
Queen sudah selesai bermain dengan dua tawanan tadi.
"Tunggu giliran mu Anin" Ucap Queen.
" Sudah princess ? " Tanya Sagara.
" Udah bang, sekarang ade lelah" Ucap Queen.
" Perlu abang gendong? Tanya Sagara dan di balas Queen dengan anggukan.
Setelah itu Sagara langsung menggendong Queen ala koala keluar dari ruang penyiksaan menuju kamar Queen yang ada di markas.
Ceklek
Pintu kamar Queen terbuka, Sagara pun berjalan menuju kasur dan meletakkan Queen .
" Ade istirahat aja dulu habis itu baru mandi dan Bersih-bersih" Ucap Sagara dengan lembut.
" Baik bang" Ucap Queen.
Cup
Sagara mencium kening adik kembarnya sebelum keluar dari kamar Queen.
Di rumah berlantai 2 seorang gadis mondar-mandir menunggu kabar dari ayahnya.
" Kok ayah belum ngasih kabar juga sih" Gumamnya dengan nada tak sabar.
Dia lah Anindya gadis yang mengejar-ngejar Aksa. Dialah pelaku sebenarnya penyuruhan penembakan semalam. Ayahnya seorang ketua mafia dari mafia white Ace ya kelompok mafia kecil yang baru saja terbentuk.
Ceklek pintu utama nya terbuka.
" Hah akhirnya ayah pulang juga, kok gak ngasih Anin kabar sih? Gimana berhasil? " Tanya Anin. Memang Anin lah yang menyuruh sang ayah melenyapkan Queen. Demi ambisi nya agar bisa mendapatkan Aksara.
"Ayah juga gak dapat kabar dari anak buah ayah" Jawab Fardo ayahnya Anin.
Anin adalah putri tunggal dari Fardo dan istrinya Mirna. Tapi Mirna sudah meninggal waktu Anin masih bayi karena sakit komplikasi. Anin Juga sangat di sayangi oleh Fardo apapun yang diinginkan Anin Fardo selalu berusaha memenuhinya walaupun terkadang permintaannya tak lazim.
" Pokoknya ayah harus bisa habisi cewek itu, dia udah rebut Aksa dari Anin " Ujar Anin mengeluh.
" Iya ayah pasti lakuin semua keinginan Anin " Kata Fardo.
Di rumah sakit di ruangan VVIP Aksa tengah menunggu kedatangan Queen, di sebelumnya memang sudah di kabari oleh Queen.
Setelah mandi dan mengganti pakaian nya Queen pamit pada abangnya, berangkat ke rumah sakit menjenguk Aksa.
Ceklek pintu ruangan Aksa terbuka.
" Queen" Panggil Aksa tersenyum padahal sosok yang membuka pintu kamar rawatnya masih belum tampak.
" Assalamu'alaikum"
" Siapa Queen? " Suara bariton menyahut ucapan Aksa.
Deg...
" Wa'alaikumsalam "
Bagai di kejar bencong jantung Aksara berpacu cepat.
Glek.....
" Bang Iqsa" Ucap Aksa meneguk ludahnya dengan kasar.
Muhammad Iqsabian al-Malik orang Pondok biasanya memanggilnya Gus Iqsa, berusia 37 tahun abang satu satunya Aksa. Masih Jomblo ya guys.Dan juga calon pimpinan yang akan mengantikan abah nya kelak.
" Abang tau Aksa di sini dari mana? " Tanya Aksa pasalnya hampir semua kegiatan Aksa Gus Iqsa tau tanpa di beritahu.
" Itu gak penting, gimana keadaanmu? " Tanya Gus Iqsa.
" Udah baikkan bang" Jawab Aksa.
" Dimana pelakunya? " Tanya Gus Iqsa.
" Aksa gak tau bang " Jawab Aksa. Menunduk.
Ceklek.
Pintu kamar Aksa kembali di buka dan pelakunya adalah Queen.
" Aksa " Panggil Queen ceria.
" Eh ada tamu " Kata Queen melihat Gus Iqsa yang di dalam.
"Masuk lah " Kata Gus Iqsa.
" Saya Iqsa. Kakaknya Aksa " Ucap Gus Iqsa memperkenalkan dirinya pada Queen.
" Saya Queen ka" Balas Queen dengan sopan.
" Abang pulang Sa" Kata Gus Iqsa tiba-tiba.
."kok cepat bang bukannya baru datang " Ujar Aksa.
." Kan sudah ada yang datang menjagamu" Gus Iqsa melirik Queen. Membuat Aksa Queen tersipu.
" Abang pamit mau ketemu teman lama, nanti abang kesini lagi "kata Gus Iqsa.
" Iya, jangan khawatir , cepat sembuh " Jawab Gus Iqsa.
Setelah itu gua Iqsa pun pamit pergi. Queen menghampiri dan duduk di samping Aksa
" Lo kenapa gak sekolah? " Tanya Aksa pada Queen.
" Lagi males aja, . Gue kan menenin lo mastiin lo baik-baik aja " Jawab Queen.
"Gue udah baik kok" Kata Aksa.
Tanpa mereka duga ternyata para Inti Alaska datang menjenguk Aksa.
" Yo what's up beban jamal" Sapa Bian pada Aksa.
." Jamal bapak gue anying" Sahut Bryan.
" Hehehe salah ngomong" Kilah Bian.
" Wah ada Queen yang cantik jelita pari purna tiada tara" Ujar Ino.
" Gue emang cantik dari lahir no" Jawab Queen.
" Mau ngebantah, tapi memang iya" Kata Ino.
Mereka berempat masuk ruangan Aksa dengan di tangannya masing-masing membawa kresek.
" Wih bawa makanan dong" Ujar Queen.
" Iya dong entar ada yang nyindir kita-kita cuma bawa tangan kosong" Jawab Ino.
Mereka membuka isi kantong kresek yang di bawa. Isinya ada, bakso mercon, nasi padang, ayam goreng, burger, martabak manis, martabak telur, basreng, serta beberapa makanan ringan.
" Eh kalian bawa buat Aksa apa buat kalian sendiri ? "Heran Queen. Mereka bawa makanan banyak banget.
" Jelas lah buat paketu" Jawab Ino.
" Gue mau dong nasi padang" Kata Aksa.
" Gak boleh" Larang Queen dengan tegas.
" Why? " Ucap. Aksa.
" Lo masih sakit mana boleh makan nasi padang " Kata Queen.
" Tuh paketu dengerin apa kata buketu" Sahut Rangga.
" Harus bubur kan Queen ?" Ujar Ino. Bertanya.
" Betul" Jawab Queen di sertai anggukan.
" Nah kebetulan gue bawa bubur nih spesial buat paketu " Kata Bryan. Membuka isi kantong plastik bawaannya. Mendengar hal tersebut sontak membuat Aksa menatap sinis ke arah Bryan.
" Siniin bubur nya" Pinta Queen. Dengan senang hati Bryan mengantarkan buburnya pada Queen.
" Nah sekarang lo makan, pasti lo belum makan kan " Kata Queen.
" Gue gak mau bubur hambar itu Queen. " Rangek Aksa.
" Anjir paketu kayanya kesurupan lagi guys" Ucap Rangga.
" Cuma sama buketu sikap paketu berubah " Ujar Ino.
Cukup lama Queen dan Aksa berdebat masalah makanan dan akhirnya Queen mengalahkan ya gara-gara si Aksa mengeluarkan jurus tersembunyi mata belo bersinar ala ala kimoci, hingga Queen pun luluh di buatnya.
" Makasih Queen " Kata Aksa tersenyum senang di depan makanan yang baru saja di belikan Queen .

" Cih terpaksa gue" Jawab Queen.
" Pokoknya habis ini lo minum obat terus istirahat " Ujar Queen.
" Siap ibu ratu" Jawab Aksa.
" Ibu ratu gak tuh" Ujar Bian.
" Eh tadi lusa kemarin gue liat lo jalan sama cewek, pacar lo ya? " Tanya Queen pada Bian.
" Iya pacar gue, tapi udah putus " Jawab Bian.
" Si lisna bukan? " Tanya Rangga.
" Iya dia " Jawab Bian
" Terus
" Gue ada cerita, dan dia juga sempat datang kerumah gue, lo pada tau kan bapak gue itu ustadz atau guru ngaji, nah toh si lisna dateng ke rumah gue pakai rok mini sama kaos crop. Pas banget tuh jamnya bapak gue masih ada di rumah, saat bapak gue keluar ke ruang tamu kan di sama ada lisna tuh,bapak.gue istighfar, gara-gara liat pakaian nya si lisna, kaget dong gue" Jelas Bian.
" Ya terus lanjut" Kata Ino
" Setelah itu bapak gue langsung masuk ke kamar mengambil Sarungnya dan memberikan nya pada lisna, gue pengen banget ketawa waktu itu tapi gue coba tahan. Hingga esoknya si lisna minta putus,. Gue pikir karena ke. Jadian di rumah tersebut. " Hahhahahhahhahaa Di sarungin gak tuh" Ujar. Queen di sertai tawa.
Bahkan para inti Alaska juga sadari tadi menahan tawa nya akhirnya bisa tertawa bebas.