Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Season 2 pulang



Seminggu lebih sudah Aksa di rawat di rumah sakit, dan hari ini boleh pulang , kondisi nya juga sangat sehat walafiat tanpa kurang satu apapun, bertepatan sekarang libur 2 hari sabtu minggu sekolah memang di liburkan.


Di dalam ruangan Aksa sudah ada Gus Iqsa, Queen,Sagara, Kenzo,Indah , Maira, inti Alaska, erta para orang tua.


" Jadi Daddy temannya Gus Iqsa? " Tanya Queen.


" Iya ade, temannya mommy Nana juga" Jawab Cakra.


" Jadi hari ini Aksa pulang ke pondok Gus? " Tanya Fira pada Gus Iqsa.


" Iya fir, ummah kangen katanya udah lama ni bocah gak pulang " Jawab Gus Iqsa.


" Jadi kangen juga sama ummah" Kata Sinta.


" Gimana kalo kita liburan ke pesantren " Saran Fira.


" Liburan kok ke pesantren " Sahut gus Iqsa.


." Sekalian nengok ummah sama abah, ummah pasti kangen banget sama Fira semok malehoy ini" Kata Fira.


" Nyokap lo jof" Bisik Bian.


" Bukan " Bantah jofa


Fira ini emang udah lewat kepala 3 tapi kelakuannya masih sama kaya waktu lagi bujang.


" Setuju" Kata Sinta.


" Fiks kita ikut ya Gus " Kata Fira.


" Oke lah " Jawab Gus Iqsa.


.sedangkan para lelaki hanya diam mereka ikut saja kemana para istri Ingin pergi.


" Anak-anak kalo mau ikut boleh, yang lain juga tapi harus izin sama orang rumah dulu" Kata Alea.


" Iya aunty " Jawab mereka kompak.


Siangnya. .


Sesuai rencana, mereka semua akan pergi menuju pondok para orang tua, serta inti Alaska Maira dan Indah juga ikut, mereka berangkat ke pesantren menggunakan mobil.


6 buah mobil mewah, dengan penumpangnya mobil pertama di naiki Aksa dan Gus Iqsa, yang kedua mobil Cakra, membawa Dazian dan Alea. Ketiga berisi, Jofa, Kenzo dan Rakha dan ke empat berisi, Mahen, Fira , jo dan Sinta, yang ke lima berisi, Bian, Ino, Rangga ,Bryan, Maira, dan Indah.


Yang terakhir di tumpangi Sagara dan Queen.Mereka menempuh perjalanan kurang lebih dua jam nyaris tanpa henti , akhirnya mereka pun sampai di pondok tempat Aksa dan Gus Iqsa tinggal.


Kegaduhan terdengar di sekitar pondok karena melihat 6 mobil mewah, salah satunya mobil Gus mereka , terparkir di halaman pondok pesantren, terutama para santri dan santriwati menatap kagum ke arah 6 mobil tersebut.


Setelah memarkirkan mobilnya mereka pun kompak keluar, yang membuat pekikan heboh para santri dan santriwati se pondokkan.


Bagaimana tidak saat ini para gadis dan para mama menggunakan gamis, yang di padukan dengan kerudung dan cadar sebagai pemanis. Dan juga para lelaki ya menggunakan atribut lengkap paci, sarung, serta baju koko sebagai outfit mereka.


Kagum, terpesona . Ya itu reaksi para penghuni pondok saat ini.


Flashback on.


" Jadi kita harus pakai baju ini aunty? "Tanya Queen pada Fira.


" Ialah masa pakai tangtop? Bisa di sarungin ummah nanti" Jawab Fira.


" Hahhaa di sarungin gak tuh" Tawa Queen.


," Sesuai tempat yang kita kunjungi outfit nya harus sesuai dong" Kata Sinta. Sedangkan Maira kita sudah mencoba bajunya serta juga memakai cadarnya.


," Gimana? " Tanya Maira pada yang lain.


," Bagus Mai" Kata Indah.


" Iya dong pilihan aunty kan " Sahut Fira.


" Iya deh si paling" Kata Queen.


Mereka sedikit kagum dengan tampilan Maira kali ini. Maira kelihatan tampil. Cantik meski wajahnya tertutup cadar. Hanya mata dan telapak tangan yang nampak.


" Ayo yang lain cepat ganti biar bisa langsung berangkat " Suruh Sinta.


Mereka semua selesai berganti pakaian dan langsung turun ke bawah, karena bisa sudah di pastikan para kaum adam sudah menunggu mereka.


Flashback end.


" Assalamu'alaikum Gus , sampeyan di tunggu pak kiyai katanya langsung kendalem" Ucap seorang santi putri kepalanya nunduk bibirnya tersenyum manis.


" Ya " Jawab Gus Iqsa. Singkat.


" Ayo kita masuk " Ajak Gus Iqsa. Menuju ndalem.


Sedangkan santriwati tadi hanya diam menatap cengok terabaikan.


"Aku cantik, pintar, sholehah, tapi Gus Aksa maupun Gus Iqsa tidak melirik ku barang sedikit pun" Dengus gadis bernama Nadia .


Ceklek..


" Assalamu'alaikum abah, ummah" Salam Aksa dan Gus Iqsa. Di ikuti yang lainnya.


,sedikit terkejut karena kedua putra kini tengah berjalan bersama rombongan Cakra.


" Ummah kenalin mereka teman- teman Aksa selama di. Jakarta" Ucap Aksa lembut.


" Kenalin tante...


" Panggil ummah saja " Potong Fatimah.


" Kenalin ummah saya, Queen."


" Saya Maira"


" Saya Indah"


" Saya Bian"


" Rangga"


" Ino"


" Bryan "


" Iya" Jawab Fatimah dengan lembut.


" Dan ini teman- teman Iqsa ummah! Pasti ingat kan? " Ujar Gus Iqsa.


" Assalamu'alaikum ummah" Ucap Sinta memeluk Fatimah.


" Ya Allah, Sinta" Piye kabare nduk? " Tanya Fatimah membalas pelukkan Sinta.


" Baik ummah " Jawab Sinta.


" Ini pasti si montok Fira " Kata Fatimah mendekati Fira.


"Yes, ummah " Kata Fira memeluk Fatimah.. Dan kemudian.


" Alea " Sapa Fatimah.


" Makin cantik Alea " Kata Fatimah.


," Makasih ummah" Jawab Alea sopan.


" Ummah pada kenal sama kalian kalo kalian gak ngomong, pakai cadar pula, mau long out nih? " Tanya Fatimah.


" Kapan-kapan lah ummah" Sahut Mahen terkekeh .


" Ini Anak-anak kita ummah" Ujar Dazian memperkenalkan mereka.


" Ya mereka Teman-temannya Aksa ternyata " Ujar Fatimah senang.


" Abah senang kalian semua bisa berkunjung lagi kemari" Ujar kiyai Imron.


" Iya abah ummah juga senang sudah lama sekali mereka tak kemari terkahir kita bertemu saat pemakaman Nana " Kata bu nyai Fatimah.


" Ini lo ummah si Kembar kesayangan duren" Kata Fira memperkenalkan Queen dan Sagara.


" Gak kerasa mereka sudah sangat besar ya" Lirih Fatimah.


Bu nyai Fatimah memang sangat menyukai para teman almarhumah calon menantunya tersebut, mereka bisa beradaptasi walaupun agama mereka berbeda, seperti sekarang. Pakaian mereka pun sangat-sangat tertutup. Bahkan orang awam mungkin tak tau kalau mereka berbeda keyakinan.


" Kalian Nginepkan? " Tanya Fatimah.


" Iya dong, Sinta kangen tau masakan ummah" Sahut Sinta.


" Lo dari dulu makan mulu yang di pikirin" Ujar Fira.


" Bini gue biar makan banyak gak papa fir " Kata jo.


" Tetap langsing kan sayang" Timpal Sinta. Mengusap tangan jo.


" Woy woy liat sikon dong, kasian kan duren " Ujar Dazian.


" Gue diam aja anying dari tadi" Kesal Cakra.


," Hehehe" Tawa jo dan Dazian.


" Bonyok lu ka" Bisik Bian pada Rakha.


" Ya begitu lah mata gue sering ternoda dengan tingkah mereka" Kata Rakha.


Suara azan ashar berkumandang,para santri dan santriwati berbondong-bondong menuju mesjid untuk beribadah, begitu pun pak kiyai, kedua Gus dan inti Alaska. Sedangkan bu yai, Maira dan Indah mereka sholat ashar di rumah saja.


Kerana Azzurra Rose, dan para orang berbeda keyakinan mereka menunggu saja duduk di ruang tamu. Entah selonjoran di lantai maupun duduk di atas sofa.


"Gak nyangka gue si Aksa ternyata alim juga " Kata rakha.


" Makanya jangan liat seseorang cuma dari sampulnya" Kata Queen.


" Gus berkedo ketua geng motor " Ucap Jofa.


" Eaaaaa" Sahut Rakha.