
Nana dan Cakra sudah kembali ke kamar hotel.
" Sayang apa kamu marah? " Tanya Cakra melihat muka masam kesal Nana.
" Tidak" Jawab Nana singkat sambil mengambil alih sate pesanan dan meletakkan nya ke dalam 2 piring satu untuknya dan satu untuk Cakra.
"Ayo kita makan dulu" Ujar Nana.
" Sayang jangan marah" Bujuk Cakra.
" Aku gak marah sayang cuma kesel aja" Ujar Nana.
" Maaf sayang" Cakra berusaha membujuk istri tercinta nya.
" Iya sayang " Kata Nana tersenyum, tanda kesalnya mulai hilang.
" Makasih sayang ku" Ujar Cakra memeluk Nana.
" Makan sayang aku dah laper banget nih" Kata Nana.
" Mau aku suapi gak? " Tanya Cakra.
"Boleh" Kata Nana.
Cakra pun menyuapi Nana dengan penuh kasih sayang.
" Kamu makan juga dong" Ucap Nana, dan akhirnya mereka pun makan sepiring berdua.
Setelah makan Nana pun bersiap untuk tidur. Cakra pun mengikuti sang istri dan ikut berbaring di samping Nana Nana.
Kini Nana dan Cakra sama-sama rebahan menyamping sehingga mereka berhadapan. Cakra mulai berani memeluk Nana.
" Sayang bolehkah" Kata cakra. Nana pun mengangguk dengan malu-malu.
Setelah mendapat kan lampu hijau mata Cakra langsung berbinar. Dia pun mulai mencium Nana, dan Nana pun berusaha membalas ciuman Cakra.
Sampai mereka tak sadar semua pakaian mereka telah terlepas entah kemana, setelah mendapat kode untuk melanjutkan Cakra pun memulai aksi malam panasnya. Hingga mereka benar-benar puas.
sampai menjelang matahari sudah meninggi mereka berdua masih terlelap dengan pulas nya. Sampai tak menyadari bahwa jam surya menunjukkan pukul 08:14 pagi.
Di restoran hotel para orang tua sudah berkumpul pukul 8 tadi. Bersiap sarapan bareng.
" Bun mana nih pengantin baru? "Tanya Sean.
" Udah gak perlu tanya pengantin baru" Ucap Sandra.
" Sean bangunin mereka ya bun" Kata Sean.
" Terserah kalo nanti di marahi Cakra jangan ngadu ya sama bunda" Ujar Sandra.
Sean pun menuju kamar Cakra dan Nana.
Di kamar Cakra sudah bangun lebih dulu dari pada Nana.
" Istriku cantik sekali, kamu milikku sayang " Ucap Cakra mengelus pipi Nana yang masih terlelap.
" Hoaamm " Nana pun berusaha membuka matanya dapat dilihat nya wajah Cakra lah di samping nya memandangi nya.
" Kita pasti kesiangan sayang" Ujar Nana.
" Udah gak papa" Kata Cakra.
" Para ayah dan bunda pasti udah nungguin " Ujar Nana lagi.
" Mereka ngerti ko sayang " Kata Cakra.
Tokk
Tokkk
" Ka Cakra, kaka ipar bangunnnnnn" Panggil Sean di depan pintu. Mendengar suara Sean di depan pintu Cakra pun langsung menyelimuti Nana sampai bahu. Dia pun segera mengambil celana dan memakai nya.
Ceklek
Cakra membuka pintu tu kamar.
" Apaan sih ganggu pagi indah kami aja " Ujar cakra kesal.
" Gak sarapan ka " Kata Cakra.
" Nanti " Jawab Cakra singkat.
" Mana kaka ipar? " Tanya Sean sambil menengok ke dalam kamar tapi di tahan oleh Cakra.
" Ck cuma liat dong pelit amat " Decak Sean.
" Turun sana" Suruh Cakra dan langsung menutup pintu kamar nya dan Cakra langsung ke kamar mandi
" Cih pengantin baru emosian gak dapat jatah lo" Teriak Sean di depan pintu. Merasa tak. Ada respon Sean pun kembali turun mendatangi lara orang tua.
" Gimana? " Tanya Sandra yang melihat Sean turun sendiri dengan muka masam nya.
" Baru bangun tidur mereka " Jawab Sean.
" Kan udh bunda bilang, jangan ganggu pengantin baru itu" Kata Sandra terkekeh.
Setelah bangun tidur Nana merasa tubuh nya sangat lah lengket, Nana pun ingin buru-buru ke kamar mandi dan bersiap, tapi saat ingin turun Nana malah merasa di tengah kedua paha nya terasa nyeri.
Ceklek cakra keluar dari Kamar mandi
" Awwwww, sashhhh" Rintih Nana
" Kenapa sayang ? " Tanya Cakra yang hanya memakai handuk berlari menghampiri Nana dengan khawatir.
"An-nu sakit" Ujar Nana.
" Apa yang sakit sayang? " Tanya Cakra lagi.
" Ini " Tunjuk Nana pada bawahan nya yang terasa perih. Nyeri yang di rasakan Nana membuat mengingat kejadian tadi malam. Wajahnya langsung merah dan bercampur malu.
" Gak papa sayang , ini memang akan terjadi jika wanita melakukan nya pertama kali " Kata Nana.
" Apa perlu kita ke dokter aku tak ingin kamu kesakitan " Ujar Cakra.
" Gak perlu, bisa bantu aku antar ke kamar mandi aja sayang, aku ingin buang air kecil serta mandi tubuhku sangat lengket" Ujar Nana.
Tanpa basa basi Cakra pun langsung mengendong Nana yang masih polos tanpa pakaian .
" Aku malu" Kata Nana menutup mukanya.
" Aku sudah melihat semua nya sayang tak perlu malu" Ucap Cakra tersenyum memandangi Nana di gendongannya.
Cakra pun meletakkan Nana di kamar mandi.
" Sudah kamu keluar dulu " Ucap Nana.
" Gak mau aku. Mandiin sayang " Ujar Cakra.
" Gak perlu aku bisa sendiri " Ujar Nana.
Setelah dengan paksaan Nana akhirnya Cakra pun keluar dari kamar mandi.
Nana menatap cermin badannya penuh bercak cinta Cakra.
" Suami ku ganas sekali " Ucap Nana melihat tubuh nya.
Nana. Segera membersihkan dirinya. Dan berendam sehingga rasa nyerinya perlahan berkurang.
Selesai mandi Nana pun keluar dari kamar mandi.
" Sayang kenapa gak panggil aku biar aku gendong " Ujar Cakra menghampiri Nana.
" Udah gak perih lagi sayang" Jawab Nana.
" Kamu yakin" Kata Cakra.
" Iya sayang " Ujar Nana.
" Mau sarapan bareng di bawah apa. Sarapan di Kamar aja? " Tanya Cakra pada Nana yang tengah menatap cermin sibuk menutupi bercak merah dari Cakra.
" Di bawah aja sayang sama ayah bunda " Ujar Nana.
"Sayang coba lihat kamu terlalu ganas" Kata Nana menunjukkan bercak merah d. Lehernya .
" Hehe, maaf sayang " Ucap Cakra terkekeh melihat karyanya .
" Ayo turun" Ajak Nana
Mereka pun keluar dari kamar menuju restoran yang sudah di! Janjikan bunda Sandra untuk sarapan bareng.
" Akhirnya pengantin baru pada turun habis pada lembur ya" Ejek Sean.
" Hussss sudah "kata Sandra.
" Hehehe, sorry bun" Kata Sean.
" Maaf bunda Cakra sama Nana telat " Ujar Cakra.
" Tak apa kami paham ko" Sahut Dion.
" Betul yon " Ujar Arga menyahut.
" Ayo kalian sarapan dulu bunda sama yang lainnya udah sarapan " Kata Sandra.
" Tau nih kita udah sarapan." Sahut Sean.
" Sean!!! " Kata Sandra menatap tajam pada Sean.
" Hehehe, visssss bun! " Kata Sean
Nana dan Cakra pun memakan sarapan mereka sambil di recokin Sean yang mengganggu keduanya.
" Bunda sama para ayah habis ini mau pulang " Kata Sandra.
" Cakra sama Nana mau pulang ke mansion ayah Dion apa ke mansion ayah Arga ? " Tanya Sandra.
" Kami pulang ke mansion kami sendiri bun" Sahut cakra.
" Kamu punya mansion cakra? " Tanya Arga.
" Iya yah sebelum pernikahan Cakra sudah beli. Sebuah mansion untuk kami tempati nantinya " Sahut Cakra.
" Bagus sekali sayang, sudah mempersiapkan semuanya bahkan tempat tinggal" Kata Sandra.
" Kamu gak bilang sih" Bisik Nana.
" Suprise " Ujar Cakra.
"Tapi apa Dion gak keberatan di tinggal Nana? " Tanya Sandra
" Tak apa , mereka berhak di tinggal dimana saja " Kata Dion.
" Ayah memang paling pengertian "Ujar Nana.
"Tentu untuk kesayangan ayah" Ujar Dion.
" Oke jadi hari ini pada pulang semua ya, biar bunda sama para ayah nganterin kalian me mansion baru" Ujar Sandra.
" Iya bunda"ucap
" Terus Sean " Kata Sean.
" Ya Sean pulang ke mansion juga emang mau di hotel terus " Kata Sandra.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka pun bersiap mengantar Cakra dan Nana me mansion baru mereka.