
" Ngapunten pak , saya menolak! " Ucap Aksa dengan tegas. Singkat padat, berisi, montok.
"Kenapa Gus? Lihatlah anak saya dia sangat cantik" Ucap pak Taufik menunjuk anak gadis di sampingnya, Yang tengah tersipu malu . Namun Aksa tak menghiraukan nya.
" Saya tidak butuh yang cantik pak( karena saya sudah memiliki yang lebih dari segalanya) sambung Aksa dalam hati.
" Tapi Gus...
" Saya sudah memiliki calon istri" Aksa memotong ucapan pak Taufik.
Kiyai Imron, Gus Iqsa, serta Ummah Fatimah tekejut mendengar penuturan dari Aksa. Namun sekejap kemudian mereka kembali menormalkan ekspresi mereka.
" Gak mungkin " Gumam anak gadisnya pak Taufik.
Karenina nama anaknya pal Taufik, Karenina seumuran dengan Aksa, sudah 3 tahun dia mondok di pesantren milik kiyai Imron, yang awal niatnya cuma mendekati Aksa malah keterusan dan ingin memliki nya.
2 tahun sebelumnya Karen sempat kecewa karena Aksa yang di incarnya sudah selama 1 tahun, malah melanjutkan sekolah nya ke SMA yang ada di jakarta. Sehingga dia tak bisa lagi mendekati Gus tersebut. Namun tak sampai si situ Karen memutuskan untuk tetap di pondok dan menunggu Aksa selesai Sma dan kembali ke pondok lagi. Hingga sampai pada sore tadi dia yang mendengar kedatangan pangeran pesantren langsung keluar ingin melihat nya, bukannya senang setelah melihat kedatangan Aksa, Karen malah kesal, cemburu dan iri pada seorang gadis bercadar yang datang bersama Aksa.
" Aku harus minta Ayah melamar Aksa untukku " Batin Karen. Karen pun menelpon pak Taufik untuk melamar kan Aksa untuknya malam ini juga. Pak Taufik yang mendengar permintaan putri satu satu pun lantas langsung menyiakan.
Hingga selepas isya mereka datang ke ndalem.
" Saya sudah memiliki calon istri" Ucap Aksa.
Pelupuk mata Karen mulai memanas.
" Jadikan anak saya istri kedua Njenengan Gus, juga tak apa! " Ucap pak Taufik keukeh, karena dia tau anaknya Karen sangat menyukai Gus muda yang satu ini.
' gila nih aki-aki, maksa ' pikir Queen.
" Maaf tetap tidak bisa " Sahut Aksa.
" Buehhh bibit gue emang konsisten " Batin Ummah Fatimah.
"Jika njenengan mau menerima saya akan tambah donasi saya, dan saya juga bisa membangunkan cabang pesantren di kota lain" Ucap pak Taufik mencoba menyogok.
Kiyai Imron dan gus Iqsa menyerit heran, hanya karena Aksa menolak anaknya, pak Taufik jadi berucap meleber kemana-mana.
" Tanpa bantuan dari Pak Taufik saya juga bisa membuat cabang pesantren lain " Jawab Aksa dengan nada sombongnya, emang benar dengan kekayaannya sekarang jangan kan 1 lebih pun Aksa sanggup.
" Kalau njenengan tetap tak mau menerima anak saya , saya akan berhenti menjadi donatur untuk pesantren ini" Ujar pak Taufik mengancam.
" Silahkan, itu takkan berpengaruh pada pesantren kami, cuma mengeluar kan uang sedikit saja sudah bangga, anak- anakku bahkan lebih kaya dari pada mu! " Kata Ummah Fatimah dengan pedas. Cakra, Fira, Sinta , Dazian, mereka adalah donatur terbesar di pesantren milik kiyai Imron. Tentu tak ada apa-apa jika di bandingkan dengan pak Taufik.
" Saya sudah memiliki calon istri, satu pun sudah cukup" Kata Aksa mengusap kepala Queen yang tertutup kerudung pasmina, Queen kebetulan duduk di samping Aksa. Tentu mereka takkan bisa berjauh-jauh. Sepasang remaja yang lagi kasmaran.
Pak Taufik pun akhirnya menyerah, dan langsung mengajak istri serta anak gadis pergi dari sana, karena sudah kepalang malu, beberapa kali lamarannya di tolak. Bahkan mereka keluar tanpa mengucapkan salam lagi. Mungkin saking kesal dan malunya. Esok paginya para santriwati di hebohkan dengan kepindahan Karenina dari pondok itu secara mendadak.
" Ceye yang punya calon istri " Kata Ummah Fatimah mengejek putra keduanya.
"Astaghfirullah, Ummah ingat umur " Kata Aksa.
" Apanya ingat umur le?, Ummah mu ini masih muda " Sahut kiyai Imron.
" Hahaha abah bisa saja , nanti malam tidur sama Ummah " Ujar Ummah Fatimah.
"Jelaslah ngajak abah tidur di kamar wong Aksa sama Queen kan balik hari ini" Kata Aksa.
" Ummah titip salam buat daddy sama aunty, uncle kamu ya nduk" Kata Ummah Fatimah pada Queen.
" Iya Ummah nanti Queen sampaikan " Jawab Queen.
" Gimana sebelum kita pulang jalan-jalan dulu keliling pondok" Ajak Queen pada Aksa yang sedang menikmati kopi paginya.
" Boleh " Jawab Aksa.
" Habis ini ya"ujar Queen lagi.
" Udah pakai sayang-sayang" Kata Gus Iqsa.
"Hehe" Aksa cengengesan menanggapi ucapan Gus Iqsa.
" Kami pamit keliling Ummah" Ujar Queen
" Iya nduk, di jaga ya Aksa biar gak di tuyul sama santriwati " Kata Ummah Fatimah dengan tawa nya.
" Ummah! " Ujar Aksa, selalu di yang di ejek.
Baru beberapa yang mereka lewati Queen berkeinginan untuk buang air kecil.
" Yank aku pengen pipis " Kata Queen.
" Kita balik ke ndalem ya biar enak" Jawab Aksa.
" Gak papa sekitar sini pasti adakan toilet " Ujar Queen menahan hajatnya.
" Ada tapi biasanya itu di pakai sama santriwati aku gak mau kalau kamu sampai gak nyaman yank" Ujar Aksa. Sambil menujukan letak toilet tersebut.
" Gak papa, kamu tunggu disini aja aku kesana sebentar " Ujar Queen sedikit berlari karena sudah tak sanggup menahan. Sekitar 10 menit Queen kembali ke tempat Aksa menunggunya.
Tiba-tiba saja Queen mendengar suara yang membuat nya menghentikan langkahnya.
"Gus Aksara" Seseorang gadis menghampiri Aksa, di sertai senyum manisnya.
" Rival baru? " Batin Queen.
" Ngapain tuh gadis, deketin calon laki gue" Batin Queen lagi.
Queen bersandar di dinding tangan bersekap di dada tak jauh dari Aksa berada.
" Ada yang bisa bantu Mei? Tanya Aksa pada gadis tersebut, namanya Meidina dia seorang santriwati, dan ayahnya seorang ustadz di pondok pesantren kiyai Imron. Sehingga Aksa kenal dengannya walapun mereka tak akrab seperti yang terlihat.
Gadis itu menuduk.
," Emmmm... Aku ingin mengatakan sesuatu pada Gus " Kata Mei sedikit gugup.
" Katakan? " Sahut Aksa.
" Aku senang Gus kembali lagi, apa Gus akan menetap lagi disini dan berhenti sekolah disana, , aku selalu menanti kehadiran Gus di pondok ini" Ucap Mei.
" Dan sejujur nya aku sudah menaruh hati pada Gus Aksa sejak dulu, bolehkah saya menawarkan diri untuk menjadi pendamping Gus Aksa nanti jika kita sudah mencapai umur lebih" Kata Mei lagi.
Aksa menghala nafas panjang.
"Saya menghargai perasaan anda pada saya, tapi maaf saya menolaknya, saya sudah memiliki orang yang sangat saya cintai"Jawab Aksa .
" Dan orang itu aku" Kata Queen dengan bangga dalam hati setelah mendengar ucapan Aksa.
Mie terdiam matanya mulai berkaca-kaca karena baru saja dia mendapat penolakan dari orang yang dia cintai.
" Ti-tidak bisa kah Gus pertimbangan perasaan saya lebih dahulu? Aku wanita pintar, mandiri, aku selalu berusaha menjadi lebih baik setiap harinya" Kata Mei sambil terisak.
"Saya tetap menolaknya "Kata Aksa tak mau basa-basi.
" Gus keterlaluan " Kata Mei malu, lalu menyeret langkah pergi dari sana.
Pppfftt.
Queen menutup mulutnya menahan tawa supaya tak kelepasan.
" Sudah puas sayang, keluar lah" Kata Aksa dia tau Queen sedari tadi mengamatinya.