Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
libur weekend



Setelah beberapa jam di jalan serta sempat terjebak kemacetan, mobil mereka pun akhirnya sampai di villa hampir tengah hari , dan mereka sekarang sedang berada di salah satu villa milik Arga


" Huh Nana capek ka pengen tidur bentar " keluh Nana pada Cakra setelah memasuki villa


" Ke atas yu kaka antar sayang" ajak Cakra.


" Sayang " gumam Nana seketika pipinya memerah hanya mendengar kata sayang yang ucapkan Cakra.


Ceklek


Cakra membuka salah satu pintu kamar.


" Nana istirahat dulu ya Kaka mau ke bawah sebentar " ujar Cakra. Nana pun masuk ke dalam kamar segera merebahkan badan dan menutup matanya yang mengantuk sekali.


Sekarang sudah pukul 13:25, hampir 1 jam setengah Nana tertidur.


Dia pun membuka matanya Karna merasakan seseorang mengelus pipinya.


" Ka cak ?" Panggil Nana


" Iya sayang " sahut Cakra .


"Ke bawah yu "ujar Nana setelah mengumpulkan nyawanya setelah bangun dari tidurnya.


Mereka pun turun kebawah tapi di lihat Nana ko sepi.


" Mana yang lainnya ka?" Tanya Nana.


"Oh mereka lagi di belakang sayang" ujar Cakra . sekarang Nana sudah biasa dengan panggilan sayang Cakra.


Mereka pun menuju taman belakang tampak mereka sedang masak-masak.


" Ayah " panggil Nana, Dion serta Arga yang merasa di panggil pun menoleh.


" Iya " sahut keduanya.


" Nana itu sedang memanggil ku" ujar Dion


" Tidak, tapi Nana sedang memanggilku" kata Arga.


Perdebatan mereka di mulai lagi.


" Cih dia anakku " kata Dion


" Dia juga nanti akan jadi anakku" balas Arga.


" Sudah kalian ini cerewet sekali seperti ibu-ibu komplek " keluh Sandra yang kesal dengan keributan mereka.


Sementara Sean sibuk dengan panggangan nya.


"Ka Sean Nana lapar " kata Nana di samping Sean.


Sean pun Meletakkan beberapa daging serta sosis di piring dan di berikan nya pada Nana.


" Sayang kenapa minta sama Sean sih" keluh Cakra .


" Kan ka Sean yang lagi panggang makannya." Jawab Nana.


" Eyaa kulkas bucin cemburu ni Yee " ejek Sean.


" Sini Nana temenin Abang Sean panggang ni daging" ajak Sean


" Cih , ayo na kita pergi ada kutu pengganggu Disini " ajak Cakra Mambawa Nana ke salah satu bangku.


" ka Habis makan kita jalan-jalan keluar yu" ajak Nana.


" Boleh habiskan dulu makanan mm u" kata Cakra.


" Ih belepotan banget sih" ujar Cakra membersihkan saos di bibir Nana.


" Hahahaha Kaka juga " tawa Nana melihat muka Cakra terkena banyak saos.


" Bunda lihat ka Cakra mesum sama Nana" teriak Sean.


" Cakra!!!!" Teriak Sandra.


" Enggak Bun Sean bohong Cakra cuma bersihin saos di bibir Nana aja" ujar Cakra.


" Iya bersihin nya pakai bibir Bun" ujar Sean menertawakan Cakra.


Sandra pun datang menghampiri Cakra lalu menjewer telinganya.


" Aduh Bun sakit" keluh Cakra.


" Sean bohong tuh Bun coba liat dia ketawa puas" ujar Cakra.


" Benar apa kata Cakra Nana?" Tanya Sandra


" Bener Bun" jawab Nana.


Kini Sandra malah berbalik ingin menjewer Sean tapi Sean kabur lebih dulu menghindari sang bundanya.


" Sakit ka ?" Tanya Nana .


" Enggak" jawab Cakra


" Ayo kita jalan keluar " ajak Nana.


" Bunda ayah om Cakra ajak Nana keluar dulu jalan-jalan keliling" ujar Cakra


" Iya hati-hati jangan jauh-jauh" sahut mereka.


" Ka Sean ikut!!" Ujar Sean


" Kamu disini aja temenin bunda " tahan Sandra yang melihat Sean ingin menyusul Cakra dan Nana.


" Ih bunda " kesal Sean. Sean memang dewasa umur 20 thun lebih mudah 3 tahun dari Cakra . Tapi kalau bersama bunda nya dia bahkan mirip seperti bayi.


Kini Nana dan cakra sedang berada di kebun anggur milik keluarga Cakra .


Mereka pun mencoba memetik beberapa anggur yang sudah di rasa matang.


" Ka coba " ujar Nana menyuapkan anggur ke Cakra.


" Gimana?" Tanya Nana.


" Manis " ujar Cakra.


" Seperti Nana" sahut Nana yang membuat Cakra terkekeh. Setelah puas di kebun anggur mereka berpindah. Naik ke atas bukit.


" Hosssss hosssss hah cape juga naik" ujar Nana.


" Kan sudah kaka bilang gak usah naik tadi sayang" kata Cakra .


" Yah bentar lagi kan senja Nana mau lihat sunset dari puncak bukit ini ka" ujar Nana.


" Enggak ka Nana kan kuat" bantah Nana.


" Duduk sini ka" ajak Nana.


Cakra pun mendudukkan dirinya di samping Nana dan Nana menyender kan kepala nya ke bahu Cakra .


" Bagus kan ka " ujar Nana.


" Iya bagus " kata Cakra.


" Apa yang buat ka cak suka sama Nana? " tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontar sendiri dari Nana


" Gak tau gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata" jawab Cakra.


" Semisalnya masa lalu Kaka balik lagi apa Kaka bakal ninggalin Nana?" Tanya Nana


" Gak mungkin , yang dulu biar lah berlalu sedangkan kamu masa depan Kaka sayang" kata Cakra.


" Kaka gak bakalan sama kaya Natan kan" ujar Nana


" Jangan samain Kaka sama dia sayang" ujar Cakra.


"Kaka sayang banget sama kamu na" kata Cakra memeluk Nana.dan Nana pun. Membalas pelukannya.


" Kita pulang yu pasti bunda dan yang lainnya udah nunggu , udah mau malam juga sayang" ajak Cakra.


" Boleh " kata Nana setelah melihat sunset mereka pun kembali ke villa.


" Eh anak-anak bunda udah pulang, kemana aja tadi sayang ? Cakra gak nakal kan sama kamu?" Tanya Sandra sama Nana.


" Dekat-dekat sini aja tadi bunda , ka cak gak nakal ko Bun " jawab Nana.


" Nih Bun tadi Cakra sama Nana metik anggur di kebun kita" ujar Cakra menyerahkan keranjang berisi buah anggur.


" Makasih sayang udah di bawain" ujar Sandra.


"sama-sama bunda" jawab keduanya.


" Kalian bersih-bersih dulu gih,bunda tunggu di taman kita makan di sana" kata Sandra.


Mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Cakra selesai lebih dulu, dia pun ke kamar Nana mengajak nya turun.


Tok


Tok


Tok


Cakra mengetuk pintu kamar Nana,tapi tak ada sahutan, yang membuat Cakra sedikit khawatir, dia pun mencoba membuka kamar Nana ternyata tidak di kunci, Cakra pun langsung masuk ke dalam tapi saat di dalam dia tak mendapati Nana di kamarnya.


Terdengar gemericik air dari kamar mandi , ternyata Nana masih mandi epribadih.


Cakra pun menunggu Nana dengan sambil rebahan di kasur memainkan hpnya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Cakra melotot melihat tubuh Nana yang hanya di tutupi handak sebatas dada.


" Astaga ka cak ngapain?" Ujar Nana kaget menyilang kan tangannya ke dada, melihat Cakra yang sudah di dalam kamar nya.


" Maaf sayang tadi Kaka panggil kamu gak nyaut , setelah Kaka masuk ternyata kamu masih mandi" ujar Cakra.


" Ka cak keluar " suruh Nana.


" Kaka nunggu sini saja ya sayang" kata Cakra.


" Ih Nana mau pakai baju ka" keluh Nana.


" Kaka gak liat ko" kilah Cakra.


" Cih nanti ka cak pengen lagi" ujar Nana.


" Pengen apa sayang " goda Cakra.


" Bunda aaaaaaa...." Teriak Nana


" Iya iya kaka keluar " ujar Cakra setelah mendengar teriakannya Nana.


Cakra pun keluar dari kamar Nana bergegas Nana mengunci pintunya takut Cakra kembali masuk saat dia berpakaian.


Selesai Nana pun langsung keluar di lihat nya Cakra masih di depan kamarnya.


" Ka cak mesum" kata Nana berjalan melalui Cakra.


" Maafin Kaka sayang gak lagi deh" bujuk Cakra.


" Oke " jawab Nana dengan mudahnya.


" Bundaaaa" panggil Nana


" Kenapa sayang ?" Tanya Sandra


" Ka cak mesum bunda masuk kamar Nana saat Nana mandi" adu Nana.


" Kulkas bucin gak kuat imam tuh pasti bunda " Sean memanasi.


" Enggak bunda " bantah Cakra.


Acara makan-makan malam ini pun tiada kata tenang.


" Pulang malam ini kan yah?" Tanya Nana pada Dion.


"Kenapa?" Tanya Dion


" Kan besok Nana sekolah yah" ujar Nana.


" Gak cape gak pengen libur aja " kata Dion.


" Enggak ko yah" jawab Nana.


" Baiklah ayah ajak yang lainnya dulu ya" kata Dion.


" Kenapa sayang?" Tanya Cakra.


" Nana mau pulang malam ini ka besok kan Nana sekolah Kaka juga pasti ada kerjaan kan" ujar Nana.


"Tadi Nana udah bilang ko sama ayah " ujar Nana lagi.


" Baiklah " kata cakra, Dan mereka pun akhirnya pulang setelah makan makan.