk di telpon Nana membuat lamunannya buyar. Nana pun melirik layar Telponnya.
Tanpa nama
‘save Mahen ganteng ’
Yang membaca pesan dari Mahen pun membuat nya sedikit tersenyum.
Aku
‘oke’
Mahen
‘sherlock rumah Lo Nay biar pagi nanti gue langsung tancap gas’
Aku
Mengirim Sherlock
Mahen
‘ malam ni Lo sibuk gak?’
Aku
‘kenapa’
Mahen
‘gue mau ajak jalan’
Aku
‘males gue ajak Fira sana ’
Send Nana mengirim kontak Fira
Mahen
‘ogah gue Sama Mak Lampir ’
Nana pun meletakkan ponselnya di meja Karna males membalas pesan Mahen.
Setelah itu Nana pun turun ke bawah .
" Bi ayah udah pulang belum?" Tanya Nana
" Belum non" jawab bi Surti
" Iya makasih bi" ujar Nana, Nana pun kembali ke kamarnya membuka laptop nya, mencek cctv yang di letakkan di kamar Dion
Dapat di lihat Dina yang sedang uring-uringan sendiri di kamarnya. Sambil bicara sendiri.
" Kenapa mas Fred tak pernah menghubungi ku lagi bahkan bawahannya pun tak pernah melapor lagi padaku" gumam Dina yang dapat di dengar Nana yang tengah menontonnya dari layar laptop.
" Apa dia baik-baik saja" Ujar Dina
" Apa mas Fred tau Sasa udah gak ada " ujar Dina sedih mengingat sang anak tercinta sudah meninggal dunia, saat dia mencoba menghubungi sang ayah Sasa namun tidak bisa.
" Cih bisa-bisa nya di mengkhawatirkan suami aslinya padahal di sendiri tengah berselingkuh, dengan beberapa pria" ujar Nana.
" Gue gak nyangka julukan yang gue beri tenyata bener,sekali ****** tetap saja ******, ayah memang sudah buta udah nikahin dia" kata Nana