Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
wanita pengganggu



Nana dkk pun keluar dari restoran setelah selesai dengan acara makan-makannya.


" Terimakasih ka Cakra atas traktirannya" ujar Fira


" Jangan jera ka ajak kita makan-makan" kata Sinta.


" Cih lu kalo makan aja gak ada jeranya " kata Fira


" Kita pulang dulu Nay" kata Anya.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing, termasuk Nana yang di antar Cakra .


" Makasih ka udah traktir teman-teman Nana" ujar Nana tersenyum tulus.


" Sama-sama sayang .Mau pulang sekarang?" Tanya cakra


" Boleh" jawab Nana.


Mobil mereka pun melaju meninggalkan restoran.


Saat ini Dion sedang berada di kantor nya tepat di ruangan CEO. Dia tengah meneliti beberapa dokumen.


Tok


Tok


Tok


" Permisi pak di luar ada bu Lia memaksa ingin masuk" Kata dara Sekertaris Dion


" Biar kan saja dia masuk" Kata Dion


Seorang wanita mungkin Seumuran. Dengan pakaian glamor serta sedikit terbuka dengan Dion memasuki ruangannya.


" Halo sayang" Sapa wanita itu.


" Untuk apa anda Kemari? " Tanya Dion


" Aku membawakan makanan untuk mu" Kata Lia


" Tak Perlu saya sudah makan" Tolak Dion


" Kenapa kau selalu menolak ku Dion ? " Lirih Lia


" Karna saya tak pernah menyukai anda " Tegas Dion


" Sampai kapan Dion bahkan istrimu sudah tiada serta istri keduamu aku mendapat kabar dia menghilang, dan aku siap menggantikan mereka " Jelas Lia dengan senyum merekah.


" Tapi saya Sungguh tak menyukai anda" Ujar Dion.


"Kenapa Bukankah waktu kita SMA kau lah yang sangat berambisi mengejar ku" Kata Lia


" Ya dan anda selalu menolak saya" Ujar Dion Berusaha menahan emosinya


" Itu dulu yon Sekarang aku sangat menyukaimu" Ujar Lia berusaha membujuk Dion. Entah lah sudah berapa kali penolakan dari Dion yang dia terima.


" Setidaknya kau hargailah makanan yang ku bawa ini dengan kau Memakannya, aku memasak ini sendiri" Kata Lia


"Semoga saja Dion mau memakan makan yang ku bawa , karna di dalam makan itu sudah ku taruh obat perangsang, akan ku lakukan berbagai cara agar kau jatuh ke pelukan ku Dion" Batin licik Lia .


Namun nasib masih berbaik pada Dion , lagi-lagi Dion menolak ajakan Lia untuk memakannya karna Dion tak kan mudah di berdaya.


" Saya sudah kenyang silahkan anda pergi dari kantor. Serta ruangan saya" Suruh Dion menatap jengah Lia


" Tapi yon" Katanya


" Anda sungguh sangat menganggu Pekerjaan saya" Kesal Dion


" Maaf dion aku sungguh tak bermaksud menganggu aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk mu saja " Kata Lia menatap dion dengan sendu.


" Pulanglah" Perintah Dion


" Tapi yon... "


" Keluar sendiri atau saya suruh keamanan melempar anda sekarang" Perintah Dion


Dengan langkah kesal Lia pun keluar dari ruangan Dion.


" Pasti di tolak pak Dion lagi" Ejek Dara


"Diam kau sekertaris sia*an " Umpat Lia yabg kesal dengan penolakan Dion.


" Apa kurangnya aku? Bahkan di usia yang sudah ke empat hanya Dion yang berani menolak ku secara terang-terangan. " Ujar Lia pada dirinya sendir.


Tak lama setelah Lia pergi Dion pun keluar dari ruangannya.


" Dara kalau Lia datang lagi kau langsung saja panggil keamanan untuk mengusirnya" Ujar Dion yang sudah sangat muak setiap hari mengganggu nya.


" Baik pak" Jawab Dara


Dia tak ingin salah lagi dalam memilih pasangan karna tak ingin anak semata wayangnya kembali terluka akibat kecerobohan nya.


Dion pun kembali masuk kedalam ruangannya.


Di sisi lain mobil yang diLajukan cakra sudah sampai di kediaman Fernandez.


" Mau mampir dulu wayangnya? " Tanya Nana


" Tumben gak panggil Kaka sayang?" Tanya cakra balik.


" Kamu gak suka " kata Nana


" Suka dong suka banget malahan " ujar Cakra.


" Jadi mau mampir sayang?" Tanya Nana sekali lagi.


" Boleh "ujar Cakra


Cakra dan Nana pun masuk kedalam rumah.


" Bi bikinkan minum biar ka cak ya" kata Nana sesampainya dalam rumah.


" Baik non" jawab bibi.


" Ka cak Nana ganti baju dulu ya" ujar Nana.


" Oke aku tunggu disini " ujar Cakra mendudukkan dirinya di sofa .


Nana pun sampai di kamar dan bergegas masuk ke dalam.


Cakra merasa bosan menunggu Nana dia pun ikut naik menuju kamar Nana.


"Sayang!" Panggil Cakra , namun tak ada sahutan dari dalam sebuah yang empunya kamar sedang asik di dalam kamar mandi.


Cakra pun mencoba membuka kamar Nana.


Ceklek, rupanya kamar nya tak di kunci Cakra pun langsung masuk ke dalam nya.


Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi, dia pun paham Nana sedang mandi . Cakra pun merebahkan tubuhnya di kasur Nana sambil menunggu Nana keluar.


Ceklek.


Pintu kamar mandi di buka Nana. Cakra yang tadi sedang rebahan segera mendudukkan kala melihat Nana yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas paha dan dada.


" Astaga!!!!! , ka cak ngapain disini" teriak Nana sambil menyilangkan tangannya ke dada.


Glek


Cakra meneguk ludah dengan kasar, Cakra sempat menatap Nana bengong.


" Ka cak mesum!!!!" Teriak Nana


Sontak Cakra pun tersadar dari pesona Nana.


"Maaf sayang kaka langsung masuk soalnya kamu lama banget di tungguin" jelas Cakra yang sudah memalingkan tubuhnya membelakangi Nana.


" Maaf ka Nana tadi merasa gerah ya mandi deh" jawab Nana


" Ka cak jangan mengok ya Nana pakai. Baju dulu" kata Nana


" Liat dikit boleh kan sayang" goda Cakra


" Heh , berani nanti Nana bilangin sama bunda ka cak mesum" ujar Nana


".CK main nya mengancam" decak kesal Cakra.


"Putih, mulus banget , gue kan jadi akhhhhh, iman gue kuat ,iman gue kuat" batin Cakra


Nana pun bergegas memakai pakaiannya.


" Udah ka " kata Nana


Cakra pun langsung memalingkan badannya menghadap ke arah Nana.


" Ko ka cakra mencak-mencak sendiri ke orang gila " kata Nana


Ya dari tadi Cakra terus mengumpat Karna imannya kurang kuat.


" Gara-gara kamu ini sayang" ucap Cakra yang membuat Nana bingung.


" Ko Nana sih ?" Heran Nana.


" Ya pokoknya gara-gara kamu " kata Cakra lagi


" Emang kenapa sih?" Tanya Nana lagi


"Udah gak papa sayang" kata cakra


" Sini biar aku yang keringkan sayang" ujar Cakra, membantu Nana mengeringkan rambut dengan hairdryer.


" Udah nih" Kata Cakra selesai mengeringkan rambut Nana.


" Makasih sayang " ujar Nana


" Udah jam 6 ka cak gak mau pulang ?" Tanya Nana


" Nanti dulu sayang, Kaka masih kangen sama kamu" ujar Cakra


" Ka bantuin Nana perban luka Nana" kata Nana


" Astaga Kaka lupa " kata Cakra melihat bekas sayatan di telapak tangan Nana kembali menganga. Cakra pun langsung turun.


"Bi dimana kotak p3k?" Tanya Cakra


" Sebentar den bibi ambilkan" jawab bi Surti


" Terimakasih bi" kata Cakra setelah mendapatkan kotak p3k dari bibi.


" Maaf sayang kaka lalai " kata cakra merasa bersalah tak memperhatikan Nana.


" Gak papa ko ka cak" jawab Nana.


" Apa kita ke dokter aja sayang " ajak Cakra


" Gak perlu ka " tolak Nana yang merasa ini cuma luka kecil.


Dengan telaten cakra Manganti perban di tangan Nana.


" Udah" kata Cakra


" Kita ke bawah yu ka Nana lapar" ajak Nana


" Iya sayang " kata Cakra


Mereka berdua pun sudah duduk di meja. Nana pun langsung mengambil kan nasi dan beberapa lauk untuk Cakra , setelah itu baru dia mengambil nasi untuknya.


" Istri idaman banget sih, jadi pengen cepat nikah" kata Cakra gemas.


" Jadi kapan ka cak lamar Nana?" Tanya Nana serius.


" Kamu udah siap sayang" kata cakra senang


" Udah tapi tunangan dulu tak masalah kan" Kata Nana.


" Tentu sayang " jawab Cakra dengan wajah sumringah.


Makan malam pun selesai dan Cakra pamit pulang pada Nana.


" Hati-hati sayang "kata Nana.


Mobil Cakra pun meninggalkan kediaman Fernandez.


Sesampainya Cakra di mansion nya.


‌" Bunda......."