
Kepala Nana yang terluka tengah di obati Cakra. Walaupun hanya luka kecil. Cakra begitu panik mengetahui Nana terluka bahkan mengeluarkan darah.
" Apa sakit sayang?" Tanya Cakra khawatir
" Enggak Kaka sayang" sahut Nana
" Ayo sayang makan dulu" ajak Sandra.
" Iya bunda " sahut Cakra dan Nana.
Mereka pun menuju meja makan, yang di sana sudah ada Sean serta Arga.
" Maaf ya Na gara-gara Paula kita gak jadi deh bikin kue , dan Nana juga terluka" kata Sandra.
" Gak papa bunda " ujar Nana.
Mereka makan dengan tenang, setelah selesai makan Nana di pamit untuk kembali pulang.
" Hati-hati bawa anak bunda Cakra" kata Sandra.
" Siap bunda " sahut Cakra
Mereka pun meninggalkan mansion Cakra , namun di tengah perjalanan mata Nana teralihkan.
" Wah pasar malam " ujar Nana
" Mau mampir ke sana sayang?" Tanya cakra.
" Emang boleh?" Tanya Nana balik
"Boleh dong " ujar cakra , cakra pun segera memarkirkan mobil.
Setelah turun dari mobil Nana pun langsung ngacir pergi duluan meninggalkan Cakra, Cakra yang melihat pun hanya geleng-geleng menatap Nana yang antusiasme , kemudian dia menyusul Nana masuk.
Nana berlari Karna terlalu senang sampai dia kepalanya yang sedikit nyeri walaupun dia selalu bilang tak apa.
" Hati-hati nanti jatuh" kata Cakra
" Iya ka" sahut Nana.
" Kaka mau naik apa?" Tanya Nana pada cakra
"Terserah kamu sayang"jawab cakra
Nana pun melihat sekeliling dia sangat tertarik menaiki kora-kora.
" Kalau gitu ayo kita naik kora-kora" ajak Nana yang sedari tadi sangat tertarik untuk naik. Nana pun menyeret Cakra untuk naik , sedangkan Cakra hanya pasrah Nana menyeret nya.
Nana tersenyum lebar saat Cakra ikut naik kora-kora dan duduk di samping nya.
Awalnya Nana sangat senang dan berteriak kegirangan karena merasa kan sensasi ayunan. Seperti halnya pengunjung lain yang ikut menaiki permainan nya. Tapi lama kelamaan perut nya seperti di aduk-aduk dan kepala nya juga merasa pusing. Sedangkan Cakra hanya memasang muka datarnya.
Kora-kora pun akhirnya nya berhenti, Nana dan cakra pun turun , dengan sempoyongan Nana berjalan di bantu Cakra .
" Kamu pusing sayang?" Tanya Cakra khawatir.
Nana pun membalas nya dengan anggukan .
Tiba-tiba Nana merasa perutnya bergejolak. Tak kuat menahannya Nana pun berlari ke samping dekat Tong sampah Kasian ya gaesss.
Hueekkkkk
Nana memuntahkan isi perutnya, sedangkan Cakra langsung menghampiri Nana dan memijit tengkuk Nana setelah selesai dengan muntahannya Cakra mengajak Nana ke sebuah kursi.
" Tunggu disini sebentar sayang" kata Cakra
Tak terlalu lama Cakra kembali dengan membawa segelas teh hangat dan gorengan .
" Di minum dulu sayang" kata Cakra menyerahkan kan teh panas yang di bawa pada Nana.
" Makasih ka " ujar Nana.
Setelah minum Nana pun merasa perutnya sedikit baikkan. Dan Nana memakan gorengan yang di bawa Cakra .
" Masih mual?" Tanya Cakra.,
" Udah mendingan ka , makasih" ucap Nana tulus.
" Nana beruntung banget punya pacar yang perhatian Kaya ka cak" ujar Nana.
" Mau pulang?" Ajak Cakra
" Nanti ka Nana belum puasa main" tolak Nana.
" Tapi emang kamu kuat ?" Tanya Cakra yang khawatir dengan keadaan Nana.
" Kuat ko" sahut Nana bangun dan melompat-lompat dengan enerjik.
" Gak lemes sayang" kata Cakra
" Engga sayang" jawab Nana
Nana pun kembali menyeret Cakra berkeliling pasar malam membeli beberapa makanan serta kembali mencoba menaiki sebuah biang Lala.
Dengan langkah pasrah Cakra pun mengikuti Nana Karna dia memang sedang di seret oleh Nana.
Nana dan Cakra pun menaiki biang Lala bersama, saat biang Lala dinyalakan. Nana pun bersorak senang.
" Senang terima kasih ka " Ucap Nana memeluk Cakra .dan Cakra pun membalas pelukannya sambil mengelus kepala Nana.
" Sama-sama sayang " ujar Cakra
Setelah puas bermain di pasar malam Cakra pun mengantar Nana pulang.
Nana sampai pukul 10:02 dan Dion sudah ada di dalam rumah menunggunya. Nana pun masuk ke dalam mansion bersama cakra.
" Nana sudah pu-"
" Hey kenapa dahi kamu sayang?" Tanya Dion terkejut khawatir melihat kepala Nana yang di plester.
"Gak papa ayah, cuma ada sedikit insiden aja tadi" sahut Nana
" Ya sudah kamu istirahat gih besok harus pergi sekolah lagi" kata Dion
" Iya yah , ka cak Nana ke atas dulu ka cak hati-hati pulangnya " Kata Nana.
" Iya sayang " sahut Cakra
" Kalau gitu Cakra pamit om" pamit Cakra .
" Iya hati-hati " sahut Dion
Nana pun masuk ke dalam kamarnya . Kemudian mengambil telpon nya dari dalam tas. Untuk menghubungi Alex
"Halo bang gimana dragon Black apa mereka bergerak?" Tanya Nana
" Belum de " jawab Alex
" Oke bang terus pantau pergerakan mereka jangan sampai terlewat" ujar Nana.
Kalian ingat mafia dragon Black mereka yang mencuri senjata rakitan milik black devils.
"Kalo gitu Nana tutup dulu bang" ujar Nana. Nana pun mematikan sambungan telponnya.
" Ni mulut padahal baru saja makan malah pingin ngemil lagi" ujar Nana. Entah kenapa dia belum juga mengantuk tapi malah dia ingin ngemil. Nana pun turun ke bawah membuka lemari di dapur berharap menemukan cemilan
" Hah cuma ada kripik singkong segini mana cukup " ujar Nana, mengeluarkan sebungkus kripik singkong.
" Mending gue keluar beli cemilan siapa tau ada yang masih buka" kata Nana.
Pasalnya jam sudah menunjukkan jam 10:30, pastinya supermarket sudah pada tutup.
Nana keluar pergi menggunakan motor sport nya Karna ingin lebih praktis dan cepat pastinya.
Dia pun memberhentikan laju motornya setelah melihat, pedang yang sedang menjual pentol bakar dekat alun-alun.
" Untung masih ada udah ke ibu hamil aja pengen ngemil" kekeh Nana pada dirinya sendiri
" Bang 10 tusuk bungkus " kata Nana memesan pada paman pentol nya.
" Tunggu bentar ya neng " ujar paman pentol.
" Bang pentolnya 20 tusuk " kata seseorang.
Nana yang mendengar suara yang familiar di telinga nya dia pun segera berbalik badan melihat ke arah orang tersebut.
" Natan" gumam Nana. Melihat sosok Natan yang ada di samping nya.
" Naya " ujar Natan yang juga melihat Nana.
" Nay ada yang mau aku omongin" ujar Natan .
" Ya ini kan udah ngomong" jawab Nana.
" Aku mau ngomong serius" kata Natan menatap Nana sendu.
" Apa lagi yang ingin kamu omongin?" Tanya Nana.
" Minggu depan aku ke Australia bersama mommy dan Daddy bisakah kamu mengantar kami sampai bandara saja mommy pasti senang Banget" ujar Natan dengan sedikit memohon.
" Liat nanti" sahut Nana.
" Tolong lah nay demi mommy" kata Natan
" Yakin?" Tanya Nana mengangkat alisnya.
" Beneran Nay" kata Natan.
" Emang Cecil GK akan marah kalau gue ikut nganter" ujar Nana.
Natan pun terdiam setelah Nana berbicara tentang Cecil. Dia ingin membuat mommy nya senang dengan Nana ikut mengantar mereka. Namun di sisi lain di takut membuat Cecil marah dan cemburu akibat dari dia yang membawa Nana, Natan pun jadi bingung sampai paman pentol memanggilnya.
" Ini den pesanannya" kata paman pentol menyerahkan pesanan Natan . Seketika Natan pun tersadar dari lamunannya.
" Makasih Nang " ujar Natan mengambil pentol bakar , dan menyerahkan uangnya pada paman pentol. Namun saat dia ingin kembali berbicara dengan Nana di lihatnya Nana sudah tidak ada disana.
" Hah dia sudah pergi " ujar Natan.
Nana memang benar-benar pergi dari sana saat Natan melamun berbarengan dengan paman yang sudah membungkus pesanan Nana, setelah membayar Nana pun pergi meninggalkan Natan yang seperti orang bodoh.
" Mungkin ini sudah cukup" setelah melihat natan di langsung tak berselera makan.
Nana pun menaiki motor sport nya dan kembali ke kediaman Fernandez