Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
kita mulai



Dion sudah sampai di depan rumah dengan Sasa dan Dina. Dengan marahnya Dion menarik paksa Sasa ke luar mobil masuk ke dalam rumah.


PLAKKKKK


" MAS!!!!" marah Dina yang melihat anak kesayangannya di tampar Dion lagi.


" APA KAMU MAU BELAIN DIA YANG SUDAH BIKIN KITA MALU!!" bentak Dion


" A a a ayah itu bukan Sasa yah, Sasa di fitnah mungkin Naya yang sudah jebak Sasa hiksss" tangis Sasa kembali membela dirinya.


" KAMU SUDAH SALAH MALAH MENUDUH NAYA YANG FITNAH KAMU!!" Marah Dion pada Sasa


" Mas udah kasian Sasa , mungkin dia benar di fitnah" kata Dina


" BUKTI VIDEO JELAS!!!!, BAHKAN SANGAT JELAS ITU WAJAH SASA KAMU MASIH MAU BELA DIA APALAGI" Bentak Dion pada Dina.


" BENAR-BENAR MEMALUKAN " Sambung Dion yang melangkah meninggalkan Dina dan Sasa


" Pipi Sasa sakit banget mah hiksss " keluh Sasa memegangi pipinya yang kembali di tampar Dion tadi.


" Nanti mama kompres pakai es ya sa biar gak bengkak " ucap Dina Kasian melihat sang anak.


" Kamu juga gak hati-hati, mama kan udah bilang." Kata Dina mengingatkan.


" Iya mah, Sasa udah hati-hati, siapa ya kira - kira yang udah nyebarin video itu" ucap Sasa sambil mengacak rambutnya. Pupus sudah harapan Sasa mengejar bebeb Natan .' Mana mau Natan sama aku ' pikir Sasa



Sementara di sekolah Nana dkk sudah berada di kantin Karna bell istirahat sudah berbunyi sedari tadi.


" Gila ganas bet Sasa kalian udah liat belum?" Tanya Fira


"Udah dong, Iya gua gak nyangka beneran jadi ****** tuh dia " balas Sinta.


"Gua denger dia di keluar gara-gara kasus itu" ujar Anya


" Yah bener banget gua juga denger ke gitu " kata Sinta membenarkan.


" Bagus deh , anak-anak yang udah pernah jadi korban bullying nya malah pada seneng " kata Fira


Tak lama Liana, dan Maya berjalan memasuki kantin melewati meja mereka .


" Eh ada temannya ******!" Ejek Fira pada Maya dan Liana. Sedangkan yang di sapa Hanya menengok dengan mata melotot.


" Sasa sialan bikin gua malu aja temenan sama loh" batin kedua temannya .


" Hahahaha!!! sumpah gua puas banget liat muka malunya Maya sama Liana" kata Sinta


" Hahaha gua juga kocak bet,pasti mereka malu banget secara kan mereka bestie nya Sasa" ujar Fira


" Anda ko sudah bener kalo ngomong " ujar Anya.


Sedangkan Nana hanya diam sambil menyantap semangkok ramen yang di pesannya sesekali ikut tertawa . Dengan lawakan mereka pada Sasa.


" Sayang" panggil Natan yang datang dan langsung duduk di samping Nana di ikuti gengnya.


" Kenapa ?" Tanya Nana.


" Gak papa ko, senang aja katanya ulat bulu udah di keluarin dari sekolah" mujar Natan


" Siapa ular bulu?" Tanya Damian


" Aishhhhh gitu aja Lo gak tau ya si Sasa lah ulatnya " jawab Jay.


" Mau ramen " Tawar Nana.


" Gak sayang, aku tadi juga pesan nunggu mba kantin nganter pesanan kita lagi" ujar Natan. Nana pun mengangguk mengiyakan ucapan Natan.



Setelah pulang sekolah Nana tak langsung pulang ke mansion Daz, tapi dia malah pulang ke kediaman Fernandez. Karna di jalan tadi Nana sudah menghubungi Dazian tidak bisa pulang kerumah melainkan pulang ke rumahnya dulu. Dia ingin membuat sedikit drama untuk Sasa agar dia bisa terlihat lebih wow . Kata Nana


" Ayah Nana pulang" ucap Nana mode on.


Pintu pun terbuka bukan pelayan yang membuka kan tetapi Sasa .


" Eh ****** ngapain Lo balik kesini lagi "bentak Sasa yang tengah membukakan pintu rumahnya.


" Eh ada pembantu baru ternyata" ucap Nana yang melihat Sasa membukakan pintu ,tanpa basa basi


" SIALAN!! Lo " tunjuk sasa pada Nana yang ini Masuk ke dalam rumah. Baru beberapa langkah Nana masuk, Sasa yang sudah marah kesal tangan Sasa menarik keras rambut Nana.


" Awwwwwww!!!!!!" Teriak Nana dengan keras. Dion dan Dina yang sedang berada di dalam kamar segera keluar Karna mendengar keributan. Bertepatan dengan munculnya Dion serta Dina ,Nana pun membanting kan dirinya sendiri dengan keras ke lantai , seolah-olah Sasa mendorongnya.


"SASA!! " Amuk Dion yang melihat Nana terbaring dilantai .


PLAKKKKK


" SEMAKIN KURANG AJAR KAMU" Dion membentak Sasa


" Bu bukan Sasa yah di jatuh sendiri" bela Sasa


" Ayah lihat dengan kepala ayah kamu dorong Nana" kata Dion.


" Mas sudah mungkin Naya jatuh sendiri " bela Dina .


" A ayah " ujar Nana yang berniat bangun. Dion pun membantu Nana bangun .


" Dimana yang sakit ?" Tanya dion pada Nana.


" Hiksss rambut Nana, tangan badan Nana juga sakit yah" ujar Nana terisak , memang sengaja Nana tak melawan Sasa agar dia biar lebih menjiwai dramanya.


" Sudah-sudah ayah antar ke kamar yah " ujar Dion membawa Nana ke kamarnya.


"Dan untuk kamu Sasa ayah hukum jangan keluar luar rumah selama seminggu" ujar Dion , Nana yang mendengar pun tersenyum smirk sambil menarik turunkan alisnya,ke arah Sasa dan Sasa melihat nya.


" Sialan dia tersenyum " gumam Sasa yang merasa geram dan langsung ingin menghampiri Nana ,namun Dina menahannya.


" Kamu apaan sih,mau di marahin ayah lagi " ujar Dina yang menahan Sasa


" Dia drama mah, padahal aku bahkan gak dorong dia aku cuma narik rambutnya aja, tiba-tiba dia menjatuhkan dirinya sendiri saat ayah datang dan dia tadi ngejek Sasa dengan senyumnya mah " keluh Sasa pada Dina


" Sudah nanti kita balas sekarang balas, Sekarang kita kompres dulu pipi kamu tuh" ujar Dina.


Nana dan dion sudah berada di dalam kamar Nana.


"Gimana ada yang sakit , apa perlu kita ke rumah sakit ?" Tanya Dion


" Gak perlu Nana gak papa" kata Nana


" Ayah Nana gak suka ayah sama Tante Dina " ujar Nana lagi.


" Tapi dia baik sayang" kata Dion


" Ayah lihat kan perlakuan Sasa padaku" ujar Nana


" Nanti ayah hukum dia " ujar Dion


" Ya sudah ayah keluar gih Nana mau istirahat" ujar Nana, Dion pun keluar dari kamar Nana , Nana pun langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya setelah bebersih Nana berpakaian dan merebahkan dirinya di kasur Sampai siang berganti malam nana baru bangun dari tidurnya pukul 20:15 Karna merasa Lapar Nana pun turun menuju meja makan.


Di lihatnya Dion Dina dan Sasa duduk sofa sambil menonton tv. Yah seperti keluarga bahagia ' pikir Nana.


" Kamu mau sayang?" Tanya Dion.


" Iya yah " ujar Nana.


" Kata mama Dina kamu gak mau makan tadi " ujar Dion lagi Karna tadi saat ingin makan malam Dion menyuruh Dina memanggil nana untuk makan .


Flashback on


" Sayang panggil Nana sama Sasa " ujar Dion yang sudah duduk di meja makan.


" Iya mas " jawab Dina


" Sa ayo turun makan " ujar Dina yang memanggil sasa.lebih dulu.


" Iya mah " jawab Sasa


Dina pun melangkah menuju kamar Nana, namun tak berniat membangunkan nya ,dia hanya berdiri di depan kamar Nana seolah-olah nana tak menjawab .


Di rasa sudah lama Dina berdiri di pun turun menuju meja makan yang sudah ada Sasa juga disana.


" Gimana mana Naya?" Tanya Dion


" Dia gak mau makan mas bahkan aku pun gak di bukain pintu" kata Dina memelas.


" Ya sudah mungkin dia masih lelah" ujar Dion. Padahal Dina ingin membuat Dion memarahi Nana tapi ternyata Dion terlihat biasa saja.


Flashback off


" Ada ya? perasaan gak ada tuh " ujar nana membantah ucapan Dion.


Karna benar selama dia tidur tak ada suara atau ketukan dari pintu kamarnya. Setelah menjawab Dion Nana langsung menuju meja makan mengambil nasi dan lauk kemudian memakan nya . Tak lama makan di piring nana sudah ludes di santap nya ya Karna dia memang beneran lapar. Nana pun kembali ke kamarnya .Bergelut dengan laptopnya.


Pukul 23:47


Sasa keluar rumah dan di ketahui oleh Nana yang tak sengaja melihat nya saat ingin mengambil air minum. Nana pun memerintahkan beberapa anak buahnya mengikuti Sasa.


" Awasi terus dari sana " ujar nana menelpon seseorang.


" Boleh saya mencoba nya Queen?" Tanya bawahan Nana


"Terserah kalo kamu mau ingat jangan sampai berkhianat, kau tau akibatnya " peringatkan Nana.