
Para mafioso black devils bergidik ngeri melihat keganasan Nana menghabisi Fred .
" Yah dia sudah mati!" Ucap Nana santai
" Kamu mengerikan sayang " ucap Jo mendekati Nana lalu mengambil pedangnya di tangan Nana.
Nana hanya tersenyum menanggapi ucap Jo.
visual jo
" Bang Daz " ucap Nana sambil merentangkan tangannya, Daz yang sudah mengerti pun berjalan ke arah Nana lalu menggendong Nana di depan. Mereka keluar dari ruangan itu.
" Bereskan sisanya, bagi yang masih hidup masukkan saja mereka ke penjara bawah tanah kita biar kapan kapan eksekusi kembali" ucap Jo memerintah para Mafioso.
" Baik tuan" ucap mereka kompak.
Sementara Daz sudah sampai di kamar adiknya yang ada di dalam markas.
" Bersihkan dulu dirimu Yaya" ucap Daz yang melihat Nana hampir tertidur di gendongannya.
" Baiklah bang" ucap Nana dengan lesu akibat mata yang mengantuk.
Nana pun masuk ke kamar mandi nya begitu pula dengan Daz serta Alex dan Jo dengan kamar mandi yang berbeda, selesai bersih bersih Nana pun langsung merebahkan dirinya di kasur. Daz yang juga sudah selesai kembali ke kamar Nana bermaksud mengajaknya makan malam, tapi di urungkan nya Karna melihat Nana yang sudah terlelap.
" Pasti dia sangat lelah" ucap Daz sambil mengelus lembut kepala Nana, meskipun Nana sangat kuat tapi Daz tau Nana memiliki fisik yang lemah.karna itulah dia sangat khawatir kalo Nana kenapa-kenapa.
Alex dan Jo yang sudah selesai bersih. Mengambil makanan yang sudah datang dan membawa ke kamar Nana, mereka bermaksud makan bareng di sana.taoi setelah mereka masuk malah mendapati Nana yang tidur.
" Yaya tidur Daz ?" Tanya Alex
" Iya Lex " jawab Dazian
" Dia belum makan " ucap Jo
" Biarkan dia , mungkin Yaya kelelahan" ucap Dazian
" Baiklah kalo gitu mending kita makan dulu gua udah bawain nih , jadi kita gak perlu keluar lagi" ucap Alex menyerahkan kotak makan pada Daz
Mereka pun makan dengan tenang Karna takut adik kesayangan mereka terbangun.
Mereka pun memakannya sampai habis ya Karna mereka juga kehilangan banyak energi habis bertempur tadi.
" Gua udah " ucap Jo .
" Gua juga " ucap Dazian.
Jo dan Dazian pun menaiki kasur Nana ikut merebahkan dirinya di samping kiri dan kanan Nana. Sementara Alex terakhir menyelesaikan makan malamnya.
" Jo pindah gua mau rebahan samping Yaya " dorong Alex pada Jo
" Gak !! Gua duluan di sini " ucap Jo kekeh Jo tetap rebahan samping Nana.
" Jo ayolah " rengek Alex
" Gak gak gua udah lama gak tidur samping Yaya" ucap Jo.
" Apa sih kalian kalau mau berdebat keluar sana ,bisa bangun Yaya kalau kalian ribut begini!" Marah Daz .
Dengan pasrah Alex pun ke luar kamar Nana kembali ke kamar.
Pagi nya di markas jam 07:00
Nana pun membuka matanya. Melihat abangnya Jo dan Daz kiri kanan sambil memeluk nya.
' pantes Perutku terasa berat ' pikir Nana
" Bang bang bangun" ucap Nana membangun kan Abang Abang nya.
Dazian dan Jo yang mendengar suara Nana pun langsung bangun. Nana mengambil telpon nya bermaksud melihat jam .
" Hah!!sialan aku telat" umpat Nana sambil berlari ke kamar mandi . Daz dan Jo yang melihat tingkah Nana pun langsung tertawa.
Jo dan Daz pun keluar kamar Nana membersihkan diri mereka di kamar lain.
Tak berselang lama Nana pun keluar kamar mandi mencari Dazian
"Abang ke mansion yu sekalian antar Yaya ke sekolah" ucap Nana di ke mansion ingin Menganti bajunya dengan seragam, Karna seragamnya kemarin tak bisa di pakai lagi .
Dazian yang sudah siap pun segera ke luar markas menuju parkiran mobilnya di iringi nana mobil yang di kendarai Daz pun melaju menuju mansion nya.
Kring...
Kringg.. telpon Nana berdering tertera nama Natan di layarnya Nana pun langsung mengangkat nya.
" Halo" ucap Nana
" Ay kamu dimana, aku udah di depan mansion Abang Daz tapi kata maid kamu lagi pergi sama bang Daz " ucap Natan
" Kamu duluan aja ay aku lagi di jalan nih baru mau pulang , nanti aku di antar sam Abang Daz " ucap Nana.
"Aku nunggu kamu aja deh ay gak papa " ucap Natan
" Okeh kalau begitu " kata Nana Tut..
Beberapa menit kemudian mobil Daz pun sampai di kediaman nya. Nana pun langsung keluar mobil dan berlari masuk kedalam mansion menuju kamarnya melewati Natan.
".tunggu " ucap Nana singkat pada Natan
Daz pun masuk setelah memarkirkan mobilnya.
"Siapkan bekal " ucap Daz pada koki .
Bekal pun siap berbarengan dengan Nana yang sudah turun memakai seragamnya.
" Bang Yaya berangkat dulu"pamit Nana pada Daz
Sambil menarik Natan keluar mansion.
" Tunggu Yaya, bawa ini!" Ucap Daz menyerahkan kotak makan. Dan langsung di masukkan Nana ke dalam tasnya.
" Makasih Abang..cup... " Ucap Nana sambil mencium pipi Daz , Natan yang melihat pun merasa panas.
" Ay!! Gak ada cium cium bang Daz ya!! " Ucap Natan kesal.
" Apaan sih " ucap Nana.
"Lo iri ya " ucap Daz mengejek Natan
" Ayo ay kita berangkat" ucap Natan menarik Nana ke mobilnya
Dazian yang melihat tingkah cemburu Natan pun merasa terkekeh.
Di sekolah untuk saja mereka telat cuma 2 menit sehingga masih bisa masuk .
Sesampainya nya di kelas . Nana pun langsung mendudukkan dirinya di bangku.
Pelajaran pertama iyalah olahraga. Para siswa di kelas pun Menganti pakaian mereka dengan baju olahraga termasuk Nana dkk.
Saat ini siswa di kelas dan Nana dkk sudah berada di lapangan outdoor dengan kelas yang lain , kebetulan pak pelajar mereka juga sama dengan kelas XI IPS 2 , kelasnya Sasa.
Guru mereka menyarankan mereka tanding voli antar kelas sebagai kelas olahraga hari ini.
" Kenapa harus voli sih?" Tanya Nana
" Tau tuh pak guru mana panas lagi " jawab Anya dengan wajah yang memerah terkena sinar matahari.
" Mending Lo aja deh nya jadi gurunya ?" Jawab Fira santai.
" Udah gua gak ikut yah " ucap Nana.
" Dengar anak-anak!!!" Ucap pa Hendra guru olahraga
Para murid pun langsung terdiam mendengar seruan pak Hendra
" Baik bapa akan bagi team perempuan untuk kelas IPA...Fira, Anya, sindy, Unaya , Sinta dan jeni, dan untuk team kelas IPS akan di mainkan Sasa , Liana ,Maya tari, Santi serta diva ...." Ujar sang guru dengan suara keras
Yang membuat Nana dkk terkejut.
" Kenapa gua juga sih" ucap Nana kesal.
" PAK !!saya boleh minta ganti gak" protes Nana
" Gak bisa " ucap pak Hendra
" Baik semuanya kita mulai pemanasan dulu" ucap pak Hendra
Setelah pemanasan mereka lakukan, pertandingan antar team IPA dan IPS pun di mulai .
Mereka mulai mengambil posisi masing-masing.
" Nay Sasa tuh !" Ucap Fira
" Iya " jawab Nana agak lesu.
" Lo kenapa nay?, Ko agak pucat gitu" tanya Fira
" Gak papa gua " ucap Nana singkat
" Baik kita Jangan mau kalah sama geng ulat bulu " ucap Sinta
Pertandingan pun di mulai setelah pak guru meniup peluit nya, teman temannya sekolah meraka pun menonton dengan senang.
Tanpa mereka sadari anak anak lain , kelas XII IPA 1 juga menonton Karenakan jamkos , ya lebih tepatnya kelas Natan.
Natan dengan antusias menonton sang kekasih, beberapa saat kemudian pertandingan pun menjadi sengit antara IPA 1 dan IPS 2.
" Wih bininya Natan lagi tanding voli tuh gaess" ucap Jay
" Pantesan fokus banget nonton" ucap Damian
Sebenarnya Natan merasa khawatir melihat Nana main voli Karna dia takut Nana kelelahan Karna baru saja sembuh dari insiden kemarin.
Pertandingan sementara Nana dkk masih unggul dari geng Berlian, hal itu membuat team Sasa mulai bar bar memainkan nya, yang membuat Nana mulai kelelahan. Nana mulai merasakan sesak napas di dadanya, perutnya pun terasa perih.
Sasa yang mendapatkan bola dari lawannya kemudian menyambut bola dengan pukulan kerasnya melambung ke arah Nana, Nana yang sudah merasa pusing tak dapat melihat jelas arah bola dan...
Brukk.....