Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Sean membuat kesal



Pagi ini Nana sudah mulai lagi aktif masuk kuliah.


Setelah beberapa hari cuti karena dia mengalami morning sickness yang lumayan .


" Wih bumil akhirnya masuk juga lo" Sapa sinta.


"Hehehe, sorry calon ponakan lo manja banget sih " Ujar Nana.


"Cih bawa calon ponakan gue lo" Kata Sinta mengelus perut Nana.


" Mana nih 2 sejoli ? " Tanya Nana mencari Fira dan Mahen.


" Tau belum datang mungkin " Jawab Sinta.


" Yah, masih lama kan kelas? " Tanya Nana.


" Masih sih, kenapa emang? " Tanya sinta.


" Nongki kantin yuk! Mau ngemil " Ajak Nana.


" Oke deh" Ujar Sinta.


Mereka berdua pun berjalan menuju kantin.


" Pesan apa lo biar gue pesenin? " Tanya Sinta.


" Emmmm, bakso, batagor, pisang keju, sosis, sama minumnya teh es 2 " Jawab Nana.


" Njir tuh ngemil apa maruk lo" Ujar Sinta tak percaya.


"Hehehe Kenapa? " Heran Nana.


" Banyak banget pesan lo" Ujar Sinta.


" Biasa lah kan gue makannya berdua " Jawab Nana. Sinta pun hanya manggut


" Makanan datang!! " Ujar Sinta. Datang dengan nampan berisi pesanan Nana.


" Thanks bestie " Ucap Nana senang tak. Sabar menyantap makan nya.


" Lo mah ini makan bukan ngemil " Sinta.


" Lo mau? " Ujar Nana.


" Mau " kata Sinta. Ingin meminta makanan Nana.


" Eh gue nawarin aja gak. Ngasih" Kata Nana.


" Ck, sia sia lo" Decak Sinta.


Nana mengambil bakso untuk di makannya pertama. Dia juga Menyendok kan tiga sendok sambel ke dalam baksonya. Baru saja Nana membuka mulutnya ingin memakan baksonya.


Tangannya di tahan oleh Sean yang baru datang.


" Sean kenapa sih? " Kesal Nana.


" Apa lo makan bakso penuh cabe gitu" Kata sean.


Dan mengambil alih bakso Nana ke hadapannya.


" Ih bakso gue" Ujar Nana.


" Ka Cakra minta gue jagain lo ka" Ujar Sean.


" Ini pedas banget , gak kasian lo sama ponakan gue entar lo sakit perut lagi" Kata Sean.


" Tapi gue mau bakso " Kata Nana dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Gue pesenin yang baru, jangan pakai sambel kalau lo sampai kenapa napa habis gue sama ka Cakra " Jelas Sean.


" Iya" Jawab Nana singkat.


Sean pun membelikan semangkok bakso mengganti bakso nya tadi.


" Emmmm, gak enak" Ujar Nana karena dia ngidam ingin makan yang pedas. Tapi apa boleh buat demi sk kembar . Nana pun mendorong mangkok baksonya pada Sean.


" Kenapa ka? " Tanya Sean.


" Gak enak " Kata Nana.


" Mulut lo yang gak enak, orang enak gini" Kata Sean.


" Auah males ngomong sama lo" Ujar Nana.


" Kangen daddy kembar " Lirih Nana.


" Kalau kangen video call aja" Saran sinta.


" Iya yah, loding gue" Kata Nana


" Halo deddy nya kembar " Sapa Nana pada cakra lewat pensel.


" Ih lebay nya punya kaka ipar " Ejek Sean.


" Kenapa hemmmmm? " Tanya cakra.


"Kangen yank" Ujar Nana.


"Iya sayang nanti pulang aku jemput, atau mau di jemput sekarang biar ngobatin kangennya" Ujar Cakra.


" Enggak gak apaan belum juga masuk kelas" Kata Nana.


" Tadi katanya kangen ? Pulang aja sayang" Ajak Cakra yang merasa khawatir istri nya kembali masuk kuliah.


" Noooo sayang" Tolak Nana.


"KA KAKA IPAR TADI MAU MAKAN YANG PEDAS " Teriak Sean mengadukan Nana.Nana pun langsung menatap tajam ke arah Sean..


" Merinding gue cok" Gumam Sean di tatap Nana.


" Bener sayang? " Tanya Cakra


" Enggak Sean aja cepuin aku yank" Bantah Nana.


" Oke daddy kembar " Ujar Nana.


" Cih tukang ngadu" Decak Nana kesal ke arah Sean.


"Visss, gitu aja marah cepat tua lo ka " Ujar Sean.


" Tua, tua lo bilang!!! " Teriak Nana tak Terima.


" Sensitif nya bumil ini" Kata Sean.


" Memang" Ucap Nana.


" Iya maaf aku salah ka " Kata Sean.


" Kau memang salah, bernafas pun lo salah" Ujar Nana.


" Eh jahat bet lo sam adik ipar lo yang ganteng ini" Ucap Sean.


" Ganteng juga laki gue" Balas Nana.


," Laki lo juga kaka gue kaka ipar lo pa lo tempat produksi kita pun sama" Jelas Sean.


" Cih " Decak Nana. Lanjut memakan menu berikut nya ya itu batagor.


" Heennnn, enak" Ujar Nana. Sean pun mencomot batagor Nana dan memasukkan nya kedalam mulutnya.


" Seann!!! " Teriak Nana.


" Apa sih ka cuma minta doang " Ujar Sean.


" Lo dasar adik ipar durhakim" Tunjuk Nana.


" Gue bilangin ka cak, lo gangguin gue, biar di potong jatah bulanan lo" Ancam Nana.


"Bodo " Kata Sean tak perduli.


" Tarik nafas jangan marah marah kasian si kembar " Bujuk Sinta.


" Huffff, Sean sin bikin kesal" Ujar Nana.


Nana mengajak Sinta masuk kelas meninggalkan ke tiga katingnya.. Karena sebentar lagi matkul bakal di mulai.


"Matkul kali ini ngebosenin banget " Ujar Sinta.


" Lo benar gue ampe ngantuk " Sahut Nana


Kelas berakhir. Nana malas mengikuti Sinta ke kantin dia pun , Nana pun memilih ke perpustakaan. Karena ke mauan sang bayi.


" Aduh anak-anak mommy masih dalam perut udah ngajak ke perpus " Ujar Nana .


" Huh, sepi benget" Kata Nana sesampainya masuk ke perpustakaan.


Sebenarnya Nana ke perpustakaan bukan untuk. Belajar melainkan untuk membaca novel, semenjak hamil Nana sangat senang membaca novel ala lagi genrenya fiksi remaja.


" Haissss meira bodoh kalau gue jadi dia gue bakalan gak peduli sama tunangan brensek kaya Harden yang punya pacar, mending batalkan pertunangan sama cowo yang malah suka sama cewek lain" Umpat Nana kesal .


" Njing!! Apa nih sad ending masa Meira yang pemeran utama nya mati, wah gak bener nih author! pengen gue tuntut rasanya" Umpat Nana sekali lagi dia sangat kesal saat membaca novel. Berjudul Humaera .


Meski Nana tengah asik membaca novel. Nana juga merasa sedari tadi ada orang yang memperhatikan nya. Nan yang memiliki kepekaan tajam, tentu saja bisa merasakan keberadaan orang tersebut, tapi Nana pun tak perduli selama dia tak menganggu.


" Hai " Sapa seseorang yang sedari tadi mengamati Nana.


"Iya " Jawab Nana singkat tanpa menoleh mata sekarang fokus pada novel yang di bacanya.


" Boleh gabung? " Tanya nya pada Nana


" Silahkan " Jawab Nana.


Dia pun tersenyum tipis lalu duduk di depan Nana.


" Kendalin gue Rayandra " Ujar nya.


" Kalau lo? " Tanya Rayan pada Nana.


" Unaya " Singkat Nana.


Brakkk


Sinta datang mengebrak meja. Membuat para penghuni perpus yang tak banyak itu mengalihkan esensinya ke arah mereka.


"Sorry" Ujar Sinta menangkup kedua tangannya. SedangkanNana hanya tersenyum


" Wahhhh akhirnya ketemu juga gue sama lo" Kata Sinta langsung duduk di samping Nana.


" Heemmm kenapa? " Tanya Nana menatap Sinta.


" Habisnya lo gak bisa di hubungin" Ujar Sinta.


" Massa sih? " Tanya Nana balik. Lalu mengambil ponselnya di dalam tas.


"Sorry, habis batrai bestie " Kata Nana.


" Lo ada no Sean kan telpon gih suruh kesini" Suruh Nana.


" Okeh" Ujar Sinta.


Rayanza yang sedari tadi hanya diam mendengar percakapan Nana San Sinta. Mendengar nama Sean dia pun menyeritkan alisnya.


" Apa hubungan gadis ini dengan Sean? " Tanyanya dalam hati.


Sinta yang sedari tadi asik berbincang-bincang dengan Nana baru sadar Kalau di depan mereka ada seorang pemuda tampan. Matanya oun melotot mengingat siapa pemuda itu.


" Astaga ka Rayanza!!! " Ujar Sinta terkejut.


" Lo kenal? " Tanya Nana


" Lo gak tau diakan kating murid baru itu" Bisik Nana.


" Kating? " Ujar Nana menatap Rayanza.


,