Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
kantor Devan



" Dazian, bocil ini kurang ajar banget rambut aku di Jambak dan di dorong sama dia" tunjuk Friska yang masih terduduk di lantai.


Dazian pun mendekat Friska kita Dazian akan membantunya berdiri tapi dia salah ternyata Dazian lebih memilih ke arah Nana,tanpa melihat ke arah Friska sama sekali


" Kamu gak papa dek ?" Tanya Daz agak khawatir dengan Nana


" Iya bang ". Ucap Nana yang kembali melanjutkan makannya .


" Daz ko kamu nanya dia sih yang jatuh itu kan aku" kata Friska


" Terus ?" Tanya Daz


" Ya bantuin aku dong" kata Friska


" Aku gak peduli " kata Daz


" Pasti bocil ini kan yang godain kamu!! " Kata Friska sambil kembali menarik rambut Nana .


" Aduh Abang... kepala Yaya sakit" keluh nana yang rambutnya di tarik Friska


PLAKK.... Suara tamparan keras menggema dalam restoran yang membuat para pengunjung menengok ke sumber suara.


" Jauh tangan mu dari adikku!!!" Bentak Daz


" Apa!!! A-aadik ?" Heran Friska.


"Sialan aku gak tau bocil ini adik Dazian ku kira dia salah satu ****** yang menggoda Dazian, pupus sudah harapan ku mendekati Dazian" batin Friska.


"Bang kata nya dia calon istri Abang" ujar Nana


" Mimpi dia!!!" Ucap Daz


" Ayo pergi kita makan di tempat lain " ucap Daz sambil menarik Nana setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja membayar pesanan yang belum sempat dia makan.


" Dia siapa sih bang?" Tanya Nana


" Dia Friska teman kuliah Abang yang ngebet banget sama Abang" kata Daz


" Terus Abang mau?" Tanya Nana


" Ih Abang mah jijay sama dia " kata Daz masih dalam mode kesal


" Hahaha, Abang lucu banget sih" kata Nana


Kringg..


Kring..


Kring..


Nana yang merasa telponnya berdering langsung mengangkat nya.karna tertera nama Natan


"Sayang..... Aku kangen?"


" Aku juga " kata Nana


" Lagi ngapain ay?" Tanya Natan


" Lagi jalan ke mall sama bang Daz " ujar Nana.


" Ih ko gak sama.alu aja sih ay" kata Natan kesal


" Kamu kan sibuk sayang " ucap Nana


" Aku kangen kamu ay " kata Natan lagi


" Terus ?" Tanya Nana


" Kamu gak mau nengokin aku di kantor Daddy gitu?" Ujar Natan


" Mau , nanti ya sekalian aku bawain makanan buat makan siang" kata Nana


" Boleh sayang" ujar Natan


" Ya udah aku mau cari makan dulu ya , soalnya udah laper" keluh Nana.


" Oke sayang hati-hati" ujar Natan


" Siap ay, bye" telpon pun mati.


"Bang Nana masih laper " keluh Nana


" Iya kita ke food court aja ya " ajak Daz


" Oke ka " ujar Nana


Mereka pun memasuki food court dan memesan beberapa menu.


" Bang Nana bungkus ya buat Natan " kata Nana


" Boleh " ujar Daz


" Sekalian balik nanti antar Nana ke kantor om Devan ya bang" kata Nana lagi


" Siap nanti pulang sama Natan kan?" Tanya Daz


" Tentu dong bang, massa Nana di titipkan sama ojol" ujar Nana


Setelah mereka selesai makan Daz pun mengantar Nana ke kantor nya Devan.


" Abang hati-hati bye" ujar Nana melambaikan tangan pada Daz . Nana pun mengeluarkan telpon menelpon Natan


" Ay aku udah di depan kantor nih" ujar Nana


" Kamu langsung masuk aja sayang minta antar sama resepsionis di depan ke lantai 11 kau tunggu ayang di ruangan Daddy " kata Natan


Nana pun memasuki kantor Devan . Tanpa mengganti pakaian nya habis dari mall dengan memakai celana jeans panjang dan baju kaos yang di tutupi jaket .setelah menutup telepon nana pun melenggang masuk menuju resepsionis minta antar ke lantai 11, namun bukan pelayanan baik yang dia dapat melainkan pelayanan yang buruk yang ia dapatkan. Pasalnya dia tidak tau siapa Nana.


" Permisi bisa antarkan saya ke ruang CEO ?" Tanya Nana


" Untuk apa?" Tanya resepsionis dengan sinis.


" Karna saya sedang ada janji sama Natan " kata Nana


" Mimpi kamu ! Hanya seorang bocil maksa banget pengen masuk, ngaku-ngaku ada janji lagi" ucap resepsionis meremehkan Nana.


" Saya mau ngantar makan siang" kata Nana lagi.


" Oh ternyata pembantu pakai gaya sekali kamu" ucap resepsionis meremehkan


" Maaf pak Natan nanti makan sama saya" kata resepsionis itu.


Nana pun terkejut mendengar perkataan dari resepsionis itu, dia memandang resepsionis tersebut dari atas sampai bawah' massa iya Natan mau sama Tante modelan begini , bedak tebal bahkan leher Sama muka pun beda , jika Nana senang minum bisa-bisa dia tersedak mendengar perkataan resepsionis tersebut.


" Yakin Natan mau sama kamu?" Tanya Nana


" Yakin lah dari pada sama bocil kaya kamu" kata resepsionis Nana malas nyebut namanya.


Karna saking gabut nya nana terus meladeni resepsionis itu, sekarang memang sudah waktu makan siang bahkan para karyawan sudah banyak yang keluar.


" Seperti nya anda cuma halu" ejek Nana


" Perasaan Natan anak Daddy Devan masih SMA gak mungkin mau sama Tante kaya kamu" kata Nana


" Kamu irikan denganku" ucap resepsionis


" Terserah anda " ucap Nana yang mulai lelah dengannya.


" Duh capek gua " ucap nana pada dirinya sendiri.


Kringg..


Kringg.. telpon Nana kembali berdering tertera nama Natan.


" Ay kamu ko gak sampai - Sampai sih, aku udah nungguin dari tadi sama Daddy" ucap Natan.


" Ini resepsionis kamu gak mau nganter sama gak bolehin aku kesana ayang, mending kamu jemput aku deh " keluh Nana


" Oke tunggu aku" kata Natan


Setelah menerima panggilan telepon dari Nana , Natan pun bergegas ke bawah untuk menjemput Nana . beberapa menit kemudian akhirnya Natan sampai di lobi.


Ting.. pintu lift pun terbuka Natan langsung keluar dari sana menuju Nana.


" Natan" panggi Nana dengan kencang sambil tersenyum.


" Maaf sayang " kata Natan


" Kamu lama sekali ay " ucap Nana pura-pura kesal.sambil berjalan mendekat ke arah Natan sambil menenteng makan yang di belinya.


Resepsionis yang melihat interaksi keduanya pun merasa khawatir, bahwa dia sudah membuat kesalahan beruntung dia tidak main tangan sama Nana yang di anggapnya bocil.


" Ayo sayang daddy udah nunggu kamu di atas" ucap Nana sambil mengambil alih makanan yang di bawa Nana.


Ting ... Lift pun sampai di lantai 11 mereka langsung berjalan keluar dari lift.


Tok...


Tok...


Tok...


"Daddy ini Natan" ucap Natan


" Masuk lah " kata Devan.


Nana dan Devan pun masuk ke dalam ruangan Devan.


"Daddy Nana bawain makan siang nih, Daddy mau makan bareng?" Tanya Nana


" Mau dong Daddy udah nunggu dari tadi tadi" kata Devan


" Maaf ya dad Nana telat m soalnya tadi ke asik kan berdebat dengan resepsionis di depan" kata Nana


" Maksud kamu apa ?" Tanya Devan


" Tadi pas di depan resepsionis nya gak bolehin Nana ke atas dad" adu Nana


" Sialan beraninya dia sama anak Daddy, biar Daddy pecat dia nanti" marah Devan.


" Makasih Daddy udah bela Nana, sayang Daddy banyak banyak " ucap Nana sambil memeluk Devan.


" Ih ay ,aku juga mau di sayang- sayang " kata Natan


" Syirik aja " kata Devan.


Nana pun membuka makanan yang di bawanya .


" Kamu gak makan ayang?" Tanya Natan


" Engga aku udah kenyang makan tadi Sam bang daz " ujar Nana


" Gak papa dong sayang makan lagi" kata Natan


" Gak gak aku udah makan banyak , nanti gemuk lagi" ujar Nana


" Walupun gemuk aku tetap suka ko sayang" gombal Natan


Huoeekkk.....


Mual Nana mendengar ucapan Natan


" Kenapa Naya?.kamu sakit?" Tanya Devan


" Engga dad Nana cuma mual mendengar gombalan Natan" ujar Nana. Yang mengundang tawa Devan.


Natan dan devan pun sudah selesai dengan makan mereka.


" Ay, anterin pulang "ucap Nana


" Kenapa sayang, baru juga datang" kata Natan


" Aku capek , lelah pengen rebahan di kasur " keluh Nana


" Ya udah Natan nganterin Naya dulu dad " tanya Natan


" Boleh" ucap Devan


Natan pun keluar bersama Nana menuju parkiran mobil nya.


Brummm....


Brum...


Suara mobil Natan meninggalkan kantor Daddy nya.