Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
season 2 Gak boleh kelelahan!



"Hai bi*ch mari bermain! "... Sapa Queen pada Anin yang di dalam kerangkeng besi.


" Lepasin gue bang**t!! " Teriak Anin.


" Lipisin gii bingsit" Balas Queen menyenye Anin yang memukul jeruji besi.


Anak buahnya Queen sudah memberikan obat penawar dari suntikan kemaren sehingga Anin kembali bisa bergerak leluasa.


" Ayo ka Queen mulai Jofa sudah gak sabar" Kata Jofa seperti biasa mereka duduk di sofa yang ada di ruang penyiksaan.


Bahkan sebelum nya mereka sempat mampir terlebih dahulu ke supermarket membeli cemilan dan makanan lainnya untuk persediaan para penghuni markas.


" Action " Ucap Rakha sambil memakan cemilannya.


" Aric tolong dong ambilin air panas " Ucap Queen pada Aric bawahannya Queen.


"Baik Queen" Ujar Aric.


3 menit kemudian Aric kembali datang dengan dengan membawa sebuah termos .


" Ini Queen " Ujar Aric menyerahkan termos pada Queen .


" Makasih Aric " Ucap Queen. Queen mengambil termos yang berisi air panas , membuka tutupnya lalu Menyiramkannya pada Anin


Byurrrrr


" Arghhhhhh!!! " Teriak Anin kepanasan.


" Hehehe santai aja kali gak perlu teriak" Kata Queen.


" Bang*at gue bakal bunuh lo! " Teriak Anin meraung-raung.


" Heh, jala*g gak usah teriak-teriak! " Ucap Queen.


" Lo bilang ap-"


Jlep.


Queen yang sedari tadi sudah mempersiapkan pisau lipatnya. Langsung ia tancapkan di pipi kiri Anin.


"Arghhhh" Rintih Anin kesakitan.


"Jangan berisik! " Ucap dingin Queen.


Lalu Queen m cabut kembali pisau yang di tancapkan nya di pipi Anin dengan kasar lalu menancapkan nya kembali ke pipi Anin, hingga membuat Anin kembali merintih kesakitan, tidak sampai di situ saja Queen juga menyayat pipi Anin.


" Arghhhh, sa-kit, am-pun " Lirih Anin. Kesadaran nya sudah menipis.


" Cih gini aja baru minta ampun kemarin berani nantangin gue" Kata Queen.


" Bu-nu-h sa-ja aku" Ucap Anin dengan terbata-bata.


" Gue belum puasa mainin lo" Jawab Queen.


" Tangan nakal ka Queen buang aja" Ujar Jofa.


" Iya lo betul jof" Kata Queen. Lalu mengambil katana nya.


,slashhhh


Sekali tebasan pergelangan Anin terputus dari tubuhnya. Darah nya muncrat mengenai baju Queen.


." Uyuhhhhhh Jijay darah lo" Kata Queen.


Queen semakin menjadi menyiksa Anin sampai mengukir di kulit Queen kata ja**ng menggunakan pisau lipatnya.


" Bu-nuh g-u-e" Ucap Anin. Dengan kesadaran yang hampir hilang.


" Yakin? Jangan nyesel ya? " Ujar Queen.


Jlep....


Queen menancapkan pisaunya di dada Anin tepatnya mengenai jantung hingga Anin.


" Selesai " Ucap Queen.


Brukkkk.


Queen jatuh pingsan hal itu membuat Kenzo, Sagara, Rakha dan jofa panik, mereka dengan cepat menghampiri Queen yang terbaring di samping Anin, Sagara menggendong Queen keluar markas, mereka membawa Queen ke rumah sa Di ikuti Rakha dan Jofa, sedangkan Kenzo menyuruh anak buahnya membereskan Anin lalu mengirim mayatnya ke rumah Fardo, di bungkus seperti kado berukuran besar lengkap dengan pita sebagai pemanis di atasnya. Setelah itu di juga ikut menyusul Queen ke rumah sakit.


Queen sempat bergumam dan memanggil nama Aksa.


" Queen bangun de" Panggil Sagara mengajak nya berbicara. Namun Queen tak merespon nya.


," Aka lebih cepat! " Ujar Sagara pada Rakha yang tengah menyetir mobil.


Sagara merogoh ponselnya yang berada di dalam saku celananya dengan cepat ia mencari kontak Aksa dan menelpon nya. Karena mendengar Queen mengucapakan nama Aksa tadi.


Tuttt. Tutt..


" Angkat dong Sa? " Ucap Sagara.


Sementara di markas Alaska.


" Bosss !! " Panggil Ino sambil. Mengetuk pintu kamar Aksa yang berada di markas.


"Bos!!! " Teriaknya.


Cewek


Teriakan Ino terpotong kala Aksa membuka pintu kamarnya dan keluar.


" Kenapa? " Tanya Aksa yang keluar dari kamarnya. Dengan memakai baju koko lengkap dengan sarung dan peci.


" Habis sholat bos? " Tanya Ino , di jawab Aksa dengan anggukan.


" Akhirnya nongol juga! Nih dari tadi HP lo bunyi terus" Ujar Ino pada Aksa.


" Siapa? " Tanya Aksa .


" Sagara " Jawab Ino memberikan ponselnya pada Aksa.


Aksa pun menggeser tombol hijau, mengangkat telpon dari Sagara yang masih berdering.


" Halo! " Ucap Aksa.


" Apa ! Rumah sakit mana? " Tanya Aksa dengan raut khawatir. Sambil berlari mengambil kunci mobilnya.


" Tunggu gue disana" Ujar Aksa.


" Mau kemana bos? " Tanya Bian yang sedang ngumpul di ruang tengah.


" Ke rumah sakit, Queen sakit " Jawab Aksa cepat . Berlari meninggalkan temannya yang masih ingin bertanya.


Bukan hanya Aksa selama di perjalanan menuju rumah sakit, Sagara juga menghubungi Cakra.


Di rumah sakit


Mobil yang membawa Queen baru saja tiba, Sagara langsung keluar dengan menggendong Queen.


"Sus tolong Sus! " Teriak Sagara.


Queen di taruh di brankar dan langsung di bawa masuk ke ruangan UGD untuk di tangani.


"Bang Gue ngurusin administrasi nya Queen dulu " Ujar Rakha, dan di angguki Sagara.


Tak lama datanglah Cakra, karena kantornya Cakra tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Queen di rawat.


" Ade gimana bang? " Tanya Cakra pada Sagara yang duduk di kursi depan UGD.


" Masih di tangani dokter dad " Jawab Aksa.


Di parkiran Aksa baru saja tiba dan keluar dari mobil dengan tergesa-gesa, Aksa langsung masuk ke rumah sakit tempat Queen di rawat.


Ia masuk dengan gagah dan jangan lupakan setelan baju koko nya yang lengkap namun walaupun pun begitu tampan nya Aksa tak kaleng-kaleng. Membuat setiap orang yang berpapasan dengannya berdecak kagum lara ukhti.


"MasyaAllah imamku"


"Jodohku akhirnya muncul"


Queen baru saja di pindahkan ke ruangan VVIP yang berada di lantai 4 . Karena dia baru saja dihubungi .


," Gar, ken, Jofa, rakha " Sapa Aksa .


" Eh om juga ada maaf om baru liat ujar Aksa


" Ujar Aksa pada Cakra.


" Gak papa" Kata Cakra yang duduk di ranjang samping Queen.


" Queen kenapa Gar? " Ucap Aksa lalu menhampiri Queen yang terlihat pucat di brankar.


" Dia kelelahan, sama kurang darah" Ucap Sagara.


" Kenapa sayang? " Tanya Aksa pada Queen yang sudah sadar.


" Gak papa "jawab Queen.


" Daddy gak pulang dulu daddy pasti capek dari kantor ke sini " Ujar Queen.


" Iya daddy pulang, ingat kata dokter tadi ade yang gak boleh kelelahan! " Peringat Cakra pada sang putri.


" Aksa udah datang daddy pulang dulu ya, ade cepat sembuh nanti daddy ke sini lagi." Kata Cakra, setelah mencium kening Queen dia pun pergi.


"Ken, Gar , Jof rakha kalian pulnag dulu gak papa gantian biar malam nanti gue yang jaga" Kata Aksa.


" Tap-"


" Udah gak papa kalian pulang aja, sama sekalian ambil baju Queen dan beli buah, gue tadi kelupaann beli saking panik nya" Aksa memotong ucapan Sagara.


" Baiklah, gue titip ade gue ya! " Kata Sagara.


" Siap aman! " Jawab Aksa


Sagara berjalan ke arah Queen lalu memcium keningnya.


" Abang pulang ya de , cepat sembuh nanti abang ke sini lagi, kalo ada apa-apa hubungin gue Sa " Ujar Sagara menatap Aksa.


" Sip" Kata Aksa.


" Hati-hati bang! " Ujar QueenQueen, di bales Sagara dengan anggukan.


Setelah Sagara hilang dari balik pintu Aksa duduk di samping brankar.