
Sudah hampir dua bulan pasca pernikahan Dazian dan Alea semakin mesra saja.
Kali ini mereka duduk di balkon kamar .
" Sayang aku mau bilang sesuatu " Kata Daz.
" Apa sayang? " Tanya Alea
"Aku mau jujur, kalo sebenarnya aku seorang mafia" Kata Daz takut kalau alea akan meninggalkan nya tapi dia tak Mungkin membohongi Alea yang sudah menyandang status istrinya.
" Aku tau" Jawab Alea dengan senyum , menenangkan Daz.
" Dari kapan ? " Tanya Daz
" Saat pernikahan kita, aku sempat bingung melihat banyak penjaga yang mengamankan pernikahan kita seperti bukan hanya pengawal biasa bahkan dari mereka membawa senjata" Jelas Alea.
"Kamu gak kecewa? " Tanya Daz lagi
" Enggak sayang , berkat kamu hidup ku menjadi baik" Ujar Alea memeluk Daz.
" Makasih sayang " Ujar Daz.
"Sama-sama" Jawab Alea.
" Kamu mau aku bikinkan jus sayang? " Tanya Alea.
" Gak perlu sayang biar panggil bibi aja " Tolak Daz.
" Gak papa aku kan cuma bikin jus gak Cape juga " Sahut Alea.
" Baiklah " Ucap Daz terpaksa padahal dia masih ingin berduaan dengan istri tercintanya.
Namun baru beberapa langkah, Alea merasakan kepalanya sangat pusing, berputar-putar penglihatan nya mulia menggelap, dan tubuhnya pun limbung jatuh ke lantai. Untung saja Daz yang tak jauh sigap menangkap tubuh sang istri.
" Hey sayang bagun " Ucap Daz khawatir menepuk-nepuk pipi Alea dengan lembut seraya membangunkan nya.
"Bi...... !!! Bibi" Teriak Daz.
" Bi lala pengurus rumah pun datang dengan tergesa-gesa akibat mendengar teriak keras dari tuannya.
"Iya tua.. Astaga nyonya" Kata bibi terkejut melihat nyonyanya tak sadarkan diri di pelukan Daz .
" Telpon dokter Reza sekarang!! " Perintah Daz dengan panik pasalnya Alea tak kunjung membukakan matanya.
Daz oun mengangkat tubuh Alea ala bridal style membawanya ke kasur, merebahkan nya dengan pelan.
Lebih dari lima belas menit dokter Reza pun datang. Dan langsung masuk ke dalam kamar Dazian.
" Cepat paman periksa Alea " Suruh Dazian dengan panik.
Dokter Reza pun lekas memeriksa keadaan Alea.
Setelah beberapa saat, dokter Reza pun tersenyum mengetahui penyebab pingsan nya Alea
" Gimana paman? " Tanya Dazian
" Kamu tenang saja Alea hanya sedikit banyak pikiran sehingga dia kelelahan, dan satu lagi kabar baiknya " Ujar dokter Reza gantung.
"Apa paman? " Penasaran Dazian.
" Alea sedang hamil menurut pemeriksaan paman " Jawab dokter Reza.
"Apa!!! Hamil" Ucap Dazian terkejut.
" Untuk lebih pasti nya lebih baik kalian segera periksa ke. Dokter kandungan" Ujar dokter Reza
Dazian pun langsung mencium dahi Alea yang masih belum sadar. Tak lama Alea pun membuka matanya.
" Mas" Liriknya
" Iya sayang" Jawab Dazian.
" Kepalaku pusing " Keluhnya entah kenapa dia jadi manja seperti ini.
Huekkkk
Alea merasa perutnya diaduk-aduk dan mual namun tak ingin muntah.
" Paman " Panggil Dazian khawatir.
" Tidak apa itu memang reaksi saat hamil akan merasa pusing serta mual. Mungkin besok kau harus membawa Alea ke dokter kandungan " Saran Reza.
" Hamil? Siapa yang hamil mas? " Tanya Alea.
" Kamu sayang " Jawab Dazian.
Sontak mata Alea mulai memanas dan Berkaca-kaca.
" Sayang kenapa " Dazian panik melihat Alea yang sudah menangis di pelukannya.
" Maaf mas aku cuma terlalu senang " Ujar Alea seraya mengelus perutnya.
" Terimakasih sayang" Ujar Dazian.
Setelah pulang sekolah Nana mengajak cakra mampir dulu di mansion Dazian.
" Kita ke mansion bang Daz ya ka" Ajak Nana.
"Iya sayang" Jawab cakra.
Selang beberapa menit mobil cakra pun sampai di mandi Dazian.
" Bang Daz sama ka Alea mana ? " Tanya Nana pada salah satu maid setelah dia masuk.
" Tuan sama nyonya sedang di kamar non" Jawab nya.
" Oke. " Kata Nana
" Ayo ka kita ke atas ke. Kamar bang Daz" Ajak Nana.
Tok
Tok
Tok
"Bang daz" Panggil Nana.
Ceklek pintu kamar pun di buka Daz.
" Abang ini masih kaya pengantin baru aja di kamar terus " Ejek Nana.
" Aku jadi pengen nikah juga sayang " Sahut cakra.
" Alea tadi pingsan de" Jawab Daz
" Kenapa?" Tanya Nana langsung masuk ke kamar menghampiri Alea yang sedang berbaring,meninggalkan cakra serta Dazian yang masih didepan pintu.
" Gue dengar dari orang gue ko tunangan sama yaya? " Kata Dazian.
" Benar dong bukan berita hoak" Sahut cakra
"Ingat jangan sesekali lo. Sakitin yaya. " Ancam Dazian.
" Tentu dong" Ujar cakra.
" Gue gak mau dia ngerasain sakit hati lagi " Ujar Dazian.
."siap bro lo kaya gak tau aja sama gue" Ujar cakra.
Sementara Nana duduk di kasur samping. Alea.
" Ada yang sakit ka? " Tanya Nana.
" Engga na kaka cuma pusing serta mual aja ko" Jawab alea.
" Kaka kamu lagi hamil dia de" Ujar Dazian.
" Beneran ka ? " Tanya Nana senang.
Alea pun mengangguk kepalanya tanda mengiyakan.
" Ampun Nana udah mau punya ponakan aja" Ujar Nana.
" Halo ponakannya aunty " Sapa Nana sambil mengelus perut Alea.
" Tambah penjagaan bang untuk keselamatan m
Ka Alea " Ujar Nana
"Iya sudah abah tambah" Jawab Dazian.
" Bagus deh " Ujar Nana.
" Mas aku pengen rambutan tapi harus mas yang beliin" Kata Alea tiba-tiba.
" Gimana kalau salah satu dari yang beli rambutan nya.
" Engga " Ujar Alea Berkaca-kaca.
" Tuh bang mungkin ka Alea ngidam cepat turutin entar kalo gak anaknya ileran ko" Ujar Nana.
" Tunggu ya sayang mas carikan" Ujar Dazian.
Alea oun tersenyum senang mendengarkan permintaan nya di kabulkan Dazian.
" Kemana aku mencari rambutan"
Sudah lama cakra berkeliling dengan mobilnya, tapi taka nampak juga orang yang menjual rambutan, sedangkan di supermarket juga hanya ada rambutan. Kering.
" Gimana ketemu? " Tanya Dazian pada bawahannya.
Mereka semua serempak menggeleng.
Saat Dazian membelokkan. Mobilnya di pertigaan, akhirnya dia menemukan juga orang yang berjualan rambutan. setelah membeli Dazian pun langsung tancap gas kembali ke mansion.
" Sayang mas dapat nih rambutnya" Teriak Dazian saat. Memasuki mansion nya.
Sedangkan Nana Alea serta cakra sudah berada di rumah tamu. Karna ka Alea sendiri yang meminta.
" Udah gak pusing sayang? " Tanya Dazian.
" Udah engga ko mas" Jawab Alea
" Mas mana rambutan ku? " Tanya alea
Daz pun mengeluarkan beberapa ikat rambutan.
Saat daz ingin mengupas kulitnya untuk Nana. Sontak membuatmu Dazian terkejut mendengar teriakan Alea
" Jangan dikupas " Teriak nya.
"Kenapa sayang biar kamu gampang makamnya" Ujar Dazian.
" Aku cuma mau beli gak mau memakannya , jangan marah, maaf sayang " Ujar Alea ubah sudah mengeluarkan air matanya.
" Enggak sayang mas gak marah" Ujar Dazian berusaha memenangkan Alea.
" Hah Nana juga pengen di peluk " Gumam Nana. Yang masih bisa di. Dengar cakra
" Tanpa babibu cakra langsung memeluk Nana.
" Makanya nikah biar bebas" Kata Dazian sedikit mengejek.
" Tunggu saja nanti kita setelah menikah ya sayang" Kata cakra.