
Akhirnya bell panjang sudah berbunyi, tanda pelajaran terakhir selesai. Semua murid pun bersiap-siap untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
" Gue duluan ya ka cak udah nungguin di depan nih " Kata Nana
" Oke best " Sahut mereka.
" Gue sama anya juga duluan lo mau bareng gak fir? " Ajak sinta.
" Enggak deh gue nungguin jemputan bang dadang , kasian udah di jalan katanya tadi" Ujar fira.
" Gue juga duluan " Kata Mahen. Mereka pun berjalan menuju parkiran, sedangkan fira berjalan ke arah halte untuk menunggu sopirnya. Karna hari ini mobil nya bermasalah jadilah dia berangkat tadi di antar sopir.
Blackpink in your area eh oh
Blackpink in your area eh oh
Telpon fira berdering dia pun mengangkatnya.
" Halo mang" Kata fira menerima telpon dari. Mnah dadang.
" Maaf telat non ban mobil nya pecah di jalan " Kata mang dadang
" Ya udah mang gak papa, biar fira nebeng teman aja pulang nya mang dadang kalo udah langsung pulang aja " Suruh fira.
" Makasih non maaf sekali lagi" Kata mang dadang
" Santai mang" Kata fira. Sambungan telepon pun berakhir.
"Nebeng siapa gue angkotan umum juga gak Ada lagi yang lewat " Kata fira
Tittttt...
Bunyi klakson kotor mengagetkan nya.
" An**ng kaget gue" Ujarnya seraya mengelus dada.
" Fir lo ngapain nyatai disini? "Tanya Mahen. Yes dia Mahen dengan motor sport nya.
" Nyatiai pala lo, gue lagi nungguin mang dadang eh tadi malah di telpon katanya ban mobilnya bocor di tengah jalan, ya sekarang gue lagi cari angkotan umum nih " Jelasnya.
" Eh gue nebeng lo ya, lo. Sendiri ka? " Tanya fira, dengan senyum semanis mungkin.
" Cih nyusahin aja lo " Kata Mahen
" Yaelah ma teman sendiri, enter kalo kelamaan disini ada penjahat lagi terus gue di perkosa mau lo" Ujar fira.
" Halu terossss" Kata Mahen
" Ya udah naik !, tapi gak gratis "ujar Mahen
" Sama teman perhitungan banget sih lo, gak miskin juga kali lo nganterin gue doang" Tutur fira.
" Susah ngomong sama Mak Lampir " Kesal cakra.
" Cak bantuin naik tinggi banget nih " Kata fira
" Kan nyusahin " Ujar Mahen, namun dia pun tetap membantu fira naik ke motornya.
" Pegangan" Kata Mahen..
" Modus lo pengen gue peluk " Tolak fira.
" Yakin gue gak tau kalo nanti lo jatuh karna gak pegangan" Kata Mahen.
" Cih" Decak fira, dia pun berpegangan pada pinggiran jaket Mahen.
Brummmmm.
Fira hampir saja terjungkal ke Belakang kalau saja tidak Memeluk pinggang Mahen, pemuda itu benar-benar menarik penuh pedal gas.
" Gilo lo Hen!!!! " Teriak fira, sedangkan Mahen hanya tersenyum mendengar fira berteriak ketakutan.
Di tengah perjalanan mereka hujan deras turun mengguyur mereka.
" Hen neduh dulu " Fira.
" Oke" Kata Mahen.
Mahen pun menghentikan motor nya di depan ruko tutup.
" Oke pakai jas hujan mau ya " Kata nahen
" Terserah penting gue gak kehujanan, gak tahan gue sama hujan" Keluh fira.
Mahen pun membuka jok motornya hendak mengambil jas hujan, namun ternyata tidak ada, dia lupa memasukkan nya kembali setelah kemarin membersihkan motornya.
" Yah gak ada fir, kayanya gue lupa bawa " Ujar Mahen
" Oke gak papa , huh" Ujar fira menahan dinginnya hujan di sertai angin.
Mahen pun melepaskan jaketnya dan memakainya ke fira.
" Eh, apa nih ? " Heran fira.
" Biar lo gak terlalu kedinginan " Kata Mahen.
" Thanks peka juga lo jadi cowok" Puji fira.
" Ya dong gue ini ibarat mantu idaman mamah mertua " Pede Mahen
" Ngelunjak lo" Kata fira.
" Hujan gak teduh-teduh nih" Kata Mahen.
" Makanya bawa mobil lo biar gue gak kehujanan " Suruh fira.
"Ya udah, Nanti kalo lo udah jadi cewek gue" Kata Mahen
" Serius gue, lo mau gak jadi cewek gue fir? " Tanya Mahen
" Jangan becanda deh lo! " Heran fira.
" Kan gue udah bilang gue serius " Kata Mahen dengan tulus.
" Lo gak romantis banget sih Hen nembak gue " Kesal fira dengan muka senang.
" Hhahaha terus lo maunya gue nembak gimana? " Tanya Mahen.
" Nyewa kapal pesiar ke lo atau ajak makan malam yang romantis " Ujar fira.
" Kaya pengen lamaran aja lo" Ujar Mahen.
"Kan biar romantis, suasana dapat nah si cewek kan jadi baper tuh " Jelas fira.
" Jadi sekarang lo mau enggak nih? " Tanya Mahen memandang fira dengan jarak dekat.
" Eh, jauh-jauh sana " Dorong fira karna wajah nya sudh memerah menahan malu.
" Ciaaa bisa juga lo malu mak Lampir " Ejek Mahen
" Sialan lo kadal air" Kesal fira.
" Tapi gue serius dengan perkataan gue tadi" Ujar Mahen
"Perkataan lo yang mana. ? " Tanya fira pura-pura gak ingat.
" Gue suka sama lo , lo mau gak jadi pacar gue" Ungkap Mahen dengan senyuman semanis mungkin.
" Bisa gak nembak nya di tunda dulu" Ujar Fira
" Kenapa? " Heran Mahen.
" Sumpah gak romantis bet lo Hen, apa kata anak-anak kalo tau gue di tembak di depan ruko waktu neduh pas hujan, sumpah gak romantis an***g" Jelas Fira.
" Ya elah fir jadi gak mau nih? " Tanya Mahen
" Mau" Jawab Fira dengan cepat.
"Fiks kita jadian " Senang Mahen memeluk fira. Fira yang di peluk pun jadi tegang dan gugup.
" Makasih" Senang Mahen
" Sejak kapan lo suka sama gue? " Tanya fira.
" Sejak lo mulai gila" Jawab Mahen Terkekeh. Melonggarkan pelukan nya.
" Lo yang gila , baru juga jadian udah bikin gue kesel lo " Ujar Fira dengan ketus.
" Aduh ayang aku jangan marah dong" Bujuk Mahen.
" Jadi mulai hari ini kita jadian nih? " Tanya Fira.
" Ya ialah " Jawab mahen
Saking asiknya mereka sampai tak sadar kalau hujan sudah berhenti sedari tadi
" Hen udah teduh nih hujannya balik yu" Ajak Fira.
" Siap ayang" Sahur Mahen
" Fir kita makan bakso dulu yuk laper nih " Ajak Mahen yang melihat tukang bakso di pinggir jalan.
" Oke lo yang bayar ! " Kata Fira
" Gampang sama gerobak nya kalau lo mau gue bayarin" Ujar Mahen
"Iya, udah kaya lo" Kata Fira
" Kapan sih gue miskin ayang" Sahut Mahen.
Selesai menikmati bakso dan membayarnya, Mahen pun mengantarkan Fira sampai rumah setelah itu barulah dia pulang menuju rumahnya.
Mahen yang sudah selesai bersih dan berganti pakaian merebahkan dirinya di. Kasur
"Hechhhhh, senang banget senang banget" Ujar nya bergulir-guling tak karuan.
"Gue jadian sama Fira wow" Senang nya.
" Kita jadian hari ini hahahahahahaha, meninggoyy" Gila Mahen begitu senangnya.
" Akulah arjunaaaaahhhhh" Teriaknya bernyanyi.
" Woy ngapain lo de teriak-teriak berisik!!!!" Kata hellen kaka perempuan nya Mahen sambil menggedor pintu kamar Mahen.
" Apa sih ka " Ujar nya membuka pintu kamar.
" Berisik lo " Katanya yang mendengar teriakan Mahen sampai dalam kamarnya, karna kamar mereka bersebelahan.
" Ka hel tau Mahen baru jadian " Bilang Mahen
" Gue bilangin mami lo" Ancam hellen.
" Sok bilang mami pasti bangga anak bontotnya dah punya pacar " Tantang Mahen
" Cih terserah lo , udah jangan berisik gua lagi belajar" Kata hellen.
" Oke bosquee" Ujar mahen dengan tangan hormat.
Dia pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
.