Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Bergabung



Di kelas 11 Mipa 3.


"Selamat pagi Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari London, kamu silahkan masuk dan perkenalkan diri " Kata bu Sena selalu wali kelas 11 Mipa 3 .


Kemudian Kevin yang jadi murid baru pun masuk kedalam kelas.


" Gue Kevin Demsin Carlson" Ucap Kevin memperkenalkan dirinya Seadanya.


Kelas yang tadinya sunyi kini mendadak ricuh akibat kedatangan murid baru, yang sempat menghebohkan sekolah tadi pagi.


" Sudah " Ucap Kevin pada bu Sena.


" Baiklah tenang semuanya, dan Kevin silahkan kamu duduk di kursi yang kosong " Kata bu Sena. Kursi kosong tepat di belakang Rakha dan Kenzo.


" Lo ngapain bang masuk kelas Mipa? " Tanya Rakha.


" Jadi dokter " Jawab Kevin singkat.


" Alasan ! " Kata Kenzo.


" Cih kulkas ketemu kulkas " Ucap Rakha.


Jam pelajaran pertama pun di mulai setelah guru masuk mengisi pelajaran.


Tringgg.


Tringgg.


Bell istirahat pertama pun telah berbunyi.


" Abang Kev sini" Panggil jofa. Si bayinya Azzura rose.


Inti Alaska, dan inti Azzura rose, serta Maira dan Indah, mereka duduk berkumpul di kantin dengan 2 meja yang di gabung jadi satu sehingga cukup untuk mereka.


" Ka Queen bagi dong " Kata jofa yang duduk. Di samping Kevin. Menatap jajan Queen yang berserakan di meja.


" Ambil saja, pilih-pilih " Kata Queen menganggukkan kepalanya. Tangan Jofa terulur ingin mengambil snack kripik tipis kesukaan nya.


"Bang gue yang itu, itu punya gue" Kata Jofa kesal, karena makanan yang dia inginkan justru di ambil oleh Rakha lebih dulu, sementara Rakha hanya tertawa menjulurkan lidahnya mengejek Jofa.


," ka Queen bang Kev" Adu Jofa ada keduanya, Rakha pun jadi panik, menatap Jofa dengan tajam.


" Bleee " Jofa menjulurkan lidahnya pada Rakha.


," Aka!" Tegur Queen dan Kevin secara bersamaan. Aka panggilan khusus dari mereka untuk Rakha.


Rakha mendengus mendengar teguran dari Queen dan Kevin, ya walaupun hanya sebatas nama nya saja yang di panggil.


" Iya maaf" Kata Rakha. Menunduk takut.


" Jangan di ulangi" Ucap Kevin dingin.


" Makanya ngalah sama si bontot" Tegas Queen pada Rakha.


" Makasih, bang Kev, ka Queen " Senang Jofa, di bela kedua kaka kesayangan nya, Jofa memang sangat manja pada Queen terlebih pada Kevin yang memeng sangat jarang bertemu.


" Nih , maaf ya " Kata Rakha pada Jofa mengembalikan snack.


" Iya Bang " Kata Jofa mengambil kembali snack yang di inginkannya.


" Dimakan" Suruh Kevin mengelus kepala Jofa.


" Jofa imut banget " Kata Maira sedari tadi memperhatikan mereka.


" Pandang gue, gue juga imut " Sahut Ino.


"Hueekkkk" Maira pura -pura muntah setelah mendengar ucapan Ino.


," Lo bukannya imut kalah amit-amit" Ujar Maira terkekeh.


" Hahaha, bener lo Mai" Sahut Bian dengan tawanya.


" Akhirnya gue tau mana bestie mana ta* " Kata Ino.


Siang hari yang cerah bahkan cuaca itu sangat terik, membuat para murid yang baru keluar ingin pulang sontak berteduh di bawah pohon atau bahkan mereka langsung berlari masuk ke dalam mobil.


" Kamu hati-hati pulang ya " Kata Aksa pada Queen. Yang ingin pulang sama Kevin dan Jofa.


" Iya kamu juga" Kata Queen.


" Kabarin aku nanti" Ujar Aksa lagi.


" Iya sayang " Kata Queen.


" Ayo de " Ajak Kevin.


" Bye sayang" Queen masuk kedalam mobil melambaikan tangannya pada Aksa.


" See you" Kata Aksa membalas lambaian Queen.


Mobil sport Kevin pun berjalan lebih dulu di susul Mobil Sagara, Kenzo dan Rakha.


4 Mobil mewah tersebut melaju kencang menuju hutan, tak lama mereka berhenti di depan sebuah Mansion mewah yang di depannya terlihat seperti terbengkalai.


" Welcome to markas " Ujar Rakha pada Kevin yang keluar dari mobilnya.


Sebenarnya Kevin bukan lah inti maupun anggota dari Mafia Azzura rose, karena hampir setiap waktu Sagara dan yang lainnya menawari Kevin untuk bergabung namun Kevin tetap kekeh dengan pendiriannya menolak bergabung.


" Kenapa lo gak gabung aja " Kata Sagara . Kini mereka sudah berkumpul di sebuah ruangan santai di dalam markas.


" Males " Jawab Kevin singkat. Kevin si manusia kulkas 12 pintu tersebut hanya bisa bersikap lembut dan bicara panjang lebar hanya pada Queen dan jofa saja.


" Ayolah bang, abang kan jago banget tuh bela diri, jadi ketua aja sekalian " Rayu Queen. Di angguki oleh yang lain.


" Tidak ade" Tolak Kevin dengan lembut mengusap kepala Queen.


" Kenapa? " Tanya Queen


" Iya bang kenapa? " Timpal Jofa. Menyenderkan kepalanya ke bahu Kevin.


" Ofa ngantuk " Ucap Jofa pelan dengan mata yang mulai tertutup. Kevin mengelus kepala Jofa dengan lembut sambil tersenyum tipis.


Jofa pun semakin terlelap karena elusan dari Kevin.


" Gue naro nih bocah dulu" Kata Kevin, berjalan keluar ruangan menuju kamar Jofa.


Tentu saja Kevin tau dimana letak kamarnya Jofa, bahkan kamar yang pun dia tau, karena Kevin tidak hanya sekali datang ke markas Azzura rose, bahkan sudah beberapa kali, dan dia pun juga punya kamar. Sendiri walaupun dia tak bergabung dalam organisasi tersebut.


Setelah menaruh Jofa di kasurnya nya, menyetel suhu AC dan menyelimuti Jofa, lalu keluar dari kamar dan kembali keruangan santai.


" Bang sini" Ujar Queen menyuruh Kevi duduk di samping nya. Memeluk lengan Kevin dan menyenderkan kepalanya di lengan Kevin.


" Gue berasa kaka tiri " Ujar Sagara iri dengan perlakuan manja Queen pada Kevin.


" Sabar " Ucap Kenzo.


" Padahal lo juga iri kan" Kata Sagara.


" Bang Kev, gabung ya" Ucap Queen mencoba merayu Kevin.


" Alasannya? " Tanya Kevin.


." Abang kan paling kuat bela diri nya , Di antar kita " Kata Queen


" Plis bang ya" Ujar Queen. Hingga pada. Akhirnya Kevin pun menyetujui nya, karena bujukan rayuan dari Queen. Kevin pun tak bisa menolaknya. Dulu dia bisa memakai alasan karena jauh dia tak Ingin jadi beban para inti. Berbeda dengan sekarang dia bisa setiap waktu keluar masuk markas.


" Baiklah, tapi gue gak mau jadi ketua tetap lo saja " Kata Kevin menatap Sagara.


" Tentu, lo udah gabung aja kita udah pada senang " Ucap Sagara tulus.


Cup.


Cup.


" Makasih abang" Ujar Queen mencium kedua pipinya Kevin.


"Enak bener dapat kiss" Kata Rakha iri.


Queen menghampiri Rakha dan


Cup memberikan 1 ciuman di pipi.


" Udah gak perlu iri " Kata Queen.


Rakha menaik turun kan alis nya memandang Kenzo dan Sagara penuh kemenangan karena mereka berdua tidak mendapat kiss dari Queen.


" Cih" Decak Sagara.


Di Aks grup


Aksara uring-uringan karena belum mendapatkan kabar dari Queen, bahkan perkerjaan juga jadi terbelangkai.


" Astaga bos! Kapan ni tumpukan selasai? " Kata lingga yang baru masuk ke dalam ruangan Aksa.


" Diam lingga! " Ucap Aksa dengan tegas.


" Pasti si bos belum dapat kabar dari nona Queen, seperti nya nanti gue harus lembur lagi " Gumam lingga pasrah , berjalan keluar ruangan Aksa