
Pukul 6 pagi Aksa sudah berada di mansion Cakra, karena kemarin mereka gak bertemu. Hingga Aksa kangen pakai berat gak sabar ketemu Queen.
"Lo den Aksa pagi banget" Tanya bibi yang membukakan pintu depan.
" Hehe iya bi, kangen Queen soalnya " Jawab Aksa.
" Mari masuk den " Kata bibi.
" Non Queen mungkin tidur lagi soalnya belum ada keluar" Kata bibi.
" Iya bi, biar nanti saya ke kamarnya" Ujar Aksa.
" Mari den" Ucap bibi. Aksa pun mengangguk lalu melangkah menuju kamar Queen.
Sesampainya di depan kamar Queen Aksa ingin mengetuk lebih dulu. Tapi pintu di depan Queen tepatnya pintu kamarnya Sagara terbuka, yang Aksa kira itu Sagara yang keluar, namun ternyata matanya melihat sosok gadis berhijab keluar dari kamar Sagara.
" Astaghfirullah " Ucap Raisya terkejut melihat orang asing di depan kamar Queen.
," Siapa kamu? " Tanya Raisya, niatnya Raisya ingin ke dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya Sagara dan yang lainnya. Sedangkan Sagara masih berada di dalam kamar mandi membersihkan diri.
Aksa menyerit heran, menatap Raisya ' siapa gadis ini' pikir Aksa.
" Kamu maling ya " Ucap Raisya panik.
" Bukan " Jawab Aksa, yang biar awalnya ingin mengetuk kamar Queen malam langsung masuk beruntung kamar Queen tidak di kunci jadi Aksa bisa langsung masuk ke dalamnya. Dan kembali menutup pintu kamar.
" Ngapain kamu masuk kamar Queen " Ujar Raisya panik, takut sang adik ipar di apain cowok asing menurut.
" Kenapa sayang? " Tanya Sagara keluar kamar karena mendengar teriakan Raisya.
"Itu ada cowok asing masuk kamar Queen " Jawab Raisya
," Oh , tenang aja , itu gus Aksa tunangan nya Queen " Jelas Sagara.
" Gua, anak kiyai dong" Kata Raisya.
" Emang iya " Ujar Sagara.
" Emang gak papa, mereka di kamar berdua aja, kan bukan muhrim" Kata Raisya pada Sagara.
" Kamu tenang aja, mereka gak bakal ngapa-ngapain juga, yuk masuk " Sagara mengajak Raisya masuk ke kamar.
" Kok masuk? Aku kan mau ke dapur bikin sarapan" Kata Raisya.
" Gak perlu sayang biar para maid yang nyiapin, kamu mending siap-siap bukan nya kamu mau masuk sekolah ini" Kata Sagara menarik Raisya ke kamar mereka.
Di kamar Queen.
Aksa tak menemukan keberadaan sang tunangan, tapi dia mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi, dan itu pasti lah Queen yang memang sedang mandi.
Queen baru saja selesai mandi dan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas dada dan paha. Rambut yang sedikit basah membuat nya terlihat semakin sexy.
Ceklek.
Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Aksa menoleh ke arah sumber suara, dan meneguk silavanya dengan susah saat melihat tubuh Queen yang putih dan mulus.
" Sa-yang" Ucap Aksa .
" Hemm" Sahut Queen karena mendengar panggil suara yang mirip dengan suara Aksa.
," Eh" Queen sejenak berpikir, lalu menoleh ke arah kasur nya bener pendengaran nya gak salah di sana ad aksa yang duduk tengah memandanginya sampai tak berkedip.
" Astaga" Pekik Queen dan langsung berlari menuju walk in closed nya. Dan segera memakai seragam nya. Aksa tersenyum melihat tingkah Queen yang malu-malu. Setelah itu Queen menuju meja riasnya.
Melihat Queen yang sudah selesai dengan seragam nya, Aksa pun menghampiri Queen dan memeluk nya dari belakang.
"Kenapa? " Tanya Queen berbalik ke arah Aksa hingga kini mereka jadinya saling berhadapan.
"Kamu sengaja menggoda aku sayang" Ucap Aksa dengan tangan memeluk Queen.
" Bukan salah aku ya, kamu aja langsung main masuk aja gak bilang-bilang " Kata Queen.
"Iya - iya maaf, habisnya tadi aku baru-baru. Soalnya di luar tadi ada gadis keluar dari kamarnya Sagara" Jelas Aksa.
" Oh itu kaka ipar" Ucap Queen
" Kaka ipar? " Tak mengerti maksud.
" Iya kaka ipar istri nya bang Gara" Jawab Queen.
" Kapan dia nikah yank?" Tanya Aksa penasaran .
" Kemarin, dan kamu tau apa yang lebih mengejutkan lagi ? " Ujar Queen seraya bertanya.
" Bang Gara mualaf tau " Kata Queen.
" Jelas lah dia mualaf wong yang di nikahi juga muslimah" Kata Aksa. Mengambil hairdryer membantu Queen mengering kan rambutnya.
" Aku bantu sayang " Kata Aksa.
" Terimakasih calon suami"ucap Queen.
" Jadi pengen juga , gimana kalau kita percepat aja pernikahan kita" Saran Aksa.
" Si paling gak sabaran ih, bentar lagi kita lulus yank. " Ujar Queen.
" Hehe, aku sabar ko" Kata Aksa.
Setelah selesai bersiap Aksa dan Queen pun keluar kamar berbarengan dengan Sagara dan Raisya yang juga keluar dari kamar mereka.
Raisya menggunakan seragam serba panjang di lengkapi dengan kerudung warna putih yang menutupi kepalanya.
" Ciyee pengantin balu" Ujar Queen mengejek Sagara.
"Baru sayang bukan balu" Ujar Aksa membenarkan.
" Aku plesetin dikit doang " Kata Queen.
" Pagi bang Gara, kaka ipar " Sapa Queen .
" Pagi juga de"
" Pagi Queen " Balas Sagara dan Raisya.
" Kenalan dulu yank" Suruh Queen pada Aksa yang berdiri di sebelah nya.
" Gue Aksara " Kata Aksa mengulurkan tangannya.
" Aku Raisya " Kata Raisya menjabat tangan Aksa.
" Istri nya bang Gara cantik kan" Bisik Queen pada Aksa.
" Kamu lebih cantik " Kata Aksa. Queen memerah mendengar pujian yang terlontar dari mulut Aksa.
" Ayo ka ipar kita sarapan " Ajak Queen pada Raisya yang sudah lengkap memakai seragam sekolah nya.
" Selamat bro, gak ada pacar taunya langsung nikah " Ucap Aksa.
" Sama-sama " Jawab Sagara.
Di dalam kamar tadi Queen sudah menjelaskan kenapa Sagara dan Raisya jadi sampai menikah. Walaupun keduanya di nikah kan serasa mendadak dan terpaksa, tapi mereka menjalani pernikahan ini dengan serius.
Ke empat nya pun turun menuju meja makan. Di meja makan sudah ada Cakra yang sedang menyeruput kopinya.
Cup.
" Pagi dad " Ucap Queen setelah mencium pipi Cakra.
" Pagi juga sayang" Balas Cakra.
Mereka mengambil tempat masing-masing, dan memulai sarapan. Begitu pun Aksa juga ikut sarapan.
Raisya melayani Sagara lebih dulu baru dia mengambil makanan untuknya sendiri. Begitu juga Queen walaupun Aksa belum sah menjadi suaminya Queen juga sudah terbiasa melayani Aksa ndi meja makan seperti sekarang.
Cakra tersenyum senang melihat melihat anak-anaknya yank akur dengan pasangan mereka masing-masing.
" Daddy udah daftarin Raisya ke sekolah kita, dan daddy juga minta buat Raisya sekelas sama kalian biar kalian gampang jagain Raisya .
" Terimakasih dad" Ucap Raisya senang dia kembali sekolah bahkan sekolah nya lebih baik dari sekolah nya terdahulu.
15 menit berlalu mereka semua menyelesaikan sarapan, dan bersiap berangkat, Cakra juga bersiap berangkat nie kantor.
Queen mengalami Cakra untuk berpamitan. Di susul Aksa, kemudian Sagara dan Raisya.
" Kami dulu bang! " Teriak Queen dari dalam mobil Aksa.
" Iya" Kata Sagara.
" Ayo sayang" Ujar Sagara mengajak Raisya masuk ke dalam mobil yang pintu nya sudah di bukakan oleh Sagara.
" Mobil kamu? " Tanya Raisya.
" Iya yank kenapa? " Tanya Sagara balik.
" MasyaAllah bagus banget " Jawab Raisya dengan muka polos nya. Hingga membuat Sagara gemas mencubit pipi Raisya.
" Ayo jalan nanti telat " Kata Raisya.
" Iya, ini juga mau jalan" Ucap Sagara