
Saat ini bunda Sandra, ayah Arga, ayah Dion dan Sean, tengah berada di bandara. Menunggu kedatangan kedua anak mereka yang baru saja pulang dari Korea siapa lagi kalau bukan Nana dan Cakra.
Mereka bertiga sengaja datang ke bandara untuk menjemput Nana dan Cakra.
Lama menunggu akhirnya mereka melihat kedua berjalan.
Sean pun langsung melambaikan tangannya ke arah Nana dan Cakra.
" Astaga ayah bunda Sean" Senang Nana, tak. Menyangka mereka ternyata di Jemput.
" Sayang, gimana udah buat cucu buat bunda yang banyak " Kata Sandra sambil memeluk Nana.
" Bundaaaa... " Ujar Nana merasa sedikit malu.
" Apa sih bunda baru juga datang udah bahas cucu aja baru juga proses " Kata Cakra.
" Bunda sama para ayah kan udah gak sabar " Jelas Sandra.
" Ayah " Kata Nana memeluk Dion.
" Gimana sayang, senang di sana? " Tanya Dion.
" Seneng dong " Kata Nana.
" Minggir yon aku juga ingin memeluk anakku" Kata Arga melepaskan pelukan Dion pada Nana dan memeluk nya.
" Aissss, padahal dia anak kandungku " Kata Dion geleng-geleng, dengan kelakuan sahabatnya ini.
" Ini yang anak kandung bunda sama ayah siapa sih ko aku di cuekin" Ujar Cakra.
" Lo itu anak pungut ka" Kata Sean mengejek Cakra.
" Lo anak temuan" Balas Cakra.
" Lo anak pungut di pinggir ******" Kata Sean lagi.
" Lo yang anak temuan di bak sampah" Balas Cakra.
" Eh udah kalian berdua itu anak siapa sih, bikin rusuh terus" Kata Sandra.
" Sean anak bunda kan" Ujar Sean. Memeluk Sandra
" Enggak bun Cakra yang anak bunda" Bantah Cakra juga memeluk Sandra. Sekarang badan Sandra penuh dengan kedua anaknya yang memeluk nya kiri dan kanan.
" Nana anak bunda juga" Manja Nana menggeser Sean dan Cakra lalu dia pun memeluk Sandra, sehingga Nana mendapatkan tatapan sinis Sean.
" Ini baru anak bunda yang asli" Ujar Sandra.
"Ayo sekarang kita pulang " Ajak Sandra.
" Let's go, ka Cakra sama ka Nana gak lupa kan sama oleh-oleh buat gue .? " Tanya Sean.
" Astaga kita lupa beli kan sayang " Ujar Nana berpura-pura panik.
" Iya sayang ternyata kita lupa " Ujar Cakra
" Cih, emang gue percaya" Decak Sean.
Tak lama mereka sudah sampai di mansion Cakra yang super mewwah itu.
" Nih" Ujar Cakra mendorong satu koper pada Sean. Sean pun menyambut nya dengan senang, karena dia tau itu adalah oleh-oleh untuknya.
" Ini buat bunda sama ayah Dion dan ayah Arga" Ujar Nana.
" Makasih sayang "
" Makasih Nana" Kata mereka kompak.
Setelah itu mereka berbincang- bincang sampai sore.
" Kami pulang dulu ya" Ujar Sandra pamit pada kedua anaknya.
" Iya bunda " Kata Nana dan Cakra berbarengan.
" Eh Sean Ayo pulang!! " Panggil Sandra pada Sean yang sedari tadi asik dengan oleh-oleh nya.
" Iya bun" Kata Sean sambil menyeret satu koper ditangannya.
" Pulang dulu ka, kaka ipar thank you lo oleh-oleh nya, walaupun gak bisa ikut penting dapat oleh-oleh banyak" Ujar Sean dengan senang.
Setelah para orang tua dan sean pergi. Nana pun mengajak Cakra ke Kamar mereka.
" Mau lagi sayang" Ujar Cakra menaik turunkan alisnya dengan pikiran mesumnya.
" Apaan sih orang aku aja ngajak istirahat aja" Kata Nana.
" Kirain mau bayi" Ujar Cakra dengan muka mesumnya.
" Apa sih yank, Aku suami kamu lo" Icao Cakra.
" Pasti kerasukan hantu mesum nih" Ujar Nana.
" Hehee. Udah ah katanya tadi mau istirahat " Kata Cakra. Membawa Nana ke kasur king size mereka.
" Leleh yank" Kata Nana.
" Bawa tidur sayang" Ujar Cakra yang juga ikut rebahan di samping Nana membawa Nana kedalam pelukannya.
Nana pun terlelap karena seperti katanya dia lelah perjalanan yang berjam jam lama nya di pesawat.
Mereka pun tertidur sampai pagi tak sekalipun terbangun,bahkan mereka berdua melewatkan makan malam mereka.
" Ueghhhh" Leguh Nana.
" Astaga udah pagi " Ucap Nana terkejut. Senyenyak itu mereka tertidur sampai tak menyadari matahari sudah meninggi. Dan jam pun menunjukkan pukul 07:04.
Beruntung hari ini Nana masih cuti dan besok baru masuk kuliah. Rencana hari ini Nana ingin ke rumah Dazian sekalian ingin me markas black devil's karena sudah lama Nana gak memantau ke sana.
" Sayang.... Bangun! " Panggil Nana membangunkan Cakra.
" Kenapa sayang " Ujar Cakra dengan suara seraknya.
" Ayo bangun udah pagi" Kata Nana.
" Hah, pagi ! " Ucap Cakra langsung membuka mata nya terkejut.
" Iya udah lagi lihat sudah jam 7 matahari juga udah muncul sayang" Ujar Nana.
" Astaga kamu lupa makan malam sayang " Kata Cakra cemas takutnya sang istri kelaparan.
" Kamu juga kan gak makan sayang" Kata Nana.
" Aku gak papa sayang penting kamu lebih dulu" Ujar Cakra langsung bangun dari tidurnya. Dan keluar Kamar untuk memesan sarapan nasi pada bibi.
Nana pun hanya tersenyum senang suaminya ini sangat perhatian sekali dengannya. Setelah itu Nana langsung masuk kedalam Kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi Nana pun keluar melihat Cakra yang teduduk di atas kasur mereka dengan tangan yang mengotak atik laptopnya.
" Sayang udah selesai mandi. ? " Tanya Cakra.
" Udah dong " Kata Nana.
" Ya sudah langsung pakai baju setalah itu langsung sarapan" Suruh Cakra.
" Aku mau mandi dulu ya kamu sarapan duluan " Kata Cakra.
" Aku sarapan nunggu kamu aja ya yank" Ujar Nana.
" Jangan sayang, kamu duluan aja aku gak mau kamu sakit gara-gara nungguin aku" Kata Cakra.
" Enggak papa Nana mau bareng aja ya sayang " Ujar Nana dengan muka memelas, sehingga Cakra pun luluh.
" Iya tunggu aku mandi sebentar " Kata Cakra.
Setelah berpakaian Nana pun duduk di meja rias memoles sedikit make up di mukanya.
" Cantik " Kata Cakra yang baru saja keluar dari Kamar mandi.
" Hah, ko cepat banget " Heran Nana.
" Aku mandi bebek aja sayang takutnya kamu lama nunggu " Ujar Cakra dengan cepat masuk walk in closet nya mencari baju dan memakainya.
" Ayo sayang " Ajak Cakra yang sudah rapi dengan pakaian nya.
" Kamu gak kerja hari ini? " Tanya Nana pada Cakra yang. Mungkin karena Nana melihat Cakra yang memakai baju santai dan bukanya setelan jas.
" Enggak sayang aku kan juga masih cuti" Kata Cakra.
" Emang gak papa kasian lo ka Tio hampir seminggu kamu tinggal pasti dia kelimpungan menghandle kerja kamu " Jelas Nana.
" Enggak sayang aku juga bantu ko sesekali secara online " Ujar Cakra.
" Iya deh bos besar " Kata Nana.
Mereka pun keluar dari lift . Kenapa mereka tak menggunakan tangga turunnya. Ya karena jauh dan memakan waktu lumayan untuk mencapai ruang makan sedangkan Kamar mereka terletak di lantai tiga.
Nana dan Cakra pun sampai di meja makan dengan cekatan para maid menyiapkan makan mereka.
Nana pun melayani Cakra di meja makan dengan mengambilkan sarapan ke piring Cakra. Dengan senang hati Cakra menerima nya. Baru setelah itu Nana mengambil makanan untuk dirinya.
Pagi ini mereka sarapan dengan nasi putih ayam goreng dan sayur capcay kesukaan Nana. Mereka berdua sarapan dengan lahap mungkin karena tadi malam tak sempat makan. 20 menit kemudian Nana dan Cakra pun menyelesaikan sarapan mereka.