
Alea pun merasa terhibur dengan perdebatan kaka adik.
"Tapi selamat ya ka Alea bentar lagi punya bayi trus Nana jadi aunty ka cak jadi uncle" Ucap Nana.
" Iya de, Sama-sama " Sahut Dazian.
" Ih ko bang Daz nyaut bang Daz hari ini ko ngeselin banget sih" Ujar Nana, heran.
" Suka- suka abang dong Alea kan istri abang" Ujar Dazian.
" Sumpah gak. Nyambung banget " Kesal Nana. Tak menanggapi ucapan Dazian lagi dia beralih ke Alea.
" Pokoknya ka Alea jangan kemana-mana di rumah aja, Nana gak mau ka Alea kenapa-napa lagi" Ucap Nana memeluk Alea.
" Ih jangan peluk-peluk istri abang de" Larang Dazian.
" Sumpah ya bang Daz aneh " Sindir Nana dengan jelas.
" Mungkin efek kaka hamil de" Ujar Alea.
" Mungkin sih" Ujar Nana. Menatap Dazian. Yang merasa tersaingi.
" Ya udah Nana pulang dulu ya ka Alea kasian pawang kaka udah kembang kempis tuh hidungnya" Ujar Nana.
" Dan tadi Nana ada titip sama bi Lala oleh-oleh buat ka Alea " Kata Nana, alea pun mengangguk.
" Buat abang mana? " Sahut Dazian .
Dazian pun merasa aneh cuma Nana memeluk Alea saja dia gak Terima. Ya mungkin benar ka Alea efek hamilny Alea nular sama Dazian' pikir Daz.
" Nana pulang " Pamit Nana.
" Oleh-oleh buat abang de? " Tanya Daz .
" Ya ampun abang cerewet banget" Kesal Nana. sambil berjalan keluar dari ruangan Alea.
" Lapar yank" Keluh Nana saat sudah di dalam mobil.
"Nanti kita mampir di restoran ya sayang" Ujar Cakra.
" Gak usah sayang kita langsung pulang aja" Kata Nana.
Cakra pun mengangguk mengiyakan lalu melajukan mobilnya pulang ke mansion.
Saat ini di mansion Cakra terdapat maid baru. Seorang wanita cantik berumur 21 tahun. Santi namanya , Berharap jadi nyonya kaya raya. Dengan jadi maid di berharap bisa menggait pengusaha. Jadi simpanan pun tak apa katanya.
" Jadi mulai hari ini kamu akan jadi maid di mansion ini untuk tugas harian bisa tanya pada maid yang lain " Jelas bi mira
"Gak salah aku lamar kerja disini walaupun jadi pelayan siapa tau nanti jadi nyonya disini" Batin
" Baik.... "
" Panggil saya bi mira " Sahur bi mira.
" Baik bi mira" Kata santi
Tak lama mobil Cakra pun sampai di mansion nya.
" Sayang aku duluan ya ke atas mau bersih-bersih dulu baru makan " Kata Nana.
" Oke sayang" Ucap Cakra.
Nana pun keluar dan menuju kamar nya lebih dulu meninggalkan Cakra yang terduduk di sofa dengan telpon di telinganya. Ya saat ini Tio yang sedang menelponnya mungkin urusan kantor.
Nana pun berpapasan dengan salah satu pelayan pribadinya bernama Gina.
" Gin bilang bi mira bikini aku capcay ya" Kata Nana.
" Baik nyonya" Ucap Gina
" Terimakasih Gina " Ujar Nana. Setelah itu dia lanjut ke kamar.
Gina pun berbalik menuju dapur menyampaikan pesanan nyonya.
" Beruntung aku punya majikan yang sangat ramah dan baik" Batin Gina.
" Bi tadi nyonya berpesan minta buatkan capcay " .
" Baik " Ucap bi mira.
" Sinta kamu bisa buat capcay? " Tanya bi mira.
" Saya bisa Hi" Jawabnya.
" Bagus tolong buat kan capcay lengkap bahannya ada di dalam kulkas" Perintah bi mira pada Sinta.
Dengan cepat Sinta langsung menyiapkan bahan untuk membuat capcay. 15 menit kemudian. Capcay dengan kombinasi lengkap pun siap di hidangkan di meja makan.
"Makan siang sudah siap bi? " Tanya Cakra pada bi mira.
" Sudah tuan tinggal menata ke meja makan saja lagi" Jawab bi mira.
"Terimakasih bi" Ucap Cakra dengan ramah.
" letakkan semua nya di meja makan " Suruh bi mira pada Sinta dan maid yang lain.
Sinta pun membeku melihat berapa tampan gagahnya majikannya.
Di sudah sempat berpikir majikannya iyalah orang tua gendut. Tapi ternyata dia salah setelah bertemu dengan Cakra.
" Ada apa dengan mu" Bisik maid lain.
" Eh gak ada" Sahut Sinta tersadar.
Cakra pun berjalan melewati meja makan. Dengan jelas Sinta menatap Cakra.
" Ada apa? " Tanya maid lain.
" Jadi itu majikan kita? " Tanya Sinta.
"Ya di tuan Cakra, apa kamu menyukainya? " Tanyanya.
" Seperti nya iya" Jawab Sinta.
" Jangan terlalu berharap lebih tuan Cakra itu sudah mempunyai istri dan sangat mencintai istri nya" Jelas maid lain.
" Kita lihat saja nanti tuan Cakra pasti akan bertekuk lutut padaku" Gumam Sinta.
Kini Cakra sudah tiba di dalam kamarnya.
" Aduh cantik nya istriku" Ujar Cakra memeluk Nana yang tengah duduk di meja rias dari belakang.
Setelah bersih-bersih Nana pun berpakaian tadi dengan memakai dress putih motif bunga selutut dengan kerah Sabrina.
" Aku memang cantik " Kata Nana.
" Ayo kita makan siang" Ajak Cakra.
" Kamu ganti baju dulu " Suruh Nana.
" Iya kesayangan ku" Ujar Cakra mencubit gemas pipi Nana.
Cakra pun menganti kemeja nya dengan kaos hitam polos dan celana jeans panjang, rambut nya pun di biar kan acak-acakan namun malah menambah ketampanan nya.
" Ayo sayang " Ajak Cakra setelah mengganti pakaian.
Cakra dan Nana pun menuju meja makan.
Mereka duduk dengan berdampingan.
" Si**an istri tuan Cakra beneran sangat cantik , tapi aku takkan menyerah begitu saja" Batin Sinta.
" Aku harus cari cara, ayo Sinta berpikir " Batin nya lagi.
Mata Sinta terbuka menjadi tajam " Aku harus bisa menarik perhatian tuan Cakra, aku harus lebih perhatian dari pada istri nya agar tuan Cakra bisa berpaling padaku" Batinnya lagi.
(Terus halu terus Sinta, teruskan kehaluanmu untuk mendapatkan Cakra ) .
Saat Nana ingin mengambil piring Cakra untuk mengambilkan makanan nya.
Sinta dengan dengan berani mengambil piring Cakra lebih dulu berniat cari perhatian dengan mengambilkan nasi sang majikan.
" Apa yang kamu lakukan! " Marah Gina yang berdiri si samping Nana.
" Gin" Tahan Nana dengan lembut
Gina pun langsung diam mendengar ucapan Nana.
Dan Cakra pun menatap tajam ke arah Sinta.
Sinta yang di tatap Cakra merasa senang dia kira Cakra sedang tertarik pada nya. Padahal. Sebaliknya Cakra sangat marah pada maid barunya. Ya di tau sinta maid baru karena tadi bi mira melapor padanya. Andai saja Nana tidak menahan Cakra, dengan memegang tangannya. Mungkin dia sudah meledak karena kelancangan maid baru ini.
Cakra memang Nana, Nana pun tersenyum dan sedikit berkata' tenanglah' .
Kalian semua taukan Cakra takkan pernah mau dengan wanita lain begitu saat di layani makan jika Nana tak bisa mengambilkan makanan di bisa sendiri mengambilnya dari pada di ambilkan para maid. Dan semua pun tau begitu juga Sinta. Namun tak di lakukan nya.
Karena dia sungguh berniat menarik perhatian Cakra nya.
" Pergilah saya bisa melayani suami saya sendiri ! " Perintah Nana dengan tatapan tajam.
" Tapi... "
" Apa kau tak tau peraturan nya disini ! " Tekan Nana sekali lagi. Santi pun menjauh dari makan dengan kesel.
" Tolong Gina ganti piring nya " Suruh Nana pada Gina untuk mengganti piring cakra yang tadi di sentuh oleh santi.
" Aku akan memecat nya " Ujar Cakra dengan emosi.
" Tenang sayang, seperti nya dia menyukaimu' ucap Nana.
" Aku takkan suka dengan ja**ng seperti dia" Ujar Cakra.
"Jangan pecat, tunggu apa yang di lakukan, mungkin nanti dia bisa jadi mainanku " Kata Nana.
" Baiklah sayang lakukan sesukamu " Ujar Cakra.
Mungkin bagi yang tidak tau arti mainan adalah permainan biasa, tapi tidak bagi yang tau. Mainan yang di maksud adalah penyiksaan.