
" Queen sayangnya Aksa " Panggil Aksa dengan suara serak.
" Iya sayang" Jawab Queen.
" Kamu sakit leukimia " Ujar Aksa
Deg.
Jantung Queen berdetak kencang, Queen pun terkekeh kecil.
" Gak mungkin sayang, jangan becanda ah aku beneran gak papa" Ujar Queen.
" Dokter yang bilang sendiri , kanker kamu udah stadium akhir" Jelas Aksa.
" Harusnya kamu bilang dari dulu sama aku kalau kamu merasa sakit, bukan simpan sendiri" Kata Aksa pelan.
Nafas Queen tercekat, dia netap Aksa dengan tatapan sulit.
" Apa kata dokter? " Tanya Queen pada Aksa santai, namun dalam hatinya Queen merasa sangat ketakutan.
Ini memang salah Queen harusnya dia memeriksakan penyakit nya dari dulu bukan nya abai, Queen pikir dia dia mungkin cuma kelelahan saja.
" Kata dokter umur kamu sisa 6 bulan lagi" Jelas Aksa terisak di pelukan Queen tak tega.
"Oh" Queen mengangguk, dia berusaha biasa saja , dan tegar di depan Aksa walaupun sebenarnya dia sangat hancur dan terpukul.
" Udah aku gak papa, mungkin ini udah jalannya " Kata Queen menenangkan Aksa.
" Aku mau pulang sayang " Ujar Queen.
" Gak gak boleh kamu harus di rawat sayang" Larang Aksa tegas.
" Percuma kalau akhirnya aku juga bakalan mati! " Ucap Queen santai.
Aksa memejamkan matanya sesak air mata kembali mengalir, kenapa kuga Queen harus membicarakan soal kematian.
" Ya udah aku pulang sendiri " Kekeuh Queen.
" Oke kita pulang" Pasrah Aksa.
" Jangan bilang sama yang lain ya" Mohon Queen pada Aksa. Dan Aksa mengangguk pelan.
.sesampainya di mansion setelah Aksa pamit, Queen masuk kedalam kamar dan langsung menumpahkan tangis yang sedari tadi di tahannya.
" Gak papa Queen tenang, di sana lo juha bakal ketemu sama mommy yang sangat lo kangenin " Katanya Queen pada dirinya sendiri.
Ting pesan dari Aksa masuk
" Jangan lupa di minum obatnya sayang, kalo ada apa-apa kabari aku' pesan Aksa.
' siap bos ' balas Queen.
Setelah makan malam Queen kembali ke kamar nya untuk meminum obatnya. Betapa terkejut nya Queen saat dia ingin meminum obatnya, pintu kamar nyad di buka seseorang.
" De" Panggil Sagara.
" Astagafirullah " Kaget Queen, refleks menggenggam obat di tangannya.
"Lo sakit de? " Tanya Sagara melihat botol obat di atas meja Queen, sialnya yang belum sempat Queen sembunyikan.
" Enggak bang, itu cuma vitamin" Jawab Queen.
" Oh " Kata Sagara mengiyakan, tanpa Queen ketahui Sagara menghapal nama obat yang ada di meja Queen tersebut. Sagara bukan orang yang polos apalagi bodoh dalam hal tersebut.
" Jadi kenapa bang kemari? " Tanya Queen.
" Gak ada abang cuma matiin ade gak kenapa-napa " Jawab Sagara.
" Abang keluar"ujar Sagara.
" Huh!, untung aja abang percaya, maafin Queen yang bohong ya bang, Queen cuma gak mau kalian sedih " Lirih Queen.
Di kamar Sagara mengubungi salah satu teman nya yang bergelar dokter dia menanyakan perihal obat yang di konsumsi Queen. Tak berselang lama Sagara pun mendapatkan balasan dari temannya, yang menjelaskan bahwa itu adalah obat penahan sakit, yang di khusus untuk penderitaan kanker.
Setelah membaca pesan tersebut tangan Sagara seolah lemah ponsel di tangannya pun terjatuh ke lantai.
" Kenapa sayang? " Tanya Raisya.
" Queen " Ujar Sagara berusaha menahan air matanya.
" Queen kenapa? " Tanya Raisya lagi.
"Akan Kutanyakam nanti" Batin Sagara.
Pagi-pagi sekali Aksa sudah ada di mansion Cakra untuk menjemput Queen.
" Pagi sayang " Sapa Aksa melihat Queen yang baru keluar dari dalam lift.
" Pagi juga " Jawab Queen
" Ayo Sa sarapan bareng" Ajak Cakra.
"Iya om" Jawab Aksa.
" Masih om aja lo panggilan daddy dong kan udah mau calon bini" Goda Sagara.
" Iya Sa panggil aja daddy " Sahut Cakra.
" Iya dad" Kata Aksa.
" Kamu makan apa? " Tanya Queen melayani Aksa di meja makan selayak istri.
." Apa aja " Jawab Aksa.
Queen pun mengambil kan nasi goreng dengan tambahan telur ceplok di atasnya.
" Makasih sayang " Kata Aksa.
Cakra tersenyum senang melihat kedua anaknya bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Acara sarapan mereka pun semakin terasa hangat.
" Kami berangkat dad" Pamit Queen serta Aksa menyalami Cakra. Di susul Sagara dan Raisya.
"Iya kalian hati-hati" Ingati Cakra.
Di perempat Queen dan Aksa berhenti karena lampu merah, namun hal tak terduga terjadi. Dari kejauhan sebuah truk kontainer melaju kencang. Hingga tabrakan di lampu merah pun tak terhindarkan beberapa mobil dan motor tertabrak truk tersebut termasuk Aksa dan Queen menjadi korban nya. Aksa yang posisi mobilnya diapit beberapa mobil tak bisa menghindar, berbeda dengan Sagara yang sempat melakukan mobilnya beepindah kejalan lain, hingga Sagara dan Raisya pun bisa selamat.
Raisya yang di dalam mobil berteriak histeris melihat mobil Queen dan Aksa tumpangi ikut tertabrak. Walaupun tak separah mobil di depanya tapi tetap saja itu melukai Queen dan Aksa.
Saat ini Queen berada di ruang ICU dna dinyatakan koma, karena lukanya lebih parah dari pada Aksa
Aksa yang berada di UGD sudah sadar dari tadi Aksa cuma mengalami bantuan di kepala. Para orang tua sudah menyuruh Aksa untuk pindah ke ruang perawatan tapi Aksa kekeuh untuk menunggu Queen di didepan ruang ICU. Tanpa menghiraukan kepalanya yang yang terasa sakit.
"Sa balik ke ruang lo" Suruh Sagara.
" Gak" Ucap Aksa dingin. Mengusap mukanya merasa sangat bersalah
" Maafin aku sayang aku gagal jagain kamu" Ucap Aksa .
Rakha menepuk punggung sahabat nya tersebut menguatkan Rakha juga merasa sangat saat mendengar Queen mengalami kecelakaan.
" Bukan salah lo bang " Ujar Rakha.
Tiba-tiba seorang dokter menghampiri mereka.
"Orang tua nona Queen" Panggil dokter tersebut.
" Saya daddynya dok " Sahut Cakra. Dokter pun mengajak Cakra keruangan nya. Setelah di persilahkan duduk.
"Bagaimana keadaan anak saya dok? " Tanya Cakra to the point.
Dokter bernama Raditya pun menghela nafas berat.
" Kondisinya semakin menurun mungkin karena penyakit kanker sudah Stadium akhir, awalnya saya juga terkejut karena pasien menghidap kanker darah" Jawab dote Raditya.
Deg!.
" Kan-ker? " Ucap Cakra berbata.
Dokter Raditya pun menyerit heran.
" Apa pak Cakra tak tau? "
" Saya tidak tau kalau Queen... Dia tka pernah cerita " Jawab Cakra pelan, nafasnya tercekat.
" Kankernya sudah stadium akhir, apa Nona Queen tak pernah mengeluh sakit selama ini? " Tanya dokter Raditya.
Cakra menggeleng syok," Apa masih bisa di sembuhkan dok? " Tanya Cakra.
"Untuk sembuh kecil kemungkinan, tapi bisa melakukan kemoterapi walaupun tingkat keberhasilan 50/50. Untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker nya " Jelas dokter Raditya.
Cakra sangat takut, jik nanti Queen menyerah pada penyakit nya,andai saja Cakra tau lebih awal mungkin Takkan separah ini.