Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
bertemu Zia lagi



Seorang perempuan dengan pakaian yang seksi memasuki hotel.


" Halo om" Sapanya pada Pelanggan yang memesannya.


" Apa kamu ziana Herlina ? " Tanya pria paruh baya tersebut.


" Iya om saya ziana " Jawab zia


Ya di adalah ziana Herlina seorang wanita cantik berumur 21 tahun yang sempat bertemu dengan Nana dan cakra di depan restoran. Dia bekerja sebagai wanita malam karna tuntutan ekonomi yang kurang berpihak padanya.


" Kamu lebih cantik dari pada si foto " Kata seorang pria paruh baya kita sebut saja namanya om bayu.


" Hehe, terimakasih om" Ucap zia


" Ayo kita ke kamar om sudah gak sabar" Kata om bayu. Mengajak zia kesebuah kamar hotel yang sebelumnya sudah di pesan om bayu.


Sesampainya di kamar dengan semangat dan tak sabar om bayu langsung menyerang Zia.


" Puaskan aku " Ucap om bayu pada Zia. Dan terjadilah malam panas mereka berdua.


Sekarang pukul 21:30 , setelah acara selesai Nana Dan Cakra langsung kembali ke hotel yang sudah di pesan sebelum nya. Begitu pun para orang tua.


Nana tengah berbaring di atas kasur dengan gaun yang masih menempel di tubuhnya.


" Sayang lepas dulu baru tidur " Ucap cakra yang melihat Nana sudah memejamkan matanya.


" Maaf sayang aku sangat lelah" Ujar Nana, segera bangun dari kasur .


" Sini biar kau bantu lepasin " Ujar cakra.


" Iya sayang., terimakasih " Kata Nana.


Pakaian Nana pun telah terbuka, cakra meneguk air liur melihat punggung Nana yang putih serta mulus saat menarik resleting gaunnya.


" Apa sudah ? " Tanya Nana.


" I-iya sudah " Jawab cakra sedikit gugup.


" Kalau gitu aku mandi duluan ya" Ucap Nana.


" Oke sayang" Jawab Cakra.


Nana pun segera menuju kamar mandi karena tubuh nya sudah terasa sangat lengket.


Tak lama Nana pun keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk memiliki tubuh nya.


Glek..


Cakra meneguk liur saat melihat Nana keluar dari kamar mandi.


" Aku mandi dulu" Ucap Cakra yang mulai merasa panas melihat Nana. Segera berlari ke kamar mandi.


Sementara Nana hanya tersenyum melihat kekasih yang sudah menyandang jadi suaminya itu malu-malu.


Nana segera membuka kopernya dan mengambil baju tidur yang sebelumnya di Siapkannya.


Setelah selesai berpakaian , sambil menunggu. Cakra mandi Nana membuka beberapa kado dari para sahabat serta tamu undangan.


Nana pun mulai membuka satu kado dari Sandra, dan setelah di buka dia mendapatkan sebuah tiket bulan madu ke Korea selama 1 minggu.


Selanjutnya di buka kado dari para sahabat nya.


Mendapatkan beberapa lingerie berwarna merah dengan kain yang sangat tipis bahkan sangat menerawang, di dalamnya terdapat tulisan jangan lupa malamnya di pakai' , Nana tersenyum geleng-geleng kepala melihat hadiah yang di berikan para sahabat nya itu.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Cakra dengan handuk melilit pinggang nya kini gantian Nana yang merasa malu serta panas melihat Cakra.


Nana pun segera bangun dari duduknya berinisiatif mengambilkan baju tidurnya Cakra. Dan menyerahkannya pada Cakra. Dengan senang Cakra menerima nya.


" Pakaian dalamnya mana sayang ? " Tanya Cakra


Mendengar ucapan Cakra Nana pun malu.


" Tunggu sebentar " Ucap Nana. Nana pun kembali membuka koper Cakra dan mengambil **********.


" Makasih sayang" Ujar Cakra.


" Sama-sama " Ucap Nana sedikit malu


Nana pun kembali ke kasur dan membuka hadiah lainnya. Di ikuti Cakra yang sudah selesai memakai pakaian nya.


Cakra mengambil salah satu hadiah yang sudah di buka Nana,menarik perhatian nya.


" Lingerie " Gumamnya.


" Kenapa sayang?" Tanya Nana.


" Sayang kalau kamu pakai ini pasti cantik banget " Ujar Cakra sambil memperlihatkan lingerie di tangannya. Sontak Nana pun memenangi pipinya karna dia merasa malu.


" Apaan sih" Ucap Nana.


" Boleh sayang kita melakukannya nya? " Tanya Cakra lebih dulu. Nana pun hanya mengangguk mengiyakan.


Segera Cakra menjatuhkan semua kado yang ada di atas kasur nya.


" Aku akan pelan-pelan sayang" Ujar Cakra.


Baru saja bibir mereka ingin bertemu terdengar perut Nana berbunyi.


Kruyuk..


Kruyuk..


" Kamu lapar sayang? " Tanya Cakra. Dan Nana menjawab dengan mengangguk malu, bisa-bisanya perutnya berbunyi di saat yang tak pas ini.


Cakra tersenyum melihat istrinya malu-malu.


" Tunggu sebentar ya aku akan panggil pelayan hotel biar di bawakan makanan " Kata Cakra.


" Boleh kamu mau makan apa sayang? " Tanya Cakra.


" Aku mau sate boleh? " Tanya Nana.


" Boleh dong" Ucap Cakra.


" Aku pergi belikan dulu ya" Pamit Cakra.


" Kamu gak mu gofood aja?" Kata Nana.


" Gak sayang biar aku sendiri yang belikan untuk kamu" Ujar Cakra.


" Kalau begitu aku ikut" Kata Nana. Bangun dari tidurnya.


" Jangan sayang kamu istirahat saja. Aku tau kamu pasti capek" Tahan Cakra.


" Baiklah Jangan lama ya " Kata Nana.


" Siap bos" Ujar Cakra. Cakra pun mengambil kunci mobil. Dia pun keluar dari kamar hotelnya.


Tak lama cakra pun kembali ke hotel dengan membawa sate pesanan sang istri.


Kringg.


Kringg. Cakra pun mengangkat telpon yang rupanya dari Nana.


" Halo sayang" Ucap Cakra.


" .... "


" Aku sudah di lobi hotel nih" Ujar Cakra.


"..... "


" Iya say... " Perkataan Cakra terpotong akibat seseorang menyapanya.


" Hai ketemu lagi" Sapa seorang wanita.


" Tunggu sebentar ya sayang" Kata Cakra.


" Siapa ya? " Tanya Cakra pada wanita itu.


"Gue zia kamu lupa gue pernah nabrak lo di depan restoran" Kata zia


" Oh ya" Ucap Cakra, berjalan meninggalkannya .


" Tunggu!!!" Ucap zia dan menahan tangan Cakra. Cakra yang notabene nya tak suka bersentuhan dengan wanita kecuali Nana istri nya pun langsung menghempaskan tangan zia yang tengah memegang tangannya.


" Kenapa ? " Tanya Cakra.


" Gue belum tau nama lo" Tahan zia.


Cakra heran dengan wanita yang sok kenal ini bukannya menanggapi ucapan zia Cakra malah melanjutkan telponnya dengan Nana.


" Sayang" Kata Cakra


" Tunggu aku di sana" Ujar Nana.


Sementara Nana di dalam kamar sedikit kesal dengan wanita yang menahan Cakra.


" Sialan siapa yang berani menganggu laki gue " Ujar Nana.


"Mana perut semakin lapar" Gumam Nana keluar dari kamarnya menyusul Cakra.


Tak lama Nana pun sampai di lobi dia dapat melihat Cakra sedang di ganggu seorang wanita yang sedikit familiar.


" Oh dia wanita sempat nabrak Cakra di restoran " Ujar Nana bicara sendiri.


" Sayang" Panggil Nana.


" Iya sayang " Sahut Cakra yang langsung mendatangi Nana.


" Siapa dia? Apa dia salah satu ****** mu" Tanya zia langsung blak blakan. Mendengar zia mengatakan istri nya jala** Cakra pun langsung marah.


" Tahan" Bisik Nana sekilas dan Cakra pun paham. Cakra hanya diam memandangi Nana sambil merangkul pinggang ramping Nana.


" ****** teriak ******" Ucap Nana.


" Lebih baik kau tinggalkan dia".ujar zia.


" kan benar dia jal*ng, pasti dia kemari habis bertemu pelanggan nya sayang , lihat saja pakaiannya yang kurang bahan itu" Sindir Nana.


"Kau yang ja**ng sia**n" Umpat zia yang mulai kesal.


" Padahal semua laki-laki sangat suka hanya karena pakaianku begini" Batin zia.


"Kau bahkan berani bermesraan dengan pria ini" Tunjuk zia.


" Apa salahnya aku bermesraan dengan suamiku sendiri " Kata Nana.


" Ap-apa suami"


" Tak mungkin kau pasti cuma berkhayal ingin di nikahnya" Ucap zia.


" Dia memang istriku" Kata Cakra.


" Apa!!! " Ujar


Padahal Zia berharap Cakra menyukai nya. Dia sudah menargetkan Cakra dari awal. Saat mereka bertemu di restoran. Bahkan Cakra tak tergoda pada zia sedikit pun malah dia mendapatkan penolak sedari awal bertemu hingga sekarang.


" Ayo sayang kita kembali ke kamar aku sudah sangat lapar " Ajak Nana.


" Iya sayang " Kata Cakra.


" Sempai ketemu lagi semoga dapat banyak pelanggan " Ejek Nana.


"Sia**n awas saja kau " Kesal Zia. berjalan kembali ke kamar Hotelnya.