
" Natan sialan bahkan gak nganterin gue pulang" gumam Nana sambil berjalan meninggalkan restoran
" Aisssss. Padahal sudah dandan cantik-cantik malah di suruh pulang sendiri" kesalnya. Nana sengaja tak menaiki kendaraan umum atau memanggil Abang maupun bawahan menjemput Karna dia lagi ingin jalan kaki menikmati pagi yang mengesalkan.
" Andai ada preman yang datang mengeroyok gua, pasti dah gue Banting tuh mereka kesel banget gue kecewa banget sama Natan, sikapnya langsung berubah saat Cecil datang" gumam Nana sepanjang jalan
Saat Nana melewati gang kecil , terdengar seperti orang berkelahi . Nana pun mendekati nya memang benar ada 1 orang pria mungkin seumuran Daz, melawan 9 orang yang seperti sedang mengincar nyawnya.
" Hah, bodoh dia akan kalah " ucap Nana mengamati pria tersebut. Saat dia lengah salah 1 penjahat dia antaranya ingin memukul belakang pria tersebut dengan balok tapi langsung di cegah Nana dengan menendang tangan penjahat itu.
BUGH
Tendangan Nana sangat keras sampai penjahat itu terpelanting. Para penjahat serta pria itu pun kaget melihat gadis ada gadis kecil datang bahkan menyelamatkan.
" Lawan bodoh " ujar Nana pada pria itu yang terlihat diam memandanginya.
BUGH
BRUKKK
KRAKK
Nana menendang memukul bahkan tak segan mematahkan lawannya. Lawannya pun langsung tumbang
Tak berselang lama mereka berhasil mengalahkan para penjahat. Nana pun melangkah menjauh dari tempat itu. Tapi saat di ingin melangkah pergi tangannya ditahan pria itu.
" Kamu gak papa?" Tanya pria itu
" Baik" jawab Nana singkat Nana sangat senang baru saja dia berpikir di keroyok preman eh malah nolongin orang sekaligus melampiaskan kekesalannya pada para penjahat itu.
" Gimana kalo kita minum dulu gua traktir , sebagai ucapan terima kasih" ajak pria tersebut.
" Boleh "ujar Nana yang memang merasa haus dan masih lapar Karna saat di restoran tadi dia hanya memakan sedikit nasgornya. Pria itu menarik Nana ke dalam mobilnya. Entah kenapa Nana hanya menurut tanpa ada perlawanan. Mereka pun sampai di sebuah cafe. Yah pakaian mereka memang bersih walaupun habis berkelahi beberapa saat tadi bahkan tanpa luka. Itulah hebatnya Nana.
" Pesan saja apa yang kamu mau" ujar pria itu
"Boleh pesan makanan ?" Tanya Nana
" Boleh " ujar si pria.
" Saya pesan spaghetti carbonara sama jus apel mba" ujar Nana
" Kalo masnya?" Tanya pelayan itu.
" Saya samain aja Sama dia " ucap pria itu
" Baik silahkan di tunggu " kata pelayan itu.
" Makasih udah nolongin aku" ucap pria itu sopan
" Oke gak masalah " ujar nana
" Nama kamu siapa ?" Tanya pria itu
" Unaya " jawab Nana singkat.
" Saya Cakra Wisnu Pratama" ucap cakra mengeluarkan dirinya.
Cakra Wisnu Pratama seorang pengusaha sukses di usianya yang baru 23 tahun. Perusahan bergerak di bidang properti dan yang lainnya
.visual Cakra
" Kamu ngapain lewat jalan kecil begitu mana dengan dandan cantik masa lewat gang?" Tanya Cakra
" Lagi gabut aja , terus Nana denger ada suara berkelahi ya Nana lihat dong, Karna lagi bad mood Nana jadi pengen mukul orang, terus nana samperin deh" ujar nana polos entah kenapa dia merasa nyaman dengan Cakra yang notabennya orang baru bahkan mungkin masih asing.
" Kenapa jadi bad mood? Terus kenapa gadis secantik kamu jalan kaki!" Tanya Cakra.
" Nana di tinggalin pacar Nana, saat di restoran tadi . Saat sahabat kecilnya datang ,Nana di suruh pulang sendiri" ujar Nana kesal.
Cakra yang melihat merasa gemas.
" Permisi" ucap pelayan yang datang mengantarkan pesanan mereka.
" Makasih mba " ucap Nana sopan
" Silahkan di nikmati" kata pelayan itu
" Makan ka" tawar Nana
" Ka ?" Heran Cakra
" Iya Kaka seperti Kaka lebih tua dari Nana jadi Nana panggil kaka" ujar Nana
" Padahal umurku baru 23 Lo !" Kata Cakra
" Nana baru 17 ka" sahut Nana
" Ya udah nanti lagi ngomong nya di makan dulu nanti dingin " ujar Cakra
Nana memakan makannya dengan lahap, sekarang mood nya sudah kembali baik. Tak lama makan pun ludes di lahap Nana.
" Makasih ka traktir nya , Nana pulang dulu" ujar Nana
" Kaka antar " ajak Cakra.
" Boleh " ujar Nana yang langsung masuk ke dalam mobil Cakra. Cakra yang melihat pun merasa gemas dengan ke unik kan Nana .
Nana mengeluarkan telpon nya dari tas dan menelepon Daz .
" Abang dimana ?" Tanya Nana
" Di rumah "
" Nana ke rumah abang" ujar nana dan langsung mematikan Telponnya.
" Antar ke jalan xxxx ka " ujar Nana
" Baik " ucap Cakra . Mobil Cakra pun meninggalkan cafe menuju tempat yang inginkan Nana.
Mobil mereka pun sampai di depan mansion Daz.
" Inikan mansion Daz ?" Tanya Cakra pada dirinya sendiri.
" Siapa gadis ini apa pacar Dazian kalo adik tak mungkin karena Dazian anak tunggal" batin Cakra
" Udah sampai, Kaka mau mampir dulu" ajak Nana
" Boleh " ujar Cakra
Mereka pun keluar dari mobil dan memasuki mansion Daz .
" Abang" teriak Nana memeluk Daz yang sedang duduk di sofa.
" Daz" sapa Cakra
" Eh cak Lo ngapain ke sini?" Tanya Daz yang heran dengan kedatangan temannya tanpa pemberitahuan.
" Dia yang nganter Nana ke sini bang" ujar Nana
" Lo kenal Ade gue ?" Tanya Daz heran
" Iya jadi gini...." Cakra pun menceritakan pertemuan nya dengan Nana
" Terus Yaya gak papa kan ?" Tanya Daz sambil mengamati tubuh sang adik kalo ada luka.
" Engga bang" ujar Nana singkat
" Setau gue Lo anak tunggal Daz " Ujar Cakra
" Ya dia Ade angkat gue dah gue anggap kaya Ade gue sendiri" ujar Daz
" Jadi ka Cakra teman abang?" Tanya Nana
" Iya de" jawab Daz
" Pantes Yaya ngerasa nyaman dekat dengan nya" gumam Nana
" Apa de?" Tanya Daz yang tak mendengar jelas ucapan Nana.
" Gak ada bang " ujar Nana
" Bang Nana ngantuk" ujar yang terlihat mengantuk. Kebiasaan padahal dia baru saja bangun masih saja bilang mengantuk.
" Ya sudah ke kamar gih " suruh Daz , Nana pun merentangkan tangan meminta Daz menggendong dan mengantar nya ke kamar Saat Daz ingin mengendong Nana.
" Biar gue aja Daz " ujar Cakra
" Ka Cakra juga boleh " ujar Nana merentangkan tangannya
" CK, gak, gue bisa nganter Yaya sendiri" ujar Daz langsung menggendong Nana di depan kaya anak monyet. Daz pun membawa Nana ke kamar nya.
"Abang keluar dulu ya " ucap Daz pada Nana
" Oke bang" jawab Nana singkat. Daz pun menutup pintu kamar Nana. Dan turun kebawah menghampiri Cakra yang duduk di sofa dengan muka kesalnya.
" GK pulang lu?" Tanya Daz
" Ngusir gua gitu" ujar Cakra
" Lo suka ya sama Ade gue?" Tanya Daz
" Kentara banget ya" ujar Cakra
" Iya, dari perlakuan Lo ke cewe dengan sikap Lo yang kaya batu es gitu , tapi sama Yaya malah beda " jawab Daz
" Gak nyadar lu juga batu es kulkas " ujar Cakra
" Gue gak tau , Ade Lo itu unik gak kaya cewe lain bisa bikin gue meleleh" kata Cakra.
"Tapi yaya sudah punya pacar cak!" Jawab Daz
" CK pacar yang ninggalin dia di restoran bahkan Nana di suruh pulang sendiri saat sahabat kecilnya Dateng " ujar Cakra
" Hah beneran Lo ? Sialan kenapa gue gak terima laporannya dari bawahan gue" ujar Daz marah.
"Mending suruh Nana buang pacarnya itu ke laut Daz , biar gue yang gantiin" ujar Cakra.
" Lo tanya sendiri deh sama Yaya , gua gak ikut campur urusan percintaan nya" kata Daz
" Lo serius suka sama Yaya?" Tanya Daz
" Serius gue" ujar Cakra.
" Buktiin jangan cuma ngomong Lo" kata Daz