
" Ada biji kecebong sayang" Ujar Nana sudah lebih baikan.
" Kecebong? " Tanya Cakra
" Iya " Jawab Nana.
" Bibit kamu itu lo yang biji kecebong " Ujar Nana.
" Jadi istri saya hamil bayi kembar dok? " Tanya Cakra pada dokter perempuan.
" Iya tuan anda bisa lihat dua titik seperti biji yang ada di perut nona adalah janinnya" Jawab dokter.
" Terimakasih sayangku " Senang Cakra sampai dia menangis haru mengetahui kabar kehamilan Nana, dia juga langsung mencium seluruh wajah Nana. Bahkan Nana pun juga sudah meneteskan air matanya sambil menyentuh perutnya yang masih terbilang rata.
"Udah yank malu di liat dokter " Ujar Nana..
" Hehe, maaf sayang aku terlalu senang" Ujar Cakra.
"Bunda sama para ayah pasti juga bakalan senang sayang" Kata Cakra.
" Pastinya, nanti kita kabari mereka habis pulang dari sini" Ujar Nana.
" Selamat ya pak usia kandungan nona sudah masuk lima minggu atau lebih satu bulan" Kata dokter.
" Tapi apakah bahaya dok istri saya tadi pusing serta mual bahkan muntah " Jelas Cakra.
" Itu hal yang lumrah bagi semua ibu hamil tuan. Tuan tak perlu khawatir setelah memasuki trimester ke dua atau usia kandung akan mencapai lebih tiga bulan mual pusing akan hilang dengan sendirinya, saya akan meresepkan obat untuk jualnya, nona sudah baikan bisa langsung pulang setelah ini. Tapi kalau mau di rawat juga tak masalah " Jelas dokter.
" Pulang aja ya yank, mau ketemu bunda" Mohon Nana.
" Baiklah tapi di rumah kamu harus istirahat saja nanti " Tegas Cakra.
" Iya sayangku" Ujar Nana.
Cakra dan Nana pun langsung pulang ke. Rumah karena Nana terus merengek minta pulang.
Sesampainya di mansion Cakra langsung memberi tahu semua maid tentang kehamilan Nana agar nanti nya para maid juga bisa menjaga Nana. Semua maid merasa senang dan mendo'akan yang terbaik mendengar kehamilan nyonya nya.
" Akhirnya akan ada suara tangis dan tawa bayi di mansion ini" Ucap salah satu maid
" Benar aku juga senang mendengar kabar ini mereka pasti sangat cantik atau tampan " Ucap maid lain
"Iya aku jadi tak sabar menunggu kelahiran mereka " Kata maid.
" Mereka? " Tanya yang lain.
" Iya ku dengar nyonya hamil bayi kembar" Jawabnya.
" Wah pasti tuan sangat bersyukur " Ujar maid.
" Tuan dan nyonya memang pasangan yang sempurna " Katanya maid.
Namun mereka tak tau ada salah satu di antara mereka yang wajah nya aduh merah menahan marah dan tangan terkepal.
Tak lupa juga Cakra mengabari kabar gembira ini pada kedua orang tuanya serta mertua.
Cakra menelpon bunda Sandra.
" Bun" Kata cakra.
" Iya kenapa? " Tanya Sandra.
" Nana bun, bunda bisa kesini segera " Ujar cakra.
"Kenapa kenapa ada apa dengan anak perempuan bunda? " Ujar Sandra langsung khawatir.
"Pokoknya kesini aja dulu bun baru cakra jelaskan " Ujar Cakra.
" Kalian sekarang ada dimana? Tanya Sandra.
"Kami ada di mansion bunda " Jawab Cakra.
Dapat Cakra dengar teriakan Sandra memanggil arga dengan panik dan mengajaknya ke mansion Cakra.
Begitu pula dengan Dion. Sama dengan Sandra tadi Cakra menyuruh mertua itu untuk ke mansion. Namun dia tak memberi tahu kenapa. Jelas karena dia ingin Memberikan kejutan pada orang tua.
Hampir satu jam kemudian Sandra Arga dan dion datang ke. Mansion Cakra. Berbarengan mungkin mereka bertemu di jalan tadi.
" Cakra....... " Panggil Sandra masuk ke dalam mansion dengan tergesa-gesa.
Bi mira pun datang dengan terpogoh- pogoh menghampiri nyonya besar.
" Mana Cakra bi? " Tanya Sandra.
" Bun tenang" Ujar Arga mencoba menenangkan Sandra.
" Gimana bisa tenang " Kata Sandra.
" Tuan Cakra ada di dalam Kamar nya nyonya" Jawab bi mira.
" Terimakasih bi" Ucap Sandra. Langsung menuju Kamar Cakra dan Nana tak lupa mengajak para ayah bersamanya.
Sandra langsung membuka Kamar Cakra yang kebetulan tak di kunci dan langsung masuk kedalam nya.
" Cakra.. " Panggil Sandra.
" Bunda " Ujar Cakra melihat sang bunda sudah ada di. Kamar nya.
" Ini Nana kenapa ? " Tanya Sandra khawatir melihat muka Nana yang masih sedikit pucat.
" Na ini ayah" Panggil dion.
Nana yang sebelumnya terlelap merasa terusik dia pun membuka matanya.
" Ayah bunda " Katanya.
" Cakra jawab bunda " Ujar Sandra.
" Ini bun, yah" Kata Cakra menyerahkan kotak kecil pada Sandra.
" Ini apa? " Heran Sandra.
" Bunda sama ayah lihat aja isinya" Kata Cakra.
Dengan mata uang sudah berkaca-kaca Sandra yang sudah tau itu apa pun menangis haru.
" Nana hamil sayang? " Tanya Dion.
" Iya yah" Jawab Nana.
Dion mengusap matanya setelah meneteskan air matanya.
" Anak ayah sudah besar udah mau jadi ibu" Kata Dion memeluk Nana.
" Ayah bahagia ? " Tanya Nana.
" Tentu. Sebentar lagi ayah akan jadi kekek" Kata Dion tak dapat menyembunyikan rasa senang nya.
" Akhirnya kita akan punya cucu yah" Ujar Sandra menangis di pelukan Arga.
" Ini kabar bahagia , harus kita rayakan" Kata Arga.
" Saya setuju " Ujar Dion.
" Terimakasih ya gadis nya bunda udah mau ngasih bunda cucu " Kata Sandra beralih memeluk Nana.
" Iya bunda " Ucap Nana.
" Bahkan langsung dua sekaligus " Kata Sandra lagi.
" Apa!!! Dua " Kata Arga dan Dion berbarengan.
" Iya yah Nana hamil anak kembar " Sahut Cakra.
" Kita gak perlu berebut ya yon" Kata Arga.
" Hahahahaa " Tawa Dion.
"Sean gak kesini bunda?" Tanya Nana.
"Mau ketemu Sean? " Tanya Sandra balik.
" Enggak sih bun Nana cuma mau minta belikan telur gulung" Kata Nana.
" Biar aku yang belikan sayang" Kata Cakra suami yang siap siaga.
" Enggak mau maunya Sean aja" Tolak Nana.
" Kenapa sayang " Heran Cakra.
" Heh kamu ini istri kamu lagi ngidam ini namanya, harus di turuti nanti si kembar ileran mau.? " Kata Sandra.
" Ya enggak lah, tunggu ya sayang aku telpon Sean nya dulu" Ujer Cakra.
Sean sekarang sedang kumpul di angkringan dengan dua temannya Lucas dan bara.
" Kaka gue telpon nih " Ujar Sean. Dua teman Sean yang tadi ribut lun langsung berhenti.
" Iya ka kenapa? " Tanya Sean.
" ...... "
" Serius ka? "
"... "
" Sekarang nih"
"...... "
" Oke gue pulang sekarang "
".... " Tut.
" Kenapa? " Tanya Lucas.
" Ka cak minta belikan telur gulung, dimana ada yang jual telur gulung jam segini? " Tanya Sean.
" Ada tuh di perempat sana" Jawab Bara.
" Emang siapa yang mau.? " Tanya Bara.
" Kaka ipar gue kata nya ngidam itu" Jawab Sean.
" Kaka ipar lo? naya dong" Sahut Lucas. Sempat berpikir sebentar.
" Hamil dia? " Tanya Bara.
" Iya lagi hamil, baru tadi ka Cakra ngasih gue kabar gembira" Ujar Sean.
" Ko bisa hamil? " Tanya Bara lagi.
" Dia kan punya laki ya bisa lah" Kata Sean.
" Polos apa to*ol sih? " Heran Lucas.
" Satu paket dia mah" Jawab Sean
Hahahhahaha, tawa Lucas dan Sean.
" S**lan lo" Umpat Bara.
" Jadi uncle gue bentar lagi " Bangga Sean.
" Widih. Asek" Ujar Lucas.
" Gue cabut duluan bro" Pamit Sean.
" Yoi hati-hari" Ucap Bara dan Lucas.
Sesampainya di perempatan seperti kata temannya tadi memang masih ada yang jual telur gulung walaupun sudah hampir jam sepuluh malam.
Setelah membeli nya Sean langsung tancap gas menuju mansion sang kaka.