
Hari yang di tunggu oleh azzura rose tiba, sudah cukup lama mereka membiarkan Raymond bersantai.
Malam imi di sebuah hotel berbintang yang sangat mewah Raymond mengadakan perayaan pesta ulang tahun perusahaan nya. Banyak sekali kolega bisnis yang Raymond undang , tentu mereka yang di undang Raymond adalah teman- teman bisnis yang sekubu dengannya.
"Wah Queen terlihat sangat senang" Ujar Rakha.
" Iya dong, malam ini kan hari yang sudah lama ju tunggu- tunggu,. Untuk memberikan hadiah untuk tuan Raymond" Kata Queen.
." Semua peledak sudah diletakkanAril " Kata Kenzo. Aril adalah salah satu bawahan Kenzo.
Rencana mereka ialah meratakan Ry company.
" Waissss Garcep juga Aril tanpa ketahuan " Puji Queen.
" Makasih nona Queen, Aril gitu lo" Bangga Aril.
" Heleh pede bet lo" Ujar Rakha.
" Ka Jofa mau es cream " Kata Jofa.
" Uh bayinya kaka mau es cream, bentar ya kaka ambilkan" Ujar Queen.
" Untuk para undangan kita aman kan atau biarkan? " Tanya Rakha.
" Biarkan saja bang, tuh mereka semuanya sama seperti Raymond "sahut Jofa.
" Boleh juga tuh, sudah kordinasi sama Karel kanx
Di Ry company.
" Mari kita sambut presiden Ry company......
Tuan Raymond Chandler" Ucap MC.
Prokk
Prokk
Gemuruh tepuk tangan menggema menymbut presiden Ry company.
" Terimakasih atas kehadiran para rekan semuany, saya bersyukur bisa berdiri di depan sini lagi, harapan saya cuma satu semoga Ry company makin kaya" Ujwr Raymond.
Prokk
Prokk.
." Silahkan nikmati pestanya " Setelah mengatakan tersebut, Raymond turun dari panggung.
Di markas azzura rose memantau kegiatan acara ultah perusahaan Raymond lewat CCTV yang sudah di rentas oleh Rakha.
" Acara yang cukup lumayan mewah" Nilai Sagara.
"Apa bang Gara sudah hubungin daddy kalau kita sudah menyiapkan hadian untuk tuan Raymond? " Tanya Jofa.
"Sudah kita tunggu saja " Jawab Sagara.
Asisten Raymond berlari menghampiri tuannya
" Tuan " Panggil nya.
" Ada apa? " Tanya Raymond menatap nya.
" Ada telpon dari seseorang, bernama tuan Cakra" Jawabnya.
" Cakra? " Tanya Raymond mengerit bingung.
" Kemarin kan telpon nya! " Kata Raymond.
Raymond pun menerima telpon nya.
" Halo! " Ucap Raymond.
Di. Markas.
," Are you ready boys? "! Tanya Queen.
" Ready Queen " Jawab mereka lewat earphone
" Lakukan! " Perintah Kenzo.
Dan duarrr.....
Terdengar Ledakan pertama dari belakang, sontak langsung membuat para tamu berhamburan panik.
" Bagaimana hadiah dari si kembar kau pasti sangat menyukainya " Kata cakra di telpon.
" Sial*n ternyata mereka sudah tau!!" Umpat Raymond bahkan telpon bobanya saja sudah melayang entah kemana di lemparnya.
Duarrrr
Duarrr
" Arghhhhhhh " Pekikan kesakitan terdengar hebat.
Ledakan pun semakin dekat, hingga sampai pada tempat Raymond berdiri, tuhuhnya terlempar beberapa meter akibat dari ledakan. Yang menghancurkan perusahaan nya, dan merenggut nyawanya.
Dretttttttt....
" Yah film nya. Cepat sekali habis " Kata Queen.
"Yah mau gimana tuh sudah hancur " Kata Rakha.
Kring...
Kring....
Telpon Sagara berdering.
" Siapa bang? " Tanya Queen
" Daddy "kata Sagara.
" Daddy! " Panggil Queen setelah Sagara mengangkat telpon nya dan meloadspiker .
" Kerja bagus anak anak daddy " Puji Cakra.
" Ofa mau es cream uncle " Kata Jofa
" Baiklah , padahal tadi uncle baru mau tanya kalian mau apa? " Ujar Cakra.
" Mobil keluaran dad" Kata Sagara.
" Rakha laptop uncle" Kata Rakha.
" Kenzo sama monil juga uncle " Kata Kenzo.
" Queen? " Tanya Cakra.
" Queen mau pacar dad" Ujar Queen, membuat heran para lelaki serta Cakra.
"Pacar? " Ucap mereka bebarengan.
" Sok sok an minta pacar sama uncle, uncle aja jomblo" Ujar Rakha dengan tawanya.
" Hahaha bener tuh" Tawa Sagara.
" Oh ngerjek uncle ya Rakha, hadiahnya uncle cancel ah" Ujar Cakra.
" Jangan dong uncle!! " Sahut Rakha.
Di markas Alaska.
" Lo ngapain sih Aks? " Tanya Rangga. Melihat Aksa mondar-mandir dari tadi
" Biasa Ngga " Sahut Bian.
"Oh iya iya" Ujar Rangga paham.
" Kalo lo malu sini gue telponin" Ujar Rangga merebut ponsel Aksa dari tangannya.
" Tutt.....
Tut...
Telponnya terhubung.
" Si an**ng" Umpat Aksara.
" Hahhahaha" Tawa inti Alaska.
" Si gus akhirnya jatuh cinta guys" Ujar Ino.
" Langsung lamar gus Aksa " Kata Bian.
" lamar lamar rai mu" Ucap Aksa.
" Halo"
Nomor yang di telpon Rangga tadi akhirnya menjawab Panggilannya.
"Ssttttt" Ucap Rangga mereka pun langsung terdiam.
" Halo " Ucap yang di telpon lagi.
" Nih jawab " Bisik Rangga mengembalikan telponnya pada Aksara.
" Sia* lan! " Umpat Aksara.
" Semangat Gus Aksa " Ucap inti Alaska.
" Halo Queen " Ujar Aksara.
Queen lah di telpon Rangga tadi.
" Iya siapa ya? " Tanya Queen.
" Gue Aksa " Jawab Aksara.
" Iya Aksa, ko baru hubungin gue? " Tanya Queen.
" Ah ya, baru sempat " Jawab Aksa canggung.
"Santai aja kali , kapan kapan ajakin gue jalan dong " Ujer Queen.
" Boleh" Kata Aksa.
"Janji ya " Ujar Queen.
" Iya" Ujar Aksa.
" Okeh, dah dulu ya gue lagi ada urusan bye Aksa " Kata Queen.
" Iya bye" Jawab Aksa tersenyum.
" Waissss, ada yang berbunga-bunga nih" Ujar Bian dengan mengejek.
" Gue bilang kiyai Imron lo," Kata Rangga.
" Sok bilangin biar sekalian, di kawinkan" Jawab Aksara.
Kiyai Imron Maliki adalah abahnya Aksara. Pemilik pondok pesantren Darul ilmi di Jawa.
" Ayat kursi No bacakan" Suruh Bian.
" Si Aksa kesurupan kayanya ini" Kata Ino.
Plakkk
Aksa menabok kepala Ino.
" Sakit mas Gus " Kata Ino dengan sedikit mengejek.
" Hahahahaha"
"Sudah lah gue pulang dulu" Kata Aksara.
" Pulang kemana lo? " Tanya Bian.
" Ke apartemen lah massa pulang kampung" Jawab Aksa.
"Kirain pulang kampung, mau bilang sama abah kalo mau kawin" Kata Bian.
" Bian!!! " Geram Aksa.
" Hehehe vis vis bos" Ucap Bian berlari memasuki kamarnya yang ada di markas. Para inti memang punya masing-masing kamar.
Di. Markas Azzura rose.
" Siapa nelpon de? " Tanya Kenzo.
" Si Aksa bang" Jawab Queen.
" Dia ngajak jalan? " Tanya Sagara.
" Enggak sih, tapi Queen yang ngajak jalan" Jawab Queen.
Keduanya geleng-geleng setelah mendengar jawaban dari Queen. Karena biasanya kan yang ngajak jalan itu para cowok.
" Ayo pulang " Ajak Sagara.
" Ofa ikut ka Queen ya" Kata Jofa
" Kenapa ? " Tanya. Queen.
" Males bawa, Sama udah ngantuk ka" Rengek Jofa. Memeluk pinggang Queen dari samping
" Iya iya kita pulang" Balas Queen memeluk Jofa membawanya keluar dari markas langsung masuk mobil di susul Sagara , Kenzo, dan Rakha.masuk mobil mereka masing-masing.
Setelah mengantarkan Jofa pulang ke mansion nya, Queen dan Sagara pun langsung pulang ke mansion Cakra juga.
Pukul 22:30 atau jam setengah 11 mereka sampai di mansion
" Daddy " Panggil Queen. Dan Sagara.
" Iya " Jawab Cakra yang ke betulan turun dari tangga.
" Hadiah gara mana dad ? " Tanya Sagara.
" Masih daddy pesan" Jawab Cakra.
." Kalo pacar ade dad? " Tanya Queen.
" Ya cari sendiri ade, emang daddy Mak comblang apa?" Jawab Cakra.
"Hehe, kata orang tua dulu kan pilihan orang tua pasti yang terbaik" Ucap. Queen.
" Daddy mah anak milenial " Ujar Cakra.
" Cih, gak. Inget umur. " Kata Queen. Melangkah menuju kamarnya meninggalkan Cakra, sementara Sagara sudah pergi lebih dulu.