
Duar....
Gemuruh derasnya air hujan yang bersahut-sahutan di sertai suara petir yang menggelegar kian menggema, mengusik ketenangan dia insan yang sedang berteduh
Baju mereka berdua sedikit basah karena terkena sedikit gerimis tadi. Angin yang bertiup kencang membawa air hujan kesana kemari. Menghantarkan udara lembab yang dingin menyentuh kulit.
" Dingin Queen? " Tanya Aksa lada Queen.
" Gak terlalu berkat baju sama kerudung yang ku pakai " Jawab Queen. Menggeleng
Aksa mengusap kedua telapak tangan Queen supaya menyalurkan rasa hangat.
" Hangat" Ucap Queen. tersenyum pada Aksa
Mereka berdua duduk di sebuah bangku kayu panjang yang ada di dalam gubuk tersebut.
" Berbaring lah " Kata Aksa sambil menepuk paha nya menyuruh Queen rebahan.
" Makasih Aksa " Ucap Queen tersenyum lalu berbaring dengan kepala di atas paha Aksa.
Di sisi lain keluarga serta teman-teman Aksa dan Queen tengah di landa kepanikan dan khawatir, karena ternyata Queen dan Aksa belum pulang juga dari tadi sore. Bahkan telepon keduanya tak ada yang dapat di hubungi.
" Bagaimana apa kalian sudah menemukan mereka? " Tanya Maira pada para lelaki.
" Kami masih belum menemukan jejak mereka" Jawab Bian.
" Ade kemana? " Ucap Cakra khawatir.
" Maaf dad abang gak jaga ade, abang pikir ade sama Aksa udah pulang" Kata Sagara merasa bersalah.
" Bukan salah abang" Ujar Cakra menenangkan Sagara.
" Tenang Queen pasti aman bersama Aksa " Kata Dazian.
" Ya sudah kita bisa melanjutkan pencarian besok pagi lagi karena hujan juga sudah turun dengan sangat lebat " Kata Cakra.
" Tapi dad! " Ujar Sagara.
" Tenang bang ade pasti baik- baik aja " Kata Cakra padahal dia juga sangat khawatir pada Queen. Tapi mereka juga tak mungkin melakukan pencarian saat di luar tengah ada badai.
" Baiklah " Jawab Sagara lesu.
" Gue ingat gelang kita kan semuanya ada pelacaknya, dan punya Queen jika permata nya di ketuk oleh Queen kita bisa tau keberadaan nya." Jelas Rakha
" Terus apa kah sudah ada kabar dari Queen? " Tanya Kenzo.
Rakha segera mengotak atik laptop berharap ada sinyal dari Queen , namun nihil . Rakha menggelengk tanda tak menemukan nya. "Mungkin saja Queen lupa kalau gelangnya ada pelacaknya " Kata Kenzo.
" Apa mereka berdua masuk ke dalam hutan dan tersesat? " Ujar Jofa
" Kayanya gak mungkin deh Aksa pasti taukan seluk-beluk tuh hutan secara kan di orang sini " Ujar Rakha.
" Sebaiknya kita semua istirahat dulu agar besok bisa mencari Queen dan Aksa kembali. Sangat tak mungkin jika kita lanjut kan karena di. Luar juga sedang badai" Jelas Kenzo.
" Baik, selamat malam" Kata Sagara.
" Malam" Ucap mereka kompak.
Untuk beberapa saat suasana di gubuk menjadi hening hanya terdengar tetesan air hujan, hingga suara lapar dari perut Queen terdengar.
Grokkkkk...
" Kau lapar? " Tanya Aksa pada Queen.
" Iya " Jawab Queen mengangguk malu.
Aksa merogoh sesuatu dari kantong baju koko dan mengeluarkan 1 buah apel yang sempat di petik tadi. Lalu menyodorkan nya pada Queen. Question segera bangun dan menyambut apel tersebut dengan berbinar.
Queen mulai mengigit apel tersebut , sesekali menyodorkan pada Aksa untuk dimakan nya berdua.
" Gelang lo sangat cantik! " Ucap Aksa matanya sedari tadi fokus pada gelang yang ada di tangan kiri Queen. Gelang rantai putih dengan ukiran Azzura rose di tambah berlian di tengahnya menjadi pemanis.
" Iya ini gelang khusus ku pesan untuk ku sendiri tak ada yang punya model ini selain gue" Jelas Queen.
Queen terpekik saat ingat gelangnya memiliki alat pelacak. Queen pun langsung menekan berlian di tengahnya mengirim sinyal sejauh apapun di berada.
Pukul 4 dini hari, laptop Rakha berbunyi, notifikasi lokasi Queen sudah masuk.
Rakha yang mendengar nya pun langsung bangun dari tidur nya.
" Kenapa Aka? " Tanya Sagara. Yang terbangun mendapati Rakha sedang mengotak atik laptop nya.
" Lokasi Queen di temukan, Queen sudah mengirim sinyalnya jauh di tengah hutan" Jawab Rakha.
" Iya hujan juga sudah reda " Ujar Jofa.
" Sebaiknya kita saja pergi lebih dulu tanpa anak-anak Alaska" Kata Sagara.
" Gue akan izin sama daddy lebih dulu" Ucap Kenzo.
" Bawa beberapa anggota kita tidak tau apa yang akan terjadi di sana" Perintah Sagara
" Bawa kain atau apalah untuk kita memberi tanda saat di hutan nantinya" Kata Jofa.
"Sama senjata jangan lupa! " Kata Sagara lagi.
Kenzo pun memberi perintah pada bawahannya sekitar 20 orang untuk ikut mereka masuk ke dalam hutan.
" Gue udah minta izin sama daddy dan para uncle " Kata Kenzo.
Jam sudah menunjukkan pukul 6 lewat matahari pun mulai muncul. Tapi mereka masih belum sampai di lokasi Queen.
" Eh itu apa? "Tanya Jofa menunjuk .
" Itu kayanya bangkai hewan " Jawab Kenzo.
" Ini serigala guys, kaya mati tertembak" Kata Rakha.
" Pelurunya kayanya aku kenal" Ujar Sagara mengambil suah peluru yang tergeletak di tanah.
"Peluru Queen" Ujar Kenzo mengenali.
" Kayanya mereka tak jauh" Ujar Jofa.
" Stop dulu deh guys, istirahat bentar gue capek"Ujar Rakha kelelahan.
" Iya nih, jauh amat " Ujar Jofa lalu duduk di tanah.
" Eh bentar! " Ujar Sagara yang melihat sebuah gubuk tak jauh dari mereka.
" Napa Gar? " Tanya Kenzo.
" Kayanya di sana ada gubuk deh coba kita lihat siapa tau Queen sama Aksa berteduh di sana.
Bruk....
Suara pintu terjatuh ke lantai karena tendangan Sagara.
" Queen"
" Ade" Ucap mereka. Yang benar menemukan Queen dan Aksa di dalam gubuk tengah tidur Aksa yang bersandar di kursi sedangkan Queen berbaring di pahanya.
"Kambing! "
" Astaghfirullah " Ucap Queen dan Aksa terkejut.
," Ade gak papa? " Tanya Sagara langsung.
"Ade baik bang" Jawab Queen.
" Lo juga gimana Sa ? " Tanya Kenzo .
" Gue juga baik" Jawab Aksa.
" Apa kalian yang membunuh para serigala? " Tanya Rakha.
" Iya Aka kemarin kami di serang sekelompok serigala, untung saja nih si Aksa bantuin gue " Ujar Queen .
" Lo bisa pegang senjata Sa? " Tanya rakha.
"Sedikit" Ucap Aksa sambil mengharuk lehernya yang tak gatal.
" Apaan dikit Aksa lihai tau mainin senjata " Jelas Queen.
" Bagus kalo gitu gue jadi gak khawatir kalo lo sama Queen " Ujar Sagara.
" Siapkan senjata kalian " Kata Sagara.
" Mau perang bang? " Tanya Jofa.
" Perang dengan binatang buas siapa tau" Sahut Rakha.
"Ayo kita keluar dari hutan ini berbahaya karena banyak binatang buasnya, jadi gue harap kita semua jangan sampai lengah sedikit pun" Ujar Sagara.
,"Ayo " Ucap mereka bergegas keluar dari gubuk tersebut mereka berjalan mengikuti tanda-tanda pohon yang sudah di buat oleh anggota Azzura rose subuh tadi dan sekarang sudah pukul 6 pagi namun hutan masih terlihat gelap karena cahaya Matahari nya tertutup pohon-pohon lebat dan tinggi, tak bisa menembus.