
Di atas pohon mangga tapi bukan dari taman belakang yadi melainkan dari pohon mangga di rumah tetangga. Seorang pria sedang memanjatnya. Tangannya berusaha menggapai buah yang di tunjuk wanita di bawah.
" Bukan yang itu yang itu na" Seru Nana di bawah pohon mangga.
"Loh ini ada-ada aja Nay maunya. Baru beberapa menit tadi lo habis makan mangga juga"Kata Mahen dari atas.
" Ya kan beda, tadi mangga petikan Sean lah ini gue pengennya petikan lo, cepat hen entar gua gak. Pengen lagi!! " Teriak Nana.
" Kasian nay ayang gue, mana pohonnya ada semut merahnya lagi" Ujar Fira.
" Huff emang lo mau fir keponakan lo entar ngeces" Ujar Nana.
" Ya enggak lah, ayo ayang semangat " Ujar Fira.
" Merepotkan sekali ibu hamil ini , kenapa gak suami lo aja sih yang lo suruh gue kan bukan bapaknya!!! " Kata Mahen dengan tangan berusaha mencapai mangga yang di tunjuk Nana.
" Kan laki gue lagi kerja bestie, biar tambah kaya supaya gue bisa foya-foya " Jawab Nana menimpali ucapan Mahen.
" Ck, tau tadi gue pulang aja sedari tadi " Decak Mahen.
" Lo nyesal bantuin gue!!! " Ujar Nana sedikit menantang.
" Enggak nay, sensitif banget ibu hamil " Kata Mahen.
" Nih tangkep " Ujar Mahen melemparkan mangga yang sudah di dapatkan nya, kemudian langsung turun.
" Thanks Mahen " Kata Nana dengan senang.
" Kalian gak mau mumpung yang punya ngasih gratis " Kata Nana sambil mencium-cium mangga di tangannya.
" Hemmmm, wangi " Ujar Nana
"Gak udah kenyang kita ya kan" Sahut Sinta.
" Iya " Kata Mahen dan Fira kompak.
" Terus ni mangga mau lo kupas lagi. ? " Tanya Sinta.
" Enggak gue pengen cium baunya aja" Ujar Nana.
"Oh, gak ada lagi kan gue pengen balik soalnya" Ujar Mahen.
" Ko balik cepat? katanya gak ngampus ? " Tanya Nana.
" Iya enggak cuma kami mau kencan kan ayang" Jawab Mahen sambil mengkode Fira mengiyakan nya. Untung nya Fira melihat kode Mahen.
" I_iya mau kencan kita" Ujar Fira.
" Oh ya udah, Sinta masih di sini kan? " Tanya Nana. Menatap sinta.
" Pasangan syalan mau ninggalin gue sendiri disini " Batin Sinta.
" Eh gue juga mau balik nay tadi mama nelpon minta di temanin ke butik " Alasan Sinta.
" Yah gak ada teman deh gue" Kata Nana cemberut.
" Maid lo kan banyak tinggal ajak main aja nay" Saran Mahen.
" Betul juga tuh saran lo" Ujar Nana
" Huff untung aja" Batin Mahen.
" Akhirnya bisa pulang, bebas dari bumil ngidam aneh" Batin Fira dan Sinta.
" Okeh kita balik dulu bye bye bestie " Pamit Sinta.
" Byeee hati-hati " Kata Nana.
Setelah Nana kembali ke mansion dia menerima telpon dari Jonathan.
" Halo abang ku sayang" Kata Nana
" De Pelayan baru yang bernama Santi, ngerencanain sesuatu " Kata jo.
" Tau bang" Jawab Nana.
" Bagus deh, abang gak mau sampai kecolongan " Kata jo.
" Abang ternyata diam-diam ngawasin Yaya" Ujer Nana.
" Kaya gak tau abang aja" Kata jo.
" Yaya tau, gadis gila itu ngerencanain sesuatu, dan Yaya udah punya rencana" Kata Nana dengan senyum miring nya.
"Nanti anak buah Yaya bawa dia ke markas bang abang tunggu aja di sana" Ujar Nana.
" Bagus biar abang yang eksekusi, ade kan lagi hamil nanti capek " Sahut jo
" Ceyeee perhatian banget sama calon ponakan" Ujar Nana.
"Iya dong" Jawab jo.
" Hahahahaa sebentar lagi gue bakalan bisa menarik perhatian tuan Cakra dan gantiin posisi lo" Ujar Santi sambil memegang botol racun.
" Aaaaah, aku sangat tidak sabar berasa di pelukan tuan Cakra yang pastinya hangat , aduh ya ampun" Khayal Santi menutup wajahnya.
Tanpa di ketahuinya beberapa orang berpakaian serba hitam masuk kedalam kamarnya.
" Siapa kalian" Ujar nya langsung ketakutan.
Emmmmppphhh eemmmmpphh
Santi berniat ingin teriak minta tolong, namun suara tercekat saat sebuah tangan yang membekap mulut nya. Lalu Santi pun jatuh pingsan karena efek obat bius.
Lalu wanita pun masuk mengambil obat yang terjatuh di lantai tersebut.
" Kamu salah lawan bit*h" Ujar Nana menatap Santi di gendongan anak buahnya.
" Bawa ke markas, biarkan bang jo bermain " Perintah Nana.
" Baik queen " Jawabnya.
Di dalam sebuah ruangan penuh alat berbahaya, dengan pencapaian yang terang di dalam jeruji seorang wanita tergeletak belum sadarkan diri. Masih dalam keadaan pingsan.
" Ueeeghhh" Leguh Santi membuka matanya yang terasa berat dan kepala pun terasa pusing.
Santi sangat terkejut melihat keberadaan dia yang entah sedang dimana. Dan ada beberapa orang salah satunya sedang duduk di sofa.
" Wah kau sudah bangun, apa. Kau sudah siap bermain? " Tanya jo. Ya di Jonathan.
"K_kau kalian siapa, tolong lepaskan saya" Ucap Santi ketakutan.
"Apa lepas, setelah kau merencanakan mencelakai adik dan calon keponakan ku" Jawab jo menyeringai.
"A_ap jadi kau kakanya wanita syalan itu" Ujar Santi.
" Kau yang syalan!!! " Bentak jo tak Terima.
"Panggil 5 orang lagi" Perintah jo pada bawahan nya.
" Baik tuan" Jawabnya.
Setelah lima orang mafioso datang, jo langsung memerintah mereka untuk menikmati Santi secara brutal.
" Nikmati lah sebelum kau mati" Kata jo sambil berjalan keluar ruangan itu.
Sekitar 10 mafioso Mengurubungi dan menjamah Santi dengan kasar.
" Aaaaaaa siapa kalian!!! " Teriak Santi ketakutan berusaha kabur namun tangan dan kakinya sudah di cekal oleh mereka.
" Ampun..... Hikssss le _ lepaskan saya" Ucap Santi berusaha memberontak namun dia jauh kalah jumlah.
Mereka semua tak segan berlaku kasar dengan Santi bahkan menampar nya dengan kencang
Plakkkkk
" Layani kami sebelum malaikat maut menjemput mu" Ucapnya tak tinggal diam mengerayangi tubuh polos Santi.
"Aaaaa jangan " Teriak Santi.
Setelah mereka puas mereka pun langsung membunuh Santi seperti perintah jo. Seperti psikopat menyiksa korban nya.
Semua di lakukan oleh bawah Jonathan, jo tak mau mengotori dirinya dengan darah diri seorang ja*ang.
Nana duduk di kursi taman dengan santai sambil di temani secangkir es coklat. Tadi dia baru saja menerima telpon kalau Santi sudah bertemu ajal.
"Aku tidak akan segan lagi pada mereka yang berniat menyingkirkan anak-anaku ". Ujar Nana mengelus perut nya yang masih rata.
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di lehernya dan menempel dagunya kepundak Nana.
" Sudah sore kenapa masih disini " Ujar Cakra.
"Lagi pengen maunya si kembar" Jawab Nana.
" Aduh anak daddy masih di perut udah bisa minta - minta sama mommy " Kata Cakra mencium perut Nana.
" Enggak ko dad" Jawab Nana meniru suara bayi.
"Gemes nya istri ku ini" Kata Cakra.
" Kamu gak mau ganti baju ? " Tanya Nana melihat Cakra yang masih memakai setelan jas.
" Temenin " Jawab Cakra.
" Cih, bayi besar yang manja " Kata Nana.
" Kan aku cuma manja sama kamu" Jawan Cakra langsung Mengendong Nana.
"Ih kaget tau, bilang kalau mau gendong" Ujar Nana.
"Ini bilang" Kata Cakra sambil berjalan masuk kedalam mansion.