Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
keajaiban



Dion yang sedang berada di samping Nana di kejutkan dengan Nana yang mendadak kejang-kejang. Dengan panik Dion pun langsung memanggil dokter. Dokter serta perawat berlarian ke arah ruangan Nana.


" Gimana dok"? Tanya Dion.


"Pasien anfal, bapak mohon tunggu diluar" Kata dokter.


" Bun perasaan cakra gak enak cakra mohon bun antar cakra keruangan Nana" Mohon cakra.


"Baiklah kamu pakai kursi roda ya " Kata Sandra


Cakra pun menuju ruangan Nana di iringi Sean serta Arga. Sesampainya nya di depan ruangan mereka dapat Melihat Dion yang sedang frustasi.


" Kenapa om? " Tanya Cakra khawatir.


" Nana anfal, kondisinya melemah" Ujar Dion menangis.


Deg!!!


Titt....


Titt. .


" Gawat detak jantung pasien berhenti "ujar perawat.


"Siapkan alatnya , setel 200 joel " Titah dokter.


" Naikkan jadi 300" Perintah nya lagi


Tak lama Dokter pun keluar dari ruang rawat Nana


" Gimana keadaan anak saya dokter? " Tanya Dion dengan gemetar.


" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sayang nyawanya tak tertolong" Ujar dokter tersebut.


Dion serta Sandra yang mendengar nya pun langsung jatuh pingsan, sementara cakra langsung masuk dengan di bantu Sean yang mendorong kursi rodanya.


" Maafkan kami "kata dokter.


" Tidak. . . Tidakkk sayang jangan tinggalkan aku" Teriak cakra yang sudah di dalam ruangan Nana.


" Jangan di lepas!!!!, apa kau sudah bosan hidup Nana ku masih hidup" Marah cakra saat seorang suster berusaha. Melepaskan semua alat medis Nana.


" Jangan buat keributan tuan" Kata dokter.


" Diam atau ku bunuh kalian semua" Amuk cakra.


Daz, jo dan alex baru saja datang langsung masuk ke dalam ruangan Nana.


" Hentikan cakra " Kata Daz.


" Daz Nana ku" Lirih cakra dengan air mata yang mengalir deras.


" Ikhlas kan biar dia tenang " Ujar Daz.


" Enggak Nana masih hidup Daz" Ujar cakra frustasi.


Cakra kini mendekat ke arah Nana yang terbaring kaku di brankar dengan tubuh pucat dan juga dingin.


" Nana.. Sayang bangun sayang. Heiii Nana " Ucap. Cakra menggoyang tubuh Nana.


" Sayang bangunnnnn"


" Ayo kita pulang "


" Aku gak hidup tanpa kamu, hiksssssss sayang bangunnnnn" Ujar cakra terisak memeluk tubuh dingin Nana.


" Ku mohon kembali"


" Bukankah kita akan menikah "


" Aku takkan bisa hidup tanpa kamu sayang"


"Maaf tuan jenazahnya harus segera dimandikan agar bisa segera dimakamkan" Kata seorang suster.


" SIAPA YANG KAU KATAKAN JENAZAH SIALAN!!! NANA KU MASIH HIDUP" Teriak cakra marah.


" Cakra sabar" Ujar Daz.


"Nana ku masih hidup Daz masih hidup" Lirih cakra.


Untung saja Alea sedang tidak ikut, Bila-bila dia syok mengetahui kepergian Nana.


Alex meremas rambut sendiri dia menangis begitupun dengan jo bahkan tangannya sudah berdarah akibat meninju tembok di sampingnya.


Sean juga merasa sangat kehilangan calon kaka iparnya.


" Tolong jangan pergi sayang " Lirih cakra seraya mencium kening Nana yang dingin.


Bahkan dokter dan suster pun ikut menangis melihat adegan di depan mereka ikut merasakan kehilangan.


Dion serta Sandra yang sudah sadar dari pingsan nya kembali masuk ke dalam ruangan Nana. Semua menangis menatap tubuh kaku Nana yang masih terpasang alat medis karna cakra melarang keras mereka untuk melepaskan nya.


Cakra terus memegangi tangan Nana begitu pula dengan Dion sebrang nya, sambil memohon doa. Berharap ada keajaiban. Dengan derai air mata.


Tiba-tiba alat pendeteksi jantung kembali menyala. Semua yang di ada di dalam ruangan sangat terkejut. Dokter pun dengan Terpogoh- pogoh menghampiri pasien nya yang sudah di nyatakan meninggal tiba-tiba hidup lagi.


" Permisi biar saya periksa " Kata dokter.


" Silahkan " Kata mereka.


Nana pun membuka matanya saat dokter tengah memeriksa keadaan nya.


" A-ayah" Lirih nana


" Iya sayang ini ayah" Ujar Dion


" Sayang" Ujar Nana saat dia menoleh ke samping.


" Keadaan pasien sudah membaik suatu keajaiban di berikan Tuhan" Kata dokter.


" Ayah tadi Nana mimpi ketemu mama, saat Nana jalan-jalan di tempat yang indah banget saat Nana ingin ikut mama, mama melarang. Dan mama menyuruh Nana untuk kembali" Jelas Nana.


" Sstttt sudah jangan di pikirkan " Kata Dion mengelus rambut Nana


" Terima kasih sayang kau tidak menjemputnya dia" Batin Dion.


"Sekarang kamu istirahat ya sayang" Titah cakra.


" Kaka juga " Suruh Nana.


Mereka semua amat senang dengan Nana yang sudah sadar.


" Kami kira gak bakalan ketemu yaya lagi" Ujar alex masih dengan tangisnya.


" Maafin Nana bang udah bikin kalian sedih" Kata Nana.


" Sudah yaya istirahat dulu biar cepat pulih " Suruh Dazian.


Kini cakra sudah kembali keruangan di temani bunda ayah serta adiknya.


Begitu pun dengan Nana yang hanya di temani Dion , karna alex dan jo kembali ke markas sedangkan Daz kembali ke mansion menemani istri tercintanya.


Pagi ini Anya, sinta dan Mahen mengunjungi Nana di rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa Nana kecelakaan.


" Nih buat lo nay" Ujar fira menyerahkan beberapa kotak susu.


" Maaf kita-kita cuma sempat beli susu" Kata Anya.


" Ya ampun repot- repot, kalian datang aja gue udah senang " Ujar Nana. Senang menerima minuman ke kesukaannya.


" Gimana keadaan lo. ? " Tanya Mahen.


" Seperti yang lo lihat, gue sehat " Kata Nana.


" Sehat teruss" Kata fira.


" Cepat sembuh ya biar bisa main lagi"ujar Sinta


" Terimakasih ya teman- teman udah nyampetin waktu kalian jenguk gue " Ujar Nana.


" Kaya sama siapa aja lo sama kita " Ujar fira.


Setelah hampir tiga minggu Nana di rawat, kini Nana di Perbolehkan pulang dari rumah sakit. Kepulanganya pun di Kawal Beberapa mafioso, yang mengikuti mobil Nana dari belakang.


Nana sudah sampai di rumah nya dengan Daz cakra , serta kedua orang tua .


" Kamu istirahat dulu sayang" Suruh cakra.


" Nanti ya ka" Jawab Nana. Yang mendudukkan dirinya di sofa di samping Daz. Lalu dia menyenderkan kepala ke bahu Daz.


" Eh jauh-jauh sana dari Nana ku " Suruh Dion pada Daz.


" Sini sayang nyender sama aku aja" Kata cakra.


" Posesif banget sih pacar siapa ini" Gemas Nana


" Ya kamu lah" Jawab cakra.


" Jadi mau ngomong apa nih bang Daz " Kata Nana karna sebelum nya Daz bilang ada yang ingin di beritahukan pada mereka. Jadilah mereka ngumpul .


" Jadi tentang pelaku penabrakan " Kata Daz.


" Jadi pelaku nya sudah tertangkap ? " Tanya Arga


" Sudah om" Jawab Daz.


" Siapa? " Tanya Dion


" Namanya Paula keponakan tante Sandra" Jelas Daz.


" Kamu gak salahkan? " Kata Sandra.


" Tidak tante, dan saya sudah memberinya pelajaran yang setimpal akibat perbuatan nya." Kata Daz


" Abang apakan dia? " Tanya Nana.


".tentu saja eksekusi" Jawab Daz


" Jadi kau membunuh nya? " Tanya Sandra terkejut.


" Iya" Jawab Daz.


" Apa bun sedih? " Tanya cakra.


" Tentu saja tidak, untuk apa bunda sedih untuk orang yang hampir saja membunuh anak-anak bunda" Jelas Sandra


" Kau ternyata memang bunda ku" Kata cakra senang.


" Itu hukuman yang pantas untuknya karna sudah membuat anak-anak bunda terluka , entah apa jadinya bunda jika kalian pergi"kata Sandra dengan raut sedihnya.


" Bunda jangan sedih kita udah gak papa ko " Jelas Nana.


" Bunda hanya takut sayang " Khawatir Sandra.


"Jadi gimana kalau kita ngerayain kesembuhan kalian " Ujar Arga


" Boleh tuh gimana kalau malam ini kita barbeque an di taman belakang " Sahut Dion.


" Setuju " Kata mereka kompak.


" Ayah bakal ngasih tau Sean buat kesini " Kata Arga, lalu dia pun menghubungi si anak bungsunya untuk menyusul ke kediaman Fernandez setelah pulang sekolah.