Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
insiden



Akhirnya bell panjang tanda pulang pun berbunyi para murid bersorak kegirangan, begitu pun dengan Nana dkk.


" Lo pulang bareng gue aja Nay" ajak Fira


" Enggak ka cak katanya mau jemput" ujar Nana


" Ceye di jemput cintanya" ejek Fira


" Iri bilang babi" sahut Mahen


" Eh Lo panci pecah nyaut aj" kesal Fira


" Mulai lagi" ujar Sinta melihat perdebatan Mahen dan Fira


Mereka pun sampai di parkiran. Sementara Nana keluar gerbang menghampiri Cakra yang sudah menunggu nya.


" Ka cak" sapa Nana


" Udah lama ?" Tanya Nana


" Enggak ko sayang" jawab Cakra , Cakra pun membuka pintu mobil untuk Nana setelah Nana aduh masuk dia pun ikut masuk .


"Mau mampir ke rumah dulu gak katanya bunda mau ngajak kamu bikin kue sayang" kata Cakra.


" Boleh tadi bunda juga udah nelpon Nana ka" ujar Nana.


" Bagus dong kita langsung ke rumah Kaka aja dulu berarti" ujar Cakra


" Tapi Nana telpon ayah dulu ya " kata Nana mengeluarkan telpon menghubungi Dion


" Halo yah Nana mampir dulu ke rumah bunda Sandra ya sama ka cak" kata Nana


"Iya hati-hati ya " Kata Dion


" Udahkan?" Tanya Cakra


" Udah sayang" sahut Nana.


Mobil Cakra pun melaju menuju rumahnya.


" Bi udah di siapin bahannya?"tanya Sandra pada pelayan di rumahnya , sebelum nya dia minta di siapkan bahan-bahan untuk . membuat kue bersama dengan Nana hari ini.


" Astaga saya lupa nyonya , dan stok di rumah sedang habis" ujar bibi merasa tak enak


" Ya sudah bi tidak apa, kalau begitu biar sayang saja beli bahan-bahannya dahulu" Ujar Sandra.


" Iya nyonya biar bibi temani" ujar bibi.


" Oke bi" kata Sandra.


" Permisi nyonya nona Paula datang" ucap salah satu pelayan melapor pada Sandra.


" Paula ngapain dia?" Gumam Sandra.


Paula adalah keponakan nya dari salah satu sepupu nya, dia mungkin kurang suka dengan keponakan nya itu tapi tak di ungkapkan nya Karna menghormati sepupu nya.


" Tante" sapa Paula .


" Kamu ngapain ke sini?" Tanya Sandra Ramah walaupun dia tak suka


" Kata mama Paula nginep dulu di rumah Tante " jawab Paula


" Ko mama kamu gak bilang" kata Sandra


" Masa sih Tan? Mungkin mama lupa kali" katanya.


" Ya udah Tante tinggal dulu ya keluar soalnya mau ada yang Tante beli" Ujar Sandra. Sambil berjalan menjauh pada Paula. Sementara Paula pun menuju kamar tamu.


" Bibi di rumah aja siapa tau nanti Nana datang " kata Sandra. Dia takut kalau Nana di ganggu Paula Karna dia tau kepribadian keponakan nya itu apalagi Paula belum tau siapa Nana.


" Saya pergi dulu bi" kata Sandra.


" Iya nyonya hati-hati " jawab bibi.


Tak lama setelah keberangkatan Sandra Nana DNA Cakra pun sampai.


" Ayo sayang " ajak Cakra masuk.


" Bunda mana bi?" Tanya Cakra yang tak melihat keberadaan sang bundanya.


" Nyonya baru saja pergi den beli bahan untuk membuat kue dan nona di minta menunggu sebentar " jelas bibi.


"Iya bi makasih " ujar cakra


" Bunda pergi belanja sebentar kamu tunggu dulu ya sayang" kata Cakra.


" Ka cak gak balik kantor ?" Tanya Nana


" Enggak sayang" kata cakra


" Kenapa ka ? Kasian ka Tio kerjaan nya jadi tambah numpuk pasti" ujar Nana.


" Itu kan emang kerjaan nya dia sayang, kan dia aku gajih emang buat bantuin kerjaan Kaka" jelas Cakra.


Cakra yang mendengar pun hanya terkekeh.


" Kaka ganti baju dulu sayang " kata Cakra


" Nana juga ka pinjami Nana baju dong" ujar Nana.


" Pas banget kemarin aku Habis beliin kamu baju sayang tapi masih belum sempat aku kasih" ujar Cakra


" Ayo ke kamar Kaka ambil baju nya sekalian ganti " ajak Cakra


Nana pun ke kamar Cakra setelah Menganti baju seragam nya dengan sebuah dress santai yang cantik Sementara Cakra pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


" Ka cak Nana tunggu di bawah ya " teriak Nana .


" Iya sayang " sahut Cakra dari dalam kamar mandi.


Nana pun kebawah tapi saat di sampai bawah dia berpapas dengan seorang wanita Se usai Cakra.


" Dia siapa? " Tanya Nana dalam hati begitu pun paula juga bertanya dalam hatinya siapa Nana.


Nana pun melewati Paula dengan tersenyum ramah sambil menunduk sedikit ' mungkin dia keluarga Cakra' pikir Nana , sementara Paula hanya menatap nya dengan diam. Nana melangkah kaki nya menuju dapur .


" Non mau sesuatu?" Tanya bibi


" Iya bi Nana haus boleh buatkan es susu?" Tanya Nana sopan.


" Tentu non silahkan non tunggu di ruang tamu " kata bibi


Nana pun meninggalkan dapur menuju ruang tamu , dan di sana sudah ada Paula yang duduk.


" Eh pelayan bikinkan aku jus alpukat" kata Paula dengan arogan. Dimana pikiran Paula bisa-bisa dia mengira Nana salah satu pelayan di mansion itu. Padahal Nana sudah sangat cantik dan memakai pakaian yang bagus.


" Maaf aku bukan pelayan" jawab Nana Santai dan ikut duduk di sofa sebrang paula


" Kalau bukan pelayan siapa lagi, sok-sokan pakai pakaian bagus lagi" Ujar Paula menatap Nana dengan sinis.


" Maaf ka kenalkan aku pacar ka Cakra


" Mimpi Lo , Cakra gak mungkin suka sama bocil kaya Lo " ujar Paula.


" Memang benar " jawab Nana


" Cakra itu milik gue , gue calon istrinya Cakra " jelas Paula , ya memang sedari dulu paula sudah suka dengan Cakra yang notabennya saudara jauhnya. Cakra adalah pria yang sangat dia idam-idamkan dari dulu bahkan kedatangan nya kali ini berniat untuk menjebak Cakra agar jatuh ke pelukannya.


" Kalau halu jangan ke tinggian ka" jawab Nana santai sambil memainkan hpnya


" Sialan kau mengejekku"teriak Paula yang sudah terpancing emosi nya


Nana hanya dia tanpa berniat membalas kata-kata Paula .


Pelayan yang ingin mengantar minuman yang di pesan Nana tadi terkejut mendengar teriakkan Paula, berbeda hal nya dengan Nana yang masih santai dengan hp di tangannya.


Pelayan itu pun merasa panik, Karena mereka tahu Paula sangat kejam jika dia marah. Dia pun langsung melapor pada bibi kepala pelayan agar melapor pada nyonya dan den Cakra yang masih di atas .


Paula merasa sangat emosi melihat Nana yang masih santai tanpa rasa takut menghadapi nya di pun mengambil es susu di atas meja yang sudah di letakkan pelayan tadi bukan menyiram tapi dia malah melempar gelas nya ke arah Nana.


Mungkin karena belum siap atau Nana sedang sibuk dengan hpnya, makanya Nana tak sempat menepis gelas yang di lempar Paula ke arahnya akhirnya mengenai kepala.


Pyarrrr...


bunyi pecahan yang terjatuh ke lantai setelah mengenai kepala Nana. Belum puas Sampai di situ Paula pun ingin menyeret Nana tapi sayang Nana Lebih dulu menendang nya sampai terjungkal ke belakang.


" Kau sialan berani menendang ku!!!" Marah Paula .


Pelayan yang sudah datang pun berusaha melindungi Nana yang di lihatnya kepala sudah mengeluarkan darah akibat lemparan gelas Paula tadi.


" cukup nona and akan terkena masalah " kata pelayan itu.


" Kau berani menghalangi ku" marah paula melihat pelayan menghalangi nya ketika dia ingin menyerang Nana kembali.


Suasana ruang tamu menjadi riuh, beberapa pelayan berusaha menenangkan Paula.


" Sayang kau berdarah siapa yang melakukan ini" panik Cakra yang turun dengan tergesa-gesa setelah di beritahu oleh pelayan bahwa Nana sedang bertengkar dengan Paula yang baru datang.


" Tak apa, dia yang melempar kepala ku dengan gelas sayang " jawab Nana santai walaupun keningnya sedikit mengeluarkan darah.


" Cakra gadis sialan ini menendang ku" mungkin kepala Paula terbentur dan menyebabkan pendengaran nya bermasalah sehingga dia bahkan tak mendengar panggilan Cakra pada Nana.


" Berani kau melukai calon istri ku" cakra benar-benar marah pada Paula Karna sudah melukai Nana.


" Nana kamu kenapa sayang" panik Sandra yang baru masuk ke dalam rumah melihat rumah tamu berantakan serta calon menantu idaman nya kepala sudah berdarah.


" Ini semua Karna keponakan bunda " tunjuk Cakra .


" Minta penjaga masuk sekarang dan usir wanita ini" kata Cakra sangat marah .


" Tidak... Tante tolong jangan usir Paula " mohon paula.


Sementara sandra hanya diam tanpa berniat membantu sang ponakan Karna dari awal dia memang tak menyukainya terlebih dia sudah melukai Nana.