
" DASAR ANAK KURANG AJA KAMU" teriak seorang wanita paruh baya mungkin usianya sekitar 40n.
" Aduh bunda ngapain sih pagi-pagi udah Teriak" ujar seorang pria mungkin seumuran Cakra tepatnya lebih muda .
" Tuh ka Cakra datang bun" tunjuk pria itu.
"Bunda juga tau tadi pagi bunda lagi bicara dia langsung pergi gak tau kemana dan baru datang sekarang" ucap wanita itu
" Terus bunda mau sambung marahnya gitu?" Tanya anaknya.
" Iya " jawab wanita .
" Sini kamu!!!" Panggil wanita itu pada Cakra.
Cakra pun menarik Nana yang ada di belakang nya berdiri sejajar dengannya di samping dengan tangan yang masih berpegangan.
" Apa sih bunda ceramah mulu Gak habis-habis " ujar Cakra mendekat menghampiri bundanya .
" Ka Cakra bawa gadis cantik bunda " ujar pria yang memanggil Cakra dengan sebutan Kaka.
" Gadis cantik siapa namamu?" Tanya wanita itu pada Nana dengan mendorong Cakra ke samping sampai pegang tanga mereka terlepas.
" Eh, saya Unaya De Fernandez Tante , biasa di panggil Nana / Naya " ujar Nana agak sedikit terkejut.
" Saya Sandra Dewi bundanya kedua anak kurang ajar ini" kata sandra memperkenalkan dirinya.
" Halo Tante Sandra" sapa Nana.
" Panggil bunda dong " suruh Sandra.
" Iya Bun da" jawab Nana agak canggung.
" Dan gue Sean Pratama adiknya ka Cakra " kata Sean.
visual sean
" Pantesan Kaka kamu gak mau di jodohkan ternyata sudah punya cewek dia" sindir Sandra
" Oh jadi kaka pergi pagi-pagi gara bunda bahas perjodohan sama ka Cakra " kata Sean
" Iya belum selesai bunda bicara sudah pergi aja eh sekarang malah datang bawa gadis cantik" ujar Sandra.
" Kamu pacarnya Cakra sayang?" Tanya Sandra pada Nana, Nana bingung mau jawab apa tapi untungnya Cakra lebih dulu menjawab pertanyaan bundanya.
" Belum bun tapi kalo dia mau jadi pacar Cakra , Cakra juga gak nolak " ujar Cakra.
Sontak Nana terkejut dengan ucapan Cakra
" Ceye Lo gak romantis ka masa nembak cewe dadakan kaya gini ,malu Sama dompet ya gak Bun ?"" ejek Sean.
" Iya yah gak modal banget Kaka kamu ini" ejek Sandra yang sudah tertawa .
" Ada apa nih ramai sekali" ujar seorang laki-laki yang baru turun .
" Ini yah Kaka bawa calon pacarnya " kata Sean.
" Mana " ujar laki-laki itu penasaran.
" Tuh" tunjuk Sean .
Laki-laki itu pun mendekati nana memperkenalkan dirinya.
"Saya Arga Pratama ayah mereka " ujar Arga
" Unaya De Fernandez om" sahut Nana.
" Panggil ayah aja" ujar Arga.
" Eh apa kamu bilang Fernandez?" Tanya Dion
" Iya yah" jawab Nana.
" Apa ayah kamu Dion Fernandez?" Tanya Arga lagi
" Benar yah" sahut Nana.
" Ayah itu sahabatan sama ayah kamu , nanti kapan-kapan ajak ayah kamu kesini " ujar Arga
" Baik yah nanti Nana ajak " ujar Nana.
" Jadi gimana lanjutan cerita tadi ?" Tanya Arga pada Sean.
" Ka Dion nembak Nana yah saat baru ngenalin sama bunda tadi gak modal banget kan " ujar Sean
" Udah jatuh miskin kamu cakra ?" Tanya sang ayah yang membuat semua tertawa mengejek Cakra.
" Cih nanti ku ulangi lagi awas kalian" ujar Cakra.
" Jadi gimana Nana mau terima anak bunda yang nakal ini?" Tanya Sandra.
" Maaf bunda Nana gak...." Ucap Nana gantung
" Nana" Cakra menatap Nana sendu pikirnya bakal di tolak.
" Gak, apa sayang?" Tanya Sandra.
" Gak nolak bunda " ujar Nana sedikit terkekeh melihat muka sendu Cakra.
" Hah " ujar Cakra kaget.
" Hahahaha . Lo hampir kena prank ka" ejek Sean menertawakan ekspresi wajah Cakra tadi.
" Jadi di terima nih " ujar Cakra .
Nana pun mengangguk mengiyakan ucapan Cakra . Saking senangnya Cakra langsung memeluk Nana .
" Eh lepas anak bunda gak bisa napas nih" ujar Sandra memukul Cakra .
" Maaf Bun Cakra terlalu senang" ujar Cakra
" Iya jadian jangan lupa PJ (pajak jadian) nya bang " ujar Sean.
" Siap". Jawab Cakra dengan senyum sumringah.
" Benar yah Sean juga gak nyangka ka Cakra masih suka cewek , kan selama ini dia seperti kulkas berjalan tanpa melirik cewek" ujar Sean
" Sudah jangan ejek Cakra lagi" kata Sandra menghentikan kekonyolan ayah dan anak itu. Sementara Nana tersenyum senang , betapa hangatnya keluarga Cakra ini.
" Mumpung weekend kita liburan ke villa gimana sekalian ngerayain ka Cakra udah dapat cintanya" saran Sean.
" Ayah gak ada kerjaan kan?" Tanya Sandra.
" Tentu ayah free hari ini" jawab Arga.
" Gimana Nana mau ikut kepuncak.
" Mau bunda " ujar Nana.
" Eh tunggu Bun anak bunda yang super sibuk ini emang bisa " ujar Sean melirik Cakra.
" Cih gue free Minggu ini " sahut Cakra
" Ya sudah kalian siap-siap dulu" suruh Sandra.
" Ayah kamu sibuk gak na?" Tanya Arga
" Kayanya sih enggak yah" jawab Nana.
" Telpon dia " suruh Arga , Nana pun menelpon Dion
" Halo na" ujar Dion .
Arga pun mengasih kode pada Nana untuk memberikan telponnya pada Arga, dan Nana pun mengerti.
" Anak anda Nana sedang bersama saya kalau ingin dia selamat sekarang datangi tempat ini sendiri tanpa membawa polisi" ujar Dion. Langsung mematikan sambungan teleponnya.
" Hahahaha ayah kurang kerjaan " ujar Sean .
" Pasti si Dion sangat panik " kekeh Arga.
Nana pun geleng-geleng melihat ke randoman keluarga ini.
Sementara di mansion Fernandez Dion tengah panik setelah menerima telepon tadi.
Ting ..
Bunyi pesan masuk, ternyata Arga tadi mengirim lokasi mereka ke pasar Dion.
Dion pun langsung mengambil kunci mobil serta dompetnya berlari menuju parkiran mobilnya . Dengan kecepatan tinggi membelah jalan menuju lokasi yang di kiri. Seseorang lewat ponsel Nana.
Mobil Dion pun tiba di tempat tujuan . Penjaga pun langsung membukakan pintu pagar Karna sebelum nya sudah di beri tahu terlebih dahulu oleh Arga. Dengan langkah cepat Dion masuk ke dalam nya sambil mencoba menelpon Nana.
" Ayah " panggil Nana yang sedang duduk di sofa.
Lekas Dion pun menghampiri Nana dan memeluk dengan khawatir.
" Kamu gak papa sayang?" Tanya Dion
" Tenang ayah Nana gak papa" ujar Nana.
Pukk
Seseorang menepuk punggung Dion , membuat Dion menoleh ke belakang.
" Dion " sapanya.
" Arga " heran Dion.
" Jadi ? Kau ?" Tanya Dion
Arga pun mengangkat alisnya sambil tersenyum.
" Sialan kau ngerjaiku, hampir saja aku kena serangan jantung" ujar Dion.
" Sorry bro " ujar Arga.
" Kau masih Sam gila nya saat kita kuliah dulu" kata Dion
Ya jadi mereka sudah kenal bahkan sabatan dari kuliah gaessss.
" Kenapa Nana jadi sampai Disini?" Tanya Dion
" Nih anak bujang ku yang membawanya" jawab Arga.
" Halo om " sapa Cakra yang duduk salah di samping Nana saking paniknya Dion dia sampai tak melihat Cakra di samping nya.
" Jadi anak kamu?" Tanya Dion.
" Ya dan Nana anak kamu?" Tanya Arga pura-pura gak tau
" Cih iya lah " jawab Dion
"Anak pungut " ujar Arga
" Sialan Lo anak kandung dia " jawab Dion
" Ku kira anak pungut gak mungkin Nana cantik begini punya ayah burik" ejek Arga yang membuat gelak tawa mereka terdengar.
" Ya dia cantik kaya mamanya" jawab Dion memandangi wajah Nana.
" Jadi ada acara apa nih ?"tanya Dion
" Kita semua mau liburan ke villa ,kau ikut gak, kalau sibuk mending pulang soalnya mau buat ngerayain Nana sama Cakra jadian" kekeh Arga
" Emang benar Nana?" Tanya Dion pada Nana.
" Iya yah Nana boleh pacaran kan" ujar Nana.
" Kalau sama Cakra ayah gak keberatan " jawab Dion.
" Mata kau memang gak salah Yon" kata Arga
" Mending kita berangkat sekarang entar kesiangan "ajak Sandra.
Mereka pun bersama pergi menuju villa dengan 2 mobil Nana sama Cakra sementara Sean lebih memilih ikut dengan para orang tua katanya tak mau jadi obat nyamuk.