
Ke esok kan hari nya Queen sudah di perbolehkan Cakra pergi ke sekolah tentunya di jemput oleh Aksa menggunakan mobil mewah terbaru yang baru dia beli.
" Wih mobil baru nih, boleh minjam dong" Kata Sagara.
" Gak modal lo bang! , beli dong belum kismin kan lo! " Sahut Queen. Dengan sedikit mengejek.
" Ck, tak Ada kata miskin dalam kamusku" Jawab Sagara.
" Tapi Ducati Pinagale seperti nya keren juga bang" Ucap Queen. Seperti nya Queen berniat ingin membeli motor lagi.
" Lalu? " Sagara menyerit keningnya. Beralih tatapan ke arah Aksa, sedang kan Aksa cuma mengangkat bahu nya tanda tak ikut-ikutan.
" Beliin dong abang Queen yang paling tampan, mirip malaikat maut" Bujuk Queen.
" Lo muji apa menghina sih! " Decak Sagara membuat Queen terkekeh.
" Minta sana sama daddy!. " Suruh Sagara.
" Muji lah coba lo nonton drakor , goblin, atau the heavenly idol, itu malaikat mautnya bikin meleleh tau! " Kata Queen. Si Queen emang pencinta drakor lebih tepat nya pecinta cogan, semua drakor di suka apalagi yang pemainnya bertabur serbuk berlian, beuhhh makin semangat dia.
" Gue cabut juga nyawa lo! " Kata Sagara.
" Ayolah bang black card lo kan banyak, duit Lo juga gak bakalan habis cuma gara-gara lo beliin gue Ducati "
" Heh ade tersayang, duit lo juga banyak, minta sana pacar lo tuh" Tunjuk Sagara pada Aksa yang bersandar di pintu mobil.
" Kan Sa! "Ujar Sagara, menumbalkan Aksa.
" Sure! " Jawab Aksa dengan enteng, apalah artinya cuma membeli Ducati takkan membuat bangkrut, toh semua uangnya juga akan di berikan pada istrinya kelak. So Aksa sudah mengklaim Queen sebagai calon istri masa depannya.
" Ngobrol terus telat tau rasa" Ucap Cakra, mengingat kan ke tiga remaja tersebut.
" Kan gara-gara abang nih" Tuding Queen menyalahkan Sagara.
" Gue lagi" Gumam Sagara.
" Daddy ade berangkat ya" Pamit Queen pada Cakra.
" Kami pamit om" Ujar Aksa.
" Abang berangkat dad" Kata Sagara.
" Iya hati-hati" Ucap Cakra.
Soal hubungan Queen dan Aksa Cakra sudah mengetahui nya, dan dia menyambut Aksa dengan tangan terbuka sebagai calon mantunya.
Di rumah lantai 2 seorang ayah dan anaknya tengah berdiskusi.
" Ayah yakin ? " Tanya sang anak.
" Yah, tugas kamu cuma menyuntikan ini di tubuhnya, sisanya serahin pada anak buah ayah yang nanti berada di sekitar mu" Kata ayahnya.
" Terimakasih ayah, selalu bantu aku" Ucapnya sambil memeluk sang ayah.
Tanpa mereka tahu salah satu di antara anak buah mereka adalah mata-mata dari orang yang ingin mereka celakai.
Tak lama mobil yang di kendarai Aksa sudah sampai di parkiran sekolah. Kedatangan mereka berdua sudah di tunggu 4 inti Alaska dan inti Azurra rose.
" Woyy mobil keluaran terbaru " Ucap Jofa.
"Apa ada murid baru? " Ujar Bian bertanya.
" Ck, bukan " Bantah Sagara yang sudah tau siapa yang ada di dalam mobil.
Mereka tidak tau kalau yang ada di dalam mobil itu adalah Queen dan Aksa, karena kaca mobilnya Aksa yang di desain terlihat gelap dari luar . Pintu mobil pun terbuka keluarlah pasangan yang mereka tunggu dari tadi ternyata ada di dalam mobil yang mereka kira itu adalah murid baru. Aksa dan Queen keluar dari Mobil berbarengan bagai slow motion. Kedua kompak mengenakan kacamata hitam sehingga menambah pesona mereka berkali-kali lipat. Seketika teriakan histeris terdengar, Koridor sekolah yang mengarah ke parkiran sekolah pun di penuhi para murid yang ingin melihat pesona primadona sekolah mereka. Siapa juga yang tidak. Mengagumi 2 sosok tersebut bahkan kakel, bukan hanya cantik dan tampan, mereka juga terkenal dingin pada orang lain, kepintaran mereka pun juga tidak dapat di ragukan lagi.
" Gila-gila, pesona mereka berdua bikin kejang njir".
" Couple goals gak tuh "
" Emang bibit unggul'"
" Cabin gue "
" Gue jadi bini kedua Aksa pun mau"
Ricuh para murid perhatian mereka mengarah pada Queen dan Aksa.
" Mobil lo bang? " Tanya Rakha pada Aksa. Dijawab Aksa dengan anggukan.
Plak.
" Yeee maunya lo" Sahut Queen menggeplak kepalanya Rakha. Membuat mereka yang di sana kompak tertawa menertawakan Rakha yang sudah meringis.
" Kdrt lo Queen " Ujar Rakha.
" Suami gue juga bukan lo" Kata Queen.
"Ayo yank kita ke kelas " Ajak Queen mengandeng tangan Aksa.
" Sabar bro" Ucap Bian menepuk bahunya Rakha.
" Ayo kelas " Ajak Kenzo mereka pun berjalan masuk ke kelas mereka masing-masing.
Pelajar baru saja di mulai, seperti biasa Queen selalu izin ingin ke toilet karena kandung kemih nya terasa penuh.
Anin yang melihat Queen berjalan melewati kelasnya pun bergegas keluar menyusul Queen.
" Pak saya izin ke toilet " Kata Anin yang berada di kelas 11 ips 3
" Ya " Jawab sang guru.
Anin pun keluar dari kelas tapi sebelum nya dia sudah mengambil sesuatu di dalam tasnya dan memasukkan ke saku roknya.
Sampai di belokan koridor sepi Anin mengeluarkan sebuah benda yang barada di sakunya yaitu sebuah suntikan lalu mengarahkan nya pada Queen.
Brukk
" Awwww" Rintih Anin terjatuh, karena Queen menghindar darinya.
" Ya ampun lo ngapain sujud begitu " Ejek Queen.
" Sialan lo!, kalian keluar " Ujar nya sedikit berteriak memanggil seseorang.
Anin menengok ke kiri dan kanan namun tak satupun anak buah yang ayahnya perintah kan untuk membatu nya membereskan Queen keluar.
Malah si Bayu tangan kanannya Sagara yang keluar.
" Semua sudah di bereskan! " Ujar Bayu.
" Terimakasih ka Bayu" Kata Queen. Jadi orang yang membuat rencana tadi adalah Queen dan yang menjadi mata-mata tadi adalah orang suruh nya azzura rose.
" Lo nyariin apa?, nyari anak buah pak tua itu ya? " Tanya Queen pada Anin yang masih terduduk di lantai koridor.
"Gak bakalan datang karena mereka sudah di habisi anak buah kami" Seringai Queen.
" Ap-apa" Ucap Anin merasa ngeri dengan senyumny Queen.
Srettt...
Queen menarik dengan kasar benda yang ada di genggaman nya Anin. Lalu menciumnya.
" Obat pelumpuh! " Decak Queen.. Menatap tajam ke arah Anin.
" Suntikan padanya" Perintah Queen. Lalu 2 orang keluar dari persembunyian mereka setelah Bayu melambaikan tangannya ke udara. Langsung menahan Anin yang ingin berlari pergi dari sana.
" Lemmpppp.. ..
Anin yang ingin berbicara mulutnya langsung, di tutup salah satu dari anak buah Queen. Dan Bayu yang menunaikan cairan tersebut ke leher Anin, seketika Anin terkapar tak berdaya. Cuma matanya saja yang bisa bergerak,
" Bawa ke markas" Ujar Queen.
"Baik nona Queen" Ucap mereka kompak.
Seorang mengangkat Anin dan dalam sekejap mereka pun menghilang.
" Menggangu saja! " Ucap Queen lalu kembali menuju toilet karena tadi jelas tertunda karena ulah Anin.
Pulang sekolah Queen pulang bersama Sagara karena dia memiliki urusan di markas.
Brakkkk.
Queen menendang pintu sebuah ruangan.
"Hai bit*c, mari bermain! "...