
Di kawasan perumahan elit.
" Jalankan rencana siapkan anak buah mu" Perintah Raymond.
" Baik tuan" Jawabnya.
" Raymond Chandler, mempunyai seorang istri dan satu orang putri, kedua sudah meninggal, sang istri depresi hingga meninggal akibat dari bangkrut nya perusahaan Raymond , dan beberapa bulan kemudian putri satu satunya juga menyusul dengan bunuh diri akibat tak tahan di bully teman sekolahnya karena jatuh miskin " Jelas Rakha.
" Jadi ke simpulan nya di ingin balas dendam sama uncle Cakra " Kata Kenzo.
"Dan dia menargetkan si kembar" Sahut Rakha.
" Kita harus menempatkan mata-mata di sekitar nya bang" Kata Jofa. Yang duduk di depan Queen
" Betul itu" Sahut Rakha.
" Dan sekarang dia berhasil bangkit lagi, memiliki perusahaan di kota Bandung " Ujar Rakha.
Raymond bukanlah seorang mafia, namun dia berani mengusik Cakra dan keluarga nya. Hanya karena obsesi balas dendam nya.
" Lokasi? " Tanya Kenzo.
" Kota bandung, jalan panglima Batur perusahaan Ry company.
" Tunggu apalagi " Ucap Jofa. Dengan seringai liciknya.
" Dua minggu lagi Raymond akan mengadakan ulang tahun perusahaan, seperti nya itu waktu yang pas untuk kita memulai rencana" Sahut Rakha.
" Yap. Benar apa kata Rakha , untuk. Sekarang biarkan saja tua bangka itu bersantai - santai sebelum kehancurannya.
Tiba-tiba telpon Sagara berdering. Menandakan panggilan masuk.
" Ada apa ka? " Tanya Sagara pada Fero yang ternyata menghubunginya.
" Gawat ada yang menyabotase perusahaan dengan memasang alat peledak. " Lapor fero.
" Ba**sat, aku kesana sekarang ka" Ujar Sagara. Langsung mematikan telpon dan mengajak Rakha ikut membantunya.
" Kenapa gara kau terlihat marah sekali? " Tanya Kenzo.
" Aku harus pergi ke perusahaan opa bang ada yang menyabotase, Rakha ikut gue " Kata Sagara.
" Oke bang" Ucap. Rakha.
" Gue ikut " Ucap Queen.
" Lo balik aja, bang, jof antar Queen" Kata Sagara
." Baiklah abang hati-hati " Ujar Queen.
Setelah mendapat kan kabar Sagara langsung menuju perusahaan nya dan Queen, peninggalan opa Dion.
Rakha dan Sagara pun sampai di perusahaan.
." Gimana ka fero? " Tanya Sagara.
" Kami berhasil menangkap pelakunya, dan sekarang dia tengah terikat, dan untuk alat peledak beruntung masih sempat di jinakan" Jelas fero.
" Bagus, bulan depan bonus doble " Ujar Sagara.
" Terima kasih tuan " Kata Fero.
" Bang sebaiknya kita bawa dia ke markas " Saran Rakha.
Di markas.
Sagara masuk ke dalam markas dengan penuh emosi. Dinsertai muka datangnya.
" Dimana dia? " Tanya Sagara, karena tadi para mafioso lebih dulu membawa tahan mereka
" Di ruang penyiksaan tuan" Jawab mafioso tersebut.
Sagara pun masuk ke ruangan.
Di sofa sudah ada Queen Kenzo dan Jofa menunggu pertunjukan Sagara. Rupanya mereka bertiga belum pulang.
Rakha yang juga baru masuk ikut Nimbruk ke sofa. Berkumpul dengan ketiganya.
" Lumayan tontonan Gratis " Kata Rakha.
" Hufff,Sayang gak ada popcorn " Leguh Queen
" Beli aja ka Queen " Saran kofa.
" Gak keburu njing" Sahut Rakha
" Diam" Ucap Kenzo. Saat ke tiga adiknya ingin mulai perdebatan.
"Wah wah lihat siapa yang berani mengacau di perusahaan ku" Kata Sagara melihat 2 pelaku. "Siapa yang menyuruh kalian" Sentak Sagara, namun kedua masih bungkam.
" Oh masih diam mendadak pura-pura bisu, atau pura-pura tuli" Ucap Sagara.
" Hebat ya sudah tertangkap masih saja melindungi tuan kalian" Ujar Sagara.
" Bay ambil kan pecutan" Perintah Sagara pada seorang mafioso yang bernama bayu"
" Baik tuan" Ucap Bayu langsung mengambilkan nya
" Ini tuan" Bayu memberikan pecutan pada Sagara.
" Yakin masih mau diam, aku bisa saja membebaskan kalian jika kalian memberitahukan nya padaku" Kata Sagara.
" Siapa yang menyuruh kalian " Sentak Sagara dengan geram.
Cassss
Cassss
Cassss
Sagara mencambuk mereka hingga mereka kesakitan.
Sementara di sofa
" Bay ambilin es jeruk dong sama cemilan" Ujar Queen.
" Baik nona" Ucapnya.
" Hehehe, gak bisa gue gak ada makanan gak ada yang di kunyah gitu" Jawab Queen.
" Lagi nonton penyiksaan masih sempat aja mikirin makanan" Ucap Rakha.
" Nanti Jofa minta ya ka Queen. " Ujar Jofa.
" Tentu" Kata Queen.
Sementara Kenzo diam saja dengan tatapan mengarah ke Sagara sedangkan tangan kanannya mengelus ngelus rambut Queen yang ada di sampingnya.
" Aargghhhhh, lepas kan, aku mohon" Rintihnya
" Mau lepas boleh, katakan dulu siapa yang menyuruh kalian " Ujar Sagara.
" A-aku tak Bisa memberitahu " Ucap salah satu tawanan.
" Oh tak ingin memberitahu ya" Ucap Sagara dengan seringai mengerikan.
Jlebbb.
" Mantul bang" Teriak Queen. Bertepuk tangan.
Prok
Prok
" Lemparan sempurna " Ujar Kenzo.
Sagara melemparkan belati pada salah satu tawanan nya. Lemparan nya tepat mengenai jantung hingga dalam sekejam pria itu tak lagi bernyawa.
"Lihatlah akibat dari penolakan nya, sekarang apa kau ingin menyusulnya juga" Kata Sagara. Dengan tangan kanannya memainkan sebuah belati.
"Akan a-ku katakan" Ujar nya.
" Siapa? " Dingin Sagara.
" Tu-tuan Ray-mon...
Dan jlebbbbb
Belati yang tadi di tangan Sagara sudah berpindah telat mengenai jantung tawanan itu.
" Astaga, tangan ku tergelincir " Ucap Sagara pada tawanan tersebut.
" Haha,Tergelincir gak tuh" Tawa Rakha.
" Hahahaha bisa banget bang gara typo " Kata Queen dengan tawanya.
" Ck, bod*h, kirim kedua mayatnya pada Raymond " Ucap Sagara.
" Baik tuan " Ucap Bayu.
" Ayo pulang " Ajak Sagara.
" Let's go" Ucap Queen.
Di markas geng Alaska dengan 5 orang inti ketua. Mereka bernama Aksara Almalik, dan. 4 temannya Bryan Ravendea., Rangga zaid,Gino wardana, , dan Alfa Sabyan.
" Guys gue mau pindah sekolah " Kata Rangga.
" Hah apa lo bilang? " Tanya Ino sambil mengorek telinganya.
"Gue mau pindah sekolah" Kata Rangga lagi.
" Kenape lo mendadak pindah? " Tanya Bian.
" Biar satu sekolah sama tunangan gue, sekalian buat jagain dia. " Jawab Rangga.
" Tunangan!! " Ucap mereka kompak.
" Hehehe iya, kemarin gue di jodohin sama bonyok" Kata Rangga.
" Wah wah gak di anggep kita guys" Ujar Bryan.
" Mendadak njing" Kata Rangga.
" Ko lo mau di jodohin? " Tanya Bian.
" Jelas lah orang cabin gue cantik " Jawab Rangga.
"Cabin? " Heran Ino.
" Calon bini ege" Sahut Aksa.
"Emang dia mau di jodohin sama lo? " Tanya Ino. Terlihat berpikir.
." Secara kan muka lo pas pasan" Sahut Bian. Di iringi tawa mereka.
" Sia**n lo muka tampan pari purna gini" Ujar Rangga tak Terima.
" Pindah kemana lo? Slupp ah. " Tanya Bian. Menyeruput kopinya.
." SMA Internasional school " Jawab Rangga.
" Widihhhh sekolah unggulan njir" Sahut Bian.
" Kita pindah semua" Ujar Aksa.
" Okeh " Ucap Ino, Bian dan Bryan.
" Ko? " Heran Rangga.
" Lumayan cari cewek cantik" Kata Bian
" Ku kira bestie ternyata tai" Ucap Rangga
" Hahahaha," Tawa mereka.
" Tapi gue denger Azzura rose sekolah disana " Ucap Bryan.
" Gak papa dong, toh temanan juga sama meraka" Kata Rangga.
"Queen " Gumam Aksa dengan seringai tipis.