
Alea sangat senang pagi ini di akan berjalan-jalan di taman.
" Mas ayo cepat" Ujarnya memanggil Dazian.
" Iya sayang " Sahut Dazian.
" Kalian berjaga di sekitar taman" Perintah Dazian pada Bawahannya.
" Baik tuan" Jawab mereka
" Ayo" Ajak Daz.
Dengan semangat Alea beranjak dari duduknya dan menghampiri Dazian, dengan langkah riang. Walaupun sekarang kehamilan nya sudah memasuki usia 7 bulan lebih, tapi Alea masih sangat aktif.
Mobil yang di kendarai Dazian sudah sampai di area taman, Alea dan Dazian pun langsung keluar dari mobil setelah memarkirkan nya.
Alea berjalan-jalan di sekitar taman sambil melihat banyak anak kecil yang sedang berlari kesana kemari.
" Lihat sayang nanti kita ajak anak kita kesini, disini sangat banyak temannya " Ujar Alea melihat banyak nya ank kecil.
" Iya sayang " Kata Dazian. Sambil mengelus perut buncit Alea.
Alea dan Dazian terus berkeliling taman, namun tiba-tiba Alea melihat pedang bubur di sebrang jalan.
" Mas aku mau bubur " Tunjuk Alea.
" Iya sayang mas belikan ya " Kata Dazian.
" Alea ikut " Kata Alea.
" Tunggu sini aja sayang " Larang Dazian, namun Alea langsung saja berjalan lebih dulu ke arah tukang bubur ayam di. Sebrang.
Alea pun melihat kiri kanan masih sepi Alea pun terus melangkah, baru beberapa langkah dirinya di kejutkan dengan sebuah mobil yang datang tiba-tiba dengan melaju kencang. Dazian yang melihat itu pun langsung berlari ke arah Alea. Namun naas belum sempat Dazian menggapai Alea mobil itu lebih dulu menabrak Alea.
BRAKKKK.
Alea merasa tubuhnya melayang dan perut sangat teramat sakit yang luar biasa, tak. Terasa air matanya menetes, ia merasa tubuhnya mulai jatuh dan berguling-guling.
Sama-sama di mendengar teriakkan orang di sekitar nya, dan juga suara Dazian.
Kedua matanya sudah sangat berat untuk di buka.
" Sayang !!! "" Lirih Dazian
" M-mas" Ujarnya terbata dan akhirnya menutup matanya dengan sempurna.
Tak lama sebuah mobil mewah dapat di pastikan itu adalah anak buah Dazian, setelah mobil berhenti Dazian langsung mengangkat Alea kedalam mobil.
" Maaf kami lengah tuan" Ucap Bawahan nya di dalam mobil.
" Tak apa bukan salah kalian " Ujar Daz.
Dengan kecepatan tinggi mobil Dazian melaju menuju rumah sakit terdekat. Sampai di rumah sakit Alea langsung di bawa ke ruang ICU.
Sementara mobil yang menabrak Alea pergi entah kemana.
Dengan panik khawatir serta takut, Dazian menunggu diruang tunggu. Dengan pakaian yang berdarah-darah.
" Tuan lebih baik berganti pakaian dulu " Ujar salah satu bawahan Dazian, sambil. Menyerah kan sebuah paper bag berisi pakaian Daz.
" Oke" Kata Daz dan mengambil paper bag.
Dazian yang sudah berganti pakaian kembali ke depan ruang ICU.
Ceklek
Pintu di buka dan keluarlah seorang dokter.
" Gimana istri saya dok? " Dazian langsung menghampiri nya tak sabar dengan kondisi sang istri.
" Mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi bayi yang ada di dalam kandungannya tidak bisa kami selamat kan. Karna benturan yang sangat keras.kami ingin meminta izin melakukan op pengangkatan bayi, jika tidak kemungkinan besar kedua nya tidak akan selamat "
Tangis daz sudah tidak dapat di bendung lagi dia mengacak-acak rambutnya frustasi.
" Lakukan yang terbaik selamat kan istri saya dok " Lirih Daz.
Tap..
Tap.
Suara langkah tergesa-gesa di Koridor tak lama muncullah Nana serta cakra dan juga jo. Ya mereka mendapat kabar dari bawahan Daz bahwa Alea kecelakaan.
" Bang" Panggil Nana. Nana tak. Tega melihat Dazian kelihatan sangat frustasi.
" Gimana keadaan ka Alea? " Tanya Nana.
" Ba -bayi kami tak terselamatkan " Kata Daz debgan sedih. Nana pun memeluk Dazian seraya menenangkan nya.
" Bagaimana nanti jika Alea bangun, melihat perutnya yang sudah rata" Kata Daz
Dazian terus menerus menyalahkan diri nya , air matanya pun terus mengalir.
Dokter pun keluar mengendong seorang bayi ubah dapat di.pastikan itu anaknya Daz,
" Anak nya perempuan ya pak, tolong segera urus pemakamannya, saya permisi dulu " Kata dokter sambil menyerah kan bayi tersebut dan di sambut oleh Dazian sendir.
" Maafkan ayah nak" Lirih Daz memeluk bayinya sebelum di makamkan.
" Tuan semua sudah siap " Kata bawahan Dazian
" Baiklah tunggu sebentar " Kata Dazian.
" Aku turut berduka Daz" Ucap cakra.
Semakin menetes air mata Dazian melihat gadis kecil nya sangat mirip dengan Alea , hatinya sangat-sangat sakit melihat tubuh anak nya terbujur kaku.
" Bagaimana ayah menjelaskan pada bundamu , sayang "
" Sudah bang, ikhlaskan " Kata Nana dengan air mata yang juga tak berhenti menetes.
" Daz semua sudah di urus dengan baik, segera kita lakukan pemakaman nya" Ujar jo.
Setelah pemakaman selesai mereka kembali ke rumah sakit.
Kini Alea sudah di pindah kan di ruang rawat. Dazian memandang sendu Alea yang berbaring di ranjang di wajah pucat nya.
" Bang" Panggil Nana yang sedang berdiri di depan pintu.
Karna nana dan yang lain nya tak ingin mengganggu Alea makanya hanya menunggu diluar, Dazian pun keluar.
" Gue udah dapat pelaku penabrakan nya" Ujar jo.
" Siapa? " Tanya Daz geram
" Dia ibu tiri nya Alea " Jawab jo.
" Di mana mereka sekarang ? " Tanya Daz
" Mereka sedang di markas karna tadi gue udah menyerahkan mafioso buat tangkap Mereka"ujar jo.
" Thanks jo" Kata Daz.
" Yaya ikut bang" Kata Nana saat melihat Dazian akan pergi.
" Kamu tunggu alea ya jaga di sampai abang datang " Ujar Daz.
" Iya bang, ingat bunuh mereka semua yang sudah bikin ka Alea Nana jadi begini " Ujar Nana.
" Tentu " Sahut Daz , kemudian Daz pun meninggal kan rumah sakit dengan jo sedangkan Nana masuk kedalam ruangan Alea di temani cakra.
" Kasian ka Alea ka cak" Ujar Nana.,
" Udah sayang jangan di pikirin, mungkin Tuhan bakal ngasih mereka yang terbaik sebagai gantinya nanti" Ujar cakra.
" Nana gak jadi punya ponakan " Lirih Nana.
Sementara di markas Dazian sudah mengamuk di rumah penyiksaan.
" Mati kau " Kata Daz sambil menusuk kaki tangan seorang gadis.berstatus kaka tiri Alea
" Akhhh jangan" Rintihnya kesakitan.
" Jangan siksa anakku" Ujar wanita paruh baya.
" Jangan kau bilang setelah kau membuat aku serta istri ku kehilangan anak kami" Ujar Daz.
" Ampun apa salah kami" Kata wanita itu.
" Kau tau Alea yang kau suruh orang untuk menabrak nya adalah istriku, dan ku akan membuat kalian berdua meregang nyawa sama seperti bayi ku yang kehilangan nyawa nya akibat ulah kalian bang**t" Marah Daz.
Slashhhhh
Dengan kejam Daz memotong kepala kaka tirinya Alea. Ibunya yang melihat nya pun langsung ayok dan histeris melihat kepala anak kesayangannya terpisah dari tubuhnya.
" Aaaaaaaaaa Elissssssss hiksssss" Tangis meraung.
" Sekarang giliranmu nenek tua" Ujar Daz tersenyum devil.
" A-ampuni aku" Mohonnya
" Hanya karna harna kau tega ingin membunuh istriku, padahal dia tak pernah sekali pun menganggu mu" Ujar Daz
" Panggang dia!!! " Teriak Daz
" Jangan .... Jangan... Ampun " Mohonnya.
Ibu tiri Alea pun terus berontak saat para bawahan Daz ingin memasukkan nya me dalam oven , namun dia masih kalah dalam tenaga akhirnya dia pun meregangkan nyawa di dalam oven besar tersebut.
Setelah selesai Daz berganti pakaian dan kembali ke rumah sakit.