Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Flo berulah



Saat ini Nana dan Sinta berjalan di Koridor menuju kelas mereka.


" Lo laper gak? " Tanya Sinta.


" Lo laper? " Tanya Nana balik.


" Iya nih, gue gak sempat sarapan tadi pagi" Ucap Sinta.


" Kebiasaan lo berangkat aja pagi sarapan engga, ayok lah kita ke kantin " Ajak Nana.


" Lo mau makan juga? " Tanya Sinta.


" Gue udah sarapan bareng laki di rumah, gue nemenin lo aja " Ujar Nana.


" Aduh baik banget sih, sahabat siapa ini" Manja Sinta


" Ayo mumpung kelas belum mulai" Kata Nana.


" Gas lah " Kata Sinta.


Mereka berdua pun berjalan menuju arah kantin.


" Kaka ipar!! " Panggil Sean.


Nana pun menoleh ke arah sumber suara, dari arah samping Sean datang menghampiri mereka dengan ke dua temannya.


" Hai sin" Sapa Sean .


" Halo Naya, Sinta " Sapa Bara.


" Halo Naya cantik, Sinta gemoy" Ucap Lucas.


" Halo semua" Ujar Sinta, sementara Nana hanya diam. Mode kulkas.


"Kenapa? " Tanya Nana pada Sean.


" Gak ada ko" Jawab Sean.


Nana pun kembali berbalik ingin melanjutkan perjalanan menuju kantin.


" Mau kemana ka? " Tanya Sean lagi pada Nana tapi matanya menatap ke arah Sinta.


Kenapa Sean memanggil Nana dengan sebutan kaka. Ya karena Nana kaka ipar nya walaupun notabene nya Sean lebih tua dari Nana.


Nana tersenyum paham pada adik ipar nya.


" Ke kantin, mau ikut? " Ajak Nana.


" Ikut" Ucap Sean Bara dan Lucas kompak.


Mereka berlima pun menuju kantin. Banyak orang yang menatap mereka sepanjang perjalanan, di kejauhan ada tiga orang yang panas. Melihat mereka.


" Apaan para junior kecentilan banget "


" Sok kecantikan banget "


"Paling! Juga maksa "


Dan masih banyak lagi ucapan yang mereka lontarkan ke arah Nana Dan Sinta, karena iri, sementara Sinta dan Nana mereka acuh tak perduli, sesampainya mereka di kantin mereka langsung duduk di tempat duduknya Sean dan dua temannya karena mereka memang sering duduk di situ dan karena mereka senior. Tak ada yang berani duduk di meja mereka.


Nana berdampingan dengan Sinta. Di samping Sinta ada Sean. Sedangkan Lucas Dan Bara duduk di depan mereka.


" Lo mau makan apa? " Tanya Sean pada Sinta.


"Hah?" Heran Sinta.


" Lo mau pesan apa maksud gue" Ucap Sean.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Sean Sinta malah bertanya pada Nana.


"Lo pesan apa Nay? " Tanya Sinta.


" Kan gue gak makan gue ngemil aja deh, sosis goreng sama teh es " Kata Nana.


"Kalo ade Sinta pesan apa? " Tanya Lucas.


" Ade ade" Sindir Bara.


" Gue pesan bakso sama teh es deh " Ucap. Sinta.


" Okeh Bara pesan sekalian bawain" Suruh Sean.


" Yeee waktu nanya aja tadi gue gak. Kebagian giliran pesan gue yang di suruh" Ujar Bara.


" Demi ade Sinta sama neng Naya cuma sayang Naya udah sold out " Kata Lucas


" Lo gak pesan? " Tanya Nana pada Sean.


" Gue masih kenyang ka bunda tadi masak banyak" Sahut Sean


" Bisa nih pulang nanti makan di rumah bunda" Ujar Nana.


" Ka Cakra udah bangkrut ya, sampai numpang makan di rumah bunda" Ejek. Sean.


" Gue bilangin bunda nanti lo, gue bilang lo gak bolehin gue sama ka Cakra makan di rumah bunda, Siap-siap kuping lo di putus bunda" Ujar Nana tersenyum.


" Eh enggak kaka iparku yang cantik jelita makin di sayang ka Cakra" Ujar Sean takut.


Hahahaha, tawa mereka menertawakan Sean.


" Gila seorang Sean pratama takut sama kaka ipar" Ejek Lucas.


"Ck" Decak Sean kesal.


" Makanan datang " Kata Bara. Membawa nampan besar berisi. Semangkok bakso , sosis goreng , dua teh es, dua mie ayam sama dua es Capucinno.


" Eh punya gue mana? " Tanya Sean.


" Lo ada pesan? " Tanya Bara balik.


" Enggak sih" Jawab Sean.


" Kalo gak ada ngapain nyari babi" Kesal Bara.


" Hehhee, siapa tau lo peka pesenin gue" Kata Sean.


" Idih siapa lo! " Kesal Bara.


" Kitakan bestie " Ucap Sean, mengedipkan matanya


" Jijik gue " Kata Bara.


" Nih makan bareng gue" Kata Nana.


" Kan kaka ipar paling baik " Puji Sean.


" Ada maunya lo " Ucap Nana.


" Gak ada" Bantah Sean.


" Makan bro " Kata Lucas dan Bara memakan mie ayam mereka.


" Sean "


" Bara"


" Lucas" Panggil nya.


" Kami ikut duduk sini ya" Kata flo yang sudah duduk di samping Sean, sementara dua antek-antek nya vania dan Aileen duduk di samping Bara dan Lucas.


" Cih belum juga di iyain udah pada duduk aja " Decak Lucas.


" Eh lo ngapain dekat Sean gue" Bentak flo pada Sinta.


" Hah? Gue kapan ? Ucap Sinta.


" Lo godain Sean kan biar dia mau duduk bareng lo" Kata flo.


" Mana ada Tanya aja sendiri sama dia? " Kesal Sinta.


" Flo apaan sih" Bentak Sean tak suka.


" Apa ! Aku kan calon pacar kamu" Kata flo.


Ya flo sangat terobsesi pada Sean, dia akan berusaha menyingkirkan seorang yang berani mendekati Sean.


Walaupun sebenarnya dia kemarin berniat menyingkirkan Nana, namun ternyata Nana iyalah kekasih nya Cakra pun di Urungkan nya.


"Heh mimpi lo Sean mau pacaran sama lo" Sahut Lucas.


" Tau mimpi siang bolong" Ucap Bara.


Tangan flo terulur ke atas meja berpura-pura ingi mengambil ponsel vania, ternyata malah sengaja menyenggol mangkok bakso Sinta sampai tumpah di pahanya.


" Awwwwwwww, panas " Rintih Sinta langsung berdiri.


Prangggggg


Bunyi pecahan kaca akibat mangkok yang terjatuh di lantai kantin.


"Sorry gue gak sengaja" Ucap flo berpura-pura sedih.


" Lo kenapa sih flo " Marah Sean.


" Aku gak sengaja Sean" Sedih flo.


" Emang kita percaya gitu" Ejek Bara.


" Nay hiksss panas " Rintih Sinta.


" Bawa Sinta ke klinik " Suruh Nana pada Sean.


Segera Sean langsung membawa Sinta menuju klinik sementara Bara dan Lucas masih tetap disana menemani Nana.


" Lo ada masalah apa sama sahabat gue? " Tanya Nana.


" Dia sok kecantikan deketin Sean"kata flo.


" Jadi? Lo iri! " Ucap Nana tersenyum smirk.


" Emang lo pikir kalau lo bisa deketin Sean terus bunda bisa nerima lo jadi menantunya gitu? Heh mimpi lo" Bentak Nana.


Nana mengambil mangkok mie ayam punya Bara yang masih belum di makannya, tapi sudah di tambah bumbu racikan seperti cabe 3 sendok kecap sama, cuka. lalu Nana menumpahkan ke atas kepala flo.


" Bang**t, njing, aaaaaaa perih mata gue!!! " Teriak flo.


"Itu untuk balasan karna lo udah numpahin sahabat gue pakai bakso" Ucap Nana.


" Gue kan udah bilang gak sengaja !! " Teriak flo.


" Terserah" Ujar Nana.


Di samping flo vania dan Aileen melongo melihat flo yang di kerjai Nana.


" Baru ini ada cewek yang berani sama flo" Batin vania.


" Ih flo jadi kotor semua mana bau mie " Batin Aileen.


" Aileen, vania bantuin gue! " Teriak flo.


Mereka berdua pun membawa flo ke kamar mandi untuk membersihkan mie ayam di tubuhnya.


" Flo lo bau mie" Kata Aileen.


" Diem bodoh" Bisik vania.


" Emang bener ko" Sahutnya lagi.


" Tunggu aja gur balas nanti lo Naya sama. Sinta." Kesal flo.


"Mantulllll, sekali pemirsa " Kata Bara tiba-tiba.


" Apaan bar ngagetin aja" Ucap Lucas.


" Kaka ipar Sean memang debest, langsung di balas kontan" Kata Bara.


" Iya Naya keren deh" Ucap Lucas.


Nana hanya menjawab nya dengan senyuman.


" Yuk kita susul Sinta sama sean" Anak Nana.


Di klinik.


Sinta sudah berhenti menangis. Dan sudah selesai di obati.


" Masih perih gak? " Tanya sean.


" Udah enggak " Jawab Sinta.


Nana pun masuk bareng dua teman Sean.


" Sin, gimana? " Tanya Nana.


" Gak papa , cuma merah aja ko " Kata Sinta.


" Lo mending pulang aja " Suruh Nana.


" Iya biar gue yang nganter " Sahut Sean.


" Enggak, mau bolos lo gue bilang bunda ya" Ucap Nana.


" Eh enggak kaka ipar" Kata Sean.


" Modus lo modus " Ejek Bara.


" Efek kelamaan jomblo" Ucap Lucas.


" Sia**n lo pada " Kesal Sean.


Pada akhirnya Nana lah yang mengantar Sinta pulang dengan mobil Sinta.