Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
penyerangan



Sore ini mafia no 3 fox Alen tengah bersiap-siap berencana menyerang markas black devils.


" Siapkan para mafioso kita akan menyerang mereka sekarang" ucap ketua mereka


" Baik king" jawab mereka segera mengumpulkan para mafioso.


" Tunggu saja kau Unaya akan ku habisi kau berserta bawahan mu" ucap ketua mereka


"Semuanya sudah siap king" ucapnya


" Langsung berangkat" ucap ketua


" Baik " jawab mereka serentak


" Ingat malam ini kita harus menang dan bunuh mereka semua" ucap ketua


" Baik king !!" Jawab mereka kompak


Dalam mansion Dazian mengangkat telponnya yang berdering dan menjauh sedikit dari sana.


"Hal-"


"Markas diserang" kata Alex


"APA!!" Sambungan teleponnya mati


Daz pun menelpon Alex kembali


Tut.. Alex mengangkat.


" Kami akan segera kesana , pimpin markas untuk berjaga aktifkan semua ke keamanan " ucap Daz


"Siap" jawab Alex


"Ada apa bang?" Tanya Nana.


" Natan , kamu lebih baik pulang dulu soalnya kita ada urusan" ucap bang Daz


" Baiklah Abang aku pulang dulu" ucap Natan


" Aku balik dulu ya" pamit Natan pada Nana


" Iya hati-hati nanti kabarin aku " ucap Nana


" Oke, bye " jawab Natan melambaikan tangannya sambil berjalan keluar rumah .


Brumm..


Brummm.... Natan pun pergi dengan mobilnya.


" Ada apa sih bang?" Tanya Nana lagi


" Markas di serang " ucap Daz.


"Siapa yang berani menyerang markas black devils?" Kata Nana


" Fox Alen " jawab Daz


" CK , Tua Bangka sialan " umpat Nana


Tanpa mengganti seragam nya Nana Daz dan Jo langsung memasuki mobilnya. Segera meluncur meninggalkan mansion nya.


Daz melajukan mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalan.


Singkat nya mereka pun sampai di markas . Nana, Daz dan Jo pun turun memasuki markas mereka dengan jalan rahasia.


" Queen, king .sapa para bawahan Nana yang melihat Nana Daz dan Jo masuk . Ya sebutan king di sebutkan untuk Daz yang memegang ketua mafia di atas Nana.


" Bang gak terluka kan? " ucap Nana yang melihat Alex mendekatinya


" Tidak! mereka menunggu kedatangan mu " ucap alex


" Ternyata kau masih hidup " ucap king fox Alen yaitu. Fred


" Ck! Aku takkan semudah itu mati tua Bangka , tak seperti anakmu yang lemah itu.


" Sialan kau aku akan membunuh mu menghancurkan tubuhmu " ucap Fred marah .


Flashback on


Beberapa bulan yang lalu.


Dor ...


Dor... Suara tembakan memenuhi ruangan, memperlihatkan seseorang yang tak berdaya.


Arrrrhhhhh....


"A- ampun, arrrrhhhhh..." Teriak seorang yang merasakan sakit akibat kaki dan beberapa bagian tubuhnya terkena beberapa timah panas.


Seringai kejam terlukis di wajah wanita tersebut, menatap sang korban yang tengah kesakitan.


Slash....


Slash....


Jlepp... Pisau menggores leher orang itu dan menacapkanya di akhir sampai dia pun meregang nyawa .


" CK siapa suruh berani bermain-main denganku, berani memata-matai markas ku" ucap seorang wanita yang tak lain ialah Nana. Ya saat itu Nana tengah kalutnya sedih Karena kematian ayah angkat nya . Dan dia mendengar ada mata-mata yang tertangkap dia pun langsung mengeksekusi nya.


" Sudah ?" Tanya Daz pada Nana


" Sudah bang , Nana lelah" ucap Nana sambil merentangkan tangan meminta Daz mendorong nya, Daz pun mendekat dengan senang hati menggendong sang adik kecilnya itu.


Setelah Nana selesai bersenang-senang dengan korbannya, Daz pun memerintahkan bawahannya mengantar mayat orang tersebut kembali ke markas yang mengirimnya.


Di markas fox Alen


Bruk .....


Sebuah paket besar datang , para Mafioso pun bingung dan menghubungi king Meraka.


" Ada apa" ucap Fred


" Maaf king , ada paket untuk king" ucap bawahannya


Fred pun membukanya ,betapa terkejutnya dia setelah membuka paket tersebut terdapat Steven pertama nya yang bakalan jadi pewaris dia selanjutnya.


" S-stev-e " ucapnya sambil mengeluarkan sang anak dari kotak. Fred pun tak bisa lagi membendung air matanya.


"Akhhhhh..... Siapa yang melakukan ini Steve" tangis Fred


" Maaf king paket ini di kirim mafia black devils" ucap Mafioso Fred


" Bangsat,sialan aku akan membalas kematian Steve " jawab Fred dengan membara


Fred ingat beberapa waktu lalu Steve izin pada nya untuk jadi mata-mata di black devils sendiri padahal Fred sudah melarangnya tapi tetap tidak di dengar Steve.


" Jangan sampai istri ku dan Sasa tau Fred sudah gak ada" ucap Fred dalam hati


" Kalian segera persiapkan pemakaman Steve" jangan sampai ada yang tau bahwa dia sudah meninggal.


Flashback end


"Serang Meraka!!!!!" Perintah Fred pada bawahannya kali ini Fred mengerahkan seluruh mafioso nya. Untuk membunuh Nana sekaligus menghapus mafia black devils.


Perkelahian antar mafia pun di mulai bahkan adu tembak juga.


Dor...


Dor....


BUGH...


KRAKK .....


" Cuma begini saja kemampuan para bawahan mu?" Tanya Daz meremehkan mereka


" Aku seperti memulai pemanasan" ucap Alex sambil menembakkan Mafioso fox Alen.


Nana dan para Mafioso nya sangat lihai. Memukul menendang menembak bahkan mematahkan tulang lawannya tanpa terkecuali.


BUGH...


KRAKK..


Akhhhh... Teriak mafia fox Alen yang tangannya di patahkan Nana.


Dorr..dor...


Dor..


Dor... Enam tembakan di keluar Nana pada bawahan Fred mengelilingi nya membuat mereka langsung tumbang


" Bagaimana masih ada yang lain" ucap seringai Nana


" Aku lawanmu!!" Ucap Fred pada Nana.


" Kau yakin tua Bangka, aku takut kau akan langsung sekarat" ucap Nana menghina


"Ahhh rasakan ini !!!" Ucap Fred menyerang Nana.


BUGH..


BUGH..


BUGH..Nana menendang si tua Bangka Fred dan langsung mengenai beberapa bagian tubuhnya tanpa sempat Fred membalas.


Dorr... Dorr... Suara tembakan berhasil Fred luncurkan pada Nana, tapi sayang Nana berhasil menghindari tembakan tersebut.


" Dengan datang kemari Kalian sama saja mengantar nyawa kalian dengan suka rela" ucap Jo yang sedari tadi terus menghajar beberapa Mafioso Fred . Sambil memainkan pedang di tangannya Jo menghunuskan pedang nya pada mafia Fred.


Sedangkan disisi Nana, Nana sudah berhasil menumbangkan Fred yang sudah penuh dengan luka-luka di tubuhnya.


"Jangan bunuh aku" mohon Fred


" Tentu ! Tentu saja aku tidak bisa " jawab Nana yang sudah mengeluarkan pisau lipatnya.


" Harus kah kita bermain" ucap Nana lagi


Fred pun merasa tak berdaya menghadapi betapa mengerikannya Nana sekarang salah sendiri mencari gara-gara.


" KALIAN SEMUA LIHATLAH" teriak Nana pada mafia fox Alen serta black devils.


Mereka pun kaget mendengar teriakan Nana dan langsung menghentikan kegiatan mereka.


Mafioso fox Alen pun mengarah pandangan mereka ke arah Nana, betapa terkejutnya mereka mendapati king mereka yang sudah tak berdaya di tangan Nana.


" Sudah ku katakan melawan kami hanya untuk mengantarkan nyawa kalian saja" ucap Jo


"Hahaha, kalian lihat lah ketua kalian si tua Bangka ini ,yang kalian banggakan tak berdaya" ucap Nana.


Slash....


Jlepp...


Nana menggores serta menancap ka pisau lipatnya di bahu Fred


"Akhh...aucccccc..... " Ucap Fred kesakitan


"Lepaskan king kami " ucap salah satu Mafioso Fred .


" Oh tidak bisa!! Kalian lanjutkan lah hajar mereka semua sampai mati " perintah Nana pada Mafioso nya.


BUGH..


Dor...


KRAKK...


Suara perkelahian pun kembali terdengar .


Sementara Nana masih bermain dengan king fox Alen.


" Aku akan memberikan kematian yang nikmat untukmu" ucap Nana membuat Fred bergidik ngeri.


"Setelah itu aku akan menghabisi istri dan anak tercinta mu SIALAN!!! " Umpat Nana


" Ku mohon jangan sakiti istri dan anak ku" mohon Fred .


" CK mereka sudah ikut menghancurkan hidupku bahkan kau juga ikut andil dalam hal itu" ucap Nana


Srekk... Nana menggores tubuh Fred dengan pisau lipatnya.


"Akhhhhh.... " Teriak Fred menahan sakit


" K-kau psikopat gila!!!" Kata Fred.


" Hemm... Ini belum seberapa" ucap Nana tersenyum smirk.


Sementara mafioso fox Alen sudah habis semuanya tinggal Fred saja lagi masih bertahan.


Para mafioso black devils pun melihat kegiatan Nana yang masih bermain-main dengan Fred, bahkan para Abang nya penasaran apalagi yang akan di lakukan Nana.


" Abang pinjam pedangnya dong " pintar Nana pada Jo.


Jo pun langsung mengantar pedang nya pada Nana, dan Nana langsung mengambil pedangnya dengan senang.


" Mari kita lanjutkan permainan ini" ucap Nana pada Fred yang sudah hampir sekarat.


Slash....


Nana memotong tangan Fred.


Jlepp..


Jlepp..


Menusukkan pedangnya ke tubuh Fred bahkan Nana juga mencongkel mata Fred .


Fred pun langsung merenggang nyawa dengan keganasan Nana .