
Sean masuk ke mansion Cakra dengan perasaan gembira.
"Nih pesanan lo!" Kata Sean menenteng plastik berisi telur gulung.
" Thanks, tapi Nana udah tidur lagi " Jawab Cakra ya jelas tidur ini sudah malam bahkan sudah pukul 11 .
" Sorry lama gue tadi cari ni dulu "jelas Sean
" Gue ngerti" Ucap Cakra.
" Bunda sama ayah udah pulang? Tanya Sean pada Cakra.
"Sudah pas Nana baru tidur tadi" Jawab Cakra
" Kalau gitu gue juga balik deh" Kata Sean. Mau pamit.
" Jangan mending nginep aja tadi Nana bilang mau ketemu lo" Ujar Cakra.
" Okeh deh" Kata Cakra, kemudian dia melenggang menuju kamar tamu.
Sedangkan Cakra kembali ke kamar.
" Sayang. " Panggil Nana yang rupanya terbangun.
" Kenapa ? Hemmm" Tanya Cakra.
" Sean udah datang? " Tanya Nana.
" Udah ni dia udah beliin pesanan kamu" Kata Cakra memperlihatkan plastik berisi telur gulung.
" Asik mau makan itu " Ujar Nana dengan semangat.
" Emmmmmm" Nana memakan telur gulung. Ya walaupun sudah dingin tapi masih tetap enak.
" Enak? " Tanya Cakra, Nana pun mengangguk dengan mulut penuh.
" Di telan dulu sayang " Kata Cakra.
" Hehe, kamu makan juga ini masih banyak " Suruh Nana.
Sementara di kamar salah satu maid santi tengah memikirkan cara untuk menyingkirkan Nana rupanya rasa sukanya dengan Cakra sudah menjadi obsesi yang berlebihan.
"Aku harus menyingkirkan janin-janin itu" Ujar santi.
Di ingat saat pertama kali masuk kedalam mansion, pertama kali pula dia melihat Cakra dia sudah terpesona.
Awalnya Santi sempat mengenyahkan perasaan nya pada Cakra yang ternyata sudah memiliki istri. Bahkan tak melirik padanya. Tapi setiap hari bertemu dengan Cakra bagai membuat nya candu dan semakin tak sanggup melepaskan nya.
" Kau harus mencari cara agar bisa menyingkirkan penghalang itu. Dan menjadi nyonya di mansion ini, hahaha" Kata santi duduk di pinggir ranjang .
" Ayo santi berpikir" Kata santi.
Lama berpikir akhirnya santi merasa menemukan jalannya.
" Aku akan menyingkirkan janinnya, seolah wanita itu yang telah menggugurkan kandungan sendiri lalu tuan Cakra marah dan mengusirnya" Tersenyum miring.
Namun tanpa santi ketahui ada seorang yang sedang memata-matainya, siapa lagi kalau bukan mafioso Nana.
" Aku harus melaporkan nya pada queen " Gumamnya.
Nana membuka matanya. Merasa silau sebab cahaya matahari pagi menembus kamarnya. Tanda berapa cerahnya cuaca hari ini.
"Pagi sayang ku" Sapa Nana pada Cakra yang juga baru membuka matanya.
" Pagi juga sayang" Balas Cakra.
Cup
" Morning kiss" Kata Cakra selepas memberi Nana sebuah kecupan. Nana pun tersenyum manis pada Cakra.
" Baru jam 8 , untung jadwal kuliah ku siang hari ini"kata Nana.
" Kamu hari ini libur saja yank, aku sudah meminta izin pada pihak kampus" Jelas Cakra.
" Kenapa, aku sudah sehat ko sayang lagian, baru juga aku cuti massa libur lagi" Kata Nana.
" No kamu baru aja mau sembuh, ingat bayi-bayi lucu kita di perut kamu sayang " Ujar Cakra mengelus perut Nana.
" Iya deh " Ujar Nana pasrah.
"Terus kamu juga gak pergi kerja? " Tanya Nana.
" Pergi ko" Ucap Cakra.
" Terus kenapa masih diam bukankan mandi " Kata Nana mode emak memarahi anaknya.
" Aku kan bosnya jadi terserah aku mau datang jam. Berapa sayang " Kata Cakra.
" Ck, kamu bos yang buruk sayang " Ejek Nana.
"Tapi aku suami yang baik kan buat mu? " Tanya Cakra.
" Eh, tentu kamu bahkan suami yang begitu sempurna " Jawaban Nana membuat Cakra tersenyum lebar.
" Sudah cepat mandi, aku sudah lapar. Sekali ingin sarapan " Keluh Nana.
" Tunggu ya sayang " Kata Cakra dengan cepat menuju kamar mandi.
Sementara menunggu Cakra selesai mandi Nana pun mempersiapkan setelan jas untuk Cakra ke kantor.
Cakra pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Nana.
Nana juga sempat kekamar mandi cuci muka serta sikat gigi. Karna pagi ini dia merasa malas untuk mandi.
" Aku gak mandi ya yank" Ujar Nana pada Cakra.
" Iya sayang,. Kamu gak mandi juga masih wangi dan cantik " Kata Cakra.
" Bisa aja kamu pagi-pagi sudah gombal " Kata Nana. Dengan wajah malu.
" Sudah-sudah ayo turun aku sudah lapar sekali para kecebong ini sudah demo ingin makan" Kata Nana.
" Ayo" Ajak Cakra.
Nana dan Cakra sampai di meja makan, terlihat Sean sudah ada di meja makan menyantap makanan nya.
" Widih kaya pengantin baru aja kalian bangun kesiangan" Ujar Sean dengan senyum mengejek.
" Lo juga" Balas Cakra.
"Sayang aku makan mau di suapin " Ujar Nana.
" Iya aku suapi" Jawab Cakra.
" Bukan sama kamu, aku maunya sama Sean" Ujar Nana.
" Enggak, aku aja " Kata Cakra.
Nana mendengar penolakan Cakra pun menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
" Sayang jangan nangis " Ujar Cakra panik.
" Hiksssss, mereka maunya makan di suapi Sean sayang " Kata Nana menangis sambil mengelus perutnya.
" Iya iya di suapi Sean" Ujar Cakra.
" Benar" Kata Nana langsung berhenti menangis
" Apaan males gue " Sahut Sean.
" Se, " Kata Cakra.
" Malas ka Nana kan bini lo" Kata Sean sambil memakan makanan nya.
" Dia ngidam be*o mau ponakan lo ileran nanti " Kata Cakra dengan nada kesal.
" Eh, gua enggak lah" Jawab Sean.
"Makanya turuti aja apa kata ibu hamil" Ujar Cakra.
" Iya nih , niat hati mau santai-santai di sini malah kebalikannya " Gumam Sean. Di akhir kata
" Nah sudah kan, habis ini gue balik ka, kaka ipar" Kata Sean.
" Jangan" Tolak Nana.
" Kenapa? " Tanya Sean.
" Tolong petikan mangga muda yang di belakang dulu ya" Pinta Nana pada Sean. Setelah selesai makan.
"Ih males gue laki lo kan ada " Tolak Sean.
" Sayang " Nana memanggil Cakra dengan lelehan air mata.
" Sean " Panggil Cakra dan menatap tajam.
" Iya iya , gue petikan habis ini gue langsung pulang ya " Kata Sean.
" Iya " Jawab Nana.
" Aku berangkat ke kantor dulu ya sayang, kamu hati-hati di. Rumah" Ujar Cakra pamit.
" Iya sayang " Kata Nana.
" Saya titip Nana ya gin" Ujar Cakra pada gina.
" Biak tuan" Jawab Gina.
" Dengerin apa kata Nana, nanti ku transfer "bisik Cakra pada Sean.
" Gitu dong kan jadi semangat " Ujar Sean.
Setelah mengantarkan Cakra ke mobil Nana pun mengajak Gina dan Sean ke halaman belakang beruntung buah mangga disana sedang berbuah.
" Yang itu " Tunjuk Nana pada salah satu pohon mangga yang banyak buahnya.
" Aisssss" Desis Sean pasrah.
Dengan menggunakan tangga Sean menaiki pohon mangga tersebut.
" Berapa biji!!!! " Teriak sean.
" Petik yang banyak!! " Teriak Nana tak kalah nyaring. Sekitar 10 mangga sudah di. Petik Sean sean pun kemudian turun.
" Sudah ya ka gue mau balik " Ujar Sean.
" Tunggu, petikan jambu air juga" Suruh Nana.
" Tapi kan itu buah gak tinggi ka" Ujar Sean.
" Pokoknya petikan " Kata Nana.
" Aisssss" Sean pun memetik jambu air. Beberapa tangkai.
" Apalagi ? " Tanya Sean selepas memetik jambu.
" Udah lo bisa pulang" Kata Nana dengan santai.
" Okeh gue pamit" Kata Sean.
" Makasih ya adik ipar nanti gue telpon lo kalau gue mau sesuatu " Ujar Nana.
" Yakkkk, telpon laki lo. Jangan ke janda deh lo" Kesal Sean.
" Hahahaha " Tawa Nana senang sekali mengerjai sang adik ipar.