Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
sekolah di Serang



Pelajaran kedua baru saja di mulai dengan Bu Nindy yang mengajar, tiba-tiba terdengar suara keributan dari luar.


" Anjir sekolah di Serang"


"SMA cakrawala"


" Para cowok hadang "


Keributan di luar membuat semua murid dan guru-guru yang sedang di kelas melihat keluar dan bener seperti yang mereka dengar sekolah sedang di serang dan pelaku penyerangan berasal dari sekolah lain entah apa motif Meraka, mereka semua belum tau.


" Untuk anak jangan ada yang keluar kelas " perintah guru.


Namun keadaan semakin buruk beberapa anak yang ahli dalam berkelahi nekat keluar, bahkan Nana juga ikut di ikuti Mahen. Kecuali Anya Sinta dan Fira Nana melarang mereka ikut karena mereka tak bisa bela diri.


"Nay Lo di kelas aja"larang Mahen


" Diam Lo" bentak Nana


Beberapa anak dari ekskul bela diri sudah menghadang para murid SMA cakrawala yang datang menyerang.


" Apa mau kalian!!" Teriak salah satu murid SMA BRATA (SMA Nana)


" Salah satu dari kalian memukuli teman kami " sahut murid SMA cakrawala


" Kalian pasti salah paham" ujarnya.


"Banyak omong" sahut murid SMA cakrawala dengan emosi.


Mereka pun sudah memasuki lingkungan sekolah. Tanpa basa basi langsung menghajar murid SMA BRATA.


Suara pukulan bersahutan. Nana pun sampai di arena perkelahian,Satu Teriak dari Nana membuat mereka semua hampir terdiam.


" Keluar!!!!" Teriak Nana.


Satu persatu pengawal bayang dengan pakaian serba hitam keluar dari persembunyiannya, mereka kira-kira berjumlah sekitar 10 orang.


" Bantu anak-anak ingat jangan sampai mati" perintah Nana


"Baik Queen " ujar mereka serempak.


Sepuluh pengawal bayangan Nana pun ikut bertarung dengan para murid SMA cakrawala yang Nana kira berjumlah 200 orang.


" Siapa mereka?" Tanya Mahen pada diri nya sendiri.


" Kenapa Mereka sang Patuh pada Naya?" Tanya nya lagi.


BUGH


PLAKK


Suara pukulan serta Tamparan di samping Mahen membuyarkan lamunannya.


" Jangan melamun bodoh!!" Umpat Nana kesal untung saja dia sempat melihat seseorang ingin menyeret Mahen dari belakang.


Mahen pun terkejut dengan aksi Nana yang sangat lihat dalam berkelahi. Seketika Lamunan pun berhenti setelah mendengar teriakkan Nana.


" Lawan bodoh!!!!" umpat Nana


BUGH


BUGH


DUGK


KRAKK


Suara pukulan dan hantaman seperti alunan musik sangat menyenangkan pendengaran Nana . Sambil bertarung Nana mengalihkannya Pandangannya lagi ke arah Mahen yang sedang melawan dua orang sekaligus terlihat lihai namun Mahen mulai kewalahan. Ketiganya cukup brutal. Namun Nana melotot kan matanya saat salah satu di antara tiba-tiba mengeluarkan pisau dari dalam seragam nya.


" A**jing main pisau dia " Umpat Nana.


BUGH


KRAKK


Setelah lawannya tumbang Nana pun berlari kearah Mahen.


" Ba**sat Lo banci " umpat Nana dengan tangan yang menahan pisau hampir di tusukkan pada Mahen hingga telapak tangannya mulai mengeluarkan darah.


"Minggir Lo " bentak cowok itu pada Nana yang pisaunya di tahan Nana. namun Nana tak mengindahkan ucapannya.


Orang yang membawa pisau pun mulai geram dan menyerang Nana dengan brutal, namun Nana hanya melawan dengan santai.


BUGH


KRAKK


" Ba**sat akhhhhh"


Umpat kesakitan murid yang membawa pisau, akibat tendangan dan pukulan yang di layangkan Nana pada Nya. Kembali Mahen tercengang dengan aksi heroik Nana yang sudah dua kali menyelamatkannya.


" Mahen di belakang bang**t " umpat Nana di sangat kesal dengan Mahen yang kembali melamun.


Mahen pun langsung memutar tubuhnya ke belakang dan refleks menghindari orang yang ingin memukul nya.


" Masih mau lanjut ?" Tanya Nana yang Melihat para murid SMA cakrawala kewalahan.


" Ini belum selesai" kata salah satu murid SMA cakrawala.


Mereka semua pun pergi dengan banyak luka serta memar di tubuhnya. Begitu pun para murid SMA BRATA namun hanya memar dan tak separah murid SMA cakrawala tentu karna mereka di bantu para pengawal bayangan Nana.


Para pengawal pun sudah hilang atau lebih tepatnya kembali ke persembunyian mereka masing-masing.


"Lo luka Nay" ujar Mahen khawatir melihat tangan Nana yang tadi masih mengeluarkan darah.


" Luka kecil " ujar Nana.


Dengan khawatir Mahen menarik Nana membawa ke UKS , sesampai di UKS yang sudah penuh dengan para murid terlibat perkelahian tadi, Mahen menarik salah satu kursi dan membawa Nana untuk duduk.


Tak lama Anya ,Sinta, dan Fira pun dah ke UKS setelah mendapat kabar penyerangan telah berakhir, Dan para murid yang terlibat di bawa ke UKS, Karna mengalami memar.


" Fir ambilkan kotak P3K " ujar Mahen yang melihat Fira dkk datang ke UKS.


" Ya ampun Nay luka Lo?" Tanya Sinta


" Udah tau pake nanya lagi" jawab Mahen


" Sewot amat Lo" kata Fira


" Nih " ucap Fira sambil menyerahkan kotak obat dan mahen pun menerima nya.


Mahen pun mengobati tangan Nana dengan telaten.


" Lo kenapa jadi sampai luka gini Nay." Tanya Sinta


" Nih nolongin bocah" kata Nana.


" Gue bukan bocah kalo Nay"bantah Mahen tak terima.


" Ya emang Lo nih ngerepotin orang aja bisanya hen" kata Fira


" Engga juga kali, cuma waktu itu gue terpana melihat ayang Naya begitu hebat melawan " jelas Mahen


" Kumat lagi bukannya udah move on" kata Sinta


" Tunda dulu " Kata Mahen


" Emang Lo bisa bela diri Nay?" Tanya Sinta


" Lumayan" jawab Nana.


" Merendahkan diri Lo" kata Fira .


Kini di UKS hanya tinggal Nana dkk dan Mahen Karna murid lainnya sudah keluar setelah mereka selesai di obati.


BRAKKKK.


Pintu UKS di dorong kasar sehingga mengagetkan mereka yang di dalamnya.Seoranh laki-laki masuk dengan pakai formal mungkin saja dia baru dari kantor .


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Cakra khawatir Melihat luka di telapak tangan Nana , ya dialah Cakra kekasih Nana, saat dia sedang meeting di kantor mendapat kabar dari bawahannya bahwa Nana terluka akibat ada penyerangan di sekolah nya.


Tanpa basa basa-basi dia langsung meninggalkan ruang rapat yang membuat para dewan direksi tercengang di buatnya, bisa-bisa seorang Cakra yang kompeten meninggalkan ruang rapat tanpa ke jelasan setelah mendapat telpon dari seseorang, seperti nya tak mungkin.


Dan rapat pun di gantikan dengan Tio yang memimpin. Setelah kepergian Cakra .


" Aku gak papa ko ka" jawab Nana dengan senyuman.


Mahen, Fira , Anya dan Sinta pun sontak terkejut. Melihat kedatangan Cakra.


" Dia siapa Nay?" Tanya Sinta.


" Kenalin gaesss dia ka cakra pacar gue " jawab Nana. Memeluk tangan cakra


" Omooooo" ujar Sinta menutup mulutnya terkejut.


" Ya ampun lebay banget " kata Sinta


" Pantesan Lo gak mau sama Mahen eh pacarnya perfek gini" kata fira menatap ejek Mahen.


Sementara Mahen hanya menatap Fira dengan mata melotot .


"Ka cakra ada teman jomblo gitu serta tampan buat di kenalin sama Fira " kata Fira


" Anjir siapa sih yang mau kaya Mak Lampir gitu" sahur Mahen


" Cih ya banyak lh , gue cantik gini mana mungkin ada yang nolak " jawab Fira


" Heh seperti nya ke PDan Lo udah tingkat dewa " ujar Mahen menatap malas Fira


"Heh sial*an Lo bla bla............ " Ujar Fira


"Mulai lagi" kata Sinta.


Sementara Anya , Cakra dan Nana hanya menjadi penonton perdebatan Mereka.


" Ka Cakra jangan lupa PJ " kata Sinta