Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
kabar duka



Kini Nana sedang rebahan di kasurnya, setelah siang tadi puas bermain di. Kampung nya Nia.


Diapun mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat. Dering HP menyadarkan nya.


" Halo bang" Kata Nana mengangkat telpon dari. Dazian.


" Alex de " Lirih daz


" Kenapa bang alex " Panik Nana


" Alex meninggal de dia di bunuh" Jelas Dazian.


" Gak mungkin" Ujar Nana tak. Percaya.


" Datang lah ke mansion abang, abang udah nyuruh cakra buat jemput yaya" Kata Daz


Hp yang di genggaman Nana pun terlepas dari tangan nya. Nana langsung terkulai lemah di lantai dengan isak tangis.


" Abang Alex hikssss" Tangis Nana terpukul. Hingga dia pun jatuh pingsan saking syok nya.


" Cakra yang sudah sampai di kediaman fernandez langsung masuk karna di sangat khawatir pada Nana, Nana pasti sangat terpukul setelah mendengarkan berita kematian Alex ' pikirnya.


Dia sangat tau seberapa dekat Nana dengan abang-abangnya itu bahkan cakra pun sering di buatnya cemburu dengan kedekatan mereka.


" Nana di kamar kan bi? " Tanya cakra pada bi surti yang berselisih dengannya.


" Iya den belum keluar dari tadi " Kata bibi yang membuat cakra semakin khawatir. Cakra pun langsung berlari menuju kamar Nana. Untung saja kamar tak di kunci dia pun langsung masuk. Berapa terkejut nya cakra, saat melihat Nana sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri dengan air mata yang belum kering.


" Sayang " Panggil cakra langsung mengangkat tubuh Nana ke atas kasur.


" Bi bibi!!!!! " Teriak cakra memanggil bu surti. Bi surti pun datang.


" Astaga non Naya " Ujar bibi terkejut.


" Telpon dokter bi" Suruh cakra, bi surti pun lekas menelpon dokter.


Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa Nana.


" Gimana dok? " Tanya cakra khawatir.


" Pasien mengalami syok berat sehingga mengakibatkan dia pingsan untuk obat saya taruh di meja" Jelas dokter.


" Terimakasih dok" Kata cakra. Dan dokter pun pamit pergi di antar bibi.


" Sayang bangun" Ujar cakra.


Tak lama Nana pun kembali membuka matanya, dan kembali menangis.


" Hikssss ka cak abang Alex hikssss" Tangis Nana


" Menangis lah sayang jika itu membuat mu lebih baik" Ujar cakra seraya memeluk Nana.


" Antar Nana ke mansion bang Daz" Ujar Nana.


Cakra pun langsung mengiyakan ucapan Nana.


Mobil yang di kendarai cakra pun sampai di mansion Daz.


Dengan lemah Nana di papah cakra menuju jenazah Alex di ruang tengah.


Isak tangis terdengar dari para mafioso bahkan jo dan Daz juga menangis.


" Abang" Lirih Nana yang sudah di samping jenazah Alex.


" Yang kuat Nana kan kuat " Ujar Daz menguatkan Nana.


" Hikssss abang kenapa ninggalin Nana" Tangis Nana pecah.


Satu lagi orang tersayang pergi meninggalkan nya.


" Abang bangun " Suruh Nana pada jenazah Alex.


" Hikssss abang " Tangis Nana.


Daz juga sangat kehilangan Alex yang sudah dia anggap sodaranya sendiri, Alex adalah seorang yatim piatu yang di temukan ayahnya Daz , dan beliau juga lah yang merawat Alex hingga menjadi sekarang .


" Kenapa jadi begini bang? " Tanya Nana di sela tangisnya.


" Nanti abang beritahu" Kata Daz


" Sekarang mari kita antar Alex ke peristiratan terakhirnya.


Tak banyak yang mengantar Alex hanya beberapa mafioso, jo,Dazian dengan istrinya, Dion serta kedua orang tua cakra yang sebelumnya sudah di telpon cakra.


" Nana yang paling terpukul bun" Ujar Arga melihat betapa hancurnya Nana di tinggal salah satu orang tersayang nya.


Dengan lemah di papah cakra Nana mendekati gundukan tanah dan menabur kan bunga di atasnya.


" Nana yang ikhlas abang Alex pasti sedih liat Nana begini " Kata Dion.


" Iya yah" Jawab Nana.


Pemakaman Alex pun selesai , orang tua cakra serta Dion pulang ke mansion mereka, dan para mafioso kembali ke markas sedangkan Nana Jo serta cakra masih berkumpul di rumah Daz.


" Jadi kenapa bang Alex bisa meninggal ? " Tanya Nana.


" Abang sama yang lain lagi menyelidiki nya de" Jawab dazian


" Kemarin Alex sempat pamit katanya ada yang mau di temuin ya kita iya-iya aja" Jelas jo


" Terus? " Tanya Nana.


" Sampai tadi malam Alex masih gak Ada kabar bahkan di telpon juga gak di angkat , ya kita langsung khawatir, karna gak Biasa Alex kaya gitu, lalu abang coba cari dengan alat pelacak yang di kalung nya, hingga abang menemukan lokasi nya jauh di dalam hutan, kami pun berangkat kesana dengan di temani beberapa mafioso siapa tau bertemu musuh, tapi bukan musuh yang kami temui malah Alex yang sudah yak bernyawa. " Ujar jo sambil menghapus air matanya yang kembali menetes .


" Harusnya abang temani Alex semalam saat mau pergi" Kata jo menyalahkan dirinya sendiri.


" Udah bang ini bukan salah abang hiksss " Ujar Nana kembali menangis.


" Maafkan abang Yaya" Kata jo.


" Abang gak salah, gak perlu minta maaf sama yaya " Jawab Nana.


" Terus penyidikan nya gimana bang udah ada titik terang? " Tanya Nana.


" Tempat kejadian bersih de gak ada satupun petunjuk tertinggal " Jawab Daz.


" Seperti nya lawan kita tidak mudah " Ujar Nana.


"Maka dari itu perhatikan keselamatan diri sendiri" Ujar Nana lagi.


" Ya udah bang Nana pulang dulu sam Ka cak" Ujar Nana.


" Kita pulang dulu bro" Pamit cakra.


" Kalian hati-hati" Kata Dazian.


" De tunggu " Tahan jo. Nana oun berhenti tak jadi pergi. Tak lama jo datang dengan 2 pistol di tangannya.


Tak.


Jo melemparkan dua pistol ke arah Nana.


" Untuk berjaga, Yaya pasti lupa bawa senjata " Jelasnya.


" Iya bang saking panik dan syok yaya sampai melupakan senjata" Ujar Nana.


" Ya udah kita pulang dulu bang " Pamit Nana. Setelah berpamitan mereka berdua pun keluar dan meninggalkan kediaman Dazian.


Cakra melihat kesamping wajah sendu sedih Nana dapat di lihatnya.


" Udah jangan dipikirin sayang " Ujar cakra sambil mengelus rambut Nana dengan lembut.


" Nana bingung aja ka " Jawab Nana.


" Gak papa sayang " Kata cakra. Namun Nana hanya diam tak menjawab lagi, dia sangat lelah , banyak pikiran menumpuk baru saja satu masalah terselesaikan datang lah masalah baru lagi.


"Aku sangat lelah bisakah aku menghilang sebentar saja" Gumamnya.


" Kamu bilang apa sayang? " Tanya cakra yang tak terlalu mendengar ucapan Nana.


" Gak ada sayang" Jawab Nana.


" Kirain " Ujar cakra.


" Tunggu sebentar ya sayang " Kata cakra. Yang sudah menepi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia pun keluar . Tak lama cakra pun datang dia seperti membeli sesuatu di tangan nya.


" Nih sayang " Ujar nya menyerahkan se kotak pisang keju.


"Terimakasih ka cak" Kata Nana.


" Dimakan sayang kamu belum makan sedari tadi" Suruh cakra.


Sepanjang perjalanan menuju mansion Nana menikmati pisang keju pemberian cakra sesekali menyuapkan pisang kejunya ke mulut cakra.