
Pukul 02:18 Nana terbangun dari tidurnya
" Hah sudah di kamar?" Heran Nana
" Apa ka Cakra yang mengantar sampai kamar " gumam Nana.
"Sudah malam banget" ucap Nana setelah melihat jam yang sudah lewat tengah malam.
" Aku lapar" keluh Nana merasa cacing di perutnya mulai demo. Setelah mencuci muka Nana keluar dari kamar , menuju dapur, di dapur ternyata juga ada bi Surti yang sedang mengambil segelas air untuk minum.
" Non , sudah bangun, apa non mau makan ?" Tanya bi Surti
" Iya bi Nana laper " jawab Nana.
" Tadi tuan membangunkan nona tapi non Nana nyenyak sekali tidurnya" ujar bi Surti
" Beneran bi?" Tanya Nana.
" Bener non " jawab bi Surti
"Biar bibi panaskan dulu non makanan soalnya di taruh dalam kulkas" ujar Bi Surti.
" Gak perlu bi Nana lagi pengen makan mie instan,biar Nana masak sendiri, bibi kembali aja ke kamar" suruh Nana.
" Baik non bibi balik ke kamar dulu" ucap bi Surti.. setelah bi Surti kembali ke kamarnya, Nana pun memulai memasak mie instan.
" Ah , akhirnya jadi, selamat menikmati cacing-cacing ku" ujar Nana mengelus perunya langsung menyantap mienya. Tak lama mie yang di buat Nana pun ludes di santap nya.
" Ah kenyang juga " ujar Nana . Setelah selesai dengan makannya Nana membawa piring nya ke wastafel dan mencuci piring nya. Nana emang biasa mengerjakannya bahkan lagi mama sarah masih hidup.
Pagi ini sudah pukul 7:30 Dion menunggu Nana di meja makan tapi yang di tunggu masih belum menampakkan dirinya
Ceklek.. Dion membuka pintu kamar Nana.
Dion masuk ke dalam kamar Nana. Di lihat nya Nana masih bergulung dengan selimut nya.
" Bangun sayang" kata Dion membangunkan Nana.
" Emmmmm kenapa yah?" Tanya Nana yang masih berusaha menyesuaikan Cahaya yang masuk ke matanya.
" bangun sayang sarapan dari tadi malam kamu belum makan " Ujar Dion.
" Nana makan ko yah tadi malam Nana bangun sendiri " sahut Nana serak khas orang tidur .
" Bagus deh kalo Nana makan " kata Dion .
" Ayah turun duluan aja Nana ke kamar mandi dulu" ujar Nana langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah membersihkan diri Nana pun turun untuk sarapan, setelah 20 berlalu mereka sudah menyelesaikan sarapannya.
"Nana balik ke kamar lagi ya yah" ujar Nana setelah menyelesaikan sarapan nya.
Dion pun hanya menjawab dengan anggukan.
Nana pun kembali ke kamarnya, mengambil telpon nya di atas meja menghubungi seseorang.
" Halo bang"
" Gimana masalah senjata apa dia sudah bergerak lagi" kata Nana.
" Belum de tapi kami terus mengawasi"
" Oke bang semangat"
Nana pun menutup teleponnya.
"Sekarang Minggu pagi waktunya bersantai, sudah lama gak tenang kaya gini"
Nana pun rebahan sambil memutar salah satu lagi kPop dan terhanyut dalam lamunannya.
Pasti ada hari dimana kamu merasa lelah tanpa alasan
Tubuhmu terasa berat
Dan semua orang kecuali dirimu
Terlihat sibuk dengan keras menjalani hidup
Aku bahkan tidak mampu menuntun kakiku lagi
Meski aku sudah tertinggal jauh
Seisi dunia sangat menggangu
Kecepatan yang ku pacu tersandung sana sini.....
( Terjemahan lagu zero o'clock my )
Tak berasa air mata sampai menetes bahkan ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya pun dia tak merasa terusik.
" Nana " panggilnya.
" Eh ayah kenapa" ujar Nana langsung mengusap air matanya.
" Kamu nangis?" Tanya Dion.
" Iya yah ini Nana lagi nonton drama Korea sad ending" ujar Nana
" Ayah kira kenapa, tuh di bawah ada yang nyariin kamu" ujar Dion.
" Siapa yah?" Tanya Nana.
" Yang tadi malam nganter kamu, hayo siapa kamu harus jelasin nanti sama ayah " ujar Dion.
" Iya yah" ujar Nana. Nana pun menatap cermin.
" Masih cantik walaupun belum mandi." Ucapnya dengan pede.
Sesampainya dia diruang tamu dapat di lihat Dion sedang berbincang senang dengan seorang pemuda.
" Ka cak ? ngapain kesini ?" Tanya Nana menghampiri Cakra. Dengan ekspresi heran
Cakra terkekeh melihat ekspresi Nana yang menurut nya sangat menggemaskan.
" Mau ngajak Nana jalan-jalan " jawab Cakra santai.
" Hah , tapi ini kan masih pagi " sahut Nana
" Ya gak papa dong " ujar Cakra .
" Emang ka cak gak ada kerjaan ?" Tanya Nana lagi.
" Kan sekarang weekend Nana waktunya libur " jawab Cakra.
Di sisi lain Tio sedang bergerutu kesal di sibukkan dengan berbagai berkas yang di limpahkan Cakra kepadanya .
" Hah bos sialan padahal kan ini weekend bisa-bisa nya dia malam senang-senang sendiri sedang gue disini dengan tumpukan kertas, pokoknya gue harus minta bonus lebih nanti " ujar Tio kesal.
" Ya udah Nana mandi dulu kalau gitu, Kaka tunggu bentar" Nana pun berlari ke kamar bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
" Mandi bebek aja lah biar cepat" gumamnya dalam kamar mandi.
Sudah selesai dengan mandi nya Nana pun langsung memilih baju dengan celana jeans panjang dan kaos putih yang dilapisi kemeja polos over size dan rambutnya dibiarkan di gerai . Di serta polesan make natural.
" Sempurna" ujar Nana menatap cermin
" Ka cak ayo berangkat " ujar Nana menghampiri Cakra
Cakra pun sempat tak merespon ucapan Nana sakin terpesonanya dengan penampilan Nana.
" Halo ka cak " ucap Nana melambaikan tangannya di depan wajah Cakra .
" Eh iya na" sahut Cakra
" Hehe pasti ka cak terpesona dengan Nana" ujar Nana dengan pedenya.
Membuat Cakra bingung mau jawab apa sedangkan Dion yang di samping nya yang sedikit terkekeh dengan keduanya.
" Jadi jalan gak?" Tanya Nana
" Jadi ayo ayo" ajak Cakra.
" Saya pinjam Nana nya sebentar ya om" ucap Cakra meminta izin.
Dion pun mengangguk dan tersenyum" Iya hati-hati ya di jalannya " ujarnya
Nana dan Cakra pun sontak mengangguk, lalu Nana segera menarik Cakra keluar dari mansion nya.
" Jadi mau jalan kemana ka cak?" Tanya Nana. Memasuki mobil Cakra
" Kemana aja " ujar Cakra.
Nana baru sadar hari ini tampilan Cakra terlihat sangat tampan dengan celana jeans panjang serta baju kaos warna hitam polos . Dan rambutnya pun terlihat acak-acakan namun sangat pas di mata.
" Kenapa ? Kaka tau Kaka tampan" ujar Cakra dengan pedenya seperti Nana
" Ya ka cak emang tampan kalo pakai pakaian ke gini " ujar Nana. Cakra pun sedikit tersipu malu mendengar jawaban Nana.
" Ka cak ko jadi gemesin gini pengen deh Nana karungin " ujar Nana
" Karungin aja " ujar Cakra yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan mansion Fernandez
"Ka cak mau ngajak Nana kemana sih?" Tanya Nana.
" Udah Nanti Nana juga tau" kata Cakra.
" Oke deh, ka cak gak nyulik Nana kan?" Tanya Nana lagi.
" Kenapa juga Kaka nyulik Nana?" Tanya Cakra balik.
" Coba kaka lihat, Nana kan cantik, imut lucu gemesin gini cowok mana coba yang gak mau" ucap Nana narsis.
Cakra pun hanya geleng-geleng mendengar penuturan Nana memuji dirinya sendiri.
Mobil Natan pun berhenti di sebuah mansion mewah hampir mewah seperti mansion Daz .
Penjaga yang mengenal mobil Cakra pun langsung membukakan pintu pagarnya.
" Ayo turun " ajak Cakra setelah sampai di mansion.
" Hah ini mansion siapa ka? Dan ngapain kita kesini?" Tanya Nana heran
" Katanya mau jalan-jalan " ujar Nana lagi.
" Bantuin Kaka dulu ya abis itu kita jalan-jalan kemana pun Nana mau " kata Cakra .
Mereka berdua pun masuk ke dalam mansion dengan Cakra yang mengandeng tangan. Nana pun tak masalah di gandeng cogan mah pasrah aje ya kan.
Baru masuk pintu utama Nana dan Cakra a sudah mendengar teriakan.
" DASAR ANAK KURANG AJA KAMU"
Kira-kira siapa ya teriak dan kenapa?.