
Kini Queen dan Aksara sudah berada di taman kota, di sana juga banyak warga datang untuk sekedar bersantai melepaskan penat atau pun menemani keluarga mereka bermain, karena di taman tersebut juga di sediakan berbagai permainan untuk anak-anak maupun orang dewasa,walaupun sudah malam dan jam menunjukkan pukul 9 malam lewat. Tapi masih saja taman itu terasa rame.
" Wah ramainya! " Pekik Queen. Sesampainya mereka di taman.
" Suka? " Tanya Aksara.
" Suka " Jawab Queen tersenyum manis.
Queen menarik Aksara ke salah satu penjual telur gulung.
" Mau beli? " Tanya Aksara. Queen pun menjawabnya dengan anggukan sedikit malu. Padahal mereka tadi baru saja makan sebelum ke taman.
" Bang beli 10 tusuk" Ujar Aksara. Abang penjualnya pun membungkus pesanan Aksara.
" 10 ribu den" Ujar penjualnya .
Aksara mengeluarkan uang 10 ribu lalu memberikan nya pada abang telur gulung.
" Makasih Aksara " Ucap Queen.
Tak hanya membeli telur gulung, Queen juga membeli beberapa jajanan lainnya, seperti cilok, cimol, ceker setan, pentol tahu, dan serta minumnya es jeruk tentunya. Setelah itu meraka duduk di salah satu kursi yang ada di taman.
Queen mencoba telur gulung lebih dulu.
" Enak " Kata Queen menggoyang kan kepala.
Cewek emang gitu kalo nemu yang enak enak kepala pasti ikut goyang.
" Mau? " Ujar Queen menawarkan telur gulungnya pada Aksara. Aksara mengangguk tersenyum membuka mulutnya. Queen dengan senang hati menyuapi Aksara.
" Enak" Ucap Aksara.
"Kan! nanti bungkus lagi deh bawa pulang" Ujar Queen membenarkan ucapan Aksara.
Saat merak tengah asik menikmati jajanan sambil mengobrol. Terdengar suara tembakan.
DOR!
"Babi copot! " Kata Queen terkejut.
" Astaghfirullah " Kata Aksara juga terkejut,mengusap dadanya. Istighfar udah si gus Aksa. Bahkan semua pengunjung taman juga sama seperti mereka bahkan sudah ada yang membubarkan diri dan pulang ke rumah mereka Masing-masing.
" Queen " Sapa beberapa orang kekar berpakaian hitam menghampiri Queen dengan hormat.
" Amankan ! " Perintah Queen.
" Baik Queen " Kata mereka kompak. Sekitar 10 orang pengawal bayangan Queen memulai bergerak mencari sumber masalah.
" Mereka siapa? " Tanya Aksara merasa heran.
" Mereka pengawal yang di tugaskan menjaga gue " Jawab Queen dengan santai, perkataan Queen tak sepenuhnya juga salah. Tak mungkin juga kan Queen bilang meraka Mafioso nya.
" Oh, gimana kalo kita pulang juga" Ajak Aksara kerena kondisinya sekarang tak mendukung Aksara takut ada lagi tembakan yang di lepaskan.
" Ayo" Ujar Queen tak keberatan, tangan Queen penuh membawa jajanan yang belum sempat di cobanya.
" Sini, biar gue yang bawa" Ujar Aksara. Menghentikan langkah Queen.
Namun dari jauh mata Aksara menangkap seseorang yang mengarah kan pistol ke arah Queen dengan sengaja.
DOR!
Sebuah Tembakan di lepaskan tepat ke arah Queen.
" Queen! " Teriak Aksara.
" Arghhh " Rintih Aksara. Rupanya Aksara yang terkena tembakannya, saat dia melindungi Queen dari tembakan tersebut.
" Aksa! " Pekik Queen. Yang ada di pelukan Aksara.
" Gue gak papa" Jawab Aksara.
" Queen! " Hormat pengawal bayangan Queen. Berhasil menangkap pakar masalahnya.
" Bawa ke markas! " Perintah Queen dengan tegas.
Darah mulai mengucur dari tangan Aksara.
" Lo berdarah Sa! " Khawatir Queen.
BRUKKK.
Aksara jatuh pingsan. Menambah kepanikan Queen.
" Rumah sakit cepat!! " Perintah Queen pada bawahannya. Queen menuju rumah sakit menggunakan mobil bawahannya karena dia dan Aksara tadi menggunakan motor.
" Sa bangun Sa " Panggil Queen.
" Gue harus telpon bang Gara!" Kata Queen.
Tutttt....
" Iya de? " Sagara mengangkat telpon dari Queen.
" Tenang ya abang kesana sekarang" Ujar Sagara langsung mematikan sambungan temponya.
Mabil yang di bawa bawahan Queen melaju dengan cepat. Hingga tak berselang lama mereka pun sampai, Aksara langsung di bawa masuk UGD untuk di tangani dokter.Queen menunggu di kursi tunggu dengan wajah khawatir bahkan tangannya yang terkena darah Aksara pun di biarkannya begitu saja.
Tap...
Tap...
Terdengar langkah cepat menuju UGD.
" Ade " Sapa Sagara. Tak hanya Sagara yang datang, Kenzo , Rakha dan Jofa pun juga ikut ke sana.
" Abang" Queen langsung masuk kepelukan Sagara.
" Udah Aksa pasti gak papa" Kata Sagara menenangkan Queen.
"Iya ka Queen ka Aksa pasti baik-baik aja" Timpal Jofa.
" Pelakunya dimana? " Tanya Kenzo.
" Di markas bang Ken" Jawab Queen.
" Mending lo Bersih-bersih dulu Queen biar nanti kalo dokternya udah keluar lo bisa langsung liat liat ke adaaa nya Aksa " Saran Rakha, melihat tangan Queen yang masih berlumuran darah.
" Iya ka" Jawab Queen.
Sekitar 30 menit kemudian dokter di sertai beberapa perawat pun keluar dari UGD.
" Gimana keadaannya dok? " Tanya Queen langsung menghampiri dokter.
" Kondisi Sudah lebih baik meski tadi sempat kekurangan darah beruntung stok darah nya masih tersedia, peluru yang ada di bahu pasien juga sudah kami keluarkan. Sebenar lagi pasien bisa di pindahkan ke ruang rawat" Jelas dokter.
" Terimakasih dok" Ucap Sagara.
" Boleh kami menjenguk nya? Tanya Kenzo.
." Boleh saja, kalau gitu kami permisi dulu" Ujar dokter tersebut.
Queen langsung masuk ke UGD. Melihat Aksa yang terbaring lemah di brankar membuat Queen kembali menitikkan air matanya.
" Ade kenapa nangis lagi? " Tanya Sagara.
" Gara-gara Ade Aksa jadi begini bang" Jawab Queen sesegukan.
"Ade gak salah " Kata Sagara.
" Permisi " Ujar beberapa perawat masuk ke UGD
" Pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat" Ujar nya.
" Silahkan " Kata Sagara.
Di ruangan VVIP tempat Aksa di pindahkan. Aksara masih belum sadar, Queen duduk di samping Aksara menemaninya.
" Ade mending pulang dulu" Ujar Kenzo.
" Iya Queen biar kita gantian yang jaga Aksara " Sahut Rakha.
" Enggak bang biar Ade aja yang jaga Aksara, kalian pulang aja " Ujar Queen.
" Ya sudah, abang sama yang lain pulang dulu, nanti abang suruh bawahan abang buat bawakan baju ganti ade" Jawab Sagara.
" Iya bang" Ujar Queen.
" Kalo ada apa -apa kabari kita " Kata Rakha.
" Siap, Hati-hati kalian" Ujar Queen
"Okeh, ka Queen " Sahut Jofa
. Mereka berempat pun pulang, tak lama bawahan Sagara datang membawakan baju ganti Queen.
"Terima Kasih" Ucap Queen. Mengambil paper bag dan langsung menuju kamar mandi.
Saat Queen dikamar mandi Aksa rupanya sadar, tapi kemudian Aksa tertidur lagi.
Sudah mandi dan berganti pakaian Queen kembali duduk di samping Aksa.
" Kok lo belum sadar juga sih" Ujar Queen sedih bahkan air mata sudah berjatuhan.
" Kenapa nangis ? " Tanya Aksa dengan suara lemah.
" Lo udah sadar ? " Kata Queen.
" Iya " Jawab Aksa tersenyum.
Queen langsung memeluk Aksa saking senangnya.
" Aawwww. ....