Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
kembali sekolah



" Bang Yaya ke kamar lagi ya" ucap Nana


" Oke, kalo perlu Abang ada di ruang tadi" ucap Daz berjalan menuju ruang kerjanya lagi.


Nana pun Sampai di depan kamar nya.


BRAKKKK.... Nana tak sengaja menutup pintu dengan keras .


" Oupss .. Seperti nya aku memerlukan tidur kembali" ucap Nana. Merasa mengantuk setelah makan banyak, Nana pun membaringkan tubuh kekasur , baru ingin memejamkan matanya, bunyi dering dari telpon nya terdengar.


Kringg...


Kring...


Kringg....


Nana pun langsung mengambil telponnya tertera nama Natan dia pun langsung mengangkatnya.


" Halo" ucap Nana


" Sayang... kamu udah sampai? Ko gak ngabarin aku sih" kata Natan


" Sorry aku tadi ketiduran pas sampai, jangan marah ya Nat " kata Nana


" Ih mana bisa aku marah sama kamu si ay " ucap Natan


" Tapi sekarang aku pengen tidur lagi" kata Nana


" Ya sudah kamu tidur lagi, nanti kirimin alamat Abah Daz ya biar aku kesana" ucap Natan


" Baiklah, aku tutup ya, Bey " kata Nana setelah itu dia langsung mematikan sambungan teleponnya.


" Ah mata ku serasa 5 Watt" lirih Nana dia pun langsung memejamkan mata nya berkelana ke alam mimpi.


Saat tengah malam saat Daz ingin ke dapur mengambil sesuatu terdengar sayup-sayup suara Nana saat dia melewati kamar Nana. Daz yang merasa khawatir pun langsung masuk ke kamar Nana.


Ceklek..... Daz membuka pintu.


" Ma!! ...mama..hiks."


" Jangan tinggalin Nana"


"Mama..... Hiks ." Ucap Nana mengigau entah apa yang di mimpikannya . Dengan bermandikan keringat di sertai tangis


Daz pun mendekati Nana ke ranjangnya.


" Yaya... Bangun ...." Ucap Daz sambil menggoyang badan Nana.


" Mama.......... Hah.. hah...." Dengan napas tersengal-sengal Nana membuka matanya. Daz pun langsung memeluk sang adik menenangkan nya


" Sudah sudah kamu tanang ya " kata Daz mengelus punggung Nana.


Nana pun mengeratkan pelukannya pada Daz menenggelamkan kepala ke dada Daz sambil terisak. Lama tak terdengar lagi Isak tangis Nana rupanya Nana kembali tidur di pelukan Daz ,Daz pun kembali membaringkan Nana di kasur, namun saat Daz ingin melepaskan pelukannya bukan terlepas malah Nana semakin mengeratkan pelukannya.


Daz pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Nana sambil mengelus kepala sang adik. Tak lama iya pun ikut terlelap.


Kring....


Kringg..


Suara alarm membangunkan Dazian. Dilihat nya jam baru menunjukkan jam 07.00 wib. Di lihatnya di samping tempat tidur tidak ada siapa-siapa , kemana perginya Nana ' pikir Daz . Mencoba mencarinya ke kamar mandi dan ruangan namun tak menemukan nya.


"Yaya..... " Teriak Daz keluar kamar setelah mencuci muka dan membersihkan dirinya.


Sementara yang di panggil sedang asik berkutat dengan alat dapur di temani beberapa maid. Nana berinisiatif membuat sarapan . Saat membersihkan diri dia baru sadar baju dan seragam sekolah nya juga ada disini, jadilah dia sudah memakai seragam lengkap.


" Yaya" panggil Daz yang sudah sampai di dapur


" Maafkan bang Yaya lagi pengen bikin sarapan" kata Nana.


" Oke lain kali biar para maid saja yang mengurus itu" kata Daz.


" Ka makan " kata Nana sambil meletakkan 2 piring nasi goreng yang di buatnya tadi. Daz pun langsung duduk dan memakan nasi goreng dengan tenang begitu pula Nana.


"Tidak usah sekolah " kata Daz


" Kenapa?" Tanya Nana


" Kamu masih sakit " kata Daz .


" Engga bang Yaya udah sehat ko, boleh ya " kata Nana dengan wajah memelas .


"Ya sudah " kata Daz


"Tapi..... " Belum sempat Daz melanjutkan perkataan nya


"Tuan, ada seorang remaja yang mencari nona Unaya" kata maid yang menghampiri Dazian.


Daz pun menghentikan makan melangkah keluar menuju pintu depan di susul Nana de belakang.


" Natann..... " Teriak Nana sambil menghampiri Natan dan langsung memeluk remaja laki-laki itu.


Ya Natan yang datang berkunjung bermaksud menjemput Nana ke sekolah.


" Maaf Abang Nana yang suruh Natan ke sini" kata Nana


Daz pun hanya mengangguk kembali ke meja makan melanjutkan sarapan pagi nya yang sempat tertunda.


" Ayo sarapan bareng " kata Nana sambil menarik Natan ke meja makan.


" Aku sudah makan ay" kata Natan


" Yah padahal yang masak aku loh " ucap Nana , Natan yang mendengar Nana yang memasak sarapan pun berubah pikiran tiba-tiba dia merasa belum sarapan.


" Ayo aku sudah lapar " kata Natan yang membuat Nana tertawa mendengar nya setelah menyelesaikan sarapan Natan dan Nana pun pamit pada Dazian untuk ke sekolah.


" Ingat Natan setelah pulang sekolah langsung antar Yaya pulang" kata Daz mengingat kan.


" Siap bang" kata Natan.


Mobil Natan pun memasuki parkiran sekolah, Nana dan Natan keluar mobil . Banyak sepasang mata memandang ke arah Meraka, bahkan beberapa teriakan terdengar di telinga mereka.


" Omg Natan ..... "


" Bebeb Natan tampan sekali epribadih!!"


" Beneran jadian ya Natan sama Naya ?"


"Mungkin"


" Cantikan gua juga kali"


Banyak kata-kata yang terlontar dari mereka , namun tak di gublis Natan dan Nana.


Nana dan Natan berjalan santai di koridor sekolah menuju kelasnya ,dan di belakang terlihat geng Tiger berjalan cepat menuju mereka.


" Nat!!! " Panggil salah satu dari Meraka, Natan pun menoleh ke belakang.


" Kalian juga baru datang ?" Tanya Natan. Melihat teman temannya mendekat


" Yoi" jawab Jay sambil merangkul Natan


" Ay aku ke kelas dulu yah " ucap Natan pada Nana


Nana pun hanya menjawabnya dengan anggukan mereka pun berpisah menuju ke kelas masing-masing.


Nana memasuki kelas dengan Fira ,Anya serta Sinta yang berada di sebelahnya , mereka bertemu di koridor sebelum nya , mereka pun duduk di bangku masing-masing.


" Lo udah beneran sehat nay?" Tanya Sinta


"Udah " jawab Nana


" Bagus deh" jawab Sinta .


" Eh gua tadi ketemu sama geng Berlian " kata Fira


"Terus?" Kata Nana


" Mereka seperti membuat rencana , Karna tau Lo udah balik lagi ke sekolah" lanjut Fira .


" Iya nay sambil senyum senyum gak jelas lagi" sambung Anya.


" Mungkin dia lagi seneng kali" ucap Nana


" Kalian tau Sasa itu sodara tiri gua" ungkap Nana


" Hah!!! Are you serious?" Tanya Anya


" Yes ... Really? kata Nana


" Asuu!!!, om Dion nikahi mama Sasa !!kata Fira


"Ya!" Jawab Nana


"Terus Lo tinggal bareng gitu sama mereka?" Tanya Sinta


" Ya engga lah, gak Sudi gua lagian ayah udah usir gua gara-gara mereka " jawab Nana


" what !!!!! Terus Lo tinggal di mana sekarang?" Tanya Fira


" Ya gua sekarang sama Abang angkat gua, kemarin sih tinggal di mansion Natan " jawab Nana


"Pantes Lo bareng Natan mulu kemana " jawab Sinta


"Bapak Lo gak buta kan nay?" bisa-bisanya dia jadiin Sasa sodara tiri Lo" kata Fira


" Mungkin" jawab Nana singkat


" Mama baru Lo juga gak baik nay?" Tanya Anya


" Yah seperti anaknya ibu anak sama saja" kata Nana


Percakapan mereka terus berlanjut sampai akhir bh ya seorang guru memasuki kelas untuk mengajar.


"Pagi anak-anak" ucap Bu Nindy


" Pagi Bu..." Ucap para murid


" Baiklah kita mulai pelajarannya" ucap Bu Nindy


Kring.......


Bell panjang tanda istirahat pun berbunyi. Membuat Para murid bersorak girang.


" Oke sekian untuk hari ini , selamat istirahat" kata Bu Nindy.


Para murid pun berhamburan keluar kelas menuju kantin. Nana dkk pun juga ikut keluar menuju kantin


Dan sampai lah mereka di kantin banyak para murid yang berada di sana. Nana mengedarkan pandangannya mencari meja yang kosong yang biasa ia duduki dengan teman temannya.namun bukannya mendapat bangku dia malah beradu pandangan dengan Sasa yang menatapnya dari jauh.


" Eh disana aja nay ,ada bangku kosong" ucap sinta menunjuk bangku sebelah geng Berlian.


" Ya udah" jawab Nana


Mereka pun menuju bangku itu tanpa Nana sadari mereka merencanakan sesuatu pada Nana, Sasa pun berdiri dan mendekat ke arah Nana sambil membawa se mangkok bakso yang masih panas.


Brukkk .....


Brukkkk....


Pranggg...


" NAYA!!"..


Semua orang langsung terkesima dan menatap ke sumber suara.