
Nana sudah sampai di mansion.
"Thanks adik iparku yang ganteng" Ucap Nana.
" Tumben muji" Ujar Sean.
"Dah pulang sono lo" Usir Nana.
"Dih ngusir, " Kata Sean.
" Pas banget gue juga mau balik sebelum nih bumil ngidam yang aneh lagi" Batin Sean.
" Gue pamit ka " Ujar Sean.
" Okeh " Kata Nana sambil mengangkat tangan nya tanda ok.
Nana pun masuk ke dalam mansion dan langsung menuju kamar.
" Gin bikinin orange juice dong " Ujar Nana.
" Baik nyonya" Jawab Gina.
Setelah mengganti pakaian nya Nana pun duduk di balkon di temani juice orange buatan Gina tadi sambil menunggu Cakra datang.
Deru mobil membuat Nana menoleh ke bawah dan ya Cakra yang datang dan langsung masuk mansion dengan tergesa-gesa.
" Nana mana bi? " Tanya Cakra pada bi mira takut takut Nana pergi sendiri ke markas. Ya Cakra tau Nana seorang mafia, sdn dia tak pernah masalah dengan itu. Apapun yang istri nya sukai di pasti dukung.
" Nyonya di kamar tuan" Jawb bi Mira.
Tanpa menjawab lagi Cakra langsung menuju kamar mereka.
" Sayang" Panggil Cakra yang baru masuk ke dalam kamar.
"Ayo antar sekarang" Kata Nana langsung menarik Cakra.
" Tunggu yank aku ganti baju dulu " Kata Cakra.
" Hehhee" Tawa Nana, dia tak memperhatikan pakaian sang suami yang masih memakai setelan jas. Nana pergi ke walk in closed mengambil kan pakaian Cakra. Celana jeans panjang. Kaos hitam dan jaket hitam.
Yang membuat penampilan Cakra jadi beuhhh ganteng bet.begitu pun Nana dia sudah memakai rok hitam di atas lutut kaos putih dengan jaket hitam. Jadi lah couple goals.
" Ayo sayang masuk" Ajak Nana masuk ke dalam mansion mewah tapi dari luar terlihat terbengkalai, padahal setelah masuk kedalam nya kemewahannya pun baru terlihat.
Cakra memang baru pertama kali di ajak Nana walaupun sebenarnya dia tau saat berteman dengan Dazian.
Tapi dan tak pernah mengajaknya kemari.
" Yaya kesayangannya abang" Peluk jo.
" Lepas jo " Larang Cakra.
" Apaan gue meluk adik gue juga, tapi dia istri gue jo" Ujar Cakra.
" Cih, bucin pelit" Decak jo kesal.
" Ngapain kesini queen? " Tanya jo pada Nana.
" Mau main Tembak-tembakan bang" Jawab Nana.
" Ayo kita ke lapangan Tembak" Ajak jo.
Cakra pun juga ikut ke sana.
"Panggil kan Rian! Suruh ke lapangan" Perintah Nana pada salah satu mafioso.
" Baik queen " Jawab nya.
Nana jo dan Cakra pun sampai di lapangan terlihat disana banyak para mafioso yang sedang berlatih.
Rian pun juga datang ke lapangan setelah di beri tahu mafioso tadi.
Ya rian salah satu tangan kanan Nana.
" Bang jo ka Cakra, dan Rian baris di sana" tunjuk Nana jaraknya sekitar 5 meter dari nya.
Tanpa menjawab ke tiganya pun mengikuti perintah Nana
"Ambil 3 buah apel" Perintah Nana pada mafioso.
" Baik queen" Jawabnya. Dan tak perlu waktu lama mafioso itu datang dengan membawa 3 apel lalu Nana nyuruhnya lagi memberikan masing apel kepada jo Cakra dan Rian.
" Pasti kita jadi sasaran tembaknya " Kata jo santai.
," Iya seperti nya" Ucap Cakra.
" Sayang jangan sampai kena aku ya, nanti kamu jadi janda lo!!!! " Teriak Cakra.
" Letakkan di atas kepala apelnya" Ujar Nana
Ketiga nya pun menuruti sesuai arahan dari Nana.
Nana pun menutup matanya dengan kain, yang membuat ketiganya langsung menegang, mereka kira Nana akan menembak dengan biasa ternyata mereka salah. Walaupun pun jo tau seberapa lihai skill Nana menembak tapi ini dengan mata tertutup dan jaraknya pun lumayan jauh.
" Queen jangan salah target saya masih jomblo!! " Teriak Rian yang sedari tadi diam saja.
" Iya sayang aku juga masih mau hidup bareng anak-anak " Kata Cakra.
" Aku mulai ya " Ujar Nana mulai membidik membuat tiganya memejamkan mata dan para mafioso yang menonton pun tegang di buatnya.
Dorr
Dorr
Dorr
Huuuuuuuu. Waaaaaahhhhhhh decak kagum teriakan dari para mafioso menggema mereka sangat mengagumi kemampuan queen mereka. Walaupun umur Nana terbilang masih masih muda tapi skill bela diri maupun tembak bahkan pisau tak perlu di ragukan lagi.
" Hufff," Cakra menghela nafas lega.
," Udah ya yang, dari kemarin ngidamnya aneh-aneh mulu. Bikin serangan jantung' kata Cakra.
" Hehehe , ini juga kemauan anak kamu sayang " Jawab Nana di sertai tawa sennagnya.
" Semakin hebat aja Yaya menembaknya padahal sudah jarang latihan " Kata jo.
" Aku kan memang berbakat " Puji Nana pada dirinya sendiri.
" Iya deh si paling berbakat." Kata jo. Mengacak rambut Nana
" Queen mau bikin saya mati muda ya " Ujar Rian.
" Hehee sorry yang, maklum ya gue ngidam soalnya" Jawab Nana.
"Bener kata laki lo ngidam lo bikin orang jantung an queen" Ujar Rian.
" Ih bang jo nanti rusak" Rengek Nana. Jo masih mengacak rambut bumil tersebut.
" Jo " Ujar Cakra memelototi jo.
" Cih pawangnya marah" Kata jo. Melihat Cakra
"Sayang aku capek" Keluh Nana merentang tangannya minta di gendong. Jo pun ingin menggendong Nana tapi di tahan oleh Cakra yang masih saja posesif pada Nana.
" Kenapa? " Tanya jo.
"Mau ape lo? " Tanya Cakra balik.
" Ya gendong ade gue lah " Jawab jo.
, " Noo gue yang bakal gendong nya" Ujar Cakra.
"Siapa lo, gue abangnya" Ujar jo.
" Gue suaminya" Kata Cakra.
,Nana merasa jengah dengan perdebatan suami serta abangnya dia pun meminta Rian untuk menggendong dan mengantarkan nya ke dalam kamar.
" Rian gendong gue" Ujar Nana.
Rian pun langsung menggendong Nana ala koala, bagi Nana Rian juga sudah seperti abang nya. Begitupun Rian menganggap Nana adiknya. Meninggalkan 2 lelaki yang masih berdebat.
" Yakan sayang" Kata Cakra seraya bertanya pada Nana.
" Loh mana istri gue" Cari Cakra.
"Astaga Nana malah sama Rian" Ujar jo melihat Nana yang sudah jauh di gendong Rian.
" Ini gara-gara lo" Tuduh Cakra.
" Apaan lo yang ngajak debat duluan " Kilah Jonathan.
," Harus nya gue yang gendong Nana gue kan suaminya " Kata Cakra.
" Cih berdebat sama lo gak ada hasilnya " Ujar jo pergi lebih dulu mengejar Nana. Begitu pun Cakra.
" Sayang!!!! Turun biar aku yang gendong " Teriak Cakra.
" Woy Rian bini gue ngeee turunin!!! " Ucap Cakra lagi.
" Gimana queen? " Tanya Rian pada Nana.
" Terus biarkan saja mereka " Jawab Nana.
Rian pun tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan Cakra dan jo.
Sesampainya Rian di kamar pribadi Nana Rian pun menurunkan Nana pamit keluar .
" Sayang..... " Panggil Cakra masuk ke kamar.
" De yaya" Panggil jo.
" Mana Rian tadi, pengen gue tabok tuh anak beraninya dia gendong bini gue" Kesal Cakra.
"Udah kalian bisa diam gak Nana capek tau pengen istirahat " Ucap Nana.
" Aku temani ya sayang " Kata Cakra.
"Iya yank" Jawab Nana.
"Huss Huss keluar sana gangu kita aja " Cakra mengusir jo keluar.
"Cih" Decak kesal jo.
" Iri makanya punya bini dong" Ejek Cakra dengan senang.
" Diam yank, atau kamu mau keluar juga" Kata Nana.
" Nooook" Tolak Cakra.
" Makanya diam" Cakra pun diam lalu merasakan dirinya di samping Nana.