
Pukul 11 malam Sagara pulang dari markas. Tapi di tengah perjalanan melewati sebuah perkampungan, entah kenapa Sagara jadi memilih jalan tersebut, hujan lebat turun mengguyur bumi, hingga Sagara pun terkena guyurannya. Dan sialnya dia lupa membawa jas hujan.
Sagara yang ingat pesan Cakra pun ' kesehatan paling penting' dia dan Queen memang sama, tak tahan dengan air hujan hingga jika mereka kehujanan keduanya akan langsung terkena demam dan flu.
Sagara pun berhenti dan berteduh di teras kios milik warga yang sudah tutup karena memang sudah malam.
"Harusnya gue bawa mobil aja " Batin Sagara sedikit kesal kenapa tadi dia mengganti mobilnya dengan motor saat ingin pergi ke markas.
Di sela rintik hujan Sagara mendengar seseorang berteriak meminta tolong, semakin lama suaranya semakin jelas terdengar . Dan benar ternyata ada seorang gadis berhijab dan bergamis sedang berlari menerjang hujan karena di kejar 2 orang laki-laki.
." Tolong.... "
" Tolong... " Teriaknya. Berharap ada yang menolongnya. Sagara yang merasa iba pun menarik gadis tersebut agar bersembunyi di dekat nya.
" Tol.... " Sang gadis sangat terkejut dan spontan langsung ingin berteriak. Namun Sagara langsung membekap mulut gadis berhijab tersebut.
" Diam lah jika tak ingin tertangkap " Ucap Sagara, gadis itu pun terdiam setelah mendengar ucapan Sagara. Lantas setelah merasa aman Sagara melepaskan tangannya yang menutup mulut gadis tersebut.
" Maaf " Ucap Sagara karena dia merasa tak sopan pada gadis tersebut.
" Terimakasih sudah menolong ku" Ucap sang gadis. Sedikit merasa risih karena posisi mereka dengan Sagara yang yang mengukungnya ke dinding. Hingga tubuh gadis tersebut tertutup oleh tubuh Sagara.
" Hey kalian mau buat mesum ya!! " Teriak seseorang yang baru keluar dari kios. Tentu saja orang akan salah paham jika melihat posisi Sagara dan gadis tersebut yang terlihat ambigu.
" Weoy ada yang mesum !" Teriak orang tersebut hingga mengundang para warga untuk berdatangan. Mendengar teriak dari seseorang Sagara dan gadis tersebut pun spontan langsung saling menjauh.
" Maaf Pak ini salah paham saja, kami tidak berbuat mesum" Jelas sang gadis.
" Alah mana ada yang mau ngaku jelas - jelas posisi kalian terlihat jelas apa yang ingin kalian perbuat " Jelas orang tersebut.
" Ini salah paham " Kata Sagara.
" Nikahkan aja mereka , supaya kampung kita gak terkena bala" Ucap salah satu warga.
" Iya benar tuh! Panggil pak Rt" Ucap warga lainnya.
" Pak ini sungguh salah paham, dia hanya menolong saya saja dari kejaran penjahat" Jelas gadis tersebut.
"Gak usah mengelak kamu Raisya " Jawab seorang ibu yang mengenal gadis tersebut.
" Udah yatim piatu, ngelont* lagi, bikin kampung terkena bala aja" Ujar warga lainnya.
Gadis bernama Raisya itu pun sudah terisak , mau bagaimana lagi menjelaskan nya ' pikir Raisya. Sedangkan Sagara diam tak berniat lagi menjawab toh mereka juga tetap kekeuh menuduh Sagara dan gadis bernama Raisya ini berbuat mesum.
Pak Rt setempat pun datang, mereka menggiring Sagara dan Raisya menuju rumah Raisya. Untuk menikahkan keduanya.
" Kalian berdua harus menikah , untuk menghindari kampung terkena bala karena ulah senonoh kalian " Ujar pak RT.
" Kami tak melakukan nya" Ucap Sagara.
" Tak perlu berkilah anak muda " Ujar salah seorang warga.
" Pokoknya anda harus menikahi Raisya, bisa panggil orang tua anda kemari" Kata Pak RT.
" Tidak bisa , orang tua saya sedang di luar kota" Jawab Sagara.
" Tak apa pak RT diakan laki-laki jadi tak perlu juga wali" Ujar warga.
" Iya Pak mending nikahkan sekarang saja" Timpal warga lain.
" Seperti nya tidak bisa , karena kami beda agama" Sahut Sagara.
" Saya Kristen" Sambung Sagara. Sangat jelas perbedaan nya Sagara jelas tahu, kerena sudah jelas gadis tersebut memakai hijab.
" Ya masuk islam saja kamu" Kata warga.
" Atau kalau tidak mau menikah kita arak saja mereka keliling kampung tanpa pakaian " Ujar seorang memberi saran.
" Iya-iya boleh tuh , kita arak"
Raisya sudah terisak tak kuas mendapat perlakuan dari warga, Sagara pun merasa tak tega melihat gadis berhijab tersebut.
" Tunggu" Tahan Sagara saat warga ingin melepaskan pakaiannya dan Raisya.
" Saya akan menikahinya" Kata Sagara.
" Tidak bisa agama kita berbeda " Tolak Raisya.
" Saya akan ikut agamamu" Kata Sagara pada Raisya. Raisya pun terkejut dengan laki-laki di depannya tersebut. Dia rela pindah agama dan ingin menikahi nya hanya karena salah paham.
" Kamu yakin? " Tanya Raisya pada Sagara.
" Ya saya akan login agamamu" Jawab Sagara, entah hantu apa yang merasuki Sagara saat ini hingga Sagara berani mengambil keputusan tersebut.
" Ya kalau begitu panggil pak ustadz pak RT biar mereka bisa cepat di nikahkan setelah nya.
Pak ustadz dan beberapa bapak-bapak memenuhi ruang tamu rumah Raisya yang disana tinggal sebatang kara. Mereka menjadi saksi untuk Sagara yang ingin mualaf. Suasana malam itu semakin mencekam petir menyambar di tengah deras hujan.
" Kamu siap" Tanya pak ustadz.
" Iya " Jawab Sagara mengangguk mantap.
" Ikuti saya, Bismillahirrahmanirrahim " Kata pak ustadz.
"Bismillahirrahmanirrahim" Ikut Sagara.
" Ashadualla_" Bimbingan pak ustadz.
" Ashadualla_ " Ikut Sagara.
" Illahailallah "
Dan sampai situ aja nanti banyak yang ikut login juga lagi!
" Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah urusan Allah" Sagara mengikuti ucapan pak ustadz sampai selesai .
" Alhamdulillah " Ucap para saksi.
Raisya memperhatikan Sagara yang mengucapkan syahadat, hingga air matanya menetes. Setalah itu mereka lun memulai ijab kabul.
" Setelah saya selesai mengucapakan ijab , nak Sagara langsung mengucapkan yang tadi sudah saya jelaskan "Kata pak ustadz
" Baik pak " Jawab Sagara mendadak merasakan gugup.
" Kita mulai , Bismillahirrahmanirrahim , saya nikahkan....
" SAYA TERIMA NIKAHNYA, RAISYA AZALEA BINTI ALMARHUM MUHAMMAD BADIN MAHAR TEREBUT DI BAYAR TUNAI" Ucap Sagara lantang dalam sekali tarikan nafas.
" Bagaimana saksi? " Tanya pak ustadz
" Sah.... " Jawab para warga yang menyaksikan. Lalu Raisya mengalami tangan Sagara dan mencium punggung tangannya.
Sebagai mahar Sagara memberikan sebuah cincin yang di pakai nya untuk Raisya. Karena itulah yang dia punya sekarang.
Setelah ijab kabul para warga pun pulang ke rumah masing-masing, karena memang sudah lewat tengah malam.
" Tidur dimana? " Tanya Sagara. Setelah mereka tinggal berdua saja.
" Di sini" Raisya menunjukkan kamarnya yang memang hanya ada 1 kamar.
" Ayo tidur " Ajak Sagara. Menarik Raisya masuk juga kedalam kamar.
" Apa kita tidur bersama" Tanya Raisya.
" Ya" Jawab Sagara. Langsung merebahkan dirinya di di sebuah kasur tipis tanpa ranjang. Hampir mirip matras yang muat dua orang.
" Ku pikir kami akan tidur Masing-masing seperti di novel -novel" Batin Raisya. lalu ikut merebahkan dirinya di samping Sagara walaupun masih terasa sangat canggung.