Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
memalukan



" mommy El pulang" teriak Natan


" El kebiasaan! Mommy gak tuli sayang" sahut Yuri yang duduk di sofa rumah tamu.


" Mommy liat El bawa siapa?" Tanya Natan, Yuri pun menengok ke arah arah Natan di liatnya di belakang Natan juga ada Nana.


" Naya !" Kata Yuri. Nana pun mendekat ke arah dan langsung di peluk Yuri.


" Mommy kangen sayang" ucap Yuri.


" Nana juga kangen mommy" ucap Nana membalas pelukan Yuri. Bagi Nana Yuri sudah seperti almarhumah mama sarah.


" Kalian bersih-bersih dulu sayang setelah itu baru makan" ujar Yuri.


" Siap mom" ujar keduanya.


Mereka pun pergi ke kamar masing-masing, ya layaknya anak kandung Nana juga punya kamar sendiri dan di dalamnya juga lengkap dengan pakaian dan lainnya.



" Sayang...... Aku masuk ya " ujar Natan.


Ceklek..


" Pantesan gak ada sahutan ternyata tidur toh?" Kata Natan bicara sendiri. Natan pun menghampiri Nana yang sedang tidur di kasur.


" Sayang! Bangun.." ucap Natan sambil mengelus lembut kepala Nana. Tapi tetap tak ada pergerakan.


" Ay bangun " ucap Natan lagi dengan menggoyangkan lengan Nana


" Huh, kebo juga nih tidurnya" keluh Natan


" Woy banjir !!!!!!" Teriak Natan yang langsung membuat Nana bangun


" Lari-lari cepat nanti tenggelam!!" Ucap Nana bergegas bangun yang masih dalam mode tak sadar.


" Hahahaha!!!" Tawa Natan melihat nana


" Sialan kamu ay!!!! " Ucap Nana. Natan pun langsung lari keluar kamar Nana takut terkena amukan singa.


" Apaan sih El lari-lari?" Tanya Yuri


" El di kejar singa ngamuk mom" jawab Natan


" Natan....." Terdengar suara nyaring teriakan Nana


" Itu singanya ?" Tanya Yuri


" Iya mom " jawab Natan


Nana pun ikut turun ke bawah mengejar Natan.


" Mommy Natan jahat sama Nana " keluh Nana menghampiri Yuri memeluk nya


" Natan ga boleh gitu sama anak mommy " ujar Yuri


" Engga mom, Natan cuma bangunin Naya tidur aja mom" jawab Natan.


" Mom nana pulang dulu ya pasti bang Daz nyariin Nana" kata Nana


" Makan dulu ya sayang,baru nanti pulang di antar Natan" ajak Yuri


" Oke mom" ucap Nana mereka pun sama-sama menuju meja makan.



" Bye mom" pamit Nana


" Hati-hati sayang" kata Yuri


Nana pun pergi meninggalkan mansion zen, dengan mengendarai mobil masing-masing.


" Masuk dulu ay" ajak Nana


" Langsung balik aja ya , udah malem banget soalnya" tolak Natan


" Oke. Hati - hati" ujar Nana


Nana pun memasuki mansion Daz .


" Abang!!" Panggil Nana


" Tuan Daz pergi tadi non" kata pelayan , Nana pun mengeluarkan telponnya.


" Halo, Abang dimana?" Tanya Nana


"Di markas " jawab Daz


" Oke Nana otw kesana " ujar Nana


Nana pun langsung memasuki, dan menjalankan mobilnya menuju markas. Tak lama Nana pun sampai


" Malam Queen" sapa mafioso yang melihat Nana memasuki markas.


" Hem" sahur Nana dingin.



" Bang" panggil Nana.


" Coba lihat Sini " panggil alex , Nana pun mendekati Alex dan melihat apa yang di tampilkan di komputer nya.


" Udah bagus nih langsung upload bang " ujar Nana


" Oke princess" jawab Alex


" Tunggu Sasa ini hanya awalnya saja " batin Nana


" Bang Daz pulang yu " ajak Nana, Daz pun langsung keluar membawa Nana pulang.


" CK, selalu sama Daz kapan Yaya manja dengan ku?" Gumam Alex .


" Yaya sudah sampai " ujar Daz . Tapi ternyata Nana sudah tertidur , Daz pun langsung mengangkat nya keluar mobil.Dengan penjaga yang membukakan pintunya.


" Stuttt , tidur lagi " kata Daz. Nana pun kembali menutup matanya


Sesampainya di kamar Nana, Daz pun membaringkan Nana di kasur . Saat Daz ingin pergi Nana menahan tangannya.


" Abang temani Yaya" kata Nana


" Oke Abang bersih-bersih dulu " kata Daz . Setelah Daz selesai bebersih dan Menganti pakaian nya dia kembali ke kamar Nana . Ikut membaringkan tubuhnya di samping Nana dan memeluk Nana.


Nana menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan seragam lengkapnya. Dan disana sudah ada Dazian yang pagi tadi sudah bangun lebih dulu dari pada Nana,


Nana pun duduk di meja makan dan makan dengan lahap.Selesai dengan acara makannya Nana pun pamit dengan Dazian.


Dengan senyum lebar Nana memasuki kawasan sekolahnya, moodnya sangat bagus hari ini.


Kring..


Kring .. terdengar bunyi dering telpon Nana tertera ayah di layarnya . langsung saja nama mengangkat nya.


" Halo yah" ujar Nana


"......."


" Maaf ayah nana nginep di rumah teman " kata Nana


" ....."


" Iya nana sudah di sekolah" jawab Nana


"...."


" Bye ayah " ujar Nana, sambungan telpon mati Nana kembali memasukkan telponnya ke kantong sakunya.


Sasa melewati koridor sekolah hanya sendiri tak seperti biasa di temani teman temannya, bisik terdengar


" Eh Sasa deteng gaesss"


" Ganas juga ternyata"


"Emang ***** ternyata"


" Gak nyangka bejat juga"


" Satu ronde berapa sa"


" Boleh lah kita nyoba juga"


Bisik-bisik para siswa/i terdengar di telinga Sasa yang belum mengetahui video syurnya tersebar.


" Apa Lo!!!" Ujar Sasa pada siswa siswi yang memandang jijik.


" Gaessss!!!" Panggil Sasa pada Liana dan Maya. Tapi sayang mereka tak menghiraukan panggilan tersebut


" Kalian kenapa sih" ujar Sasa mendekati mereka


" Minggir Lo gak Sudi kita berteman dengan ******" ujar Liana .


" ******!!!! Lo bilang gua ******!!!!" Marah Sasa


" Iya kita mah gak Sudi berteman dengan pelacur kaya Lo , bikin malu saja " kecewa Maya .


Mereka pun meninggalkan Sasa yang mematung bingung.


" Ada apa sih?" Tanya Sasa pada seorang siswi . Tapi siswi tersebut malah tak menanggapinya.


" Pengumuman kepada siswa yang bernama Sasa Aurelie di mohon untuk segera ke ruang BK "..


" Gua " ucap Sasa dia pung melangkah menuju ruang bk


" Permisi " ujar Sasa memasuki ruang BK .


" Ayah mama ngapain disini " ucap Sasa kaget.


PLAKKKKK


Suara tamparan terdengar nyaring di ruangan BK , pelaku nya iyalah Dion yang menampar Sasa.


" Bikin malu kamu!!!" Marah Dion.


" A a ayah nampar Sasa " ujar Sasa kaget


" Sudah mas kasian Sasa " kata Dina


" Maaf pak dengan ini kami terpaksa akan mengeluarkan Sasa Aurelie " ucap kepala sekolah yang ada di ruang BK


" Kenapa pak apa salah saya " ucap Sasa syok.


" Kesalahan kamu sangat patal " ujar kepsek sambil melempar telpon seluler yang menampilkan video syur Sasa .


" A-apa, ini bukan saya pak, saya di fitnah" ujar Sasa membela diri.


" Kami terpaksa mengeluarkan mu Karna ini sudah menyebar kemana-mana takutnya mencoreng nama sekolah jika kami masih mempertahankan mu" ujar kepsek.


" Gak saya di fitnah pak " elak Sasa


" Ayah bukan Sasa yah bukan " ujar Sasa pada Dion.


" Tapi itu terbukti video kamu , bukan hanya foto belakang " jawab Dion marah.


" Pulang kamu " tarik Dion kasar pada Sasa melangkah ke luar ruangan. Para siswa/i yang melihat Sasa berjalan di koridor langsung menyorakinya.


" Huuuuuh ****** "


" Pergi huuuuu sadar tukang bully "


" Huuuuuh gak tau diri "


" Bikin malu sekolah"


Suara riuh menggema , sepanjang jalan yang Sasa lewati. senyum mengembang di bibir Nana melihat Sasa di permalukan bahkan di keluarkan dari sekolah.


" Ini masih awal tunggu selanjutnya " gumam nna