Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
pesona duda anak 2



Selepas sholat subuh tadi lagi -lagi darah segar mengucur dari hidung Queen, beruntung mukena sudah Queen lepas terlebih dahulu sebelum darah nya keluar lebih banyak.


" Kayanya gue harus periksa " Gumam Queen sambil menyumpal hidung dengan tisu. Akhir - akhir ini Queen memang sering sekali mimisan. Kepalanya nya terasa pusing, jadi Queen rebahan sebentar, karena dia sudah mandi jadi dia bisa bersantai, meredam kepalanya yang terasa sakit dan sedikit pusing. Hingga bunyi ketukan pintu dan panggilan membangunkan nya.


" Queen" Panggil Raisya.


" Iya ka bentar " Ujar Queen bergegas bangun dan membuang tisu yang berdarah di tempat smapah.


" Kenapa ka? " Tanya Queen pada Raisya setelah membukakan pintu.


" Belum siap de? Daddy sama Sagara udah nunggu di bawah " Ujar Raisya.


" Astaga gue lupa ka, tadi habis subuhan gue tidur bentar eh malah kebablasan " Ujar Queen langsung besiap memakai seragam nya.


Raisya juga masuk membantu Queen menyiapkan buku-bukunya.


," Pagi dad, abang "


Cup


Cup


Queen mencium pipi keduanya. Raisya sudah biasa melihat pemandangan tersebut.


" Daddy selesai , daddy berangkat duluan ya karena hari ini ada rapat penting " Kata Cakra.


" Iya dad Hati-hati " Ucap ketiganya kompak.


Cakra sampai di parkiran Kantor dan langsung parkir di parkiran khusus. Setelah itu Cakra masuk ke dalam kantor di ikuti Tio yang sudah menunggu bos tersebut, baru pagi ini Cakra pergi ke kantornya setelah 2 Minggu kemarin dia ada perjalanan bisnis di luar kota. Memasuki kantornya dengan muka datar dan dingin. Namun para karyawan wanita selalu saja masih terpesona pada duda anak 2 tersebut.


" Ya ampun Pak bos lama gak keliatan makin hot aja"


" Apa sih rame-rame? " Tanya seorang wanita yang baru 1 minggu lebih bekerja di perusahaan Cakra.


" Itu CEO kita akhirnya masuk lagi setelah lama dinas luar kota! " Jawab slaah satu karyawan.


" Emang kenapa? " Herannya.


" Aduh Aisyah kamu pasti belum dapat kabar ya" Kata temannya.


Ya dia Aisyah bunda nya Maira, Aisyah baru saja 1 minggu lebih bekerja di perusahaan Cakra, karena perusahaan nya sebelum nya berganti bos menjadi bos mesum yang setiap hari menggoda dan merayu beberapa karyawan muda termasuk dirinya walaupun Aisyah berumur hampir kepala 4 sama seperti Cakra, mereka masih terlihat sangat muda jauh berbeda dari usia yang semestinya, hingga membuat wanita tersebut tak betah lagi bekerja di sana. JadinyaAisyah memutuskan berhenti dan mencoba melamar di perusahaan Cakra. Dan dia pun di Terima sebagai staff keuangan.


"Emang CEO kita kenapa? " Ujar Aisyah.


" Kamu tau kan siapa bos kita? " Tanya temannya lagi


" Pak Cakra putra Pratama kan? " Jawab Aisyah.


" Yap betul banget pak Cakra dia memiliki segalanya, wajah rupaawan kekayaan yang melimpah, karir mentereng, ya walaupun umurnya hampir 40n tapi masih kaya umur 30 tahun Tau" Jelas nya dengan semangat.


" Wah beruntung banget ya jadi istri nya " Ujar Aisyah.


" Dia duda beb, duda hot, katanya sih udah duda selama 18 tahun seumuran lah sama kedua anaknya " Ujar sari temannya.


" Aku sih mau jadi sugar baby pak bos " Sahut temenya yang lain.


" Simpanan nya pun tak apa " Timpal yang lain.


." Tak patut tak patut" Kata sari . Geleng-geleng .


" Lama juga ya sampai 18 tahun" Kata Aisyah.


" Jelas lah, kata pegawai lama di perusahaan ini sih, istrinya pak Cakra meninggal pas lahirin anak kembarnya. " Timpal Hanum.


" Kasian juga ya mungkin masih belum bisa lupain almarhumah istrinya" Ujar Aisyah.


"Bisa jadi sih" Ucap Sari.


" Udah kembali bekerja" Semangat Aisyah.


Mereka pun kembali ke posisi mereka masing-masing yang sempat tertunda mereka menggosip kan CEO mereka.


" Syah bantuin aku antar berkas ini keruangan pak bos ya aku kebelet banget ini, sekarang ya jos mintanya di agar sekarang juga" Kata HanumHanum, setelah nya langsung berlari menuju toilet menuntaskan hajatnya.


" Siap" Kata Aisyah berjalan menuju ruangan CEO.


" Permisi saya mau ngantar berkas " Ujar Aisyah pada Vivian sekertaris nya Cakra.


" Langsung antar keruangan pak Cakra" Jawab Vivian tanpa menoleh fokus ke layar komputer dan tangan sibuk mengetik.


Tok.


Tok.


" Masuk" Suruh Cakra dari dalam.


" Permisi pak saya mau mengantarkan bekas yang Anda minta " Ujar Aisyah.


" Letakkan saja " Kata Cakra. Sambil mendongakkan kepalanya ke arah AAisyah mendengar suara asing di telinganya yang sedari tadi menunduk. Berbarengan dengan Aisyah yang juga menatap ke arahnya.


.Deg.


Mata kedua saling bertemu, Cakra merasa tak asing dengan sosok di depanya tersebut.


" Kamu" Tunjuk Cakra terkejut .


" I-iya pak " Ucap Aisyah merasa gugup apa dia melakukan kesalahan.


." Kamu bukannya yang mengantarkan saya ke rumah sakit? "Ujar Cakra.


" Kita bertemu lagi ternyata " Batin Cakra.


,Aisyah mencoba mengingat nya.


" Ah iya yang bapak yang pingsan di parkiran restoran itu kan" Jawab Aisyah tersenyum setelah mengingat nya.


" Eh maaf Pak" Ucap Aisyah kembali gugup setelah mengingat sosok di depannya ini adalah bosnya.


" Tidak masalah, kamu karyawan baru? " Tanya Cakra karena merasa baru melihat Aisyah di kantor nya.


" Iya Pak, baru se minggu lebih" Jawab Aisyah menunduk sopan.


," Santai saja tak perlu canggung seperti itu " Kata Cakra berbicara hangat pada Aisyah.


" Baik Pak, apa boleh saya kembali keruangan saya " Ujar Aisyah.


" Iya silahkan, semoga betah bekerja di sini. " Kata Cakra.


" Iya Pak saya permisi " Ucap Aisyah.


Aisyah pun kelaur dari ruangan Cakra setelah pamit.


" Emang duda hot, gak nyangka dia yang gak sengaja aku tolong ternyata bos aku yang sekarang, pantas saja dulu yang mau menjebak nya dengan obat tidur dan perangsang." Gumam AisyahYnag masih jelas mengingat penyebab Cakra pingsan, karena dia sendiri yang di jelaskan oleh dokter.


" Tio! " Panggil Cakra.


" Iya bos " Jawab Tio


" Tolong cari tau tentang Zaufana Aisyah karyawan baru itu, saya mau dalam waktu 10 menit sudah ada" Perintah Cakra.


" Siap bos" Ucap Tio,


Aisyah sudah sampai.


." Gimana Syah, udah kamu antar sampai bos kan? " Tanya Hanum.


"Udah kok" Jawab Aisyah. Kemnali ke mejanya.


" Gara-gara perut melilit gagal deh tadi liat bos duda " Gerutu Hanum.


" Salah sendiri, masih pagi udah makan 2 kali" Ujar Sari.


" Itu hal wajar Sari.... Kita perkerja keras membutuhkan lebih banyak asuapan nutrisi, agar bisa lebih semangat." Jelas Hanum tak mau kalah.


" Nyaut mulu Num coba deh kamu kaya Aisyah noh, udah tenang, kalem, gak ngereok kaya kamu" Ujar Sari.


" Yeee, aku emang beda sama Aisyah" Kata Hanum tak merasa tersindir.


Sementara di ruangan CEO .


Ting...


Pensel Cakra menerima sebuah pesan dari Tio. Yang berisikan tentang Aisyah. Cakra membuka dan langsung membacanya.


" Zaufana Aisyah, ternyata kamu seorang janda satu anak" Ujar Cakra. Merasa tertarik dengan Kaywawan barunya tersebut.