Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Season 2 Siapa dia?



Pukul 22:30 atau jam setengah 11 mereka sampai di mansion


" Daddy " Panggil Queen. Dan Sagara.


" Iya " Jawab Cakra yang ke betulan turun dari tangga.


" Hadiah gara mana dad ? " Tanya Sagara.


" Masih daddy pesan" Jawab Cakra.


." Kalo pacar ade dad? " Tanya Queen.


" Ya cari sendiri ade, emang daddy Mak comblang apa?" Jawab Cakra.


"Hehe, kata orang tua dulu kan pilihan orang tua pasti yang terbaik" Ucap. Queen.


" Daddy mah anak milenial " Ujar Cakra.


" Cih, gak. Inget umur. " Kata Queen. Melangkah menuju kamarnya meninggalkan Cakra, sementara Sagara sudah pergi lebih dulu.


" Segarnya waktunya bocan(bobo cantik)" Kata Queen setelah keluar dari kamar mandi.


Bruk. .


Queen melemparkan dirinya ke kasur empuknya, memejamkan matanya. Tangannya kesana ke mari mencari pegangan untuk di peluknya.


,kringg...


Kring...


" Haisss siapa sih? " Ujar Queen sedikit kesal karena dia sudah merasa sangat mengantuk.


" Halo" Kata Queen mengangkat telponnya. Tanpa melihat siapa penelepon nya.


" Udah tidur? " Tanya sang penelepon.


Queen membuka mata,mengerit kening nya karena merasa kenal dengan suara di telpon.


" Aksa! " Kata Queen.


"Iya ini gue, sorry gue gnggu lo tidur? " Tanya Aksa tak enak.


" Enggak " Jawab Queen.


" Tapi gue udah ngantuk " Jujur Queen, matanya terasa sangat berat walau pun dia senang mendapatkan telpon dari Aksara.


" Ya udah, tidur gih, sweet dreams" Kata Aksara.


" To you" Ucap Queen.


Aksara pun mematikan sambungan telpon nya.


Pukul 06:45


Tok


Tok


" Queen..... "


" Adeeee buka... "


Ketukan di sertai gedoran di pintu mengusik tidur nyenyak Queen.


" Siapa sih pagi buta begini" Gumam Queen.


Ceklek


Kunci terbuka, seseorang yang tengah menunggu di depan pintu kamar Queen langsung masuk.


" Y ampun baru bangun" Katanya melihat tampilan Queen dengan muka bantal belek segede gaban, rambut acak acakan.


" Apa bang? " Tanya Queen dengan malas berjalan kembali ke kasurnya.


" Mandi udah mau jam. 7" Ujar Sagara.


Sagara lah yang dari tadi di depan kamar Queen.


" Anying! , kesiangan " Ujar Queen terkejut, matanya pun langsung segar,dan Queen berlari ke kamar mandi .


Brakkk. Pintu kamar mandi tertutup dengan kencang. Faktor tergesa-gesa.


"Cepetan gue tunggu di bawah !! " Teriak Sagara.


" Iya ! " Jawab Queen dari dalam kamar mandi.


10 menit kemudian Queen keluar dari kamar sudah lengkap dengan seragam sekolahnya menuju meja makan .


" Mandi bebek lo? " Tanya Sagara.


" Penting mandi " Jawab santai Queen.


" Ayo berangkat bang" Ajak Queen.


" Sarapan dulu " Kata Sagara.


Tanpa membantah Queen duduk di kursi dan mengambil sandwich yang sudah di siapkan Sagara.


Glek


Glek. Queen meminum segelas susu dengan cepat


" Pelan-pelan" Kata Sagara.


" Udah mau telat "ujar Queen.


" Gak papa toh sekolah juga punya daddy" Sahut Cakra.


" Mereka kan gak tau kita anak daddy " Jawab Queen.


" Tinggal bilang aja " Ujar Cakra menyesap kopi paginya.


" No" Tolak Queen.


" Ayo bang" Kata Queen.


Cup. Queen mencium pipi Cakra dan pamit berangkat.


" Queen pamit dad" Ujar Queen


" Iya, hati-hati" Ujar Cakra.


" Gara! " Panggil Cakra seraya melemparkan sesuatu


Tak..


Di tangkap Sagara.


" Hadiah, kemarin " Kata Cakra.


"Asekk, thanks dad"senang Cakra melambaikan tangannya.


Di garasi Queen sudah menunggu Sagara dengan senderan di mobil barunya Sagara.


" Waisssss mobil baru" Kata Queen.


Clik


Pintu mobil terbuka. Dengan sendiri" Ayo berangkat " Ajak Sagara.


"Queen nebeng ya " Ucap Queen, ikut masuk ke dalam mobil Sagara.


Sagara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , hingga 15 menit kemudian kedua sampai di gerbang sekolah yang sudah di tutup penjaga


Tinnnnnnnnnn. Sagara membunyikan klakson mobilnya hingga penjaga nya keluar. Lalu agara menurunkan kaca mobilnya .


" Buka " Ucap dingin Sagara.


Penjaga tersebut langsung membukakan pagar entah kenapa dia merasa takut gemetar melihat tatapan dari Sagara yang tajam menusuk.


Mereka berdua masuk ke kelas dengan santai karena guru belum masuk.


Brakk Queen sengaja membuka pintu kelas dengan menendangnya.


'Anying'


' bapak lo janda'


' Monyet' Hampir seluruh murid di kelas terkejut.


" Lo masuk kelas kayak mau tawuran njir" Ujar Bian.


" Tau ni jantung pengen pindah rasanya " Sambung Ino.


" Hehehe" Tawa Queen mengangkat tangan nya visss.


" Tumben telat? " Tanya Maira.


" Kesiangan anying! " Jawab Queen. Melemparkan tasnya ke atas meja.


" Ko ngegas ? " Heran Maira.


"Sengaja, hehe" Queen sedikit tertawa.


"Selamat pagi murid-murid ibu yang ganteng dan cantik" Sapa bu Mita. Guru cantik tersebut berumur 25 tahun wali kelas mereka.


" Pagi bu " Jawab para murid kompak.


" Kita mulai pelajaran kita hari matematika, kita ulangan harian" Kata bu Mita.


" Yahhhh, ko mendadak? " Protes para murid.


Pelajaran berakhir di ganti dengan istirahat.


Queen, Maira, dan Sagara menuju ke kantin.


" Biar gue yang pesan " Kata Maira.


" Gue bakso sama es jeruk mau " Ujar Queen.


" Gue ramen sama es teh" Kata Sagara.


" Okeh tunggu gue di meja " Ujar Maira.


" Ayo bang" Ajak Queen.


" Ka Queen " Panggil Jofa.


Queen dan Sagara menuju meja geng azzura rose.


" Ade udah pesan? " Tanya Kenzo


" Udah bang" Jawab Queen.


Aksa duduk di meja sebelah kumpul dengan inti Alaska. Aksa ingin menghampiri Queen yang duduk di meja sampingnya.


Saat Aksa hampir duduk di sebelah Queen, Tiba-tiba seseorang memeluk nya dari belakang.


Aksara melihat siapa yang berani memeluk nya.


" Gue kangen lo Aks " Kata gadis itu memeluk Aksara.


" Lepasin gue ! " Geram Aksara.


" Ko gitu sih, padahal kita udah lama lo gak ketemu " Jawabnya seraya mengeratkan pelukannya.


Queen melihat Aksara yang di peluk seorang gadis tiba-tiba merasa kesal.


"Siapa dia?, genit banget! " Batin Queen.


Gadis itu semakin mengeratkan pelukannya, hingga membuat Aksara jengah, apalagi sekarang Queen dan azzura rose sedang menatap mereka. Dengan kasar Aksa menghempaskan tangan gadis tersebut. Gadis itu bernama Anindya Prayoga salah satu murid pindahan dari SMA Garuda juga. Lebih tepatnya di pindah ke internasional school karena Aksara.


" Aksara " Panggil Anin


"Hai Anin" Bukan Aksa yang menyapa melainkan Ino yang menyapa gadis itu.


Di SMA Garuda Anin lumayan cukup dekat dengan inti Alaska, karena mereka memang satu sekolah, Cukup dekat menurut gadis tersebut, tapi tidak dengan inti Alaska mereka hanya menganggap Anin seperti teman sekolah biasa.


" Lo pindah? " Tanya Rangga menyidik


" Ya, bisa di bilang begitu " Jawab Anin.


"Kangen banget deh sama kaliankalian, jadi gue nyusul"Kata Anin bersikap manja, saat gadis itu ingin menggamit tangan Aksa, tapi Aksa malah langsung duduk di tengah-tengah Queen dan Sagara seperti mencari perlindungan.


Anin memberengut tak bisa menggapai tangan Aksara.


" Siapa gadis itu? " Batin Anin menatap Queen.