Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Season 2 Bertemu teman lama



Setelah pergi dari rumah sakit tadi Gus Iqsa langsung menuju sebuah cafe, karena dia sudah ada janji temu dengan teman lamanya. Dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Setelah 15 menit menempuh perjalanan akhirnya dia pun sampai di tempat tujuannya. Setelah memarkirkan mobilnya Gus Iqsa berjalan masuk ke dalam cafe.



" Assalamu'alaikum " Ucap Gus Iqsa pada orang-orang yang ada di meja 007, meja yang sudah di pesan khusus untuk mereka. Di meja tersebut sudah ada 3 orang laki-laki dan 3 orang wanita.


" Waalaikumsalam " Balas mereka kompak memandang ke sumber suara.


" Wah yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, welcome to jakarta , hehehehe" Ujar seorang pria ber jaket levis Dia adalah Mahendra siregar sahabat nya Gus Iqsa.


" Selamat datang pak kyai " Ucap seorang wanita bernama Safira istri nya Mahendra.


" Kyai apaan masih Gus gue" Sahut Gus Iqsa.


" Hahhahaa" Tawa mereka mendengar jawaban dari gus Iqsa.


Gus Iqsa tersenyum senang secara bergantian memeluk ke tiga sahabat nya, dan mencangkup kedua tangannya me arah 3 wanita di depannya.


" Masih kaya dulu aja lo " Kata Safira.


" Haram! " Jawab Gus Iqsa terkekeh.


" Lo kayanya harus di sucikan dulu fir" Ujar salah wanita bernama Sinta.


Yap mereka yang sedang bertemu dengan Gus Iqsa adalah, Mahen, Fira, Sinta, Jo, Dazian, serta Alea.


Bagi yang baca season 1 pasti gak asing dengan ke enam orang ini.


" Si Duren mana nih? " Tanya Gus Iqsa.. Duren adalah panggilan untuk bapak Cakra.


" Biasa si workaholic mana mau absen " Sahut Dazian.


" Yap selepas kepergian Nana ,ka Cakra makin gila kerjanya" Sahut Fira


" Jadi ngapain lo ke Jakarta? Bukan nya gak bisa jauh dari pondok? " Tanya Sinta.


" Jenguk ade gue masuk rumah sakit" Jawab Gus Iqsa.


" Gara-gara nolongin ponakan gue kan? " Ujar Dazian.


" Anda benar " Jawab Gus Iqsa.


" Siapa mas ? " Tanya Alea.


" Queen " Ucap Dazian menjawab pertanyaan sang istri.


" Tumben ngajak ngumpul, mau ngasih undangan kawin lo? ". Tanya Fira.


" Boro-boro mau ngasih, calonnya saja belum ada" Jawab Gus Iqsa tertawa walaupun dengan muka sedikit sedih.


" Relain dia udah tenang, Nana juga pasti udah ketemu sama dia " Kata Jo.


Flashback on


19 tahun yang lalu awal pertemuan Gus Iqsa, Nana dan yang lainnya.


Gus Iqsa mempunyai seorang tunangan bernama Nia. Kalian ingat Nia adik kelas Nana di episode bullying di season 1.


Saat naik kelas 2 SMA Nia di pinta pindah oleh sang ibu ke pondok pesantren milik Kiyai Imron abahnya Gus Iqsa. Yang ternyata sahabat almarhum ayahnya Nia .Hingga Gus Iqsa jatuh cinta pada pandangan pertama pada Nia lalu Mengkhitbah nya . Nia pun menerima nya dengan senang hati pinang sang Gus.


Tanggal dan hari bahagia mereka sudah siap, hingga peristiwa naas itu terjadi.


Di sebuah kamar Nia sedang beristirahat di temanin para kaka kelasnya, Nana, Sinta dan Fira. Karena besok adalah hari pernikahannya Nia dan Gus Iqsa. Nia secara khusus mengundang kaka kelasnya tersebut, karena Nia yah sebelum nya hanya memiliki teman laki-laki selain Nana dkk.


" Ciyee, ning Nia " Ujar Sinta dengan muka mengejek nya.


" Apasih ka Sinta " Ujar Nia malu-malu.


" Bener kan lo bentar lagi jadi bininya si Gus Iqsa dan di panggil ning setau gue." Kata Sinta.


" Gue sih juga mau jadian bini sama tuh si Gus tampan, sayang nya kita beda keyakinan " Ujar Fira


" Becanda kali" Ujar Fira, takut di adukan pada Mahen.


' bisa gagal kawin nanti ' pikir Fira.


" Eh gue laper nih " Ujar Sinta mengusap perut ratanya.


" Lu makan mulu pikiran lu, udah malem juga" Ujar Fira tak habis pikir.


"Ye lu tau kan kebiasaan gue kalo gak makan gak nyenyak tidur gue" Jawab Sinta tak mau kalah.


" Ya udah gue temani lumayan siapa tau ketemu ayang Mahen atau cogan pesantren " Ucap. Fira.


" Lo ikut nay? Tanya Sinta.


" Gak gue di sini aja " Jawab Nana, entah kenapa perasaan malam ini sedikit tak enak.


Setelah kedua curut tadi keluar cari makan Nana tiba-tiba ingin ke toilet .


" Gue ke toilet dulu nih, kebelet " Ujar Nana.


" Iya ka, mau Nia temani?" Jawab Nia.


" Gak perlu setelah gue keluar langsung kunci pintu nya " Suruh Nana.


" Siap" Ujar Nia.


Suasana di pondok sangat sepi karena sudah lewat tengah malam cuma Nana dkk saja yang belum tidur dan malah ada yang kelayapan cari makan.


Tak lama bunyi ketukan pintu terdengar, Nia pun langsung membukanya dan yang Nia kira itu adalah Nana atau Sinta dan Fira. Tapi ternyata setelah di buka yang tampaklah 2 orang sosok berpakaian serba hitam dan kekar. Belum juga Nia berteriak minta tolong, mulutnya sudah di bekap dengan kain yang sudah di beri obat bius hingga Nia pun tak sadar kan diri. Kedua orang itu langsung mengangkat Nia dan pergi dari sana sedang tergesa-gesa.


Sinta dan Fira sampai ke dalam kamar lebih dulu dengan tangan membawa beberapa cemilan entah mereka dapat dari mana. Namun saat masuk mereka tak mendapati Nana dan Nia.


" Mana nih 2 bocah? " Tanya Fira pada Sinta.


" Tau" Jawab sinta asik dengan cemilan nya.


Nana pun kembali ke kamar setelah dari toilet.


" Lah ni bocah " Ujar Fira.


" Mana Nia? Tanya Nana.


" Gue kira dia sama lo? " Ujar Sinta.


" Ssssttttss" Nana mendecak , perasaan nya pun jadi tak tenang. 1 kecerobohan Nana yaitu dia lupa menaruh anak buahnya untuk berjaga-jaga.


Setelah berkeliling mencari Nia namun Nana dkk juga belum menemukan Nia. Bahkan para santri juga ikut membantu. Gus Iqsa panik mengetahui calon istri nya hilang, pun berusaha mencarinya.


" Gimana? " Tanya Nana.


Mereka menggeleng kompak tak menemukan Nia di pondok.


Nana langsung membuka ponselnya setelah mengingat bahwa kemarin dia memberikan Nia sebuah gelang yang ada pelacak nya.


" Semoga Nia sedang memakai gelang itu" Batin Nana.


Tingg...


Lokasi Nia akhirnya di temukan Nana sudah menghubungi bawahannya untuk menuju kesana lebih dulu.


Di lokasi gps Nia sekarang berada di hutan dekat pesantren, Nana dkk berangkat kesana gus Iqsa pun juga ikut, mengetahui sang tunangan nya hilang di culik.


Rupanya mereka semua terlambat sesampainya di lokasi mereka sudah mendapati tubuh Nia di dalam pondok kecil tergantung dengan leher yang terjerat seolah-olah dia bunuh diri , dan sebuah surat minta maaf , mewasiatkan pernikahannya di gantikan oleh Hana. Seorang anak pengusaha yang juga sedang mondok disana.


Gus Iqsa berlari ke arah mayat Nia yang sudah terbujur kaku memeluk dan menangis sejadinya jadinya. Tak dia hiraukan lagi kalau Nia masih bukan Muhrimnya.Nana bahkan syok sempat menyalakan dirinya.


Hingga pelaku penculikan serta pembunuh Nia di temukan dan pelakunya adalah Hana dengan motif nya ingin menikah dengan Gus Iqsa hingga berbagai cara di lakukannya termasuk membunuh Nia.


" Nyawa di bayar nyawa " Itulah yang Nana ucapkan sebelum menghabisi Hana.


Gus Iqsa bahkan sempat terpuruk depresi paska kepergian Nia, beruntung dia memiliki teman penyemangat seperti Nana dkk hingga mereka akrab sampai sekarang.