
Sudah hampir 1 Minggu Nana di rawat. Natan bolak balik dari sekolah ke hospital mendatangi Nana tersayang nya,yang sedang di jaga Alex dan Daz secara bergantian .Selama hampir 1 Minggu pula Nana mendekam di kamar rawatnya tanpa keluar kamar sedikit pun.
" Abang!!!...... Yaya boring you know, pengen menghirup udara segar!!!!!" Teriak Nana menatap sang Abang yang sedang duduk di sofa tengah bergelut dengan laptop nya memeriksa beberapa laporan dari perusahannya.
Ya Dazian seorang tuan muda miliuner pengusaha sukses, Sekaligus ketua mafia di bawah Nana, setelah kematian kedua orang tuanya.
Dazian yang mendengar teriakan Nana pun menghentikan kegiatan nya. Lalu menoleh pada sang adik.
" 1 hari lagi Yaya dengerin apa kata dokter , setelah itu kamu bisa keluar" ucap Daz
Ceklek....
Pintu kamar Nana terbuka Natan pun masuk kedalam nya . Menghampiri Nana dan langsung memeluknya.
" Ah , Natan kenapa tidak pulang dulu?" Kata Nana yang melihat seragam sekolah yang masih di pakai Natan.
" Maaf ay , aku kangen banget sama kamu" jawab Natan mempererat pelukannya.
" Eheemm.." Deheman keras mengusik pendengaran Natan, Natan pun langsung melepaskan pelukan nya pada Nana sambil menoleh ke sumber suara..
"Maaf bang Natan gak liat" ucap Natan pada Daz yang tengah duduk di sofa .
Nana yang melihatnya pun terkekeh .
Sementara di tempat lain tepat nya di kediaman Fernandez. Dion Ayah Nana uring uringan, mendapati sudah seminggu Nana tidak balik ke rumah padahal dia tidak serius dengan ucapan mengusir Nana tempor hari.
" Kamu kemana sih Nay" lirih Dion.
"Apaan sih ayah , sudah bagus juga dia gak pulang" batin Sasa yang mendengar ucapan Dion .
Sasa pun mendekati Dion
" Sudah ayah gak perlu mikirin ka Naya " ucap Sasa.
"Lebih baik ayah pikirin kesehatan ayah, kalo ayah sakit nanti Sasa jadi sedih" ucap Sasa lagi.
" Benar mas apa kata Sasa " ucap Dina membenarkan ucapan Sasa.
Hari Senin ini Nana sudah di perbolehkan pulang kerumah bahkan luka tembakan di perut Nana pun menunjukan perubahan yang sangat baik, walaupun Nana masih merasa perih.
Abang Dazian dan Alex pun datang menjemput Nana di hospital. Mommy Yuri dan Daddy Devan pun ikut menjumput Nana, yang mereka kira Nana akan pulang ke mansion Zen .
" Sudah siap pulang?" Tanya Daz
" Sudah bang" ucap Nana semangat 45
" Naya pulang ke mansion Tante kan?" Tanya Yuri
" Gak Tan , Nana pulang ke rumah Abang Nana!!" Jawab Nana
" Kenapa nay?" Tanya Natan
" Untuk sementara aku lagi pengen sama Abang Nat. Maaf ya ,nanti aku kabarin kamu " jawab Nana melirik Natan yang menatapnya sedih .
" Ya sudah , Kita pulang sekarang" ucap Daddy Devan
Mereka pun berjalan keluar dari hospital, dengan Natan yang membantu Nana berjalan, padahal Nana sudah sehat sekali tapi mau gimana lagi Nana menolak Natan yang sangat bersikeras, sesampainya nya mereka di parkiran, natan membantu Nana masuk ke mobil Dazian, sementara Natan pulang saru mobil dengan kedua orang tuanya.
Mobil pun melaju dengan Alex yang jadi supirnya. Sementara Dazian menemani Nana di belakang, Nana pun menyenderkan kepala ke bahu sang Abang.
" Anak buah Fred Alen yang menyerang ku bang dia dalangnya " Nana membuka suara
" Abang tahu! " Jawab Daz singkat
" Kami sudah menyelidiki nya kemarin" ucap Alex
" Sih mereka takkan sanggup membunuh ku bang!!! Aku takkan mati sebelum membalas mereka " ucap Nana berapi api
" Iya iya kita bakal bunuh mereka semua nanti " kata Daz sambil memeluk sang adik. Tak berapa lama terdengar dengkuran halus menandakan sang empunya tertidur.
" Daz apa kita perlu memusnahkan tikus tikus itu? ,mereka sangat membahayakan Yaya" Tanya Alex .
" Kau tak perlu khawatir, lihat dan tunggu saja aba aba dari Yaya dia ingin dia sendiri yang menghabisi Meraka" jawab Dazian
Alex pun keluar lebih dulu membukakan pintu mobil belakang, Daz yang tak tega membangunkan Nana pun langsung menggendong nya masuk dalam mansion.
" Tuan " sapa para maid yang berpapasan dengan Daz .
Daz pun hanya mengangguk, mamasuki Lift
Ting...
Pintu lift pun terbuka, Alex dan Daz yang menggendong Nana pun melangkah ke luar lift . Alex membuka sebuah kamar Daz pun langsung masuk dan membaringkan sang adik. Lalu menyelimuti nya, tak ingin menggangu Nana mereka berdua pun langsung keluar.
" Kau sudah menerima kabar dari Jo?" Tanya Daz pada Alex
" Sudah mungkin Lusa , dia akan kemari" jawab Alex
Jo panjang nya Jonathan salah satu Abang angkat Nana juga gaess yang sedang berada di luar negeri yang sedang menyelesaikan beberapa urusan.
Natan berserta kedua orang tua sudah sampai di mansion mereka sedari tadi namun Natan mondar mandir meresa gelisah Karna tidak ada kabar dari Nana.
" Apa sih El dari tadi gak bisa diam?" Tanya Yuri
" Naya belum beri El kabar mom" ucap Natan
" Mungkin dia istirahat sayang" ucap sang mommy
" Iya ya mom" kata Natan .
" Y sudah mom El ke kamar dulu" pamit Natan melangkah menuju kamarnya.
Hooamm ...
Nana mencoba membuka matanya mengedarkan pandangan .
" Seperti nya aku tidur lama" ucap Nana ya dia tau dia sudah sampai di mansion Daz , dan kamar ini pun sudah sering dia tempati jadi dia tak merasa heran lagi.
Nana bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah selesai dia pun keluar kamarnya.
" Mana Abang Daz ?" Tanya Nana pada salah satu maid yang di jumpainya.
" Tuan Dazian mungkin di ruang kerjanya Nona" jawab maid yang di tanyai Nana
Nana pun melangkah menuju ruang kerja abangnya itu, tak ada larangan bagi Daz untuk Nana Karna dia sudah menganggap Nana adiknya sendiri.
Ceklek.... Pintu terbuka Nana langsung masuk. Alex dan Dazian yang di dalam pun menoleh siapa yang membuka pintu.
" Yaya kenapa " ucap Alex melangkah menghampiri Nana.
" Abang Nana laper" ucap Nana
Dazian serta Alex pun langsung membawa Nana turun menuju meja makan , dan Daz dia memberi kode pada maid untuk menyiapkan makanan. Tak berselang lama makan pun tersaji di meja makan.
Dengan lahap Nana lngsung memakan makanan itu, Karna beberapa hari terakhir dia sungguh sangat bosan dan muak memakan bubur setiap harinya.
" Pelan-pelan, gak ada yang ngambil ko" ucap Daz pada Nana
Alex yang melihat Nana pun terkekeh.
" Berapa tahun gak makan ?" Ucap Alex sambil tertawa.
" Ih Abang... Gak selera jadinya" ucap Nana setelah menghabiskan beberapa piring nasi.
" Apaan gak selera habis berapa piring" gumam Alex yang masih bisa di dengar Daz dan Nana.
" Nana perlu nutrisi bang buat balas dendam" ucap Nana lagi.
Alex dan dan juga selesai dengan makan nya.
" Daz gua balik markas ya " kata Alex
" Oke gua bakalan jagain Yaya" kata Daz
Alex pun melangkah pergi keluar rumah Daz.