
Kini Nana dkk serta Mahen di ajak Cakra ke sebuah restoran. Setelah pihak sekolah mengumumkan pulang cepat .
Sekarang mereka sedang berada di salah satu ruangan VVIP restoran tersebut.
" Wih PJ kelas elit gaess" senang Sinta
" Iya nih " sahut Fira
" Woy jangan pada kaya orang susah deh " kata Mahen
Fira pun langsung melotot kan matanya ke arah Mahen.
"Gak takut gue mau sampai mata Lo keluar juga_ ujar Mahen .
" Entar kalau gue dapat jodoh kaya gue PJ elit deh kalian" ujar Fira
"Lo kan udah kaya Fir gak perlu nunggu sampai dapat jodoh juga" kata Sinta.
"CK" decak Mahen .
" Sudah ayo pesan " ajak Anya.
Mereka pun memesan semua yang mereka inginkan Karna Cakra sudah bilang pesan semua yang kalian inginkan . Tentu dia yang akan membayar semua pesanan nya. Mereka semua menikmati makan dengan senang di sertai beberapa obrolan.
" Jadi ka Cakra serius sama Naya ?" Tanya fir a
" Tentu " jawab cakra.
" Lulusan sekolah kawin nih" ujar Sinta
" Kalo Nana mau sih Kaka gak keberatan" jawab cakra.
" Ceyeee muka Naya merah" ejek Anya
" Heh hen kenapa muka Lo di Tekuk gitu?" Tanya fira
" Pasti iri kan " ujar Fira
" Cih mana ada " jawab Mahen
" Gak usah ngeles deh Lo kadal darat" kata Fira
"Hey kenapa malah jadi berdebat lagi sih dimana-mana kapan pun dan dimana pun selalu berdebat " kesel Sinta yang tak fokus menikmati makanan Karna di ganggu dua kadal .
" Sudah lah nikmati aja dulu PJ nya tahan dulu debatnya " kata Anya
" Gue mau ke toilet bentar gaeess ka cak" kata Nana.
" Mau aku temanin sayang" ujar Cakra
" Aduh ke pengantin baru aja kalian" ejek Fira
" Apaan sih " ujar Nana malu.
" Enggak ka Nana bisa sendiri, kaka temani teman-teman Nana aja di sini" jelas Nana.
" Oke sayang hati-hati" ujar Cakra
" Haduh mau ke toilet aja di perhatikan, malang nya jadi jomblo " Ujar Sinta.
" Iri bilang babi " sahut Fira
" Heleh Lo juga pasti iri" kata Mahen
" Cih kda sadar diri" ejek Fira pada Mahen
Nana pun bergegas ke toilet Karna kandung kemih nya di rasa sudah penuh.
" Ah leganya " ujar Nana setelah keluar dari toilet.
Saat dia ingin menuju ruangan VVIP tadi Nana tak sengaja menyenggol salah satu waiters di sana dan menyebabkan gelas piring kosong yang di bawa waiters pun pecah jatuh kelantai.
" Maaf mba saya Gak sengaja biar say- " belum selesai perkataan Nana waiters tersebut sudah memotong nya.
" Heh bocil kalau jalan pakai mata emang Lo sanggup ganti kerugian ini" marah nya pada Nana.
" Say-" dan lagi perkataan Nana di potongnya.
" Miskin sok-sokan makan disini, Lo gak tau disini tempat pelanggan VVIP " jelas waiters.
" Maaf tapi saya bisa ganti semua kerugian nya, anda tak perlu menghina saya seperti itu" ujar Nana berusaha menahan emosinya.
"Yakin? Apa jangan-jangan Lo kesini sama sugar Daddy? Ejek pelayan itu
"Perkataan dan sikap anda bisa saja membuat anda kehilangan pekerjaan " ujar Nana.
" Halah gak usah ngeles deh udah pakai seragam , gue udah yakin sering liat kaya Lo begini" kata waiters.
" Minggir saya mau masuk" kata Nana Karna waiters tersebut menghalangi nya tepat di depan pintu ruangan VVIP yang di pesan Cakra .
" Siapa Lo main masuk aja gak liat nih ruangan VVIP.
" Ngaku-ngaku saya tau jelas di dalam ada tamu terhormat"ujar waiters.
" Anda tau darimana di dalam ada tamu terhormat?" Tanya Nana
"Silahkan Lo bocil pergi dari tempat ini sebelum saya memanggil keamanan Karna sudah melakukan keributan.
" Heh , siapa yang ribut " gumam Nana
Nana pun berusaha masuk namun waiters itu terus menahannya Karna sudah tak tahan Nana pun menamparnya.
PLAKKKKK
"Auhhhhh" lirih waiters yang di tampar Nana
Di dalam ruangan cakra gelisah. Karna Nana belum juga kembali dari toilet.
" Kenapa Nana lama sekali" katanya dia pun bangkit dari tempat duduk keluar untuk mendatangi Nana.
Ceklek. Pintu ruangan VVIP pun terbuka lebar Nana dapat melihat cakra yang sedang membukanya. Dan cakra dapat melihat Nana yang di depan pintu dengan seorang waiters yang tengah terduduk di lantai sambil memegangi pipinya.
" Ada ini?" Tanya cakra , saat Cakra ingin menghampiri Nana,namun di tahan Nana dengan gerakan tangan dan senyuman. Cakra yang paham pun mengikuti permainan Nana
" Ini pak ada gadis yang maksa masuk ke dalam saya sudah menahannya namun dia malah membuat keributan " ujar waiters tersebut.
" Jadi harus kita apakan?" Tanya Cakra
Seketika waiters itu pun tersenyum senang mendengar pembelaan dari Cakra.
"Tentu usir dia merusak pemandangan Disni" katanya
" Panggil manajer dan keamanan kalian" ujar cakra
" Mampus Lo bakal kena usir " bisik waiters tadi dengan senyum lebar pada Nana.
Waiters itu pun memanggil salah satu temannya untuk memanggil keamanan serta manajer .
Tak lama manajer serta keamanan pun datang dengan terpogoh- pogoh.
" Ada apa ini" tanya manajer itu pada waiters.
" Ini pak dia membuat keributan serta menganiaya saya " adunya dengan menunjuk Nana.
Sontak manajer itu pun terkejut saat melihat Nana dan Cakra.Dia tahu betul siapa Nana Karna dia sendiri yang melayani Cakra di ruangan VVIP tadi. Memang tak salah dia masuk ke dalam nya.
" Pak cepat usir dia mengganggu kenyamanan para tamu kita saja " kata waiters.
" Diam kamu!!!" Bentak manajer
" Kenapa pak ?" Tanya nya.
" Seharusnya kau tak perlu ikut campur" kata manajer.
" Saya hanya ingin pelanggan VVIP kita mendapatkan kenyamanan pak, siapa tau dia hanya seorang ****** yang merayu para pria VVIP" kata waiters.
" Kau sangat bisa dalam memilih pegawai " kata Cakra pada manajer .
" Ma...af pak saya sudah menerapkan semua sesuai dengan SOP, mendidik dan melatih para pekerja, namun untuk sikap mereka di luar tanggung jawab saja" ujar sang manajer dengan wajah Pucat serta keringat yang mulai bercucuran,dia sangat kenal lelaki muda di hadapannya ini, dia adalah Cakra putra Pratama pemilik restoran mewah tersebut. Dia takut gara-gara waiters sialan ini dia bisa saja kehilangan pekerjaan.
Cakra menarik Nana dan langsung memeluk pinggang rampingnya. Nana pun tersenyum menatap Cakra .
" Jelaskan siapa saya dan gadis ini " perintah Cakra sambil menatap lembut Nana.
Sang manajer pun menghela napas dalam-dalam kemudian menatap waiters yang bertag name Nita dengan geram.
"Tuan ini adalah pemilik restoran dan di sebelahnya kekasih" jelas sang manajer dengan nada keras .
" Apa!!!... Ja...di..." Wajah Nita menjadi pucat . Tubuh Nita Tremor parah bahkan dia merasa tubuhnya lunglai.
" Jadi sekarang seret wanita ini keluar dari restoran saya dan saya pastikan tidak ada perusahaan yang mau menerima mu untuk bekerja " kata Cakra dan keamanan pun langsung menyeret Nita keluar.
" Maaf tuan maafkan saya " sayup-sayup terdengar teriakan Nita memohon.
" Kenapa kalian lama sekali?" Tanya Fira ketika Cakra Nana memasuki ruangan.
" Ada gangguan tadi luar "jawab Nana.
" Hampir aja semua makan di habisin Sinta kalau kalian gak datang"kata Anya
" Udah sin fira becanda doang" kata Anya Melihat mata Sinta melotot.
" Kalau kurang pesan lagi aja" kata Cakra.,
" Aduh ka, ka cakra emang suami idaman cariin dong suami seperti ka cakra " kata Fira .
" Mak lampir " ejek Mahen
"Apa Lo kadal air sirik aja" kesal Fira .
Mereka pun kembali makan dengan disela obrolan.