Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
pulang ke rumah



" capek juga belanja kayak gini" ujar Fira yang sudah menduduk kan bokongnya di kursi restoran. Setelah putar keliling mereka sampai tak sadar kalo belanjaan sudah banyak.


" Gua juga" ucap Anya


" Pesan apa nih gaesss?" Tanya Sinta yang sudah melihat menu yang di antar pelayan.


" Gua nasi goreng sama jus alpukat" ucap Nana.


" Gua juga sama deh" ucap Fira


" Gua juga" kata Anya yang males melihat menu.


" Jadi nasi goreng nya 4 jus alpukat nya 3 sama tes es 1 mba" ucap Sinta pada pelayan


" Baik silahkan di tunggu ya " kata sang pelayan.


Tak lama pelayan pun datang dengan pesanan mereka, mereka semua memakannya dengan lahap.


Setelah selesai dengan makan nya mereka pun berniat pulang setelah lama berjalan serta berbelanja di mall.


" Thanks bestie udah di belanjain , Lo udah kaya sugar baby" kata Sinta.


" Gak masalah " ucap Nana


" Balik duluan ye" kata Sinta yang satu mobil dengan Anya .Sedangkan Nana satu mobil dengan Fira.


" Gua nganter kemana nih ?" Tanya Fira .


" Ke rumah ayah aja " ucap Nana


" Yakin Lo mau kesana , gua takut Lo di usir lagi" jawab Fira


" Udah gak papa" ucap Nana, nana pun mengambil ponsel dalam tasnya lalu mengirim pesan.


Aku


" Bang Naya mau mampir ke rumah ayah "


Abang Daz


"Iya hati-hati


Aku


" Mungkin bisa nginep bang"


Abang Daz


" Kabarin abang Nanti"


Sesampainya nya di kediaman Fernandez Nana pun masuk ke dalam, setelah mobil Fira melaju pergi.


" Nana !!kamu pulang sayang " ucap Dion yang langsung berlari memeluk nana. Nana pun merasa senang sekaligus kaget dengan sikap sang ayah.


" Ayah sehat?" Tanya Nana sambil membalas pelukan Dion


" Ayah sehat, maafin ayah ya ayah kemarin emosi dan ngusir kamu" ucap Dion


" Gak papa yah" ucap Nana


" Sasa sama mamanya ke mana yah?" Tanya Nana.


" Mereka lagi keluar sayang" sahur Dion.


" Ya Udah Nana ke kamar dulu" ucap Nana.


Nana pun masuk ke dalam kamarnya merebahkan tubuhnya di kasur king size. Tak lama dia pun terlelap. Tak terasa siang pun berganti malam, Nana yang merasa tertidur lama membuka matanya.


" Hoemmm , sepertinya tidur ku nyenyak" ucap Nana berjalan ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah bebersih Nana pun turun ke meja makan , Karna para cacing di perutnya sepertinya sudah pada demo.


" Naya" ucap Sasa yang terkejut dengan kedatangan Nana, pasalnya Dion belum memberikan thau ibu dan anak itu.


" Kenapa kaget ya" ucap Nana sambil menuruni tangga Karna dia lagi malas pakai lift .


" Ngapain Lo ke sini ayah itu udah ngusir Lo" kata Sasa


" CK " decak Nana kesal. Nana pun menuju ke rumah makan tanpa menghiraukan ucapan Sasa.


Nana pun menarik kursi di samping Dion tanpa menghiraukan tatapan tak suka ibu dan anak itu.


" Mau apa sayang?" Tanya Dion.


" Nana bisa ambil sendiri yah" ujar Nana


" Baiklah" kata Dion


"Mah ko jadi gini sih, Sasa kira dia bakalan di usir dan di marahi ayah lagi kalau balik tapi mama lihat ayah bahkan menyambut nya dengan senang" bisik Sasa pada Dina.


Mereka semua makan dengan tenang sampai selesai. Setelah itu Nana kembali ke kamarnya.


Jam menunjukkan jam 10, Nana keluar dari kamarnya hendak mengambil minum di dapur. Tapi dia melihat sasa keluar rumah.


" Sasa mau kemana yah?" Tanya Nana pada Dion.


" Keluar sebentar katanya " jawab Dion.


" Oh " jawab nana, sedangkan induk ular Nana pun tak melihat nya ' mungkin dia di dalam kamar ' pikir Nana. Setelah mengambil segelas air di gelas Nana pun membawanya masuk ke dalam kamar. Lalu mengambil telpon genggamnya yang ada di meja belajar menghubungi seseorang.


" Ikuti Sasa " ucap nana yang merasa curiga dengan Sasa.


" Baik Queen" jawabnya.



Di lain tempat. Sasa sudah sampai di club baju yang tadi nya masih normal saat dia keluar dari rumah sudah berubah menjadi baju **** kurang bahan. Dia meminum minumannya hingga mabuk Dan dia duduk di pangkuan seorang laki yang umurnya 30n mungkin. Bahkan tangan lelaki itu sudah kemana mana meraba aset Sasa


" Ayo sayang kita k room private " ucap seorang laki-laki yang sasa duduki.


" Ayo " ucap Sasa yang bergelayut pada lelaki tersebut. Langsung menggendong Sasa Dan Mereka berdua masuk tanpa keluar lagi sudah dapat di pastikan apa yang mereka lakukan. Tanpa mereka ketahuan di dalam ruang tersebut sudah terpasang kamera kecil yang merekam aksi bejat mereka.


Aktivitas Sasa pun tak luput dari pantauan Nana, yang mengirimkan beberapa video Sasa dari bawahannya.


" Dengan video ini gua bakalan buat dia malu terus baru eksekusi" ucap nana senang.


Ting.. bunyi pesan masuk di ponsel Nana.


Natan


" Ay aku merindukan mu"


Aku


" Jangan rindu berat " balas Nana


Natan


" Hihi, kamu seperti Dilan saja ay"


Nana


"Ya aku"


Natan


" Ya sudah bawa tidur sayang udah malam banget "


Aku


" Siap bos ku "


Natan


" Malam kesayanganku mimpi aku"


Nana pun tak membalas pesan dari Natan lagi, dia merebahkan diri , menekan tombol telpon, menelpon Alex .


" Bang Nana ada tugas"


"......."


" Nana kirim"


Send... Pesan sebuah video terkirim dari telpon Nana.


"Tunggu saja besok " ucap Nana setelah itu dia memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.


Jam 07:05 Nana sudah berada di meja makan dengan seragam nya ,sarapan dengan sang ayah. Sasa pun sudah ada di meja makan lengkap dengan seragam, entah jam berapa dia sampai rumah Karna Nana sudah tidur lebih dulu.


" Nana berangkat yah" pamit Nana pada Dion.


" Sasa juga yah" ucap Sasa


" Nana bawalah adikmu sekalian bareng " ucap Dion


" Itu tak mungkin yah " ucap Nana,


keluar rumah menuju garasi mobilnya. Yah dia hari ini berangkat sendiri dengan mobilnya Karna di sudah mengabari Natan tak perlu menjemput nya.


Brummm..


Brummm.. mobil yang di kendarai Nana membelah jalan menuju sekolah .


Sementara Sasa pun juga berangkat dengan mobilnya sendiri yang di belikan Dion.


Sampai di sekolah nana pun memarkirkan mobilnya di samping mobilnya Natan. Dia pun keluar dari mobilnya Karna Natan sudah ada menunggu nya.


" Ko gak langsung masuk kelas ?" Tanya Nana


" Kan kau nungguin kamu ay" jawab Natan


Nana pun merasa gemas dengan ke manjaan Natan .


" Mommy nyariin kamu tuh , di suruh mommy ke mansion, kayanya mommy kangen deh sama kamu ay".ucap Natan lagi.


" Nanti deh setelah balik dari sekolah aku ke sana gimana " kata Nana


" Boleh , pasti mommy seneng banget kamu datang ay" jawab Natan


Mereka pun melangkah menuju ke kelas. Nana sampai kelas . Merebahkan diri ke meja dengan tangan yang menahan Kepala nya. Baru saja Naya ingin terlelap seseorang menyapanya


" Hai Naya " sapa Mahen


" Ya " jawab Nana


" Jangan cuek-cuek dong nay aku hanya menyapa mu" ujar Mahen sambil tersenyum lebar.


' selalu saja mengganggu ku' pikir Nana


Pria ini terus saja merecokinya padahal jelas-jelas dari awal di suah menolaknya.


Nana begitu risih dengan kehadirannya. Ya meskipun mahen di kategorikan cowok tampan tapi Nana sama sekali tak tertarik.


Baginya Natan lebih tampan, ya kalau sudah bucin beginilah pemisah.


" Minggir Lo " ucap Fira yang baru datang pasalnya bangku nya di duduki mahen.


" Galak banget sih" kata Mahen mahen pun kembali ke kursinya dengan mata yang masih memandangi Nana.


8 jam berlalu dan bell panjang sudah berbunyi tanda pelajar telah berakhir.


Nana pun melangkah menuju mobilnya di parkiran.


" Nay gua antar ya " ajak Mahen


" Dia lagi" batin Nana kesal .


" Gak perlu" jawab Nana langsung masuk dalam mobilnya. Di ikuti Natan yang sudah menunggu nya di mobilnya sendiri.


" Susah sekali mendekati nya" batin Mahen


" Ke mansion kan "teriak Natan yang sudah di dalam mobil .


Nana pun mengangkat tangan tanda ok, mobil yang mereka kendaraan masing-masing pun melaju ke mansion Zen.